
Raja Iblis, Virxas.
Dikisahkan bahwa dirinya merupakan satu-satunya dari keenam penguasa utama dunia Iblis yang paling lemah. Tubuhnya bahkan selemah Goblin.
Akan tetapi, hanya dengan kecerdasannya saja, Ia bisa merubah semua itu. Bahkan membuatnya sejajar dengan apa yang kini dikenal sebagai Penguasa Utama.
Apapun yang disentuhnya, akan berubah menjadi mahakarya. Dan apapun yang dipikirkannya, akan menjadi sebuah gagasan yang membuat terobosan.
Sebesar itulah kecerdasannya.
Salah satu mahakaryanya yang terbesar adalah Golem itu sendiri. Jika saat ini seorang Iblis berkelana dan menemukan batu yang bisa berjalan, maka itu adalah sisa-sisa dari masa muda Virxas.
Baginya, Golem yang terbuat dari batuan itu adalah sebuah karya cacat yang hanya pantas untuk dibuang. Itulah mengapa banyak dari mereka ditemukan di dalam goa yang dalam, atau mungkin cukup sial untuk keluar dan menyerang iblis lainnya.
Akan tetapi, bagi para Iblis....
Bahkan satu Golem pun sudah mampu membawa bencana yang cukup besar.
Ketangguhannya, daya tahannya, dan juga daya hancurnya.
Bahkan tanpa memiliki sihir sekalipun, Golem yang disebut sebagai sampah itu telah mampu untuk menyaingi Ras Iblis tingkat tinggi. Dan bahkan dapat disetarakan dengan keturunan Aznor yang terendah yaitu warnanya.
Permasalahan yang para sampah itu timbulkan sangat besar hingga memaksa sebagian kerajaan di dunia Iblis ini bersatu untuk memerangi mereka.
Akan tetapi....
Mahakarya yang dimaksud bukanlah Golem dari batu itu. Melainkan pasukan Golem, dengan jumlah total yang dikisahkan mencapai angka 60.000 Golem.
Semuanya terbuat dari logam terkuat adamantium, bersama dengan beberapa lapisan emas dan juga mithril. Membuat tak hanya daya tahannya begitu luarbiasa, tapi Golem itu juga memiliki daya sihir yang sangat tinggi.
Dikisahkan satu dari Golem itu saja mampu untuk membinasakan sebuah Kota sendirian. Dengan sisa kekuatan untuk berjalan dan menuju ke Kota berikutnya.
Pasukan Golem itu sendiri dikenal dengan nama 'Living Steel' atau Logam yang Hidup.
Dan yang paling parah dari semuanya....
Golem itu adalah Karya dari Virxas ribuan tahun yang lalu. Entah senjata macam apa yang dimilikinya saat ini.
Setelah mendengar kisah itu....
"Yang benar saja. Kalian membuatnya seolah-olah aku sama sekali tak memiliki harapan." Balas Aaron yang terlihat sedikit kesal setelah mengetahui kekuatan yang sebenarnya dari Virxas.
Chronoa di sisi lain yang terlihat duduk dengan santai, hanya meneguk cangkir tehnya sambil tersenyum tipis.
"Memang seperti itulah keadaannya. Maka dari itu aku akan menanyakannya sekali lagi, apakah kau yakin akan mampu untuk...."
Sesaat sebelum Chronoa menyelesaikan kalimatnya, Aaron telah membalasnya dengan cepat.
"Tenang saja. Aku sudah menyiapkan sebuah kartu as. Dan jika aku menggunakannya, aku yakin setidaknya aku bisa menandingi para Penguasa Iblis ini selama beberapa menit."
Jawaban itu tentu saja membuat tak hanya Chronoa, tapi juga Iblis tua Gath terkejut bukan main.
Tak hanya itu, bahkan Aaron mengatakannya seolah-olah itu bukanlah hal yang besar.
"Tu-tunggu dulu! Apa yang kau katakan barusan?!"
"Mengalahkan para Penguasa Iblis?! Apakah kau sudah gila?! Mana mungkin kau bisa melakukannya?!"
Aaron hanya memberikan tatapan yang dingin kepada mereka berdua sambil menjawab.
"Siapa yang bilang kalau aku bisa mengalahkan mereka. Aku hanya mengatakan, jika aku menggunakan kartu as ku, maka aku dapat menandingi mereka selama beberapa menit.
Dan menurutku, itu adalah waktu yang cukup untuk membuat negosiasi dengan mereka agar menjaga dunia ini tetap damai. Yah.... Walaupun itu hanyalah cara terakhir. Maka dari itu aku masih akan tetap mencari cara yang lain." Jelas Aaron dengan tenang sambil melanjutkan pekerjaannya.
Chronoa yang merasa penasaran pun tak mampu untuk membendung pertanyaan yang meledak-ledak di dalam dirinya.
"Dan.... Bisakah aku tahu mengenai kartu as milikmu itu?"
Berbeda dari yang sebelumnya, Aaron kali ini memberikan tatapan yang cukup tajam.
"Kau benar-benar ingin tahu?"
Segera setelah Chronoa menganggukkan kepalanya, Aaron pun segera menjelaskan kartu as yang dimaksudkan olehnya.
Raut wajah Chronoa pun dengan segera berubah total menjadi dipenuhi dengan rasa terkejut. Ia seakan tak bisa percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Sementara itu, Gath yang mendengarkan dari belakang hanya bisa memalingkan wajahnya sambil menyebut Aaron sebagai orang gila.
"Kau.... Serius soal itu?!" Tanya Chronoa sekali lagi untuk memastikannya.
"Gath benar.... Kau sudah gila jika menyebut hal itu sebagai kartu as." Lanjut Chronoa yang terlihat memasang wajah yang kaku.
"Tak masalah bukan? Selama hal itu memiliki sedikit peluang untuk menyelesaikan semua permasalahan ini?"
Dengan balasan terakhir itu, akhirnya Chronoa pergi meninggalkan Aaron sendirian di ruang kerjanya. Melanjutkan mengotak-atik Golemnya sambil terus menguras tenaga sihirnya.
Mempersiapkan tubuh barunya kali ini untuk masa mendatang.
......***......
Di suatu tempat yang tak diketahui....
Thiria melakukan kegiatannya seperti biasa. Menjelajah kesana kemari untuk terus melakukan pembantaian iblis. Tujuan sampingannya adalah untuk mencari keberadaan tubuh para Penguasa Utama lainnya.
Jika hanya satu lawan satu, Thiria sendiri cukup percaya diri bahwa dirinya bisa mengalahkan siapapun. Tapi permasalahannya....
"Aznor sialan itu, hanya berani bersembunyi di balik keturunannya." Ucap Thiria dengan tangan kanan yang sedang mencekik seorang Raja Iblis tingkat menengah yang sedang sekarat.
Sementara itu, pandangannya mengarah ke langit. Memperhatikan warna merah darah yang mengerikan. Termasuk sebuah mata yang cukup besar di langit.
Mata itu sesekali muncul untuk menghancurkan apapun yang dilihatnya dan kembali menghilang setelah tujuannya selesai. Menyembunyikan dirinya entah dimana.
Di saat Thiria sedang sibuk....
'Kreettaakk!'
Beberapa dari jasad yang baru saja dibunuhnya tiba-tiba berdiri dengan cahaya hijau yang mengelilingi tubuhnya.
Bahkan tubuh yang telah kehilangan sebagian anggota badannya sekalipun tetap mencoba untuk berdiri dengan daging yang mulai luruh. Menyisakan hanya tulang belulangnya saja.
Melihat hal itu....
"Berbicara soal pengecut.... Kau jauh lebih pengecut daripada siapapun, Molrog." Ucap Thiria sambil memperhatikan mayat hidup yang mulai berdiri dan mendekati dirinya.
Thiria hanya mengarahkan tangan kirinya kedepan, menghasilkan sihir angin yang cukup lemah. Tapi cukup kuat untuk menghancurkan puluhan Undead yang baru saja bangkit itu.
'BLAAARRRR!!!'
Tak hanya tulang, tapi kastil ini juga ikut hancur sebagian berkat sihir itu.
Sambil melihat sisa kehancuran yang dibuatnya....
"Hah.... Wajar saja kau pengecut. Kekuatanmu adalah yang terlemah dari seluruh penguasa utama." Ucap Thiria sambil melempar Raja Iblis yang baru saja menghembuskan nafas terakhirnya itu.
Seakan bisa mendengar perkataan Thiria, sebuah balasan pun muncul.
"Kau pikir begitu? Wajar saja jika itu dari seorang Iblis yang hanya berpikir untuk membunuh Iblis yang lainnya. Kau takkan paham mengenai rencanaku, membawa keabadian bagi seluruh Iblis yang ada."
Perkataan yang seakan muncul entah darimana itu pun menggema di sekitar tempat Thiria berdiri.
"Keabadian? Dalam bentuk seperti itu? Maaf saja, tapi aku menolaknya." Balas Thiria sambil tersenyum cukup lebar.
Pada saat yang sama, tubuh Raja Iblis yang baru saja dibunuhnya mulai berdiri dan bangkit. Tapi kali ini, dagingnya tak hancur. Justru terlihat menumbuhkan kembali luka yang dideritanya.
Termasuk dengan cahaya kehijauan yang mengelilingi tubuhnya itu.
"Tergantung dari lama kematian, kondisi tubuh, dan kekuatan dari seseorang, aku bisa membuat bahkan tubuhnya jauh lebih baik sama seperti ini. Bahkan membuatnya jadi lebih kuat." Ucap dari suara yang seakan merupakan Molrog itu.
"Oooh.... Begitukah? Bagiku masih terlihat seperti mayat hidup yang lemah." Balas Thiria sambil terus tersenyum.
Pertandingan ulang antara Thiria dan Raja Iblis itu pun segera dilakukan.
Sebuah pertandingan untuk mempertaruhkan ideologi dan keyakinan dari kedua Penguasa Utama.
..._________________________...
...[Author's Note]...
...Maaf lama banget ga update yang ini. Kemaren habis sakit cukup parah. Tapi novel ini ga terlalu panjang jadi kemungkinan besar sebentar lagi akan selesai. ...
...Saya rasa novel ini banyak kecacatannya dan itu jadi pelajaran saya pribadi sebagai penulis untuk novel-novel saya yang berikutnya. ...
...Bagi yang masih menanti kisah ini saya ucapkan terimakasih. Bertahanlah, mungkin sekitar 10 chapter atau lebih kisah ini akan selesai.......
...Cuman maaf kalau updatenya akan lama. Saya akan menyelesaikan TDM terlebih dahulu biar plong. Oke? Terimakasih atas perhatiannya....