Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 39 - Terlambat



"A-apa yang telah terjadi disini?" Tanya Alice dengan wajahnya yang seakan menggambarkan arti dari kebingungan itu sendiri.


Di belakangnya, terlihat sekitar 8 orang dengan seragam yang serupa telah berdiri dengan rapi. Berbagai jenis senjata terlihat telah siap untuk digunakan.


Hanya saja....


"Yo, Alice. Kau cukup terlambat ya? Maaf aku sudah menghabisi semuanya." Ucap Aaron yang sedang duduk di atas jasad Iblis yang kini tak lagi memiliki kepala itu.


Meski terlihat santai, tangan kanan Aaron masih memegang pedang putih dengan Rune biru itu. Sementara itu, pedang hitamnya telah lama disegel kembali setelah digunakan untuk memangsa jiwa iblis yang terakhir itu.


"Aaron.... Setidaknya angkatlah ponselmu...." Ucap Alice dengan wajah yang sedikit kecewa.


"Hmm? Ada apa dengan ponselku?"


Pada saat itu juga, Aaron melihat salah satu pemandangan paling menyeramkan yang bisa dilihat oleh pegawai manapun.


Di balik layar yang sudah pecah-pecah dan remuk itu, masih terlihat pemandangan layar yang tak lagi bisa disentuh.


...[Panggilan Tak Terjawab]...


...[62 Panggilan]...


...[Pesan Belum Terbaca]...


...[144 Pesan]...


"Uuggh! Jadi begitu ya...." Ucap Aaron yang menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


"Apanya yang 'jadi begitu ya' hah? Kami berusaha menghubungimu tapi kau sama sekali tak menjawab! Jujur saja kami semua berpikir kau telah mati!" Teriak Alice kesal.


"Hah?! Maaf saja ya! Tapi aku sedang sibuk! Terlebih lagi, ponselku sekarang rusak parah!" Balas Aaron yang juga ikut sedikit kesal.


Bagaimana tidak....


Ia kemungkinan akan kehilangan beberapa data permainannya di dalam ponsel itu.


"Aah.... Begitu ya. Syukurlah kau baik-baik saja." Balas Alice dengan suara yang menjadi lebih pelan dan lebih lembut.


Ia sadar bahwa mengkhawatirkan mengenai keselamatan Aaron adalah sebuah hal yang sia-sia. Dan mulai dari sekarang, Ia telah memutuskan satu hal.


Yaitu untuk mengkhawatirkan nasib Iblis yang harus berhadapan dengan Aaron. Semua itu disebabkan karena Alice melihat kondisi Iblis yang telah terpotong-potong menjadi banyak bagian di hadapannya.


Mengindikasikan betapa kejamnya Aaron kepada Iblis.


"Ah! Sudahlah! Aku lapar! Aku sekarang akan membeli nasi Padang. Kalian lakukan sesuatu dengan semua kerusakan ini ya? Setidaknya bekerjalah. Selamat tinggal." Ucap Aaron sambil segera pergi meninggalkan semua ini.


Semuanya.... Baik itu jasad Iblis yang berceceran, jalanan yang rusak parah, serta pecahnya kaca bangunan di sekitar tempat ini.


Tak lupa juga banyak fasilitas umum yang hancur lebur atau meleleh karena pertempuran barusan.


"Hah.... Kau hanya ingin kabur saja kan dari tugas yang melibatkan komputer dan kertas? Baiklah, lagipula...."


Alice dan 8 orang Silver Guards lainnya mulai memperhatikan dengan detail kerusakan yang terjadi di tempat ini.


"Wakil Ketua. Dengan kerusakan seperti ini kemungkinan...."


"Kau benar. Kita mungkin akan sangat kesulitan menangani Iblis itu. Dan kita sedang membahas Aaron yang biasanya menyelesaikan semuanya hanya dalam satu atau dua tebasan." Ucap Alice dengan tatapan yang serius.


"Jika Aaron sekalipun kesulitan untuk mengalahkan dua Iblis itu dengan cepat dan bersih seperti biasanya.... Apakah itu artinya Iblis yang kali ini benar-benar kuat?"


"Lagipula, darimana datangnya mereka berdua? Alat pendeteksi ini tak menemukan adanya portal di sekitar tempat ini."


Yang tersisa untuk tim yang terlambat itu, kini hanyalah untuk membereskan segala masalah yang tersisa. Termasuk melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai kejadian ini.


Tanpa mereka sadari....


Ia memperhatikannya dari jarak sejauh beberapa kilometer yang masih berada dalam satu jalan yang sama.


Tatapannya terlihat begitu ringan seakan hal yang baru saja terjadi bukanlah masalah yang besar.


'Hmm, jadi begitu ya? Aku tak tahu ada Hunter tingkat S disini. Wajar saja dua Iblis itu tak mampu melawannya.' Pikir Pria itu dalam hatinya sambil segera meraih ponsel di sakunya.


'Tap! Tap! Tap!'


'Tuuuut!'


Ponsel itu berdering menanti lawan bicaranya mengangkat panggilan itu. Hingga akhirnya....


"Ya, ada apa?"


"Aku punya sedikit informasi. Daerah Yogyakarta memiliki Hunter tingkat S." Balas Pria kantoran itu dengan singkat.


"Kerja bagus. Kurangi aktivitasmu di sana. Jangan sampai terendus oleh para Hunter. Terutama Silver Guards. Kita masih belum memiliki pondasi yang kuat untuk melawan mereka. Untuk saat ini, fokus lah pada perekrutan pengikut baru."


"Baik, dimengerti." Balas Pria kantoran itu sambil segera menutup ponselnya.


Dengan ekspresi wajah yang cukup datar itu, Ia akhirnya melanjutkan langkah kakinya.


Tujuannya kali ini adalah untuk kembali ke kantornya. Karena barisan, Ia hanya izin untuk pergi ke toilet. Dan telah cukup banyak waktu yang terbuang untuk mengamati pertarungan barusan.


"Aah, mungkin aku akan mendapat potongan gaji lagi bulan ini? Tak masalah, lagipula aku mendapat banyak kekayaan dari pekerjaan sampingan ini." Ucap Pria kantoran itu sambil terus melangkah.


Tanpa ada satu orang pun yang menyadari sosoknya yang sebenarnya.


......***......


...-- Kantor Utama Silver Guards --...


Dalam ruangan yang cukup besar ini, terlihat puluhan orang dengan warna seragam yang sama sedang berkumpul.


Mereka adalah para petinggi dari Silver Guards. Tentu saja, dari mereka semua terdapat Hendra dan juga Alice.


"Langsung saja. Alasanku melakukan rapat darurat ini adalah untuk membahas mengenai kemunculan Iblis yang misterius ini. Alice, jelaskan kelanjutannya." Ucap Hendra sambil menoleh ke arah Alice.


Memahami apa yang dimaksud, Alice pun segera menganggukkan kepalanya sambil melanjutkan penjelasan itu.


"Menurut pernyataan dari Aaron, kedua Iblis itu benar-benar muncul secara tiba-tiba. Bukan dari gerbang seperti semua iblis yang pernah muncul hingga hari ini.


Mengetahui mengenai hal itu, kita berarti sedang dalam posisi yang sangat buruk. Terutama mengenai kenyataan bahwa kemunculan Iblis tak hanya terpaku pada gerbang saja." Jelas Alice sambil menggunakan pointer ke arah layar besar itu.


Layar itu berisi mengenai sebanyak mungkin informasi yang telah mereka kumpulkan hingga hari ini. Dan semuanya telah dirangkum dengan ringkas pada lima buah halaman presentasi.


Alice yang terus melanjutkan penjelasannya itu diperhatikan dengan sangat seksama oleh seluruh peserta rapat ini.


Hingga akhirnya....


"Berita ini telah disampaikan kepada pemerintahan pusat dan juga Grandmaster di Jakarta. Penyelidikan yang lebih lanjut serta secara menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebab dari kejadian ini.


Tapi sebagaimana kita tahu, kemunculan gerbang iblis juga tak pernah berhenti. Tenaga kerja sangatlah kurang jika harus melakukan penyelidikan sekaligus melindungi masyarakat dari kemunculan iblis.


Oleh karena itu, aku, sebagai wakil ketua di kantor cabang Silver Guards wilayah Yogyakarta mengusulkan sebuah langkah untuk menyewa Hunter dari Guild Swasta yang ada, seperti Red Phoenix. Bagaimana menurut kalian semua?" Jelas Alice dengan sangat panjang lebar.


Dengan itulah, rapat yang akan membahas mengenai langkah ke depan umat manusia, khususnya yang berada di wilayah Yogyakarta, telah dimulai.


Sedangkan Aaron?


Ia saat ini sedang sibuk menghabiskan piring ketiganya di rumah makan Padang. Tentu saja, dengan seragam yang masih compang-camping karena baru saja selesai bertarung.