Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 7 - Dungeon



Segera setelah melewati portal yang berwarna keunguan itu, pandangan Aaron berubah drastis. Tapi jauh sebelum pandangan, Aaron telah merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.


"Aku takkan bertanggung jawab atas dirimu yang kedinginan." Ucap Hendra sambil memberikan tatapan kesal.


Memang di satu sisi Aaron salah karena tak menanyakan kepada Hendra dan Alice mengenai lokasi Dungeon ini.


Tapi di sisi lain, dua eksekutif itu juga salah karena membiarkan Aaron bertingkah semaunya. Yah, meskipun....


"Ignis." Ucap Aaron sambil membuka telapak tangannya.


Saat itu juga, bola api dengan warna kuning kemerahan muncul di telapak tangan Aaron. Sebuah sihir yang sangat sederhana bagi sebagian orang. Tapi perbedaannya ada di penerapannya.


Aaron terlihat meniup bola api itu secara perlahan setelah mengucapkan sesuatu dengan suara yang sangat lirih. Pada saat itu juga, bola api itu mulai bergerak dan mengelilingi tubuh Aaron. Menghangatkannya setiap saat.


Dengan senyuman yang terkesan mengejek, Aaron pun membalas perkataan Hendra.


"Tenang saja. Aku tak selemah itu untuk kalian khawatirkan. Terlebih lagi, kalian seharusnya bersiap untuk mulai ketakutan saat ini."


"Apa maksudmu?"


Di tengah pegunungan bersalju yang sangat dingin ini, mereka bertiga berdiri di hadapan sebuah kastil yang tak terlalu besar.


Iblis yang berada di dalam tempat yang disebut sebagai Dungeon ini adalah Frost Giant. Mereka berjalan kesana kemari dengan tubuh yang setinggi 5 meter itu.


"Tidak ada maksud apapun." Balas Aaron sambil memasang wajah yang cukup tegang.


'Ini buruk.... Kalau tak salah, kastil ini adalah milik salah satu Jendral Perang dari wilayah es abadi. Anema? Eunema? Entah siapa namanya, tapi bukankah ini cukup buruk?' Pikir Aaron setelah menyadari kastil di tepi tebing itu.


"Terlebih lagi, kalian yakin ini adalah portal tingkat B?" Tanya Aaron sekali lagi.


"Tentu saja. Kami telah mengetahui portal ini sejak 3 Minggu yang lalu. Energi sihir yang dipancarkan dari portal itu setara dengan tingkat B. Jadi meskipun tanpa dirimu, kami akan mampu menanganinya dengan mudah." Balas Alice sambil memasang wajah yang sombong.


"Dengar ya, menilai kekuatan sihir saja takkan...."


'Braaakkkk!!!'


Salah satu Frost Giant mulai melempar batu besar ke arah mereka berdiri. Alice dan juga Hendra telah berhasil menghindar dengan baik. Tapi nampaknya, Aaron telah tertimbun oleh tumpukan salju. Atau mungkin saja tergerus batu itu hingga rata dengan tanah.


"Sekali serang dan mati? Sudah kuduga dia hanya memiliki energi sihir yang besar. Alice! Bersiaplah untuk bertarung!" Teriak Hendra sambil mulai mengangkat perisainya kedepan.


"Dimengerti, Komandan!"


Alice bergerak dengan sangat gesit di medan yang penuh dengan es ini. Lagipula, itu adalah kekuatannya.


'Zraaassshh!' Dengan tebasannya yang cepat, terlihat es tipis yang tajam menyelimuti pedangnya. Memotong lengan kiri Frost Giant itu dengan mudah.


Setelah melakukan itu, Ia segera melompat mundur dan berlindung di belakang tubuh Hendra terhadap pukulan yang dilancarkan Frost Giant itu.


'Bruuuukk!!'


Dengan perisai dan tubuh besarnya, Hendra tak kesulitan sama sekali dalam bertahan.


Alice segera menyerang kembali setelah Frost Giant itu baru saja mengayunkan pukulannya. Tapi kali ini, targetnya adalah leher dari Frost Giant itu.


'Sraaassshh! Bruuk!'


Dengan tebasan yang cepat dan sangat tajam, memotong leher monster yang dikategorikan dalam Rank [B] itu cukup mudah bagi Alice.


"Bagus! Kita akan meneruskannya hingga ke dalam kastil itu!"


Pertarungan tim mereka berdua pun terus berlanjut tanpa menghiraukan nasib Aaron.


Beberapa menit telah berlalu, dengan Aaron yang terjepit batu besar yang dilempar oleh Frost Giant itu.


"Ignis."


Kobaran api yang besar mulai muncul di bawah tumpukan batu besar itu. Melelehkan semua es yang ada di sekitarnya.


Dari balik api itu, terlihat sosok Aaron berjalan sambil memegangi kepalanya.


"Raksasa sialan. Aku akan membalas kalian semua. Tidak, daripada semua itu.... Bukankah mereka berdua dalam bahaya?" Tanya Aaron pada dirinya sendiri setelah melihat Alice dan juga Hendra memasuki kastil itu.


Segera setelah menyembuhkan wajah dan tangan kirinya yang sedikit tergores karena batu besar itu, Aaron segera melesat ke arah kastil itu.


'Tap! Tap! Tap!'


Kecepatannya berlari jauh melampaui apa yang diperlihatkan oleh Alice. Yang bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang paling lincah.


"Minggir."


Sambil mengatakan hal itu, Aaron memutar tubuhnya untuk membuat ayunan pedangnya semakin cepat dan kuat.


Hanya sebuah ayunan sederhana. Tak ada banyak sihir yang digunakan, kecuali sihir penguat dan sihir angin. Akan tetapi....


'Zraaaaassshhh!!!'


Sebuah pedang yang hanya memiliki panjang sekitar satu meter itu mampu mencapai jarak tebasan sejauh lebih dari sepuluh meter.


Dengan bantuan sihir angin, tebasan Aaron mampu melampaui batasan yang disebut sebagai jangkauan pedang. Berdasarkan kekuatan yang Ia gunakan, pedangnya mampu mencapai jarak tertentu yang seharusnya tak bisa diraih.


'Brruukk! Spraaashh!!'


Tubuh keenam Frost Giant itu segera terbelah menjadi dua tanpa kesulitan sedikitpun. Bahkan hingga saat ini, Aaron masih dalam posisi berlari.


Hingga akhirnya, Ia tiba di dalam kastil itu.


Terlihat puluhan mayat Frost Giant yang tergeletak di tanah. Menunjukkan bahwa Alice dan juga Hendra pasti baru saja membantainya.


Akan tetapi yang menjadi fokus utama dari Aaron adalah tubuh Alice yang terkapar di tanah, dan Hendra yang tergeletak setelah meruntuhkan dinding.


"Hmm? Ada manusia lain yang datang ya? Syukurlah karena aku bisa mempersembahkan nyawa kalian kepada Yang Mulia." Ucap seorang Frost Giant dengan wujud yang aneh itu menggunakan bahasa Iblis.


Rata-rata, Frost Giant memiliki tubuh setinggi 5 meter atau lebih. Tapi apa yang ada di hadapan Aaron hanya memiliki tinggi sekitar 2.1 meter saja.


Makhluk itu memiliki kulit berwarna putih kebiruan, dengan taring yang cukup besar hingga keluar dari mulutnya. Rambut putih yang panjang nampak diikat di belakang kepala Frost Giant itu.


Sedangkan perlengkapan yang dikenakannya adalah pelindung tubuh yang hanya berupa kain dengan tambahan bulu hewan buas serta sebuah kapak satu tangan yang cukup besar dengan warna biru transparan.


Jauh lebih kecil daripada Frost Giant pada umumnya. Tapi bukan berarti Ia lebih lemah, karena dengan tubuh sekecil ini dan kekuatan sebesar Frost Giant. Maka....


'Swuuooosshh!!'


Iblis yang ada di hadapan Aaron itu melesat dengan sangat cepat ke arahnya. Mengayunkan kapak besarnya itu.


Aaron yang melihatnya segera menghindar dengan memutar badannya. Tak hanya itu, Aaron juga berhasil memberikan serangan balasan dengan menendang tepat di perutnya.


'Sreeeettt!!!'


Iblis itu terlempar cukup jauh, mungkin hingga 10 meter lebih. Tapi sebelum menabrak dinding, Iblis itu berhasil menghentikan dirinya.


"Hooo.... Kau cukup kuat juga untuk seorang manusia. Yah, meskipun aku ragu bahwa kau bisa memahami perkataanku." Ucap Frost Giant itu sambil memasang wajah serius.


Di tengah pertarungan antara kedua orang itu....


"Aaron.... Pergilah.... Dia terlalu.... Kuat.... Setidaknya kau sendiri bisa selamat...." Ucap Alice dengan tubuh yang sudah dipenuhi dengan darah. Suaranya pun cukup lirih hingga sulit untuk didengar.


Akan tetapi....


"Heal." Ucap Aaron sambil mengarahkan kedua tangannya masing-masing ke arah Alice dan juga Hendra.


Secara perlahan, tubuh mereka mulai beregenerasi dan sembuh. Meski tidak sempurna, setidaknya nyawa mereka berdua tak lagi terancam.


"Aaron... kau?" Ucap Hendra kebingungan.


"Bawa Alice dan bersembunyi lah di suatu tempat. Aku akan menangani makhluk ini."


Hendra tanpa ragu segera berlari ke arah Alice dan menggendongnya. Membawanya pergi dari tengah pertarungan ini.


Di sisi lain....


Frost Giant yang hanya memperhatikan sosok Aaron dalam diam itu mulai merasakan sesuatu yang aneh.


Selama ini, Ia tidak diam karena memberikan kesempatan kepada dua orang itu untuk kabur. Melainkan berusaha mengingat sosok yang terlihat familiar di hadapannya saat ini.


"Rambut perak.... Mata coklat.... Fisik yang menyerupai manusia.... Jangan katakan?! De-death Bringer?! Kau adalah manusia?!" Teriak Frost Giant itu dengan suara yang gemetar.


Secara tak sadar, Ia terlihat mulai melangkah mundur berusaha menjauhi Aaron sedikit demi sedikit.


"Maaf tapi aku lupa siapa namamu. Eunema? Anema? Entahlah, tapi yang jelas, aku kemari untuk membunuhmu." Balas Aaron dengan menggunakan bahasa Iblis sambil menarik kembali pedang yang ada di pinggangnya.


Pertarungan antara dua orang ini untuk mempertahankan hidupnya, akhirnya dimulai.