Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 39.5 - Istirahat + Bonus Ilustrasi



"Huwaaah! Kenyang sekali! Memang memakan nasi Padang adalah yang terbaik setelah bekerja keras." Ucap Aaron setelah selesai makan.


Ia kemudian berjalan ke arah kasir untuk segera melakukan pembayaran.


"Apa saja kak?" Tanya pegawai kasir itu yang merupakan seorang gadis.


"Uh... nasi sayur dengan rendang sebanyak tiga porsi. Dan juga tiga gelas es teh." Balas Aaron sambil mengingat kembali makanannya.


"Apakah ada tambahan lain?"


"Tidak ada."


Aaron segera meraih ke arah saku celananya yang kini terlihat cukup compang camping itu. Tapi setidaknya, seragamnya masih mampu menutupi sebagian besar tubuhnya.


'Tak! Tak! Tak!'


Pegawai itu menekan beberapa tombol di mesin kasir itu dan segera menyebutkan total biaya yang dibutuhkan oleh Aaron.


"Totalnya 48 ribu." Ucap Gadis itu sambil berusaha sekuat tenaga bersikap tenang di hadapan Aaron. Bagaimana tidak, penampilannya sangatlah buruk dengan pakaian yang sobek dan gosong di berbagai bagian.


Tapi pada saat Aaron telah berhasil meraih dompetnya, sesuatu yang buruk telah terjadi.


Wajahnya mulai menjadi tegang. Itu semua karena dompet kulitnya yang berwarna coklat, kini telah berubah warna menjadi hitam pekat.


"Jangan katakan...." Ucap Aaron dengan suara yang lemas sambil membuka dompet lipat itu.


Dan apa yang ada di baliknya....


Hanyalah abu kertas yang kini mulai berterbangan setelah tertiup angin. Seakan kegosongan seluruh uang di dompet Aaron masih tak cukup.


"Ada apa Kak?" Tanya pegawai itu seakan tak mengetahui apa yang baru saja terjadi sambil tersenyum. Padahal abu itu berterbangan tepat di hadapannya.


Dengan gugup, Aaron mulai menelan ludahnya.


"A-aku.... Nampaknya membakar gosong uangku...."


"Waaah, alasan yang baru untuk seseorang yang tak ingin membayar makanannya ya?" Balas pegawai itu sambil tetap tersenyum.


"Tidak! Aku benar-benar serius! Aku baru saja bertarung barusan dan memperoleh semua luka ini!" Teriak Aaron yang kini mulai gugup.


Dengan senyuman yang tak kunjung hilang dari wajah gadis itu, Aaron hanya menjadi semakin panik. Hingga akhirnya....


"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya seorang Pria paruh baya yang mengenakan batik dengan pola burung berwarna hitam dan merah itu.


"Ayah. Nampaknya ada pelanggan yang tak lagi mampu membayar. Kini dengan modus baru." Ucap pegawai kasir itu yang nampaknya adalah putri dari pemilik rumah makan itu.


Tanpa membalas sepatah kata pun, Pria paruh baya dengan tubuh yang cukup besar itu mulai menatap ke arah Aaron.


Kepalanya yang sudah setengah botak serta kacamata hitam yang begitu mencolok itu nampak begitu mengintimidasi. Bahkan Aaron sekalipun merasa kebingungan bagaimana cara menghadapi situasi ini.


"Tu-tunggu sebentar! Aku akan kembali ke asrama untuk mengambil uang tabunganku!" Teriak Aaron memohon.


"Ayah! Jangan biarkan! Itu hanya modus baru saja!" Teriak pegawai kasir itu berusaha untuk meyakinkan Ayahnya.


Para pengunjung yang lain nampak mulai memperhatikan kejadian ini. Seakan ini adalah tontonan yang menarik.


Tapi di sisi lain, sang pemilik rumah makan ini hanya terus terdiam. Hingga akhirnya....


"Kau.... Hunter yang sering dibicarakan karena kegilaannya itu ya? Siapa namamu... Ah! Aaron! Itu benar! Hunter yang selalu sibuk memburu Iblis!"


Sang pemilik kedai itu berteriak sambil memegang kedua pundak Aaron dengan pandangan yang penuh rasa kagum. Membuat tak hanya Aaron dan pegawai kasir itu bingung, tapi juga seluruh pengunjung di tempat ini.


"Terimakasih! Berkatmu, entah berapa kali tempat makan ini diselamatkan! Hah?! Apa-apaan pakaian ini?! Kau baru saja selesai bertarung?! Dengan Iblis kan?! Sebentar, aku akan mencarikan pakaian ganti.


Hei! Dasar anak tak berguna! Bagaimana mungkin kau mencela Tuan Hunter yang selalu melindungi kita?! Cepat ambilkan pakaian ganti untuknya!"


Situasi segera berubah 180 derajat setelah pemilik rumah makan ini menyadari sosok Aaron.


Sedangkan Aaron sendiri, hanya bisa terdiam tak mampu mengeluarkan satu pun kata-kata.


"Ta-tapi...."


"Tidak ada tapi-tapian! Kau bebas makan disini kapan saja! Anggap saja sebagai bentuk rasa terimakasihku! Tapi sebagai gantinya, biarkan aku berfoto denganmu, oke?"


Apa yang ada di dalam pikiran sang pemilik rumah makan ini ada dua.


Yang pertama, Ia memang sangat berterimakasih atas segala jasa yang Aaron berikan. Membuat wilayah ini terjaga dengan baik.


Sedangkan yang kedua....


'Jika aku berfoto dengannya, maka aku bisa menarik lebih banyak pengunjung. Hunter tingkat tinggi dari Silver Guards, Aaron, makan di rumah makanku! Bukankah itu sudah cukup untuk menarik perhatian!'


Dan balasan yang diberikan oleh Aaron tentu saja....


"Aku akan terima tawaran itu. Terimakasih telah mengizinkanku makan sepuasnya!" Ucap Aaron kini dengan wajah yang sangat percaya diri dan bahagia.


Apa yang ada di dalam pikiran ya....


'Akhirnya aku bisa makan semua daging rendang itu tanpa perlu memikirkan biaya! Terlebih lagi es teh di tempat ini benar-benar enak!'


Dengan begitu, kedua orang itu segera berfoto dengan Aaron yang masih dengan seragam compang-campingnya. Serta sang pemilik yang hanya mengangkat kacamata hitamnya.


Hasil dari foto itu pun segera dicetak dan dipajang di bagian tengah ruangan ini dengan tulisan 'Bahkan pemburu terbaik di Silver Guards Yogyakarta saja makan disini, apalagi yang kalian tunggu?!'


Sebuah foto dan tulisan yang sangat aneh, tapi anehnya foto itu benar-benar berhasil menarik banyak perhatian di kemudian hari.


...-- Jalanan Menuju ke Kantor --...


Aaron yang kini telah mengenakan pakaian baru dari sang pemilik rumah makan Padang itu, sedang berjalan dengan santai untuk kembali ke Kantor Pusat.


Ia terlihat mengelus-elus perut ya yang sudah kenyang itu dengan wajah yang sangat puas.


Hanya saja....


Banyak orang terlihat menatap ke arah Aaron dengan tatapan yang sedikit aneh. Seakan Aaron telah melakukan sesuatu yang buruk.


Pada kenyataannya memang benar.


Aaron telah melakukan suatu hal yang cukup buruk. Yaitu dengan mengenakan pakaian yang jauh diluar ukurannya!


Dengan celana kain yang berukuran ekstra besar itu membuat kedua kakinya seakan tenggelam dalam lautan kain hitam. Tapi setidaknya, sang pemilik toko juga memberikan sabuk SMA putrinya dulu berada untuk menjaga agar celana itu tidak lepas.


Sementara itu, kaos berwarna putihnya yang memiliki ukuran 5XL itu membuat sebagian besar tubuh bagian atasnya terlihat begitu kecil. Belum termasuk kantung kresek hitam sebanyak 3 buah yang ada di tangan kirinya. Kantung itu berisi seragam Aaron yang telah rusak parah.


Meski penampilannya seburuk itu, dua buah pedang yang memiliki warna hitam dan putih itu Ia bawa dengan tangan kanannya. Semua itu karena sabuk pengait sarung pedang itu telah rusak.


Seakan-akan penampilannya masih belum bisa menjadi lebih buruk lagi....


"Aku benar-benar merasa sangat keren dengan kacamata hitam ini." Ucap Aaron sambil membenahi posisi kacamatanya. Tak lupa senyuman juga menghiasi wajahnya.


Nampaknya.... Kacamata hitam itu telah membuatnya sedikit buta dengan betapa buruknya penampilannya saat ini.


Tidak.


Aaron memang sejak dulu cukup buta mengenai fashion dan penampilan.


...[\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=]...


...Bonus Ilustrasi...


...Bagi kalian yang baca sampe sini, atau cuma scroll aja, akhirnya aku menemukan beberapa gambar yang cukup menggambarkan karakter yang ada...


...Sebagai catatan, ini bukan gambarku. Aku ga sempet gambar sama sekali ditambah drawing tabletku rusak. ...


...Tapi sayangnya beberapa nama ilustrator aslinya aku kurang tahu (efek browsing di pinterest)...


...Kalo di search image keliatan kok...


...Semisal ada yang keberatan dengan beberapa atau semua ilustrasi ini, bilang saja di kolom komentar. Akan dengan senang hati aku hapus....


...Selamat menikmati!...


...[Aaron]...



Kira-kira seperti inilah sosok MC kita yang sampe hari ini ga ada gambarnya. Pria tamfan dan femberani wkwwkwk.


Jujur saja gambar ini sangat mewakilkan si Aaron, yang bisa bikin banyak orang klepek2. Apalagi kalo lihat pas lagi latihan wkwkwkw.


............


...[Alice]...



Yap, si Heroine yang kadang ngeselin dan nggregetin. Apalagi pas telat bantu kemarin haduh....


Seragamnya sekiranya mirip seperti itu, kurangnya ada beberapa lapis zirah besi tipis di beberapa bagian (lengan, dada dan perut sama kaki).


Tapi bilah pedangnya mirip. Yaitu pedang satu tangan yang cukup tipis. Beda sama Aaron yang satu tangan tapi lebih tebal dan besar.


...........


...[Hendra]...



Dibilang mirip juga engga sebenernya, tapi sayangnya nyari gambar yg berzirah cukup susah.


Intinya Hendra berambut hitam dengan zirah yang cukup tebal. Tapi ga semewah ini. Apalagi narsis, sama sekali engga.


Tapi semoga bisa membantu membayangkan.


...........


...[Thiria]...



Salah satu dari 6 Penguasa utama dunia Iblis. Sosok yang bikin si MC sekalipun ketar-ketir. Kurangnya warnanya harusnya lebih gelap lagi, ditambah ga ada bunga-bunga di tangannya. Tapi wajah dan tubuh serta sikap sudah sangat terwakilkan.


...........


...Untuk saat ini segini dulu aja ya, semoga membantu dalam berimajinasi (kalian bebas membayangkannya seperti apa) dan ini hanyalah sebagai pendukung saja. ...


...Selamat menikmati kelanjutan ceritanya, dan semoga betah....


...See ya!...