
...-- Kantor Utama Silver Guards --...
Di dalam ruangan rapat yang cukup besar ini, suasananya terlihat cukup menegangkan.
Pada ujung meja yang cukup besar dan panjang ini, terlihat sosok Hendra yang sedang duduk dengan sikap yang sangat serius. Di sebelahnya terlihat sosok Alice yang berdiri sambil bersiaga.
Sementara itu, puluhan petinggi Silver Guards yang lainnya juga terlihat bersiaga di seluruh ruangan ini.
Alasannya hanya satu. Yaitu kedatangan Satria bersama dengan 6 pengawalnya kemari.
"Ayolah, Hendra. Kau tak bisa terus bersikeras seperti itu. Lagipula, biarkanlah Aaron memilih." Ucap Satria dengan sikap bercandanya.
Di hadapan Satria, terlihat sosok Aaron yang sedang menikmati hidangan nasi Padang. Tangan kanannya sangat sibuk untuk melahap makanan itu. Bahkan... ini sudah porsinya yang ketiga.
Aaron sama sekali terlihat tak memperdulikan perseteruan antara dua pemimpin Guild itu. Dan hanya fokus untuk menikmati hidangan lezat yang ada di hadapannya.
"Enak sekali! Apa-apaan ini? Apakah mereka memasaknya dengan berkah para dewa?!" Teriak Aaron yang tiada hentinya mengunyah.
Suasana yang aneh ini terjadi akibat Alice merasa kelaparan sehingga Ia membeli makanan di salah satu warung masakan Padang. Sebagai ucapan terimakasih, Ia pun membelikan 3 bungkus untuk Aaron nikmati sebagai makan siang dan malam nantinya.
Tapi inilah hasilnya....
"Aku tak bisa melakukannya. Lagipula Aaron masih berada di dalam pengawasan kami. Membiarkannya pergi ke tempat lain akan mencoreng citra kami." Jelas Hendra dengan sikap yang serius.
"Memangnya aku tak bisa mengawasinya? Tentu saja aku bisa. Tenang saja. Serahkan masalah itu padaku." Balas Satria dengan terus menerus memberikan sikap yang terlalu santai.
Setelah beberapa menit perdebatan berlalu, akhirnya Aaron telah menyelesaikan seluruh hidangannya.
"Aku akan cuci tangan terlebih dahulu." Ucap Aaron sambil pergi meninggalkan ruangan ini seakan tak memperdulikan hawa panas yang mengelilinginya.
Pada saat Ia kembali....
"Aku tak begitu peduli bergabung dengan siapapun. Tapi keinginanku hanya satu. Membasmi iblis sebanyak mungkin.
Untuk bayaran aku juga tak terlalu memikirkannya. Selama aku setidaknya bisa hidup seperti saat ini. Tidur di kasur yang nyaman, memakan makanan yang lezat, serta meneguk air yang bersih. Itu semua sudah cukup bagiku."
Aaron menjelaskan semuanya dengan rinci. Seakan-akan sikapnya yang tak peduli barusan adalah sebuah kebohongan.
"Ka-kalau begitu masuklah ke dalam Guild Red Phoenix! Kami selalu menyerbu Dungeon tingkat tinggi!" Ucap Satria sambil berusaha untuk memperoleh minat Aaron.
Di sisi lain....
"Kami Guild Silver Guards adalah Guild resmi dari pemerintahan pusat. Dengan kata lain, selama kau menjadi petugas di dalam Guild ini, kau bebas memasuki Dungeon manapun yang kau inginkan.
Termasuk juga memperoleh fasilitas yang akan mendukungmu untuk membasmi sebanyak mungkin iblis. Transportasi, senjata, perlengkapan, informasi. Semuanya. Kami jauh berbeda daripada Guild Swasta seperti Red Phoenix." Jelas Hendra dengan sikap yang tegas seperti biasanya.
Tak mau kalah, Satria mulai menggunakan kartu andalannya.
"Kami akan memberikan bayaran yang jauh lebih mahal untukmu!"
"Silver Guards akan memberimu akses tak terbatas untuk memburu semua Iblis."
"Rumah yang mewah!" Teriak Satria mulai putus asa.
"Tempat pelatihan dan pengembangan kemampuan." Balas Hendra singkat dengan tegas.
Setelah beberapa menit mereka berdua terus memamerkan berbagai manfaat yang akan diperoleh ketika bergabung....
"Nampaknya, aku memang lebih cocok di Silver Guards. Lagipula, aku lahir di dunia ini hanya memiliki satu tujuan. Yaitu memburu sebanyak mungkin Iblis." Jawab Aaron dengan wajah yang terlihat begitu ramah.
Sulit mempercayai bahwa orang yang sama juga mampu memberikan wajah sekejam iblis ketika sedang bertarung.
Merasa lega atas kemenangannya, Hendra terlihat membuat senyuman yang tipis.
"Pilihan yang bagus. Aaron. Aku akan berjuang untuk memenuhi harapanmu."
Sementara itu, Satria merasa sedikit kesal dengan situasi ini. Ia segera berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.
"Hah! Mungkin kali ini kau menang, Hendra. Tapi jangan lupakan, bahwa kami memiliki satu Hunter tingkat [S]. Kami takkan kalah dalam memburu Iblis! Permisi!" Teriak Satria sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan ini bersama dengan keenam pengawalnya.
Hendra, Alice dan seluruh petinggi yang lainnya nampak menghembuskan nafas lega.
"Akhirnya dia pergi ya."
"Keputusan yang bijak, Aaron. Pria itu hanya memikirkan untung dan rugi saja." Ucap Alice sambil berdiri dari tempat duduknya.
Akan tetapi....
"Hunter tingkat S? Kalian tak pernah menjelaskan yang satu itu kepadaku. Lagipula, kenapa perkataannya seakan membuat perburuan iblis adalah sebuah perlombaan?" Tanya Aaron penasaran.
Alice yang memahami maksudnya segera menjelaskan.
"Setiap Guild yang berhasil memburu Iblis serta menutup Dungeon, akan memperoleh suatu poin berdasarkan ranking dari Dungeon itu sendiri. Semakin banyak yang diselesaikan, maka pemerintah akan memberikan imbalan yang lebih besar. Yang secara langsung akan memperkuat Guild itu.
Tentu saja, seluruh Guild memiliki suatu wilayah kekuasaan dimana semua Portal Dungeon yang muncul di dalam wilayah itu, akan secara otomatis menjadi kepemilikan Guild yang bersangkutan.
Dengan pengecualian khusus adalah Guild Pemerintahan seperti kita, Silver Guards. Wilayah kami mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Tapi sebagai gantinya, kami tak bisa memasuki wilayah Guild lain secara sembarangan. Kecuali mereka meminta bantuan secara khusus. Tapi selain itu, kami bisa masuk di Dungeon manapun."
Jelas Alice dengan panjang lebar. Aaron yang masih berdiri di tengah ruangan rapat ini terlihat mendengarkannya dengan sangat seksama. Tak sedikitpun detail yang Ia lewatkan.
"Hmm.... Jadi begitu. Merepotkan juga untuk membasmi Iblis di zaman ini. Lalu, bagaimana dengan Hunter tingkat S itu?" Tanya Aaron sekali lagi karena pertanyaan itu belum terjawab.
"Hunter memang sebenarnya memiliki tingkatan dari [E] sampai [A]. Tapi ada kasus tertentu dimana seseorang memiliki bakat yang luarbiasa, atau berlatih dengan sangat giat hingga mampu menembus tingkatan normal para Hunter.
Hunter dengan tingkat [S] setidaknya memiliki kekuatan yang setara dengan 10 Hunter tingkat [A] sekaligus." Jelas Alice sekali lagi.
"Bukankah jika seperti itu, maka mereka benar-benar kuat?"
"Sangat kuat. Siapapun yang memiliki Hunter dengan tingkatan itu di dalam Guild mereka, akan terjamin setidaknya kekayaan dan kejayaan untuk kedepannya. Ngomong-ngomong, Silver Guards sendiri memiliki setidaknya 12 Hunter tingkat [S]. Meskipun, mereka tersebar di beberapa lokasi yang paling vital di negara ini."
Penjelasan yang diberikan oleh Alice barusan membuat Aaron menyadari beberapa hal baru di dunia modern ini.
Keberadaan Hunter yang membuat kontrak dengan iblis, Contractor.
Kemudian keberadaan Hunter tingkat [S] yang jika di zamannya mungkin saja setara dengan salah satu Ksatria Suci dari Katredal.
'Dunia ini benar-benar sudah berkembang sangat pesat. Banyak sekali orang-orang kuat di dunia ini. Tapi, kenapa mereka masih belum bisa menaklukkan kembali Eropa dari tangan Iblis?'
Pemikiran itu muncul di dalam diri Aaron setelah sedikit memahami dunia ini.
Ia pun tahu, bahwa perjuangannya untuk memahami dunia ini masih sangat jauh. Termasuk juga alasan kenapa dirinya tiba-tiba dilemparkan kembali ke dunia manusia.