Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 36 - Dua Iblis



...'BLAAARRR!!!'...


Suara ledakan di kejauhan terdengar cukup keras hingga ke segala penjuru arah. Setidaknya, asap dari ledakan itu mampu terlihat dengan jelas dari jauh.


"Hmm? Apa itu?" Tanya Aaron pada dirinya sendiri sambil melihat asap hitam di kejauhan.


Tapi seketika, Aaron segera menyadarinya.


Sebuah aura yang sangat gelap dan buruk, sangat buruk hingga mampu menyesakkan nafas semua orang yang ada di sekitarnya. Termasuk juga hawa panas yang begitu kuat.


"Panasnya sampai disini.... Jangan katakan padaku, Iblis tingkat atas?!"


Aaron segera berlari ke arah lokasi kejadian itu.


Sebaliknya, ribuan orang nampak berlarian ke arah yang berlawanan. Menjauhi pusat dari ledakan itu.


"Aaaaaa!!!"


"Seseorang tolong!"


"Ada Iblis!!"


'Brukk!'


Seorang pemuda menabrak tubuh Aaron yang sedang berlari. Tapi itu bukanlah suatu ketidaksengajaan. Melainkan....


"Tuan Hunter! Kumohon! Masih banyak orang disana! Tolong lakukan sesuatu!" Teriak pemuda itu sambil memohon.


Akan tetapi, balasan Aaron jauh dari harapannya.


"Berisik! Kau menghalangi jalanku untuk menolong orang!" Teriak Aaron sambil mendorong pemuda itu.


Meski begitu, senyuman penuh rasa syukur terlihat di wajah pemuda itu meskipun telah jatuh ke jalanan.


"Terimakasih, Tuan Hunter...."


......***......


...-- Kantor Pusat Silver Guards --...


...-- Ruang Kendali --...


"Komandan! Situasi bahaya! Ada energi sihir yang sangat besar yang tiba-tiba muncul di tengah kota! Terlebih lagi energi semacam ini.... Iblis! Kemungkinan adalah Iblis tingkat tinggi!" Teriak salah seorang anggota di dalam ruang kendali itu.


Hendra yang saat itu masih berada di ruangannya segera menjawab panggilan itu.


"Aku mengerti. Aku akan segera kesana dan melakukan analisa situasi. Untuk saat ini, kirim semua Hunter yang ada di dekat tempat itu untuk melakukan penanganan pertama.


Utamakan Hunter yang memiliki tingkat B dan keatasnya. Bantuan gelombang ke dua akan segera menyusul." Balas Hendra sambil segera menutup panggilan itu.


Di dalam ruangannya, Hendra nampak memberikan ekspresi wajah yang cukup kesal.


Ia sama sekali tak menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Yaitu kemunculan dua iblis tingkat tinggi secara tiba-tiba, tanpa mereka ketahui asal muasalnya.


"Sialan.... Dimana gerbangnya? Bagaimana bisa kita tidak mengetahuinya? Aaron.... Kau ada di dekat tempat itu kan?" Ucap Hendra pada dirinya sendiri sambil segera meninggalkan ruangan ini.


Kembali ke lokasi Aaron berada....


'Tap! Tap! Tap!'


Setibanya di tempat itu, Aaron melihat sosok dua Iblis yang sedang berdiri di tengah bara api itu.


Mereka memiliki tubuh besar yang kekar dengan kulit merah dan sepasang tanduk di kepalanya. Tentu saja, mereka menyadari kehadiran dari Aaron.


"Manusia ya? Apa maumu kemari?" Tanya Iblis itu dengan nada yang seakan tak peduli.


Mereka berdua terlihat tak mengenali sosok manusia yang ada di hadapannya, yaitu Aaron itu sendiri. Sebuah fakta yang menunjukkan bahwa mereka berada di tempat yang belum pernah dikunjungi oleh Aaron selama seribu tahun di dunia Iblis.


Akan tetapi, Aaron mengenali ciri kedua iblis tersebut.


"Kulit merah, taring besar, sepasang tanduk, dan tubuh yang diselimuti api.... Tak salah lagi, kalian adalah keturunan dari Aznor kan?" Ucap Aaron yang kini mulai memberikan tatapan serius.


Dua buah pedang yang menggantung di pinggang kirinya terlihat seakan berteriak untuk segera digunakan. Tapi Aaron sendiri belum ingin melakukannya.


Itu karena dua iblis yang ada di hadapannya, adalah keturunan salah satu dari enam penguasa dunia Iblis, Aznor sang Penghancur.


Akan tetapi....


"Jangan sebut nama dewa kami dengan sikap seperti itu, manusia. Minta maaf pada-Nya atau kami akan menghancurkan dirimu." Ucap salah satu Iblis berkulit merah itu.


Tanpa adanya sedikitpun aba-aba....


'Swuuuoosshh! Blaaarrr!!!'


Iblis yang lain telah bergerak dengan sangat cepat dan melayangkan tinjunya tepat ke arah Aaron.


Dengan refleksnya yang cukup cepat, Aaron berhasil menggunakan dua lengannya untuk bertahan. Alasannya hanya satu. Itu karena sudah tak sempat lagi untuk menghindar.


'Bruuukk! Sraaaggg!!!'


Aaron terlempar sejauh puluhan meter lebih hanya dengan pukulan itu. Banyak goresan terlihat di sekujur tubuhnya, dengan baju yang mulai robek di berbagai sisi.


Tapi lebih dari semua itu....


"Sudah kuduga, keturunan Aznor benar-benar kuat." Ucap Aaron pada dirinya sendiri sambil melihat kedua lengannya yang telah patah.


Darah mengucur dengan cukup deras dari kedua lengannya yang kini telah kehilangan separuh kulit dan dagingnya itu. Tapi Aaron sama sekali tak merasa panik dengan keadaan itu.


"Heal."


Hanya dengan sebuah kata itu, seluruh lukanya dapat sembuh seketika setelah cahaya hijau mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


Tak menunggu lebih lama lagi, Aaron segera berdiri dan kembali berlari ke arah dua Iblis itu. Ia menarik pedang putih dengan Rune berwarna biru yang indah di tengahnya.


Sebuah pedang tingkat S yang baru saja diperolehnya dari sang penempa.


Hanya dalam waktu kurang dari 5 detik. Kini Aaron terlah kembali berdiri tepat di hadapan salah satu dari dua Iblis itu. Atau lebih tepatnya, Aaron telah sedikit melompat dan memutar tubuhnya.


Dengan kekuatan penuh, Aaron mengayunkan pedangnya tepat ke arah kepala Iblis itu.


'ZRAAAATTT!'


Sebuah tebasan yang meninggalkan alur biru yang indah dalam ayunannya itu, kini menghantam iblis itu dengan sangat kuat.


Hanya saja....


'BLAAAAARR!!!'


Iblis itu terlihat mampu menahannya dengan tangan kanannya yang besar. Kekuatannya benar-benar jauh berbeda jika dibandingkan dengan seluruh Iblis yang pernah dihadapi oleh Aaron selama ini.


'Kuat sekali! Bahkan pedang ini tak mampu untuk menebas lengannya?!' Teriak Aaron dalam hatinya sambil melihat pedangnya yang hanya mampu mengiris beberapa senti lengan kanan Iblis berkulit merah itu.


Sementara itu....


"Hoo.... Manusia mampu melukai tubuh ini?" Ucap Iblis itu dengan tatapan yang cukup mengerikan.


Aaron tahu, bahwa jika Ia meneruskan aliran pertarungan sama seperti ini maka Ia pasti akan menang dengan mudah. Hanya saja....


'Bruuukkk! Blaaarrr!'


Rekan dari Iblis itu memberikan pukulan yang telak kepada Aaron. Sebuah pukul dengan menggunakan kedua tangannya lalu menghantam tubuh Aaron ke tanah.


Efek dari pukulan itu bahkan mampu menghancurkan sebagian besar jalanan di sekitar tempat mereka berada.


Jalanan hancur. Mobil dan motor mulai terhempas. Bahkan seluruh kaca dari bangunan yang ada terlihat pecah dan menghujani tempat ini dengan kaca yang tajam.


Meski begitu....


"Sialan, itu benar-benar sakit kau tahu?!" Balas Aaron yang masih menahan pukulan itu dengan punggungnya.


Seluruh tubuhnya kini dilumuri oleh darah merah dan juga cahaya hijau yang terus menyembuhkan lukanya.


Tapi nampaknya, kemampuan penyembuhan Aaron masih mampu melampaui daya hancur dari serangan Iblis itu.


Melihat kondisi Aaron yang hanya dalam sekejap segera sembuh itu....


"Kau benar-benar manusia?! Apa-apaan energi sihir ini?!" Teriak iblis yang baru saja memukul tubuh Aaron itu.


Pertarungan antara Aaron dan juga kedua Iblis itu pun berlanjut. Sebuah pertarungan yang mana kedua belah pihak sama-sama memiliki daya hancur dan pertahanan yang sangat besar.