
Aaron segera menyampaikan semua kejadian yang dialaminya hingga hari ini. Termasuk sebuah kenyataan bahwa keturunan Aznor telah berada di dunia manusia 1.000 tahun dari sekarang.
Jika perlindungan waktu yang diberikan oleh Chronoa dilepaskan saat ini, maka Aaron takkan bisa hidup cukup lama untuk melindungi orang-orang yang dikenalinya disana.
Selain itu, Aaron juga menceritakan kisah akhir mengenai dunia Iblis yang akan hancur 8.000 tahun dari sekarang karena runtuhnya keseimbangan kekuatan antara keenam penguasa Utama di dunia Iblis ini.
"Jadi maksudmu, kau ingin menjaga sihirku hingga 1.000 tahun kemudian. Setelah kau bersiap untuk pergi ke dunia manusia, maka aku akan melepaskannya?" Tanya Chronoa untuk memastikan.
Aaron yang terlihat memainkan pena bulu itu pun menganggukkan kepalanya.
Itulah rencana yang selama ini telah dipikirkan olehnya. Tentu saja Aaron tak ingin mati mengenaskan dengan terjebak pada lingkaran waktu yang tiada akhir.
Tapi di sisi lain Ia juga perlu menyelamatkan sesuatu yang sangat penting baginya.
Dan hal itu adalah umat manusia. Sama seperti apa yang diajarkan kepadanya selama di Katredal Suci. Atau lebih tepatnya, itu adalah satu-satunya alasannya untuk hidup.
Sedangkan untuk dunia Iblis?
Aaron akan berusaha melakukan sesuatu mengenai keenam penguasa utama. Tapi dengan menyelamatkan manusia dari para Iblis, secara tak langsung Aaron juga akan menjaga keseimbangan kekuatan dari keenam penguasa utama itu.
Chronoa yang mendengarkan seluruh cerita yang diberikan oleh Aaron pun merasa yakin bahwa Aaron bisa diandalkan.
Tapi di sisi lain, rencana ini adalah sebuah pedang bermata dua.
Semua itu dikarenakan Chronoa hanya bisa meletakkan sihir waktu itu pada satu orang saja. Jika lebih, maka distorsi ruang dan waktu akan terjadi. Menyebabkan kehancuran seluruh dunia.
Maka dari itu, dengan menjaga sihir itu tetap terpasang di Aaron akan berarti Chronoa tak bisa mencari penggantinya.
Jika Chronoa melepaskan sihir itu 1.000 tahun kedepan dan Aaron gagal untuk melaksanakan tugasnya....
Maka waktunya akan semakin tipis lagi sebelum dunia benar-benar akan hancur.
"Percayalah padaku.... Aku telah memikirkan sesuatu." Ucap Aaron berusaha untuk meyakinkan dirinya.
Di saat mereka berdua masih berbicara satu sama lain, tiba-tiba seseorang muncul dari balik pintu kayu itu.
"Tuan Muda, aku telah menyiapkan tempatnya. Ah, jadi pahlawan manusia itu telah sadarkan diri?" Ucap seorang Iblis tua yang tak lain adalah Gath.
"Gath.... Syukurlah kau hidup...." Ucap Aaron sambil membuat senyuman yang cukup lebar.
Mendengar perkataan itu, Gath sendiri cukup terkejut. Tapi dengan segera Ia menggantinya dengan tawa yang cukup keras.
"Hahaha! Aku memang sudah tua dan akan segera mati, tapi mengatakannya didepanku itu tidak terlalu sopan, wahai pahlawan manusia."
Aaron terus memandangi sosok Iblis tua itu selama beberapa saat. Mengingatkannya terhadap masa-masa ketika berada di bawah bimbingannya. Tapi saat ini setelah hampir menyelesaikan seluruh buku yang ada di perpustakaan ini....
"Gath, katakan padaku. Apakah kau ingin hidup lebih lama? Itu juga termasuk dirimu, Chronoa." Ucap Aaron secara tiba-tiba.
Kedua orang itu pun terkejut bukan main terhadap perkataannya.
Wajah mereka berdua dengan jelas menggambarkan tanda tanya yang begitu besar. Sebuah tanda tanya yang tak lagi bisa ditahan.
"Apa maksudmu dengan itu?" Tanya Gath dengan penasaran.
Tapi Aaron hanya terdiam dan berjalan keluar dari ruangan ini. Ia mengambil beberapa sendok makanan sebelum berangkat bekerja.
Tujuannya? Adalah untuk mencari beberapa logam yang tak terpakai di perpustakaan ini.
Sambil bekerja, Aaron pun menjelaskan niatannya.
"Kalian mengenal Virxas bukan? Salah satu dari keenam penguasa utama yang mengendalikan Golem."
Tapi Aaron segera menepisnya dengan tawa yang ringan.
"Hahaha, bukan seperti itu. Tapi hanya menyerupai. Selama aku berdiam di perpustakaan ini, aku terus mencoba berbagai macam hal. Salah satunya adalah dengan membuat Golem.
Tapi sayangnya aku kekurangan bahan yang diperlukan untuk membuat Golem yang sempurna, sama seperti yang dibuat oleh Virxas. Oleh karena itu, aku justru menemukan suatu ide yang brilian." Jelas Aaron panjang lebar.
Kedua Iblis itu pun menanti dengan penuh rasa penasaran terhadap apa yang akan dikatakan oleh Aaron. Setelah beberapa saat, Akhirnya mereka berdua pun memahaminya.
Logam yang telah dikumpulkan oleh Aaron, disusun sedemikian rupa hingga menyerupai wujud manusia. Atau lebih tepatnya wujud Iblis yaitu Chronoa.
"Sayangnya masih banyak bahan yang kurang, tapi jika ini berhasil.... Maka aku bisa menempa sosok Golem yang sama persis seperti kalian berdua." Ucap Aaron sambil membuat senyuman yang tipis.
Akan tetapi....
"Apakah itu dipastikan akan berhasil? Tentu saja aku akan sangat senang jika bisa itu berhasil tapi...."
"Entahlah. Sudah kukatakan aku tak memiliki bahan untuk melakukannya sebelumnya. Maka dari itu, mungkin ini adalah percobaan yang berbahaya. Terlebih lagi untuk memindahkan jiwa kalian ke dalamnya.
Ah, tapi tenang saja. Aku sudah memahami teori dan juga langkah kerjanya dengan sempurna. Jika salah, mungkin hanya akan terjadi beberapa kali." Jelas Aaron dengan wajah yang sedikit serius.
'Beberapa kali?! Bukankah itu artinya kami berdua akan mati?!' Pikir Chronoa dalam hatinya.
Dua orang Iblis yang mendengarnya itu pun tersadar.
Bahwa satu dari mereka berdua harus menjadi bahan ujicoba. Mereka berdua harus....
"Oleh karena itu aku akan keluar untuk menangkap beberapa Goblin sebagai bahan untuk uji coba."
Tanpa melihat ke belakang, Aaron segera mempersiapkan dirinya untuk keluar dari perpustakaan ini. Meski di kehidupan kali ini baru beberapa hari saja, tapi pada kenyataannya Ia telah mengurung dirinya selama 80 abad lebih.
Aaron mengenakan zirah putihnya dan menyarungkan pedang sucinya di pinggangnya.
Setelah semuanya telah siap, Aaron memperhatikan kembali kedua telapak tangannya. Ia masih tak terbiasa dengan tubuhnya yang tiba-tiba kembali menjadi lemah itu. Akan tetapi, tubuhnya yang kali ini jauh melampaui dirinya pada kehidupan yang pertamanya.
'Kurasa kali ini aku akan bisa melindungi kalian semua. Alice....' Pikir Aaron dalam hatinya sambil membuka pintu baja yang besar itu.
Tangga spiral yang benar-benar tinggi terlihat di hadapannya. Seakan ujung dari tangga ini sama sekali tak terlihat.
Tapi Aaron tak mempermasalahkan hal itu. Saat ini, Ia memiliki lebih banyak waktu karena telah mempersiapkan dirinya selama ini.
Apa yang menantinya....
...'BBBZZZZZTTT!!!'...
Tanpa Ia duga, pandangan dan juga pendengarannya terganggu sesaat. Menampilkan pemandangan yang telah lama dilupakan olehnya.
Meski hanya sesaat, Aaron segera menyadarinya.
'Thiria ya.... Kenapa aku melihat hal itu lagi? Bukankah itu telah berlalu?'
Apa yang dilihatnya adalah pemandangan ketika Ia membuat kontrak dengan Thiria di sebuah tempat dengan nuansa merah darah.
Tapi ada satu hal yang disepelekan oleh Aaron.
Karena itu adalah ingatan yang tua, Aaron hanya mengingat sebagian kecil dari detail kejadiannya. Membuat seakan pemandangan yang baru saja dilihatnya adalah kejadian masa lalu.
Tapi pada kenyataannya....
Itu adalah masa depan yang telah menantinya.