Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 50 - Belajar



Setelah perdebatan yang cukup sengit dengan Aaron, Gath berhasil meyakinkan lawan bicaranya untuk tetap diam. Apapun yang terjadi, keenam penguasa utama dunia Iblis terlalu kuat untuk dilawan Aaron saat ini.


Bahkan sekalipun Ia telah mewarisi setidaknya 15% kekuatannya sebelum dirinya mati, Aaron yang saat ini terlalu lemah.


"Gath, jadi kau bilang sihir ini akan tetap menjagaku tetap hidup hingga ribuan tahun atau lebih?" Ucap Aaron sambil terus melakukan push-up dengan tambahan beban dari sihirnya itu.


"Ya, begitulah. Selama kau tak mati, efek buruk dari sihir ini takkan terasa bagimu."


"Lalu siapa yang memanggilku ke dunia manusia? Kau tahu, aku sebelumnya terlempar ke dunia manusia saat masih belum siap sama sekali." Ucap Aaron yang masih terus berlatih itu.


"Mana aku tahu. Coba tanyakan pada beberapa Iblis yang telah kau bunuh. Mungkin satu dari mereka ada yang dendam padamu dan melemparkan dirimu ke dunia manusia."


Setelah memikirkannya sejenak, Aaron akhirnya sadar. Bahwa dirinya yang dulu benar-benar terkenal di kalangan para Iblis. Dalam artian sebagai salah satu sosok yang ditakuti karena kegilaannya.


Tak peduli Iblis selemah apapun, Aaron akan membantainya. Meski begitu, tiap kali beberapa Raja Iblis mengirim utusannya yang jauh lebih kuat dari Aaron, Ia mampu bersembunyi dan menghindarinya dengan sangat baik.


Dengan kalimat sederhana, Aaron adalah mimpi buruk bagi dunia Iblis itu sendiri.


"Aaron, daripada kau terus melatih tubuhmu itu, segeralah belajar menggunakan alat ini. Atau membaca satu dari jutaan buku yang ada disini." Jelas Gath dengan wajah kesal.


Maksud Gath memang benar. Bahwa kenyataannya, hanya sebagian kekuatan fisik dan sihir Aaron yang akan diwariskan pada dirinya yang berikutnya. Hingga batas maksimal yaitu kematian yang ketiga kalinya.


Dengan kata lain, Aaron masih memiliki 2 nyawa lagi sebelum apa yang disebut dari efek negatif dari sihir ini mulai tampak.


Sementara itu, penguasaan penggunaan alat dan juga ilmu pengetahuan akan sepenuhnya diwariskan pada diri Aaron yang berikutnya. Tergantung dari daya ingatnya.


Itulah yang membuat penguasaan alat dan juga ilmu pengetahuan jauh lebih penting daripada kekuatan fisik dan juga sihir.


Akan tetapi....


"Tunggu sebentar hingga aku lelah, setelah itu aku akan belajar."


Akhirnya, pelatihan Aaron untuk mempersiapkan diri di masa depan pun segera dimulai.


...-- Tahun Pertama --...


"Tidak! Bukan seperti itu! Kau memang kuat tapi kau hanya mengayunkan pedangmu sembarangan!" Teriak Gath yang saat ini sedang melatih Aaron.


Lawannya kali ini hanyalah sebuah balok besi yang kokoh dengan pedang sucinya.


Gath mulai mengajari Aaron teknik berpedang berdasarkan pada banyak sekali buku di salah satu lantai perpustakaan itu. Mulai dari seni berpedang Salamander, teknik pedang besar Orc, bahkan hingga teknik pedang kegelapan dari Dari Elves.


Semuanya dipelajari oleh Aaron mulai tahun pertama ini.


Termasuk juga cara untuk menggunakan sebuah Mana Orb. Sebuah alat sihir dengan wujud bola itu mampu menampung dengan menguras sebanyak mungkin energi sihir penggunanya.


Semakin banyak sihir yang ditampung, kualitas Mana Orb itu akan semakin meningkat jika digunakan sebagai senjata ataupun bahan untuk membuat senjata lain. Terlebih lagi, meningkatkan kemampuan sihir Aaron dalam prosesnya.


Ketika tidak dalam latihan, Gath juga memberikan tur singkat kepada Aaron terhadap apapun yang ada di dalam perpustakaan ini.


"Lantai ini berisi mengenai seluruh ilmu sihir yang telah dikumpulkan oleh Tuan Muda. Ia membutuhkan lebih dari 300 tahun untuk mengumpulkannya. Belum termasuk merapikan bagian yang rusak." Jelas Gath sambil tersenyum.


"Gila! Tunggu dulu, jika hanya satu lantai ini, bagaimana dengan lantai yang lain? Apakah membutuhkan waktu yang sama? Lalu telah berapa lama Ia hidup?" Tanya Aaron penasaran.


Gath nampak menaiki tangga yang megah itu secara perlahan. Tongkat kayu menjadi tumpuan di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya nampak berada di punggungnya.


"Perpustakaan ini memiliki keseluruhan 14 lantai. Lantai pertama seperti yang ketahui merupakan pusat dari ilmu sihir. Berbagai jenis ilmu sihir dikumpulkan disini. Mulai dari sihir yang lemah hingga yang terkuat.


Meski begitu.... Lemah bagi kami para Iblis mungkin terlalu kuat bagi manusia. Contohnya adalah salah satu sihir terendah, Tsetshkili, atau sihir api. Biar aku tunjukkan. Perhatikanlah aliran Mana yang kubuat." Ucap Gath yang berhenti berjalan di tengah tangga itu.


Ia kemudian mengarahkan tangan kirinya ke bawah, menghadap ke lantai. Secara perlahan, sesuatu nampak bergerak pada tangan kirinya mulai memunculkan suatu bentuk pola yang aneh dengan warna merah.


Beberapa tetes darah nampak keluar dari tubuhnya dan bergerak ke arah telapak tangannya. Segera setelah itu, Gath membentuk sebuah lingkaran sihir berwarna merah yang cukup gelap.


Tak ada sepatah kata pun, secara tiba-tiba api dengan warna merah tua muncul dari tangan kirinya dengan cukup kuat.


Membuat sebagian lantai yang ada terbakar hingga menghitam.


Gath segera menoleh ke arah Aaron lalu kembali berbicara.


"Yah, seperti itulah. Aku menahan sangat banyak kekuatanku agar tak membakar tempat ini, tapi aku yakin kau bisa memahaminya bukan?"


Apa yang dimaksud oleh Gath adalah daya hancur dari sihir itu. Dengan kemampuan dan pengalamannya, Aaron menyadarinya. Bahwa Gath hanya menggunakan Mana dalam jumlah yang sangat rendah.


Bahkan jauh lebih rendah daripada yang dibutuhkan untuk membuat api lilin menggunankan Ignis. Meski begitu daya hancurnya jauh lebih besar.


"Whoah.... Kau benar-benar hebat, Gath." Ucap Aaron secara reflek karena kagum dengan kejadian barusan.


"Hohoho.... Jangan seperti itu, Aaron. Jika kau yang menggunakannya dengan kekuatan penuhmu, aku yakin kau bisa membakar seluruh hutan hanya dengan sihir ini. Tapi kembali lagi, itu hanyalah salah satu sihir terendah dari bangsa Iblis. Kau paham apa maksudnya kan?" Tanya Gath sekali lagi pada Aaron.


Tentu saja Aaron menyadarinya.


Jika sihir terlemah sekalipun sekuat itu, maka apa jadinya jika Aaron mempelajari sihir yang lebih tinggi?


Tapi sebaliknya, pemikiran itu sedikit menggoncang pikirannya sendiri.


"Gath.... Apa kau tahu seberapa kuat keenam penguasa utama?" Tanya Aaron sambil menundukkan kepalanya.


Itu benar. Jika Aaron sendiri yang bahkan kesulitan melawan jelmaan Api dari Aznor, bagaimana dengan Mata dari Aznor? Atau Aznor itu sendiri?


Mungkin Ia benar-benar akan mati hanya dalam satu kedipan mata.


Meski begitu, itu adalah masa depan yang pasti akan dilalui olehnya. Berhadapan dengan keenam penguasa utama dunia iblis.


Memahami apa yang dimaksud oleh Aaron, Gath pun segera menjawab.


"Setidaknya Aznor dikenal sebagai kehancuran itu sendiri. Dimana pun pasukannya bergerak, yang tersisa adalah kehancuran. Bahkan menatap matanya saja sudah cukup untuk membuatmu terbunuh.


Kemudian untuk Molrog, kematian adalah surga baginya. Ia memperbanyak pasukan setiap kali terdapat kematian. Itulah mengapa kita semua perlu mengubur, atau setidaknya membakar seluruh mayat sisa perang. Atau Molrog akan membangkitkan mereka semua menjadi pasukannya." Jelas Gath sambil kembali berjalan menaiki tangga.


Aaron yang mendengarnya merasa sangat ngeri. Bahkan sangat ketakutan. Apa yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah....


'Bagaimana caranya aku mengalahkan monster seperti itu?! Bukankah itu mustahil?!'


Melihat tingkahnya, Gath menghentikan penjelasannya mengenai para penguasa Iblis.


Sebuah senyuman yang ramah terlihat menghiasi wajah keriput Gath.


"Aaron, bagaimana kalau kita mencoba teknik berpedang para ras Orc? Mereka mengandalkan kekuatan yang besar sama sepertimu, dan kurasa teknik mereka sangat cocok untukmu."


Dengan senyuman yang lebar, Aaron segera melupakan apa yang baru saja didengarnya dan berlari ke arah Gath.


"Tentu saja! Aku suka apapun yang kuat!"


Latihan mereka berdua pun dimulai. Menikmati sisa kedamaian yang bisa diperoleh, sebelum dunia manusia dan dunia Iblis menemui takdir akhir mereka.


Yaitu kehancuran.


...___________________...


...[Catatan Author]...


...Mulai sekarang dan kedepannya, novel ini dan novel yang berikutnya akan up 2 langsung di jam yang sama. Biar lebih enak aja bacanya. Tapi upload nya tetap 2 chapter perhari....


...Bagi yang nunggu TDM, harap sabar ya hehe.......


...Terimakasih....