Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 49 - Peninggalan



"Jadi semua ini adalah peninggalan Chronoa?" Ucap Aaron dengan terkejut. Ia tak menyangka bahwa Raja Iblis itu telah menimbun harta sebanyak ini.


Tapi itu semua bukanlah emas, melainkan banyak sekali benda sihir dan juga beberapa artifak.


Dan dari semua itu, ada sebuah buku tipis yang nampaknya merupakan sebuah buku harian. Iblis tua yang belum menyebutkan namanya itu segera berjalan ke arah buku itu dan mengambilnya.


Dengan tangan kanannya, Ia menyerahkan buku itu kepada Aaron. Sedangkan tangan kirinya masih perlu untuk menahan tongkat kayu itu agar tubuhnya tak jatuh.


"Pahlawan Manusia, ini adalah pesan terakhir Tuan Muda untukmu. Kumohon, bacalah walau hanya sedikit." Ucap Iblis tua itu sambil menundukkan kepalanya.


Aaron sama sekali tak menyangka bahwa akan ada Iblis yang bersikap seperti itu kepadanya. Tentu saja Ia merasa sungkan atas perlakuan itu. Oleh karenanya....


"Tuan, tolong hentikan sikap sopan itu padamu. Kau perlu tahu bahwa aku baru saja membunuh Chronoa. Aku... tak bisa menerima kebaikan sebanyak itu." Ucap Aaron sambil memasang wajah yang dipenuhi rasa iba.


Tapi Iblis tua itu hanya tersenyum sambil membalas.


"Panggil saja aku Kargath, atau Gath saja sudah cukup. Aku menghargai kebaikanmu itu, Pahlawan Manusia. Tapi kau tak perlu khawatir. Jika kau mau membantu rencana Tuan Muda, tak hanya umat manusia, tapi bangsa iblis, termasuk Tuan Muda sendiri bisa diselamatkan."


Penjelasan dari Iblis tua itu pun membuat Aaron semakin terkejut. Ia tak bisa percaya atas apa yang dikatakannya.


"Tunggu dulu?! Apa yang kau maksud?!"


Tanpa menjawab, Iblis tua itu hanya berjalan ke sudut ruangan dan duduk di sebuah kursi goyang yang tua itu. Ia terlihat memejamkan matanya dan beristirahat setelah semua ini.


Tentu saja Aaron merasa sedikit kesal karena ditinggal tanpa adanya penjelasan. Akan tetapi, jika memang benar apa yang ada di dalam buku ini bisa menjawab semuanya....


"Pesan terakhir Chronoa ya? Mari kita lihat...." Ucap Aaron sambil segera duduk dan mulai membuka buku itu.


..."Bagi siapapun yang membaca buku ini, pertama-tama maafkan aku karena telah menggunakan sihir terlarang padamu."...


..."Tapi tenanglah, aku bisa memperbaiki hal itu. Aku bisa membebaskanmu dari penjara waktu yang telah kupasang padamu. Hanya saja, dengarkanlah sedikit permintaanku "...


..."Dunia ini telah lama hancur semenjak keenam penguasa utama mulai berperang satu sama lain. Bahkan peperangan mereka terseret hingga ke berbagai dunia yang lain."...


..."Korban dari kekejaman keenam penguasa itu telah tak terhitung jumlahnya. Lebih dari 10.000 tahun mereka berperang, tapi tak ada satu pun yang memenangkannya."...


..."Satu-satunya permintaanku, atau lebih tepatnya harapanku adalah untuk menghapus keberadaan keenam penguasa utama itu dengan cara apapun."...


..."Itulah kenapa aku menciptakan sihir ini. Aku mendedikasikan ratusan tahun hidupku hanya untuk sihir ini. Sebuah sihir yang akan memberikan kutukan keabadian. Dan mengurung seseorang dalam penjara waktu."...


..."Aku tak tahu telah berapa kali kau mati hingga akhirnya bisa membaca buku ini. Oleh karena itu, aku meminta maaf darimu."...


..."Tapi setiap kali kau mati, setidaknya kau akan membawa sebagian kecil kekuatanmu. Aku sendiri tak tahu berapa banyak tepatnya, tapi aku memperkirakannya sebesar 10 hingga 20% dari kekuatanmu sesaat sebelum mati."...


..."Tentu saja, seluruh pengetahuan dan pengalaman yang telah kau pelajari hingga sebelum mati akan terbawa utuh. Penentunya hanyalah ingatanmu saja."...


..."Kemudian yang terakhir, meski terdengar mudah untuk terus mengulangi kehidupanmu hingga kau cukup kuat untuk mengalahkan semua penguasa iblis, tapi tolong jangan terlalu banyak mati."...


..."Atau kau akan benar-benar kehilangan akal dan jiwamu. Aku telah mengamatinya beberapa kali, dan kebanyakan dari mereka mulai kehilangan jati dirinya setelah kematian yang keempat."...


..."Apa yang ku amati hanyalah seekor Goblin, jadi kemungkinan efeknya takkan sama pada ras yang lain. Tapi tolong perhatikan mengenai hal itu."...


..."Jika kau telah mati untuk yang ketiga kalinya, temukanlah cara untuk menyelamatkanku sebelum aku mati. Maka aku akan menghapuskan sihir itu darimu dan mencari kandidat yang lain."...


..."Sekali lagi, maafkan atas keegoisanku."...


Aaron menutup kembali buku kecil itu yang hanya berisi pesan dari Chronoa kepada siapapun yang terkena sihir waktunya.


Sedikit rasa iba mulai terasa di hatinya. Itu karena Aaron menyadari, bahwa apa yang diinginkan oleh Chronoa adalah hal yang sama yang diinginkan olehnya. Yaitu sebuah dunia yang damai.


"Lalu kenapa.... Kau menyerang manusia?" Tanya Aaron sambil menggigit bibirnya sendiri. Ia merasa kesal dan kebingungan dengan tindakannya itu. Akan tetapi, Iblis tua yang bernama Kargath itu segera berdiri dari duduknya dan menjawab pertanyaan Aaron.


"Katakan, wahai pahlawan manusia. Apa jadinya jika kekuatan ini diberikan kepada sesama Iblis?"


Aaron memikirkan pertanyaan itu sejenak, dan mulai memutar perspektif yang ada. Jika dirinya diberi tugas untuk membantai umat manusia, terutama para Raja, Uskup Agung, dan lainnya termasuk bawahannya, maka pastinya Ia akan menolak hal itu.


Tapi lain halnya jika seorang manusia yang ditugaskan untuk membantai iblis. Antara keduanya telah saling benci satu sama lainnya.


Bahkan Chronoa telah menanamkan kebencian itu kepada umat manusia. Semua itu demi rencananya itu. Bahkan jika nyawa dan pengikutnya sebagai bayaran sekalipun. Ia hanya ingin para penguasa di dunia Iblis ini dihentikan.


"Apakah kau sudah mulai memahaminya, wahai Pahlawan Manusia?" Ucap Gath sambil tersenyum. Ia mengulurkan tangan kanannya yang penuh keriput itu ke arah Aaron.


Aaron dengan wajah yang masih penuh rasa terkejut dan kebingungan, mulai menjabat tangan Iblis tua itu.


Tak ada satu kata pun dari mulutnya. Ia hanya terdiam dan memikirkan atas semua ini.


""Jadi, pahla...."


"Pertama-tama berhentilah memanggilku dengan sebutan itu. Aku sama sekali tak pantas untuk menyandangnya. Mulai sekarang, panggil saja aku Aaron." Balas Aaron memotong perkataan Iblis tua itu.


Senyuman yang tipis terlihat di wajah Gath setelah mendengar perkataan Aaron.


'Baiklah jika begitu.... Jadi Aaron, apa yang akan kau lakukan sekarang? Dengan membunuh keenam penguasa utama Iblis, dan berbagai raja iblis yang lainnya, aku yakin dunia manusia juga akan bisa diselamatkan." Jelas Gath seakan mampu menebak apa yang ada di dalam isi pikiran Aaron.


Tentu saja, sebagai Ksatria Suci, satu-satunya tugasnya adalah untuk melindungi umat manusia.


Mengetahui bahwa kini dirinya bisa menyelam sambil minum air, Aaron terlihat cukup senang.


"Hah, apalagi jika bukan membantai sebanyak mungkin penguasa Iblis? Dengan begitu manusia juga terselamatkan. Benar begitu kan?"


Gath hanya tertawa ringan mendengar perkataan dari Aaron sambil sedikit menganggukkan kepalanya. Tapi ekspresinya seketika berubah menjadi rasa takut.


"Tu-tunggu dulu?! Kau tidak bermaksud untuk berangkat sekarang kan?" Tanya Gath yang melihat Aaron telah siap untuk pergi.


"Kapan lagi?! Kita tak bisa menyia-nyiakan banyak waktu!"


"Tidak! Tunggu sebentar! Kita sebaiknya mempersiapkan diri di kehidupan kali ini! Jangan terburu-buru!" Teriak Gath putus asa untuk mencoba menghentikan Aaron.