Survivor Of The Great War

Survivor Of The Great War
Chapter 57 - Perubahan



Aaron mulai melihat kembali dunia yang luas ini. Langit merah darah yang mengerikan itu terlihat begitu indah di matanya setelah sekian lama mengurung dirinya sendiri di dalam ruangan.


Tapi keindahan itu tak berlangsung lama. Itu karena Aaron sadar bahwa apa yang dilihatnya adalah sebagian kecil dari pengaruh Aznor di dunia ini.


"Dan aku harus melawan makhluk yang bisa membuat langit ini berwarna merah darah.... Hahaha, yang benar saja." Ucap Aaron pada dirinya sendiri yang segera bergerak keluar dari kastil ini.


Tujuannya hanya ada dua. Yaitu menangkap beberapa Goblin atau Iblis lain hidup-hidup dan menjadikannya sebagai bahan ujicoba untuk membuat Golem.


Sedangkan satu lagi yaitu untuk mencari beberapa logam yang dibutuhkannya. Logam dengan tingkat minimal Demon Steel adalah batas minimum untuk membuat sebuah Golem bagi Aaron yang masih bisa dibilang cukup pemula.


Ia terus melangkah dengan cepat. Meski begitu, langkah kakinya sama sekali tak terdengar. Semua itu berkat salah satu sihir suci Anemos yang kini telah menjadi semakin kuat berkat meningkatnya kapasitas Mana milik Aaron.


Hanya dalam waktu beberapa puluh menit, Ia akhirnya tiba di hadapan sebuah Kota. Jaraknya sendiri sekitar 50 km atau lebih.


"Kota Goblin dan Orc ya? Kurasa ini sudah cukup. Aku juga sudah menguasai sihir ruang dengan baik untuk menyimpan tubuh mereka." Ucap Aaron pada dirinya sendiri.


Ia sama sekali tak memperhatikan penampilannya yang masih menyerupai seperti seorang manusia itu. Lengkap dengan zirah suci berwarna putih itu.


Tentu saja beberapa penjaga kota akan segera menahannya setelah melihat sosoknya.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya penjaga yang merupakan Orc itu.


Jumlah mereka ada 4 orang. Sedangkan senjata mereka sendiri merupakan kapak besar yang terlihat cukup berbahaya.


Meski begitu, Aaron terlihat begitu tenang.


"Setelah menyaksikan hari-hari terakhir selama pertempuran Aznor, aku nampaknya takkan bisa merasakan sesuatu yang lebih berbahaya daripada itu." Ucap Aaron pada dirinya sendiri dengan bahasa manusia.


"Apa yang kau bila.... Kuuugghh!!!"


Keempat Orc itu secara tiba-tiba terpental. Penyebabnya adalah penggunaan sihir angin yang sangat akurat.


Aaron memampatkan angin disekitarnya dan menembakkannya ke tubuh keempat penjaga itu.


Tentu saja, angin itu saja takkan mampu untuk membunuh mereka. Lagipula, itu bukanlah tujuan Aaron.


"Enapoth...." Ucap Aaron sambil mengarahkan tangan kanannya ke salah satu Orc yang tergeletak itu.


Dengan segera, tubuh Orc itu seakan-akan segera terserap ke dalam tangan Aaron. Memberikan sebuah lambang huruf berwarna hitam di telapak tangannya.


"Hmm.... Tak kusangka menyimpan Orc akan menghabiskan ruang sebanyak ini." Ucap Aaron pada dirinya sendiri sambil melihat lambang huruf yang memenuhi seperlima telapak tangannya.


Pada awalnya Ia berpikir mungkin bisa saja menjebak Raja Iblis atau bahkan penguasa utama ke dalam sihir ini. Tapi setelah melihat bahkan Orc yang memiliki energi sihir yang lemah sekalipun membutuhkan ruang sebesar ini, Aaron sangat yakin bahwa rencananya itu takkan berhasil.


"Yah, sudahlah. Lagipula itu hanyalah pemikiran bodoh. Sekarang, kalian ya?"


Aaron segera melakukan hal yang sama kepada tiga penjaga lainnya. Menyerap mereka ke dalam tangannya.


Penjaga lain yang melihat kejadian ini hanya bisa terdiam. Mereka sangat ketakutan untuk bergerak, takut jika nyawa mereka yang akan menjadi bayarannya bahkan tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun.


Hasilnya, Aaron bisa memasuki Kota itu tanpa adanya perlawanan lebih lanjut.


Tujuannya kali ini adalah sebuah pandai besi. Yaitu untuk mencari beberapa bahan logam yang dibutuhkannya untuk membuat Golem dan beberapa benda yang lain.


Aaron sama sekali tak ingin untuk membunuh yang tak lagi diperlukan. Itu karena Ia juga telah mengatakan kepada Chronoa untuk turut menyelamatkan dunia Iblis ini.


Jika Ia juga menghancurkannya, sama seperti keenam penguasa utama, maka apa yang akan tersisa dari dunia ini untuk diselamatkan?


'Braakk!'


Iblis Orc tua yang ada di dalam toko ini pun hanya bisa mengiyakan, tanpa sedikitpun kemampuan untuk melawan.


"Kumohon.... Jangan sakiti kami...." Ucap Orc tua itu yang terus memeluk anaknya.


Aaron yang melihat hal itu seakan tak menampakkan rasa simpati sama sekali. Jika Ia ingin membunuhnya, maka bisa saja dilakukannya dengan mudah. Bahkan sempat terpikirkan olehnya untuk melakukannya.


Akan tetapi....


"Tenang saja. Aku hanya membutuhkan bahan-bahanmu." Ucap Aaron sambil berjalan mengelilingi toko besi itu. Mengamati setiap bahan yang ada.


Setelah menemukan benda yang diinginkannya, Ia mengulurkan tangan kirinya dan mengucapkan mantra yang sama.


"Enapoth." Ucap Aaron singkat.


Logam besi berwarna hitam itu pun dengan segera terserap ke tangan kirinya. Membuat lambang yang cukup kecil.


Tapi Aaron tak berhenti di situ saja. Ia segera mengambil beberapa bahan yang lain. Termasuk sebuah batu sihir dan juga beberapa senjata.


Setelah puas, Ia berjalan dengan santai menuju ke arah pintu. Tepat sebelum Aaron membukanya, Ia berbicara kepada pemilik toko ini yang masih terlihat begitu ketakutan.


"Tenang saja. Aku bukanlah seorang Iblis. Aku akan pergi dari tempat ini dengan damai. Dan... terimakasih." Ucap Aaron sebelum segera pergi meninggalkan toko ini. Mungkin untuk selamanya.


Ia pun segera berlari untuk kembali ke kastil Raja Iblis Chronoa berada. Dan langsung pergi ke arah perpustakaan raksasa itu.


Tapi tepat sebelum Aaron membuka pintu baja yang besar itu....


Ia mendengar sesuatu.


"Tuan Muda! Apakah kau yakin dengannya?! Bukankah dia sudah mulai kehilangan sebagian kecil dari dirinya? Aku berbicara tentang akal dan mungkin juga hatinya!" Teriak Iblis tua yang tak lain adalah Gath itu.


Aaron menghentikan dirinya sebelum membuka pintu baja besar itu.


Tapi sebelum Chronoa sempat membalasnya, Ia telah menyadari keberadaan Aaron di balik pintu itu.


"Aah, Aaron? Kau ada disana?" Ucap Chronoa sambil segera membalik arah untuk melihat ke arah pintu itu.


Aaron yang membuka pintu itu secara perlahan terlihat memasang wajah yang tetap datar. Tanpa banyak berkomentar mengenai apa yang baru saja didengarnya, Aaron hanya berjalan ke ruang kerja yang ada di tempat ini.


Tapi sesaat sebelum membuka pintu dan kembali mengurung dirinya....


"Gath mungkin benar. Nampaknya, aku telah sedikit kehilangan hatiku pada kematian kedua ini. Tapi percayalah, aku akan mempersiapkan yang terbaik." Ucap Aaron dengan nada yang datar.


Kedua mata Gath dan juga Chronoa pun terbuka lebar melihat reaksi yang diberikan oleh Aaron. Reaksi itu saja sudah cukup untuk membuktikan kebenaran perkataannya. Oleh karena itu....


"Aaron. Gath mengatakan bahwa dirinya berubah pikiran mengenai Golemmu. Sedangkan aku sendiri masih bisa hidup setidaknya 2 hingga 3 ribu tahun kedepan. Jadi aku juga mengubah pikiranku." Ucap Chronoa menjelaskan situasinya.


Aaron yang masih terdiam memegang gagang pintu itu pun segera membalas.


"Begitu kah? Tak masalah. Lagipula aku juga akan membutuhkan golem-golem ini."


Dengan kalimat itulah, Aaron kembali mengurung dirinya di ruang kerja yang dulu selalu digunakannya.


Dengan dirinya yang telah mulai 'rusak' itu, bahkan dengan kekuatan baru yang diperolehnya dari sihir waktu Chronoa....


Entah apakah dunia mampu bergantung padanya.