
Aaron mulai menata beberapa logam yang ditemukannya menjadi bentuk yang menyerupai manusia. Tapi lebih tepat untuk menyebutnya seperti sebuah boneka.
Untuk inti dari Golem itu sendiri, Aaron membuat sebuah Rune khusus yang akan menyimpan energi Mana. Termasuk juga untuk menyimpan jiwa dari 4 Orc yang telah ditangkapnya.
'Swuuussshhh!'
Lingkaran sihir berwarna putih mulai terbentuk di lantai ruang kerja ini. Seluruh potongan logam yang telah disusun oleh Aaron pun mulai bergerak dan terangkat ke udara.
Sedikit demi sedikit, bagian dari logam itu mulai menyatu pada sendi yang telah dibuatnya.
Dengan jantung utamanya yang terbuat dari logam khusus yang telah diberikan Rune.
Hingga akhirnya....
'Klaaakk!'
Segera setelah menyatu, tubuh dari Golem logam itu kembali jatuh ke tanah. Hal yang wajar karena benda itu tak memiliki nyawa. Bahkan energi sihir yang diperlukan untuk hidup.
Oleh karena itu, Aaron segera mengeluarkan salah satu dari keempat Orc yang telah ditangkapnya.
Ia hanya mengulurkan tangan kanannya ke tempat yang kosong sambil mengucap mantra. Dan seketika, tubuh Orc yang cukup besar itu seakan keluar dari tangan kanan Aaron, bersamaan dengan simbol yang ada.
"Ggrrr! Apa yang kau...." Ucap Orc itu dengan perasan marah. Tapi tak memberikan sedikitpun kesempatan, Aaron segera meletakkan tangan kanannya tepat di dada Orc itu.
"Arpazo." Ucap Aaron singkat.
Energi sihir yang cukup besar segera tertarik ke tangan kanan Aaron.
Benturan yang hebat antara energi Mana yang dimiliki oleh Aaron, dengan energi Mana yang dimiliki oleh Orc itu terjadi tepat di tempat tangan kanan Aaron dan tubuh Orc itu bersentuhan.
Di satu sisi, energi Mana milik Aaron berusaha untuk menarik keluar secara paksa dari jiwa yang dimiliki oleh Orc.
Sedangkan di sisi lain, Orc itu berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan jiwanya. Mulai dari energi Mananya yang kecil, kekuatan fisiknya yang besar, serta penolakan alami yang dilakukan oleh jiwanya itu sendiri.
Pada akhirnya, Aaron harus mengeluarkan lebih dari 40% energi Mana miliknya hanya untuk menarik sebuah jiwa saja. Dan itupun dari salah satu ras Iblis tingkat menengah, Orc.
'Zraaatttt!!!'
Aaron menarik tangannya sekuat tenaga setelah Ia merasakan bahwa perlawanan yang diberikan mulai melemah. Bersamaan dengan itu, cahaya biru tua yang indah yang nampak seperti sebuah api di tangan kanan Aaron.
"Hmm.... Jadi inilah bentuk dari jiwanya?" Ucap Aaron sambil memperhatikan kobaran yang menyerupai api di tangan kanannya itu.
Setelah beberapa saat memperhatikannya, Aaron segera berbalik arah dan kini berdiri di hadapan Golem yang telah tergeletak di tanah itu.
Aaron mulai meletakkan lututnya ke tanah dan mengarahkan tangan kanannya secara perlahan ke arah dada atau inti dari Golem itu.
Kobaran api yang sebelumnya ada di tangan kanan Aaron, kini secara perlahan bergerak ke dalam dada dari Golem logam itu. Seakan berusaha untuk mengisi kekosongan yang ada di dalamnya.
Tak berselang lama....
'Krettak! Krraakk!'
Golem itu mulai bergerak. Seakan-akan tubuhnya mulai memiliki nyawa untuk melakukan hal itu.
Ia berusaha untuk berdiri dengan tubuh logamnya. Dan hal pertama yang dilakukan olehnya....
'Swuuusshh!'
Golem itu mengayunkan lengan logamnya tepat ke arah wajah Aaron. Yang dengan mudah mampu untuk dihindari olehnya.
Dengan tatapan matanya yang terlihat tak bernyawa itu, Aaron memperhatikan sosok Golem yang ada di hadapannya berusaha untuk berdiri.
Entah berapa kali Golem itu telah mencobanya, tapi Ia selalu berakhir dengan jatuh kembali ke tanah. Tak hany itu, Golem itu berulang kali berupaya untuk menyerang Aaron.
"Hmm.... Nampaknya eksperimen ini bisa dikatakan berhasil, tapi juga bisa dikatakan gagal." Ucap Aaron pada dirinya sendiri sambil menghindari serangan yang dilancarkan oleh Golem itu.
Setelah melanjutkan pengamatan selama beberapa saat, dan ditambah dengan memahami situasi yang sebenarnya terjadi, Aaron pun segera mengistirahatkan Golem itu dengan menghancurkan intinya.
'Tap!'
Tangan kirinya menyentuh tepat di dada Golem itu. Dan bersamaan dengan itu, kobaran api biru yang terlihat begitu indah mulai menyelimuti tangan kirinya.
"Ignis." Ucap Aaron singkat dengan suara yang datar.
Segera setelah itu, ledakan api berwarna biru yang hanya mengarah tepat di bagian dada Golem itu terjadi.
Sebuah ledakan yang kuat namun sangat akurat. Membentuk seperti sebuah tombak yang menusuk lawannya.
Itulah sebuah seni bertarung yang baru, yang diciptakan sendiri oleh Aaron dengan memanfaatkan sihir sucinya.
'Bruuukk!!'
Golem itu pun kembali tergeletak di tanah, dan kini bisa dipastikan bahwa dirinya telah tak bernyawa. Ditandai dengan kehancuran inti dari Golem itu sendiri.
Sambil memandangi salah satu hasil percobaannya yang gagal, Aaron terus menerus berpikir di bagian mana yang salah.
"Hmm.... Memindahkan jiwa memang mudah. Tapi apa untungnya jika jiwa yang dipindahkan itu membenciku?" Ucap Aaron pada dirinya sendiri.
Ia pun melihat telapak tangan kirinya yang terlihat sedikit memerah akibat menggunakan sihir suci Ignis.
Meskipun sihir iblis jauh lebih kuat daripada sihir suci, tapi penggunaannya memiliki banyak kekurangan. Salah satunya yaitu waktu aktivasi yang lebih lama, serta diperlukannya sebuah tumbal.
Tumbal disini adalah darah dari pengguna itu sendiri. Atau lebih tepatnya adalah energi kehidupan yang dimilikinya.
Apabila terlalu sering menggunakannya dalam waktu yang singkat, maka efeknya akan sangat terasa dengan tubuh yang menjadi sangat melemah.
Sedangkan di sisi lain, sebagai sihir yang memiliki atribut suci, Ignis memiliki daya hancur yang lebih besar ketika mengenai Iblis.
Tentu saja bukan berarti bahwa sihir Iblis yang telah dipelajarinya tak berguna. Hanya saja penggunaannya cukup situasional.
Setelah membereskan rongsokan logam yang ada di lantai itu, Aaron segera mengambil beberapa lembar kertas dan pena. Tujuannya adalah untuk menulis langkah kerja yang baru saja dilakukannya, beserta dengan hasilnya.
Ia berusaha untuk mencari tahu dimana letak kesalahan yang membuat Golem yang dibuat masih memiliki emosi, atau bahkan ingatan dari tubuh yang sebelumnya. Yang membuatnya melawan Aaron itu sendiri.
Aaron berencana untuk mencoba pembuatan Golem ini beberapa kali lagi. Jika memang tak berhasil, mungkin Ia akan menyerah dan berhenti melakukannya.
Tapi demi memenuhi tujuannya menyelamatkan kedua dunia ini....
Golem adalah salah satu kekuatan yang sangat dibutuhkan olehnya.
"Jika dipikir-pikir.... Virxas benar-benar hebat ya? Membuat pasukan Golem dengan jumlah mencapai jutaan. Bahkan mengendalikan mereka sesuka hati.... Apa yang menjadi rahasianya?"
Bersamaan dengan pertanyaannya itu, Aaron kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Melupakan dunia ini setidaknya hingga waktunya telah tiba.
Tanpa Ia sadari, Chronoa dan juga Gath terlihat sedang memperhatikannya dari balik pintu itu. Mencoba untuk memahami apa yang ingin dilakukannya.