
...-- Suatu Tempat yang Tak Diketahui --...
"Umpan telah tertangkap."
"Segera buang."
"Dengan segera, Direktur." Ucap seorang pegawai dengan setelan jas yang sibuk menghadapi layar monitor itu.
Pada layar monitor tersebut, terlihat sosok Aaron yang tengah berdiri menghadapi ratusan Iblis di bibir pantai.
Seketika itu juga....
'Bzzzzzzzttt!!!'
Layar tersebut menjadi buram dan tak terlihat apapun. Menandakan benda yang sedang mentransmisikan gambar itu telah rusak karena satu dan dua hal.
"Putar ulang rekamannya, terutama pada saat target menggunakan sihir api berwarna biru itu." Ucap Direktur yang juga mengenakan setelan jas berwarna hitam itu.
Ia terlihat menggunakan kacamata dan memiliki gaya rambut yang disisir ke arah belakang. Sedangkan wajahnya sendiri terlihat cukup garang meski tak memiliki tubuh yang begitu besar.
Sekeliling ruangan ini dipenuhi dengan ratusan pegawai yang sedang sibuk dengan komputer yang ada di hadapan mereka semua. Sedangkan di bagian terdepan dari ruangan ini terdapat tiga buah layar berukuran cukup besar sehingga dapat terlihat oleh siapapun di ruangan ini.
Pada layar itulah, rekaman mengenai pertarungan Aaron melawan Sea Serpent mulai diputar ulang. Semua orang nampak memperhatikannya dengan seksama.
"Ambil sampel sisik Sea Serpent dan bawa kemari." Ucap Direktur itu sambil tetap berdiri di bagian paling belakang ruangan ini.
"Dengan segera, Direktur."
Seseorang nampak berlari meninggalkan ruangan ini untuk mengambilkan sepotong sisik Sea Serpent yang pernah dikalahkan di masa lalu.
Direktur itu terus menerus memandangi rekaman itu sambil memegang sebuah potongan sisik yang memiliki ukuran sebesar piring makan itu.
'Kreetak!'
Pada saat Ia menekannya sekuat tenaga, retakan kecil mulai terbentuk pada sisik itu.
Tapi di sisi lain, Aaron yang memukul Sea Serpent itu mampu meremukkan sebagian besar sisik yang terkena serangannya. Meskipun tak hancur, tapi retakan itulah yang mampu membuat apinya mampu membakar dengan lebih kuat karena mengenai kulitnya secara langsung.
'Secara kekuatan aku tak tertinggal begitu jauh dengannya. Tapi bagaimana dengan sihirnya?' Pikir Direktur itu sambil membuat wajah yang serius. Tatapannya begitu tajam terhadap analisa mengenai Aaron di salah satu layar besar itu.
"Direktur. Hasil analisa telah selesai." Ucap salah seorang pegawai yang ada di ruangan ini.
"Kerja bagus." Ucap Direktur itu sambil memperhatikan rangkuman data yang disajikan pada salah satu layar besar itu.
...[Target ID : Aaron]...
...[Color ID : Blue]...
...[Kekuatan Fisik : S - 7.394]...
...[Kekuatan Sihir : S - 9.106]...
...[Kekuatan Regenerasi : S - 14.729]...
...[Kelincahan : S - 6.382]...
Sebuah tampilan mengenai data yang telah dirangkum secara ringkas. Huruf yang ada menunjukkan sub ranking pada suatu atribut kekuatan.
Dengan simbol S yang berarti tingkat kekuatan pada suatu bidang sudah setara dengan Hunter tingkat S. Sedangkan angka yang ada si sebelahnya adalah nilai kesetaraan jika dibandingkan dengan Hunter tingkat E.
"Pada bagian kekuatan sihir. Apakah itu artinya Ia telah melampaui batasan wajar pada Ranking [S] Hunter?" Tanya Direktur itu sambil mengalihkan pandangannya kepada data yang lain.
"Direktur. Sebenarnya, mengukur kekuatan sihir dari Aaron hampir dikatakan mustahil. Lagipula, kita baru mendengar istilah mengenai api suci Ignis. Sebuah kekuatan yang bahkan mampu melelehkan Sea Serpent dalam waktu sekejap." Jelas salah seorang pegawai wanita di dalam ruangan itu.
Dengan kata lain, kemampuan sihir Aaron tak lagi bisa diukur dengan cara biasa. Apalagi hanya dengan mengamati sebuah rekaman jarak jauh.
Akan tetapi, Direktur itu memberikan senyuman yang tipis seakan telah meraih kemenangan.
"Kerja bagus, kalian semua. Dengan begini, kita telah mengetahui bahwa sosok bernama Aaron ini hanyalah Hunter di tingkat [S] akhir. Segera siapkan beberapa Hunter tingkat [S] untuk menangkapnya hidup-hidup. Aku sangat tertarik dengan api suci dan juga kemampuan regenerasinya...."
Dengan begitu, tanpa Aaron sadari....
Salah satu organisasi yang bergerak di balik kegelapan telah mulai mengincarnya. Tujuannya? Memperoleh rahasia di balik kekuatan Aaron itu sendiri.
......***......
...-- Pantai Samas --...
'Blaaaarrr!!!'
Penjahat yang baru saja ditangkap oleh Silver Knights secara misterius meledak dengan sendirinya. Menghancurkan tubuhnya sendiri dan melukai beberapa petugas keamanan yang ada.
Aaron yang telah selesai memburu sisa-sisa keturunan dari Sea Serpent itu segera kembali untuk menyembuhkan mereka semua.
Meskipun.... Tangan kirinya sendiri bahkan masih hilang seperti sebelumnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Aaron kepada Hendra yang terluka.
Tapi Ia hanya menjawab dengan mengangkat sebuah kepingan logam kecil yang memiliki chip komputer.
"Seperti yang kau lihat. Ini adalah sebuah bom yang ditanamkan pada tubuh seseorang. Jika dibutuhkan, orang yang bersembunyi di kejauhan hanya perlu menekan tombol dan bom itu akan segera meledak. Mencegah kebocoran informasi apapun yang mungkin terjadi." Jelas Hendra.
Aaron merasa bahwa manusia di zaman ini sudah mulai kehilangan akalnya. Meskipun tak seluruhnya, tapi hal itu tentunya akan mempengaruhi kehidupan manusia yang lain.
"Apakah kau tahu siapa pelakunya?"
"Tenangkan dirimu, Aaron. Jika melihat dari benda ini, kemungkinan besar pelakunya adalah organisasi kriminal tingkat internasional. Melawan mereka hanya akan mengancam kehidupan orang banyak."
"Apa maksudmu dengan itu? Bukankah membiarkan mereka justru akan membahayakan masyarakat? Mereka adalah iblis yang berwujud manusia!" Balas Aaron dengan wajah yang terlihat marah.
"Coba pikirkan dari sudut pandang yang lain. Mereka mampu meledakkan orang dari jarak jauh. Bahkan mampu melukai para Hunter. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika kita melawan mereka?
Kemungkinan besar mereka akan menyandera seluruh penduduk kota. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu saat yang tepat untuk meringkus mereka semua di saat yang bersamaan."
Penjelasan yang diberikan oleh Hendra memang masuk akal dan realistis.
Meski begitu....
Aaron sendiri tak bisa menerimanya.
Yang bisa Ia lakukan saat ini, hanyalah secepat mungkin beradaptasi dengan dunia modern yang rumit ini.
......***......
Keesokan harinya di kompleks kantor Silver Guards.
Seorang Pria berambut perak dengan kaos polos, celana pendek itu berdiri di hadapan Komandan wilayah ini.
"Hendra. Kau bilang ada fasilitas untuk berlatih bukan? Tunjukkan padaku." Ucap Aaron sambil memasang wajah serius.
"Aku tak pernah menyangka bahwa kau akan membutuhkan latihan, Aaron. Tapi bukan berarti itu adalah hal yang buruk. Alice, antarkan dia ke tempat latihan." Perintah Hendra sambil memberikan senyuman yang ramah.
Aaron pun segera mengikuti langkah kaki Alice.
Pandangannya hanya menatap ke tangan kirinya yang telah tumbuh kembali. Atau lebih baik jika menyebutnya telah sembuh.
"Kau tahu, regenerasi tubuhmu serta sihir penyembuhmu benar-benar gila, Aaron. Mampu menumbuhkan tangan kembali adalah suatu hal yang bahkan diluar imajinasiku." Ucap Alice sambil tersenyum manis.
"Alice. Bagaimana dengan perlengkapan ku yang sedang disita? Kapan aku bisa mengambilnya kembali? Lagipula, bisakah aku meminta beberapa keping sisik Sea Serpent itu?"
Pertanyaan Aaron benar-benar membuat Alice kebingungan. Bukan karena masalah apapun. Melainkan....
"Kupikir pedang usang itu adalah sampah. Yah, meskipun aku masih menyimpannya di gudang...." Ucap Alice sambil membuat ekspresi yang seakan tak ingin disalahkan.
"Alice kau...."