STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
ADIK UNTUK DAVIN



2,5 Tahun sudah di lewati penuh kebahagiaan, Davin tumbuh menjadi anak yang pintar dan ramah.


"Mimi...Apin mau alon," Tunjuk Davin pada sebuah balon berbentuk tokoh kartun.


"Sebentar sayang, Mimi beli roti buat Pupu dulu ya..." Jawab Vina sambil tetap menggendong Davin.


"Ah mimi...ama," Protes Davin. Vina hanya tersenyum mendengar Davin yang protes.


"Yuk kita beli balon, Mimi Sudah selesai," Ajak Vina pada Davin.


"Hoyee...Mimi baik, apin ayang Mimi. Muaaach," Davin mengecup Pipi Vina dengan mata berbinar kesenangan.


"Kamu ini kalau ada maunya pasti cium Mimi," Ucap Vina mencubit pipi Davin.


"Aww..atit, anti Apin biyang ama Pupu." Ancam Davin pada Ibunya.


"Bang, balonnya satu ya," Pinta Vina pada penjual balon.


Dave masih menunggu Vina dari dalam mobil, menunggu dan memperhatikan Vina. Sedangkan Jaka dan Bimo seperti biasa selalu waspada memperhatikan sekeliling, demi keselamatan Vina dan Davin.


Davin sibuk memilih balon yang ia suka, setelah yakin dengan pilihannya. Vina membeli satu balon, lalu segera kembali ke mobil.


"Maaf lama sayang, tadi Davin minta balon." Ucap Vina saat kembali ke mobil dan menyimpan balon di kursi belakang.


"Ya sudah kita pulang yah, kasihan Oma kamu sudah menunggu lama," Pinta Dave pada anaknya.


"Iya Pupu," Jawab Davin mengiyakan.


"Wah, beli rotinya banyak sekali Mi." Tanya Dave pada Vina, karena melihat tumpukan plastik di belakang dari kaca spion.


"Iya sayang, di rumah kan banyak orang. Bimo dan Jaka juga saya belikan untuk keluarganya. Tapi sudah mereka bawa di mobil mereka," Jawab Vina menjelaskan.


Davin yang duduk di pangkuan Vina, kini tampak tertidur lelap.


"Sayang, sepertinya sudah saatnya Davin punya adik deh," Ucap Dave tiba-tiba.


"Kamu ini, Davin kan masih kecil." Tolak Vina, dengan wajah bersemu merah.


"Ngga apa-apa sayang, kita coba saja terus mudah-mudahan nanti dapat anak perempuan," Dave berharap pada Vina.


"Nah, kalo yang lahir laki-laki lagi gimana dong?" Ucap Vina memperkirakan.


"Kita coba lagi lah, kan gampang. Gitu aja repot," Ucap Dave tersenyum.


"Enak aja...kalau gitu enak di situ ngga enak di sini. Dipikir emang hamil dan ngelahirin enak apa?" Gerutu Vina protes.


"Kalau hamil dan melahirkan itu kan kodratnya perempuan, jadi...ya harus di syukuri aja." Celoteh Dave menimpali.


" Kamu ini, ada...aja jawabannya," Ucap Vina menepuk pundak Dave.


"Biciiik, Apin agi bobo!" Seru Davin protes, atas perdebatan kedua orang tuanya.


Sontak Vina dan Dave terdiam akan aksi protes Davin, Vina kembali mengusap rambut Davin lalu mengecupnya.


Akhirnya mereka semua tiba di rumah, dengan sigap Jaka dan Bimo mengeluarkan semua belanjaan dari dalam mobil Dave dan mobil yang di bawa oleh Jaka.


Vina segera menidurkan Davin, disusul oleh Dave di belakang Vina. Selesai Vina menidurkan Davin, tangan Dave merangkul pinggang Vina. Di kecupnya tengkuk Vina, hingga menimbulkan sensasi geli karenanya.


"Hentikan Dave, aku geli. Nanti Davin bangun sayang," Ucap Vina segera membalikan badannya menghadap Dave.


"Sayang, bagaimana apa kamu siap untuk membuat adik buat Davin." Tanya Dave mengecup kening Vina.


"Sudahlah Dave, nanti malam saja kita bahas itu," Ucap Vina melepas pelukan Dave.


"Ayolah sayang, memangnya kamu ngga mau ngasih temen buat Davin," Keluh Dave pada Vina dengan muka memelas.


"Iya sayang...sebaiknya sekarang kita keluar dulu, kasihan Davin takut berisik." Vina tersenyum mengusap pipi Dave.


Dave tak peduli dengan penolakan Vina, lalu menarik tangan Vina agar kembali mendekat padanya. Dikecupnya bibir Vina, Vina tak dapat menolaknya lagi. Akhirnya terpenuhi hasrat Dave yang sedari tadi Dave tahan dari dalam mobil.


"Sayang, kamu ini tidak sabaran sekali. memangnya ngga bisa kamu tahan sampai malam?" Tanya Vina masih dalam pelukan Vina.


"Kamu ini, ya sudah aku mandi dulu ya?" Vina segera bangkit dan menuju kamar mandi, tetapi Dave kembali menahannya. Lalu mengangkat tubuh Vina untuk mandi bersama.


Vina dan Dave juga Davin yang telah bangun segera ke ruang makan untuk makan siang bersama.


Di meja makan banyak hidangan menu yang tersaji, Dave melihat akhir-akhir ini porsi makan Vina semakin meningkat.


"Mimi, jangan makan alu anyak. Nanti eyut mimi atit," Ucap Davin khawatir, yang membuat Mak, Ayah dan Dave tersenyum menahan tawa.


"Masa sih, perasaan porsi makan Mimi biasa aja deh." Jawab Vina sedikit malu.


"Ngga ah, apin iyat Mimi teyayu anyak makan kok." Gerutu Davin menimpali.


Acara makanpun berlangsung dengan tawa akan aksi Davin yang mengomeli Ibunya, setelah acara makan selesai Ayah Wisnu pamit karena harus ke luar kota untuk urusan pekerjaannya.


Sedangkan Vina dan Dave serta Mak asyik bermain dengan Davin, sambil menonton acara kesukaan Davin. Sampai akhirnya tak terasa malam tiba.


Davin tampak sudah sangat terlelap dalam tidurnya, Vina dan Dave masih asyik saling mengobrol di ranjang sambil berpelukan setelah melanjutkan bercinta di ronde ke dua yang Dave pinta tadi siang.


"Sayang, sebenarnya ada yang mau aku katakan sama kamu," Ucap Vina masih dalam dekapan Dave.


"Memangnya apa yang mau kamu katakan?," Dave panasaran.


"Emm...tunggu dulu, aku mau tunjukin sesuatu," Vina Segera bangun dan mengambil sesuatu di dalam laci meja lampu di samping ranjang.


"Ini, kamu lihat sendiri," Ucap Vina tersenyum, sambil memberikan sebuah Test pack dengan hasil positif pada Dave.


"Apa ini," Jawab Dave segera meraih Test pack yang di berikan oleh Vina.


"Kamu positif Mi? Kenapa kamu baru cerita." Ucap Dave tersenyum bahagia, lalu memeluk Vina.


"Maaf sayang, tadinya aku ragu karena Davin masih kecil. Tapi, karena ternyata kamu membahasnya, saya harus jujur deh," Jawab Vina menjelaskan.


"Berarti, Davin mau punya dede dong...Makasih ya sayang, mulai sekarang kamu jangan terlalu capek. Dan jangan terlalu sering gendong Davin," Pinta Dave masih terus memeluk Vina.


"Iya...iya...kamu ini, aku bisa jaga kondisi aku kok," Keluh Vina atas sikap Dave.


Dave dan Vina pun akhirnya tertidur dengan rasa bahagia, meskipun dalam tidurnya Dave tak pernah melepas pelukannya pada Vina.


Esok hari setelah pulang kantor, Dave membawa Vina ke dokter Kandungan untuk memeriksakan kondisi Vina dan memastikan kandungan yang sudah berapa minggu.


Sampai pada akhirnya seluruh keluarga tahu akan kehamilan Vina yang kedua, mereka semua menyambut bahagia dan berharap kandungan Vina baik-baik saja hingga saat nanti persalinan.


TAMAT....


□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■


Akhirnya cerita pertamaku tamat, Mudah-mudahan kalian suka ceritanya.


Mampir juga di karyaku I LOVE U, MY ALIEN.



Untuk semuanya saya ucapkan terimakasih atas dukungannya selama ini, meskipun sudah Tamat. Mudah-mudahan cerita ini masih di minati oleh para pembaca...dan dukung juga karyaku yang lain I LOVE U, MY ALIEN.


☆☆☆☆☆Rate 5


👍 Like


💬 Komentar


❤ Favorite


💓 Vote


Karena dukungan kalian begitu berarti buatku.


💖Mari kita saling mendukung 💖