
Akhirnya Arief bekerja bersama Vina dan Mak, dan tak terasa sudah lebih dari 3 bulan Vina membuka usahanya kembali.
Dan dalam waktu seminggu sekali Vina menginap di Rumah Ibu, demi Kenzo yang kini mulai dekat dengan Vina. Dan terkadang Kenzo datang dan menginap di rumah Mak, dan sekedar mampir bersama temannya ke tempat usaha Vina.
Dave yang sebelumnya sempat sibuk kembali di dunia entertaint, sudah memutuskan berhenti dengan tekad bulat, untuk fokus kuliah dan membantu usaha kakeknya yang sudah mulai sakit-sakitan.
Dan itu membuat Marsha semakin gencar mendekati dan menggoda Dave, karena sadar akan harta yang Dave miliki dari bisnis Ayah Dave dan Kakeknya yang merupakan pengusaha sukses.
Sedangkan Ayah kandung Vina (Pak Wisnu), telah bebas dari tahanan. Dan diam-diam selalu mengirim anak buahnya untuk memantau dan menjaga Vina dari jauh, tanpa Vina tau dan Vina sadari.
Vina dan Kenzo memutuskan untuk pergi nonton bioskop bareng, menghabiskan waktu bersama sebagai kakak dan adik dan makan di Resto cepat saji.
"Ka, kapan Kakak memutuskan untuk tinggal bersama Ibu?" Tanya Kenzo sambil asyik makan Pizza kesukaannya.
"Emmm...Kakak belum tau De, Kakak kasihan sama Mak. Selama ini kan yang selalu bersama Kakak adalah Mak" Jawab Vina.
"Oya Kak, nanti kita latihan Tae kwon do bareng ya? Kenzo ngga nyangka Kakak bisa bela diri dan bisa main gitar pula" Ucap Kenzo semangat.
"Padahal sebelumnya Kenzo pikir Kakak adalah Kakak yang membosankan, hanya mikir seperti wanita pada umumnya Laki-laki, Make Up dan Gosip ngga mutu" Celoteh Kenzo polos.
"Kamu tuh ya De, wajar dong kalau cewek itu pikirannya Laki-laki atau Kosmetik. Tapi, kalau Gosip sih jelas Kakak ngga setuju" Ucap Vina mengusap rambut adiknya.
Vina pulang di bonceng oleh Kenzo dengan motornya, dan di perjalanan tanpa sengaja Vina melihat Marsha sedang berlari ketakutan dikejar 5 orang Preman dan sontak membuat Vina meminta Kenzo melajukan motornya mengejar Marsha yang terus berlari.
"Kenapa kita harus bantu dia sih Ka? Cewek itu kan nyebelin" Gerutu Kenzo heran dengan permintaan Kakaknya.
" Ya udah kamu berhenti ya, Kamu tunggu di sini ya" Ucap Vina segera turun dan berlari mengejar Marsha.
" Marsha..., tungguin aku Sha" Ucap Vina terus mengejar Marsha.
Marsha yang berlari, terhenti menoleh ke belakang dan dilihatnya Vina berlari mengikutinya juga beberapa preman yang berada di belakang Vina.
'Kena jebakan juga lo' Pikir Marsha tersenyum sinis dan terus berlari sampai ketempat yang lebih sepi.
"Sha, Hosh...hosh" Ucap Vina terengah-engah berjongkok karena capek mengejar Marsha.
Marsha berbalik badan tersenyum dan juga terengah-engah capek setelah berlari-lari, lalu bertepuk tangan pada Vina yang membuat Vina tak mengerti dengan sikap Marsha.
"Vina...Vina" Ucap Marsha mendekati Vina dan mengusap pipi Vina.
"Sha, sebenarnya ini ada apa?" Tanya Vina heran tak mengerti.
"Sebelumnya gue ucapkan terimakasih, karena Lo! sudah mau mengejar gue" Ucap Marsha dengan nada tinggi sambil mendekapkan tangannya, tersenyum sinis.
***
Dilain tempat Kenzo yang masih menunggu di atas motornya, sudah tak melihat Vina ataupun Marsha juga beberapa Preman yang mengejarnya.
Getaran panggilan telepon di ponsel Kenzo, membuat Kenzo kaget. Karena Kenzo, menunggu Kak Vina sambil bermain Game di Ponselnya. Dan dilihatnya Kak Dave di layar Ponselnya.
"Ya hallo ka, ada apa? tumben nih nelepon, hehe..." Tanya Kenzo terkekeh.
"Ken, Kak Vina ada bareng kamu ngga?" Tanya Dave penasaran pada Kenzo.
"Iya...tadi sih bareng Kenzo, cuma tadi Kak Vina pergi mengejar Kak Marsha yang di kejar oleh beberapa preman" Jawab Kenzo menjelaskan.
"Ahhh....Siaaal! Sekarang kamu sharelock lokasi kamu, gue On the way ke sana ya?" Dengus Dave kesal, dan meminta pada Kenzo.
"Marsha ngancam gue, mau ngabisin Vina dan kita cari Vina bareng-bareng. Tapi, kamu tunggu gue Ken" Ucap Dave menjelaskan.
"Apa...ba...baik Kak, Kenzo tunggu di sini ya Kak?" Jawab Kenzo kaget.
***
Ditempat Vina dan Marsha berada
" Sebenarnya ini ada apa Sha? Apa jangan-jangan kamu jebak saya" Ucap Vina menerka.
"Betul, ternyata Otak Lo berpikir cepat. Gue mau lo Mati! hahaha" Jawab Marsha tertawa senang.
"Habisin dia" Perintah Marsha pada sekelompok Preman yang sudah tersenyum sinis bersiap menghajar Vina.
Hyaat...beberapa Preman bertubuh besar menghajar Vina bersama'an, membuat Vina kewalahan dan berhasil tersungkur karena mereka memiliki teknik bela diri yang baik dan dengan cara mengkeroyok Vina tanpa memberi celah untuk Vina melawan.
Tiba-tiba sekelompok orang bertubuh besar dan berpakaian hitam, juga memakai masker datang membantu Vina menghajar beberapa preman yang membuat Vina tersungkur tak berdaya dibuat jatuh terkapar kalah telak, oleh sekelompok orang berseragam hitam.
Plaaak...Sebuah tamparan keras mendarat di Pipi ketua Preman yang terjatuh.
"Jangan kau macam-macam sama Nona kami, atau kalian cari mati!" Ucap pimpinan pria berseragam hitam kepada ketua Preman yang sudah babak belur penuh luka.
"Kalian...! tangkap wanita ini" Perintah pimpinan tadi pada anak buahnya untuk menangkap Marsha.
"Dan Nona Vina, biar saya antar pulang" Ucapnya membantu Vina berdiri dan segera masuk ke dalam mobil sedan hitam, sedangkan Marsha entah di bawa kemana.
"Kamu siapa, dan kenapa bisa tau dan bantu saya?" Tanya Vina penasaran.
"Maaf Nona, Saya tidak bisa jawab pertanyaan anda. Sekarang, saya pastikan anda pulang dengan selamat" Jawab Pria tadi melanjutkan kemudinya menuju arah rumah Vina.
Vina mengangguk, karena yang penting sekarang dia selamat. Dan harus berpikir tenang, dan tiba-tiba Vina teringat Kenzo yang menunggunya. Vina pun segera merogoh tasnya untuk mengambil ponsel.
'Ah...sial! Kenapa ponselnya mati' Gerutu Vina kesal melihat layar ponselnya, dan ingat dia belum charger ponselnya dari semalam.
"Emmm...maaf, apa saya boleh pinjam ponsel kamu?" Tanya Vina ragu.
"Maaf, kalau boleh saya tau untuk apa?" Tanyanya dengan nada tegas.
"Begini, saya ingat adik saya nunggu saya. Takutnya dia khawatir, jadi saya mau telepon dia. Soalnya ponsel saya mati" Jawab Vina menjelaskan.
'Untung...aku sudah ngafalin nomer Ponsel Kenzo' Pikir Vina segera mengetik Nomer ponsel di layar ponsel yang di pinjam dari pria yang menolongnya.
Truth...truth...Suara sambungan telepon berbunyi.
"Iya Hallo, ini siapa ya?" Ucap Kenzo di telepon.
"Ken, ini Kakak. Sekarang kakak sudah menuju pulang ke rumah Kakak ya, Sorry ngga bisa lama neleponnya. Soalnya Kakak pinjam ponsel orang lain" Ucap Vina menjelaskan.
"Syukurlah kalau gitu, ya sudah Kenzo sama Kak Dave segera nyusul ya?" Jawab Kenzo menutup teleponnya.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....