STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MELIHAT RUMAH



"Hoaaaaam" Vina menguap dan menguletkan tubuhnya disaat bangun.


'Kebiasaan dech, main bawa ke rumahnya aja. kenapa ngga bangunin coba, anterin aku ke kosan' Pikir Vina kesal dengan mata melirik ke sekeliling kamar dengan bibir cemberut.


Tok...tok...tok


Suara pintu kamar diketuk.


"Iya sebentar" Ucap Vina segera berdiri dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


"kebo banget, jam segini baru bangun. kamu melewatkan makan siang dan skrg sudah hampir magrib, dan itu berarti kamu juga sudah melewatkan shalat dzuhur dan ashar" Ucap Dave panjang lebar lalu masuk kamar tanpa perintah.


"Iya sorry, habis aku capek banget kali. jadi pulas tidurnya" Jawab Vina 'Pantesan aja perutku laper banget, huh' Pikir Vina dalam hati sambil mengusap perutnya.


"Ok, sekarang kamu cuci muka. kita cari makan" Ucap Dave memerintah.


"Iyaaah, Biasanya juga irit ngomong nih bawel banget, weeek" Jawab Vina sambil menggerutu dan memeletkan lidahnya dan Dave tampak tersenyum menarik satu sisi bibirnya.


Vina pun segera bersiap merapihkan dirinya, dan Dave menarik tangan Vina keluar kamar lalu seger masuk kedalam mobil.


"Hah, kebiasaan banget sih narik-narik tangan sakit tau." Ucap Vina mengusap-ngusap tangannya.


"Kita makan dimana?" Tanya Dave mengacuhkan ocehan Vina.


"Emmm...dimana yaaaaa?" Gumam Vina sambil berpikir menaikan kedua bola matanya ke atas.


"Kita jalan aja dulu deh, nanti kalo ada yang aku mau, kita berhenti ya? Aku ngga mau makan diresto-resto" Jawab Vina.


"Laah kalo ngga di Resto kita makan dimana?masa iya di bengkel." Ucap Dave heran.


"Ya udah jalan aja" Ucap Vina kembali.


Dave pun segera mengemudikan mobilnya keluar, dan mengelilingi jalanan tetapi Vina belum juga menyuruhnya berhenti.


"Stop-stop kita makan disana" Ucap Vina menunjuk Gerobak dipinggir jalan bertuliskan Soto ayam madura.


"Kok kita makan dijalan sih? ngga-ngga kita ke Resto langganan gue."Ucap Dave menolak.


"Ya udah, kalo gitu kamu aja yang kesana. aku mau makan disini, titik" Ucap Vina segera keluar.


Dave duduk dimobil tampak ragu.


'Aduh nih cewek ngga takut sakit perut apa, makan dipinggir jalan kena debu dan belum tentu bersih juga' Pikir Dave memperhatikan Vina.


"Bang satu porsi ya, pake sambel nasinya disatuin" Ucap Vina memesan dan duduk di kursi yang sudah disediakan.


Tiba-tiba Dave duduk disebelah Vina, mengagetkan Vina yang sedang mulai makan.


"Uhuk..uhuk, bang air bang uhuk-uhuk"Ucap Vina sambil terbatuk tersedak karena kaget.


Vina segera minum, minuman yang diberikan abang soto sampai habis.


"Ich kamu ngagetin aja, mau pesen ngga?" tanya Vina.


Dave hanya mengangguk tanda mengiyakan.


"Bang, pesan satu porsi lagi jangan pake sambel nasinya di satu'in ya bang..."Ucap Vina memesan satu porsi lagi.


Vina kembali makan, dan Dave telah memegang mangkuk soto yang telah dipesan tadi.


"Ayo makan, aku jamin kamu bakalan suka, enak kok" Ucap Vina tanpa ragu.


Dave segera menyuap sesendok soto dengan ragu...


'Waaah, enak juga ya. ngga kalah sama makanan resto' Pikir Dave dalam hati segera melahapnya lagi tanpa ragu.


"Gimana, enak kaan?" Tanya vina tersenyum melihat Dave makan dengan lahap.


Dave tak menghiraukan ucapan Vina dan tetap asyik melahap makanan sampai habis.


"Bang, aku pesen 1 porsi lagi ya dibungkus...nasi sama sayurnya di pisah" Pinta Vina pada abang jualan soto.


"Siap neng, pacarnya pesen juga ngga?" Tanya abang soto pada Dave.


"Euuh...ehm...boleh lah pak, saya pesen 6 porsi jangan pake nasi." Jawab Dave.


"Haaah, ga salah Es balok banyak banget? Doyan atau maruk" Ucap Vina heran.


"Yaaah, gue sekalian beli buat orang di rumah" Jawab Dave santai.


Tiba-tiba suara telepon genggam Vina berbunyi...


'Rangga, ada apa ya...ko tumben nelepon' Pikir Vina melihat layar ponsel.


" Hallo Assalamu'alaikum?" Ucap Vina di telepon.


"Wa'alaikum salam Vin, kamu ada dimana? aku ke kosan kamu, kamunya ngga ada."Tanya Rangga penasaran.


"Ough, aku lagi beli makan.Sekarang kamu masih dikosan ngga?bentar lagi aku kesana." Ucap Vina.


"Iya gue masih dikosan kamu, gue ada info rumah nih. pesanan Mak sama abah, lumayan rumahnya murah lagi." Ucap Rangga.


"Ya udah, aku OTW ya..." Ucap Vina kembali segera menutup telepon.


"Siapa yang telepon?" Tanya Dave penasaran yang sudah menjinjing kantong keresek berisi pesanannya dan Vina.


"Eh iya, aku lupa belum bayar. aku vayar dulu ya..." Ucap Vina menepuk jidatnya sendiri.


"Udah gue bayar" Ucap Dave menahan tangan Vina yang hendak berbalik menuju abang Soto.


"Ya udah, nanti aku ganti" Jawab Vina


"Oh iya, kita balik ke kosan aku yuk. Cepet" Ucap Vina mengajak Dave.


Dave tak menjawab dan menarik tangan Vina menggunakan tangan kiri, karena tangan kanannya menjinjing kantong keresek. Dave dan Vina masuk ke dalam.


"Vin, tolong simpenin ini di kursi belakang." Ucap Dave menyerahkan kantong kresek.


Vinapun segera meraih kantong keresek dan membalikkan badannya meletakkannya di atas kursi belakang, Akhirnya Dave melajukan mobil menuju kosan Vina.


"Aku duluan ya,kamu bawa'in soto aku ya"Ucap Vina segera turun dan berlari menuju kamar kos nya yang berada di atas.


'Kenapa tuh cewek, buru-buru amat' Pikir Dave dalam hati.


"Hei Ga, Sorry lama ya..." Tanya Vina saat melihat Rangga yang sedang duduk di depan pintu kosan nya.


"Akhirnya datang juga, tadinya gue mau cabut" Jawab Rangga menoleh ke arah Vina.


"Iya sorry, Eh kita kedalam yuk" Vina segera membuka Pintu kamarnya.


"Gimana tadi, kamu bilang udah dapet rumah yang cocok buat Mak dan Abah?" Tanya Vina membuka percakapan.


"Yo-i, rumahnya ngga jauh dari rumah gue yang sekarang. Lumayanlah rumahnya, orangnya lagi butuh duit banget. Jadi, banting harga" Jawab Rangga.


" Yey, cepet banger kerja kamu" Ucap Vina menyindir.


"Ngapain kalian?" Tanya Dave yang tiba-tiba muncul di depan pintu.


Rangga dan Vina menoleh ke arah Dave karena kaget.


"Eh kamu, habis jalan sama dia Vin?" Tanya Rangga pada Vina.


"Ich ngga, tadi pulang dari rumah aku ke rumah dia tadi sekalian jalan kesini kita makan dulu" Jawab Vina menjelaskan.


Dave segera duduk dekat Vina dan melempar kunci mobil ke arah Rangga.


"Nih, lo ambil barang-barang Vina di bagasi mobil belakang" Ucap Dave memerintah.


"Ich apaan sih kamu, main suruh- suruh aja. Ngga usah ga, nanti aja balik dari liat rumah angkat barangnya" Jawab Vina.


"Lah emang, mo kemana lagi?" Tanya Dave heran.


"Kamu antar kita ya?" Pinta Vina sambil mengedip-ngedipkan mata dengan tangan memohon.


'Cantik banget sih kamu Vin, bikin gemes' Pikir Dave menatap Vina gemas.


"Hei, kok malah ngelamun parah pikiran lo mesum yah" Ucap Rangga menepuk pundak Dave.


Dave kaget, dan terhentak dari lamunnya.


"Apa'an sih lo, Ya udah kita berangkat" Jawab Dave meletakkan Soto Vina keatas meja dan segera keluar bersama-sama.


Dave dan Rangga duduk didepan dan Vina di kursi belakang, setelah berdebat dengan Vina karena Dave tidak mau bersebelahan dengan Rangga, tetapi Vina meyakinkan karena Rangga yang tahu tujuannya saat ini.


Akhirnya mereka tiba di rumah yang dituju, disebuah rumah sederhana tidak terlalu luas dan tidak terlalu kecil Dipinggir jalan kecil.


"Ini rumahnya ga?" Tanya Vina penasaran.


"Iya, kalau menurut gue sih lumayan bagus sih, ada halaman depannya dan halaman belakangnya juga ada, meskipun ngga luas-luat banget." Jawab Rangga.


"Ini sih bagus banget Ga, pasti mahal apalagi di ibukota gini" Ucap Vina pesimis.


"Kita masuk aja dulu, ngobrol sama yang punya rumahnya" Ucap Dave menimpali.


Tok...tok...tok "Permisi" Ucap Rangga setelah mengetuk pintu.


lalu sosok wanita paruh baya membuka pintu rumah.


"Ough kamu kembali lagi, ayo silahkan masuk" Ucap ibu tadi mengajak.


"Iya bu, ini temen saya yang mau beli rumah" Ucap Rangga mengenalkan Vina.


"Saya Vina bu, maaf mengganggu malam-malam gini bu" Ucap Vina merasa tak enak.


"Saya ibu Laila...Ngga apa-apa, barangkali kamu mau lihat-lihat juga boleh." Jawab ibu'laila.


Vina segera menelepon Mak menggunakan Video Call dan memperlihatkan sekeliling rumah ke Mak dan Abah, lalu mengubah mode telepon biasa mengobrol dengan ibu laila untuk negoisasi harga hingga akhirnya deal dengan harga yang telah disepakati berdua. lalu menyerahkan telepon kepada Vina, dan Abah menjelaskan akan segera mentransfer Uang ke rekening Vina untuk melakukan pembayaran esok hari.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....