
Doni, Riska dan Bella sudah tiba dirumah Vina pukul 7 pagi. Mereka sengaja membawa 6 porsi Nasi Uduk kesukaan Vina untuk sarapan bersama, karena tau porsi makan Vina yang besar sengaja melebihkan 1 porsi bersama aneka gorengan dan Sate kikil sebagai pelengkap.
"Vin, kayanya meja makan baru nih" Ucap Riska sambil membantu Vina menyiapkan beberapa piring untuk sarapan.
"Iya Ris, semalam baru banget datang" Jawab Vina memberi tahu.
"Oya Vin Gorengannya ketinggalan nih" Ucap Bella masuk ke dapur dan membawa Sekantong gorengan yang masih hangat, tiba-tiba matanya tertuju ke meja makan baru, yang kini sedang ditata piring untuk sarapan,
"Waaah, bagus nih meja makannya Vin. Kayu bagus dan asli nih, pasti mahal ya?" Ucap Bella melihat setiap sudut meja dan kursi meja makan baru.
"Aduuh, kalian berdua kenapa sih malah ngebahas Meja makan, Kita makan dulu yuk?" Ajak Vina,
" Oya thanks ya...udah bawain sarapan buat aku sama Mak, Emmmh...aku panggil Mak dulu di kamar ya" Ucap Vina lalu mencium pipi Riska dan hendak ke kamar memanggil Maknya.
"Hei-hei Vin, tunggu dulu. Ko gue ngga di cium?" Tanya Bella menahan tangan Vina dengan muka cemberut.
"Waah, seriusan nih kamu mau di cium?" Ucap Vina tersenyum geli.
"Hehe...Ngga deh, becanda kok. Oya lo panggil Mak sana, kita sarapan bareng" Ucap Bella dan mendorong Vina untuk segera memanggil Mak.
Tok..tok...Vina mengetuk pintu kamar Mak
"Mak, kita sarapan dulu yuk" Ucap Vina lalu membuka pintu kamar Mak.
Vina melihat Mak sedang serius menatap foto Abah, tampak sekali kerinduan yang mendalam Mak kepada Abah. Mak meneteskan air matanya, dan tak menyadari Vina memperhatikannya dari belakang.
"Abah, Mak kangen sekali sama kamu Bah. Kenapa kamu harus pergi dengan cara seperti itu, Andai saja dulu kamu ngga memaksa untuk pergi. Mungkin kamu masih disini bersama kami" Lirih Mak mengusap foto Abah digenggamannya lalu didekap ke dadanya dengan air mata yang mengalir dipipinya.
Tanpa terasa air mata Vina pun mengalir di pipi Vina, karena dibalik senyum dan ketegaran Mak tersimpan kesedihan dan kerinduan yang mendalam kepada Abah suaminya, yang selalu setia mendampingi Mak hingga akhir hayatnya.
"Mak" Ucap Vina segera duduk disamping Mak dan memeluk pundak Mak.
"Eh ada kamu sayang" Jawab Mak kaget segera menghapus air matanya dan menyimpan bingkai foto dimeja samping ranjang kasurnya,
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Mak karena khawatir Vina mendengar kesedihannya, karena Mak merasa harus bersikap tegar kepada Vina agar Vina tidak memiliki jiwa yang lemah.
"Ngga kok Mak, Vina baru masuk. Vina mau ajak Mak sarapan bareng, diluar sudah ada sahabat-sahabat Vina Mak" Jawab Vina sedikit berbohong dan mencoba tetap tersenyum.
"Ooh, maaf tadi Mak ngga dengar. Hayu atuh" Jawab Mak lalu segera keluar kamar bersama Vina.
Doni yang sedari tadi diam disofa bermain ponsel, melihat Mak keluar kamar segera menghampiri dan mencium punggung tangan Mak.
"Gimana Mak sehat?" Tanya Doni karena melihat mata Mak yang sedikit sembab.
"Alhamdulillah, Mak sehat kok. Ayo katanya mau sarapan bareng?" Jawab Mak dan segera menuju meja makan di dapur.
"Eh Vin, serius nih lo bakal buka lagi usaha lo? terus kira-kira, hari ini kita mau belanja apa aja?" Tanya Bella disaat makan.
"Iya sih aku sama Mak mau jualan lagi, soalnya tabungan kita makin menipis. Ngga tau tuh pastinya star jualan kapan, kira-kira kapan Mak kita mulai lagi?" Jawab Vina lalu bertanya pada Mak.
"Ya sudah sekarang kita makan saja dulu, sesudah makan kita bahas mau belanja apa saja. Dan kapan kira-kira siap jualan lagi, lagian kalau makan tuh pamali kalau banyak bicara" Jawab Mak menjelaskan sembari menghentikan dulu makannya.
"Iya Mak" Jawab Vina dan Bella kompak, sedangkan Riska dan Doni saling melirik dan tersenyum.
"Ris, sebentar ya...aku kabarin Dave dan Kak Fadhlan dulu. Soalnya kemarin aku udah janji mau ngajak mereka" Ucap Vina hendak ke teras rumah untuk menelepon.
"Eh Vin, kabarin Rangga juga ya?hehe" Pinta Bella malu-malu.
"Cie..cie, ada yang bucin nih. Sejak kapan Bell?" Ucap Riska Menggoda Bella.
Vina tersenyum dan memberikan jempol tanda setuju atas permintaan Bella, setelah menelepon semuanya Vina masuk dan duduk bersama dengan para sahabatnya juga Mak di sofa ruang tamu sembari mengecek daftar belanjaan.
Rangga datang lebih dulu, karena rumahnya tak jauh dari rumah Vina, di susul oleh Kak Fadhlan dan Dave yang datang terakhir.
Diam-diam Bella selalu memperhatikan Rangga, dan Rangga sebenarnya merasa sedikit risih. Tetapi Rangga menyadari kesalahannya karena sebelumnya sering menggoda Bella bersama Kevin, jadi Rangga hanya bisa pasrah.
Mereka berangkat dengan 2 mobil, pertama Mobil berisi para wanita dan mobil Kak Fadhlan berisi para pria.
Vina belanja ke toko langganannya, dan berjalan menyusuri pasar . Dibantu para pria yang membawa kantong belanjaan, hingga tak terasa sudah berapa kantong kresek dibawa oleh para pria. Dan perut mereka merasa keroncongan karena lapar, dan memutuskan untuk segera pulang.
"Assalamu'alaikum Mak" Ucap Vina mengetuk pintu yang terkunci dari dalam.
"Mak kemana Vin, Kok di kunci ya" Tanya Riska heran.
"Kayanya Mak lagi di air deh, soalnya tempo hari Mak bilang ada tetangga yang kemalingan. Gara-gara ke air pintu ngga dikunci" Jawab Vina menjelaskan.
"Oooough, pantesan. Oya ko para pria belum pada datang ya?" Tanya Bella yang penasaran.
Akhirnya kunci pintu di buka, Mak minta maaf karena harus menunggu lama. Soalnya Mak sedang melaksanakan Ibadah shalat dzuhur, jadi pintu sengaja dikunci oleh Mak.
"Lah ko, cuma perempuan. Para lelakinya dimana?" Tanya Mak melihat-lihat dan tak terlihat para lelaki yang tadi ikut belanja.
"Ough, kayanya masih di belakang Mak" Jawab Vina santai dan segera masuk, karena lelah.
"Ya udah, sekarang kalian shalat dulu. Nanti kita makan bareng-bareng, Mak sudah masak Ayam crispi dan sayur sop plus kerupuk Udang kesukaan kamu Vin" Ucap Mak memberitahu.
Tak lama akhirnya Mobil Kak Fadhlan datang, dan membawa beberapa belanjaan ke dalam.
"Ko kalian telat sih?" Tanya Bella heran.
"Sorry, tadi kita beli Ayam crispi di M*D dulu" Ucap Kak Fadhlan menyerahkan kantong kresek Resto Fast food kenamaan pada Vina.
Spontan Vina dan yang lainnya mentertawakan Para lelaki.
"Loh ko, kalian ketawa sih? " Tanya Rangga keheranan.
"Iya...soalnya Mak juga masak Ayam Crispi" Jawab Vina masih terkekeh.
"Oalah, ya sudah buat Stock aja" Ucap Dave menimpali.
Akhirnya mereka semua makan bersama, Dave tidak kaget melihat meja makan baru. Karena Vina memberitahunya saat Dave menelepon Vina, setelah acara makan malam bersama Tante Cinta sekeluarga.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....