
Tak terasa Vina sudah 4 bulan berjualan, setiap hari selalu ramai pembeli dan hampir tak pernah sepi.
"Vin, udah hampir sebulan ini Dave ngga pernah keliatan batang hidungnya. Memangnya kamu lagi ada masalah sama dia" Tanya Bella penasaran sambil menyeruput Minuman yang dia pesan.
"Ngga tau Bell, aku juga bingung. Perasaan aku sih ngga punya masalah sama dia, cuma pernah aku lihat dia dari kampus buru-buru gitu" Jawab Vina mengingat-ngingat.
"Nah, itu Kevin datang tuh. Kita tanya aja sama dia, kali aja dia tau" Ucap Doni menunjuk Kevin, Gilang dan Rangga yang baru datang menghampiri.
"Hai Vin, gile keren ya usaha lo. Rame terus, Mak sama Abah mana?" Tanya Kevin celingak celinguk mencari keberadaan Mak dan Abah.
"Mak sama Abah lagi Pulang Kev, Kasihan mereka cape. Jadi, aku suruh istirahat dulu" Jawab Vina.
"Gue pesan kentang goreng sama Es capuccino late ya, gerah banget nih" Ucap Kevin mengipas mukanya menggunakan tangan.
"Kalau gue Es buah sama Choco pastri Vin" Ucap Gilang.
"Gue sama'in sama Gilang" Ucap Rangga menyambung.
"Ok siap, tapi bentar yah? Aku antar dulu pesanan ya." Ucap Vina segera mengantar pesanan ke meja depan.
"Gue aja yang buat ya Vin" Ucap Riska pada Vina sedikit berteriak.
"Iya" Jawab Vina kembali berteriak.
"Jam tujuh kayanya aku mau tutup deh, soalnya aku capek banget nih." Ucap Vina setelah kembali dari mengantar pesanan di meja depan.
"Ya udah, kalo gitu kamu tulis di pintu masuk Tutup. Sekarang aja udah jam enam lebih nih" Ucap Riska menunjukan jam tangannya.
***
Seminggu kemudian~~~~
"Vin, malam minggu kita ke bioskop yuk. Katanya ada film indo baru keluar lho, gue penasaran?" Ajak Bella.
"Emmmh...memangnya film apa'an?" Tanya Vina.
"Ntar juga lo tau, tapi genre nya sih romantis dan komedi gitu."Jawab Bella.
"Ok deh, siapa aja yang mau ikut?"
Tanya Vina kembali.
Malam minggu tiba Vina dan Bella berada disebuah Mall untuk menonton bioskop sesuai rencana mereka.
Vina dan Bella heran kenapa wajah tokoh utama laki-lakinya dibuat blur, membuat penasaran orang-orang dan ingin menonton filmnya. Mungkin juga karena salah satu strategi marketing juga pikir Vina dan Bella.
"Vin, gue penasaran deh siapa sih tokoh cowoknya. Katanya sih ganteng" Ucap Bella yang duduk disebelah Vina.
"Kita liat aja nanti, benar ngga kata orang itu" Jawab Vina tersenyum.
Vina dan Bella terkejut, karena tokoh utama laki-laki di film tersebut adalah Dave yang selama ini dia kenal.
"Gila, ini serius Vin? itu benar-benar Dave. Kok bisa ya..." Ucap Bella masih tak percaya.
"Iya Bell, aku juga bingung. Tapi kalo ngga salah, kakaknya Dave waktu itu sempat bilang ada project film, dan untuk aktornya, rahasia gitu" Ucap Vina menjelaskan,
"Tapi Aku ngga nyangka, ternyata aktornya adiknya sendiri, paraah abis" Ucap Vina kembali.
"Aktingnya keren juga, kok Dave ganteng banget ya?" Ucap Bella memperhatikan Dave di layar bioskop.
Selesai menonton, Vina dan Bella memutuskan untuk makan di Resto cepat saji M.Dan disaat Vina sedang asyik makan, tiba-tiba suara telepon genggam Vina berbunyi.
" Hallo selamat malam, betul ini dengan anaknya ibu Ijah dan Bapak Toro?" Tanya Seorang wanita diseberang telepon.
"Iya selamat malam, saya Vina anaknya Bu'Ijah dan Pak'Toro. Maaf, ibu siapa ya?" Jawab Vina lalu bertanya kembali karena penasaran.
"Maaf saya suster Siska, dari Rumah Sakit Asih XX. Apa bisa anda datang ke Rumah sakit sekarang?" Jawab Suster Siska.
"Sekali lagi Saya mohon maaf, tidak bisa menjelaskan di telepon, saya tunggu segera. Terimakasih, Selamat malam" Ucap Suster Siska mengakhiri telepon.
"Lo kenapa Vin?" Tanya Bella penasaran melihat reaksi Vina yang berubah khawatir.
"Bell, anter aku ke Rumah Sakit Asih XX, please" Jawab Vina yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Siapa yang dirawat di Rumah Sakit Vin?" Tanya Bella yang mulai ikut khawatir.
"Aku ngga tau Bell, cuma tadi Suster di Rumah Sakit nyebutin Mak sama Abah" Jawab Vina yang berusaha tegar.
"Ya udah, kita kesana" Ucap Bella.
Bella dan Vina pun segera ke Rumah Sakit Asih XX, dan segera bertanya untuk bertemu dengan Suster Siska.
Suster Siska segera menghampiri Bella dan Vina.
"Permisi, maaf siapa yang anaknya Ibu'Ijah ya?" Tanya Suster Siska melihat Bella dan Vina bergantian.
"Oh, saya Sus. Perkenalkan nama saya Vina" Jawab Vina.
"Sebelumnya saya minta maaf sudah menghubungi anda, ini berkaitan dengan Ibu dan Bapak anda" Ucap Suster Siska menyampaikan.
"Memangnya orang tua saya kenapa Sus?" Tanya Vina yang mulai panik.
"Maaf kedua orang tua anda mengalami kecelakaan angkutan umum. Mobil angkutan yang orang tua anda tumpangi mengalami kecelakaan, untuk kronologinya nanti anda bisa hubungi Bapak Erik" Jawab Suster Siska menjelaskan.
"Ngga...Ngga mungkin Sus, suster bercanda kan" Tanya Vina mulai menangis.
"Sebaiknya anda sekarang melihat kondisi pasien, di Ruang perawatan di lantai 3, Mari saya antar" Jawab Suster Siska dan segera bergegas mengantar Vina.
Vina dan Bella mengikuti langkah Suster Siska ke ruangan yang dituju, disana Vina melihat Mak lewat kaca ruangan yang tampak lemah tak berdaya di atas kasur dengan dipasang beberapa alat bantu di tubuhnya.
"Bell, Mak kenapa?" Tanya Vina menangis memeluk sahabatnya.
Suster segera menghampiri Dokter yang sedang memeriksa Mak, dan Dokter pun segera keluar menghampiri Vina.
"Maaf apa betul anda anak dari Ibu Ijah?" Tanya Dokter pria dihadapan Vina.
"I..iya Dok, saya Vina anaknya ibu'Ijah" Jawab Vina lemas.
"Jangan khawatir ibu anda baik-baik saja, mungkin dibutuhkan perawatan beberapa hari di Rumah Sakit. Untuk memastikan kondisinya" Jawab Dokter tadi.
" Makasih Dok, Apa saya boleh masuk ke dalam Dok?" Tanya Vina.
"Silahkan, tapi saya harap kalian tidak berisik dan biarkan pasien istirahat." Jawab Dokter mempersilahkan.
"Oya Dok, bagaimana kondisi Bapak saya Dok?" Tanya Vina mengingat Abahnya.
Dokter tadipun segera berbalik badan, dan menghampiri Vina kembali. Lalu memegang dan menepuk pundak Vina.
" Maaf, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Semoga kamu kuat dan tabah, dengan terpaksa saya sampaikan Bapak anda sudah tiada. Sekali lagi maaf" Jawab Dokter Fadhlan yang Vina lihat dari nama yang tertera di Jas kedokterannya.
"A...Abah" Ucap Vina yang mulai lemas dan jatuh pingsan.
"Vin..vina bangun" Ucap Bella khawatir.
Dokter dan Bella segera mengangkat tubuh Vina untuk segera ditangani.
Bella segera menelepon sahabat-sahabatnya, untuk segera menyusul ke Rumah Sakit. Menjelaskan kejadian yang menimpa Mak dan Abah, Karena khawatir dengan kondisi Vina dan Mak.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....