
Tak terasa 7 hari lagi Menuju Akad dan Resepsi pernikahan Dave dan Vina. Kebetulan Vina dan Dave sedang liburan Semester, jadi tak perlu sampai ambil cuti kuliah. Untuk acara pernikahan mereka.
Sudah hampir 3 minggu Vina dan Mak tinggal di Rumah Pak Wisnu, agar mempermudah komunikasi antara Vina dan Pak Wisnu untuk Konsep, gedung, Catering dan segala hal yang dibutuhkan untuk acara pernikahan anak semata wayangnya.
"Vina, untuk sementara kamu jangan bertemu dulu dengan Dave. Kalau kata orang tua dulu, pamali sayang" Ucap Mak sambil menyisir rambut Vina yang sedang duduk membelakangi di depan Mak.
"Kenapa Pamali Mak, bukannya kalau ketemu itu bagus?" Tanya Vina membalikkan tubuhnya melihat Mak dengan tatapan penasaran.
"Mungkin karena orang mau nikah itu, pikirannya campur aduk antara senang, sedih dan stress mikir persiapan ini itu. Jadi, kalau sering ketemu takutnya ribut dan mengancam rencana pernikahan yang tinggal sebentar lagi. Itu juga belum pasti Vin, soalnya Mak dulu ngga berani banyak nanya sama orang tua. Cuma menurut, dan menjalaninya" Jawab Mak menjelaskan panjang lebar.
"Oooh, masuk akal juga sih Mak. Tapi...Vina dan Dave kan harus Fitting Baju pernikahan Mak, buat nanti. Takutnya kan kegedean atau kekecilan" Jawab Vina mengiyakan.
Vina melihat jam tangannya, karena ingat Dave akan menjemputnya untuk melakukan Fitting baju pernikahan pada pukul 2 siang.
"Kenapa dari tadi kamu lihat jam tangan terus Vin?" Tanya Mak merasa aneh.
" Jam 2 Dave jemput Mak, mau lihat baju nikah Mak." Jawab Vina memberitahu.
"Permisi Non'Vina, Tuan Dave sudah menunggu di Sofa Ruang tamu" Ucap Bi Mimi menghampiri memberitahu Vina.
"Oya, Makasih ya Bi" Jawab Vina segera berdiri.
"Mak, Vina berangkat dulu ya?" Pamit Vina mencium Punggung tangan Mak, dan segera keluar dari Kamar Mak.
"Eh Vin, kamu sudah siap?" Tanya Dave saat melihat Vina.
"Sudah, yuk kita berangkat" Jawab Vina sambil berjalan mendekati Dave, lalu Dave menggandeng tangan Vina segera keluar menaiki mobil Dave.
"Vin, ngga nyangka ya...ternyata kita akan menikah? Rasanya semua seperti mimpi." Ucap Dave sambil menyetir mobil.
"Iya Dave, aku ngga pernah ngebayangin bakal nikah cepat dan menikah di usia muda kaya gini. Rasanya aneh" Jawab Vina mengernyitkan alisnya.
"Vin, apa kamu benar-benar Cinta sama gue?" Tanya Dave tiba-tiba.
"Hahaha...kamu lucu deh Dave, kalau aku ngga Cinta...mana mungkin aku mau nikah sama kamu. Meskipun dulu sebenarnya aku ngga suka sama kamu sih." Tawa Vina dan menjawab pertanyaan aneh Dave.
Dave tersenyum senang atas pengakuan Vina, yang jelas hatinya benar-benar bahagia karena akhirnya Vina berhasil ia dapatkan. Meskipun ia tahu Rangga menyukai Vina, namun sudah jelas Vina tolak. Fadhlan yang mencoba mendekati Vina, namun diam-diam Dave menemui Fadhlan untuk menjauhi Vina. Sedangkan Erik, Dave tahu sudah memiliki tunangan. Jadi, tidak perlu merasa khawatir.
"Kamu kenapa Dave, senyum-senyum gitu. Mikirin apa hayooo" Celoteh Vina melihat Dave asyik tersenyum sendiri.
"Ngga apa-apa kok" Jawab Dave
"Oya Vin, rencananya kita mau punya anak berapa? Kita langsung punya momongan aja" Ucap Dave membuat Vina melotot ke arahnya.
" Ogah...jangan ngomongin anak dulu deh, aku mau tunda dulu untuk punya anak. Sebelum lulus dan Wisuda, kita pacaran sah aja dulu" Gerutu Vina menolak.
"Ya baiklah, tapi dengan syarat selepas kamu lulus nanti. Kita marathon untuk punya momongan ya?" Pinta Dave dengan syaratnya.
"Iyaaa" Jawab Vina asal.
Akhirnya Vina sampai ke Butik Perancang Busana pengantin, lalu mencoba pakaian yang telah di pesan sebelumnya.
"Dave, ternyata cape juga ya? ngurus kaya ginian, padahal kita tinggal ketemu cek dan ngobrol. Ngga mesti nyari-nyari, kebayang Kak Mikha pasti Cape banget deh." Ucap Vina mengeluh.
"Iya Vin, untung Ayah kamu banyak banget Relasi nya." Jawab Dave memuji Pak Wisnu.
"Sudah lah kita bahas yang lain Dave, Aku lapar nih" Rengek Vina mengelus perutnya.
"Emm...aku lagi pengen makan Mie Ramen nih" Pinta Vina mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum.
"Ya udah, kita mau kemana?" Jawab Dave bertanya.
"Kita Ke Mall, tempat Mamah kamu dulu buka Butik deh. Disitu Ramennya enak" Jawab Vina
"Oke, sebentar lagi kita sampe nih" Seru Dave segera memutar arah menuju Mall yang ada di Seberang arah Jalan yang ia kemudikan.
Vina dan Dave segera menuju Resto tempat Ramen yang Vina maksud.
"Aku kangen dulu, waktu kerja di Butik Mamah kamu deh. Kenapa ngga di lanjut sih Sewa toko nya?" Kenang Vina waktu bekerja.
"Iya Vin, Mamah Sudah beli tanah dan ngebangun bangunan sendiri. Jadi, ngga usah ngontrak gitu" Jawab Dave menjelaskan.
Vina segera melahap 2 porsi mie ramen yang sudah ia pesan, sedangkan Dave hanya memesan 1 porsi dan juga di santap sampai habis tak tersisa.
" Dave, makasih ya untuk hari ini. Kita pulang yuk.." Ajak Vina menggandeng tangan Dave.
"Mulai besok kita ngga boleh ketemuan Dave, nanti kita ketemu lagi pas Akad dan Resepsi ya?" Lirih Vina merasa berat.
"Kenapa ngga ketemu? maksudnya gimana..." Tanya Dave penasaran.
"Iya Dave, kata Mak orang yang mau nikah itu ngga boleh sering ketemu. Pamali" Jelas Vina memberitahu.
"Itu Mitos Vin, aturan dulu. Kalau sekarang sih bebas dong" Tolak Dave atas perkataan Vina.
"Tapi...ada bagusnya juga Dave, jadi nanti pas Akad kita rindu berat. Jadi lebih keluar gitu kesan romantisnya, hehe." Jawab Vina terkekeh.
Dave terdiam dan berpikir....
"Emmm...bolehlah, tapi ingat kamu jangan macam-macam ya" Ucap Dave mengacak rambut Vina.
Akhirnya Dave mengantar Vina ke kediaman Pak Wisnu, lalu segera pulang karena Orang tuanya membutuhkannya untuk membicarakan persiapan pernikahan Kak Mikha.
"Sekali lagi terimakasih ya Dave, awas kamu juga jangan macam-macam ya? Hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai rumah kabarin Ya...biar ngga khawatir di aku nya, hehe" Ucap Vina di kaca mobil, sebelum masuk gerbang.
"Oke siap, daah" Jawab Dave segera melajukan mobilnya.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Akhir-akhir ini Viewersnya makin merosot ya....Mohon dukungannya ya? Love U All...
Lanjuuut.....