
Pagi telah tiba, tetapi Vina belum kunjung pulang ke rumah.
Bella, Riska dan Doni pergi ke kampus sembari mencari Vina. Sedangkan Tante Cinta pergi ke Rumah Sakit mengunjungi Mak Ijah yang sudah pindah ke ruang perawatan, sembari menjenguk dan mencari Vina.
"Mak, bagaimana keadaan Mak sekarang?" Tanya Tante Cinta bersikap seolah-olah tak ada apa-apa.
"Baik bu, Vina kemana? apa Ibu datang kesini sendiri?" Tanya Mak karena tak melihat Vina.
"Ough, Vina lagi di kampus Mak. Mungkin hari ini Vina ngga bisa datang ke Rumah sakit, soalnya tugas kampus lagi menumpuk. Dan mau belanja untuk keperluan dagang Mak" Jawab Tante Cinta asal.
" Terimakasih Ibu sudah baik sekali pada saya dan Vina, meskipun saya belum tentu bisa membalas kebaikan Ibu. Saya harap Allah SWT akan membalas kebaikan Ibu semua" Ucap Mak dengan suara lemah.
"Aamiin...sekarang Mak istirahat aja. Saya pamit dulu, kalau ada apa-apa Mak jangan sungkan minta bantuan Yuni atau Dahlia" Ucap Tante Cinta pada Mak dan Mak pun mengangguk tanda mengiyakan.
Yuni dan Dahlia adalah Suster yang sengaja Tante Cinta sewa untuk merawat dan menjaga Mak secara bergantian selama 24jam penuh.
Tante Cinta segera keluar ruangan dan segera menuju mobilnya, sebelum pergi Tante Cinta menelepon Ibu Veronika di dalam mobil.
Truth...truth....suara sambungan telepon.
"Ya hallo Cin" Ucap bu Veronika di telepon.
"Ver, aku minta tolong bantu cari Vina. Dari semalam Vina ngga pulang" Jawab Tante Cinta menjelaskan.
"Memangnya Vina kemana? kenapa sampai ngga pulang" Tanya Bu Veronika penasaran.
"Aku ngga tau Ver, sekarang aku lagi di Rumah sakit takutnya Vina tidur di Rumah Sakit, tapi ternyata tidak" Ucap Tante Cinta menjelaskan,
"Oya kamu ada di rumah atau di butik?" Tanya Tante Cinta.
"Aku dirumah, butik untuk sementara tutup. Aku pusing banyak orang datang cuma untuk nanyain Dave, dan minta tanda tangannya aja" Jawab bu'Veronika menjelaskan.
"Oooh, ya udah aku sekarang ke rumah kamu ya?" Ucap Tante Cinta segera menyalakan mobil dan mengemudi menuju rumah Ibu Veronika.
Sesampainya di rumah bu Veronika, Tante Cinta segera duduk di sofa ruang tamu. Dan Veronika segera menghampiri Cinta dan mengajaknya ke lantai atas.
"Ver, aku bingung Vina belum pulang juga. Ponselnya juga tak bisa dihubungi" Ucap Tante Cinta khawatir.
"Sebentar ini ceritanya gimana, coba kamu ceritakan pelan-pelan biar saya paham" Ucap bu Veronika menenangkan.
"Sebenarnya kemarin berjalan seperti biasa aja Ver, Vina kuliah lalu ke rumah sakit dilanjut jualan dan harusnya langsung pulang" Ucap Tante Cinta menjelaskan
"Emm...tapi pas aku nyusul ke tukang nasi goreng, saya sempat menginjak bungkus nasi goreng dikeresek komplit bersama kerupuknya gitu, Apa mungkin itu nasi goreng milik Vina yang terjatuh Ver?" Ucap Tante Cinta kembali menerka-nerka.
"Aduh bisa jadi Cin, Kamu sudah lapor polisi belum?" Tanya Bu' Veronika.
Dave yang sebenarnya sedang ada dirumah, diam-diam mendengarkan percakapan mamahnya dan Tante Cinta.
'Sebenernya Vina kemana? Setahu gue Vina ngga punya musuh atau jangan-jangan mantan Bosnya dulu yang nyulik Vina' Pikir Dave mencoba mengingat-ngingat.
"Yaah, gue yakin banget. Sepertinya dia penculiknya" Ucap Dave yang tanpa sengaja mengeluarkan suara yang kencang karena emosi.
Ibu Veronika dan Tante Cinta saling berpandangan heran dengan ucapan Dave yang tiba-tiba dibalik tembok tempat Dave sembunyi.
"Dave? itu kamu? keluarlah!" Ucap Bu Veronika,
"kamu nguping pembicaraan Mama dan Tante Cinta?" Tanya Bu Veronika kembali setelah Dave keluar dari tempat persembunyiannya.
"Sini kamu, ikut duduk sama Tante" Ucap Tante Cinta memerintah dan menepuk kursi disebelah kirinya.
Dave segera duduk mengikuti perintah Tante Cinta, dengan mengatupkan bibirnya hingga memperlihatkan sedikit lesung pipinya.
"Tadi kalau tante ngga salah denger, kamu bilang penculik?" Tanya tante Cinta meyakinkan pendengarannya.
"I...iya tante maksud Dave anu, emmh gimana ya...itu baru dugaan Dave aja" Jawab Dave ragu.
"Apa yang buat kamu berpikir seperti itu Dave?" Tanya bu Veronika penasaran.
"Jadi gini, mamah ingat ngga dulu pas Dave pertama kali bawa Vina ke rumah ini?" Tanya Dave dan melihat Mamanya mengangguk
"Waktu itu kan Dave bilang Vina dikejar Dua pria yang mencelakai temannya, nah Vina lapor polisi dan ternyata dalang penusukan teman Vina adalah Mantan Bosnya ditempat kerjanya dulu. Lalu mantan Bosnya dipenjara, kalo ngga salah dengar sekarang dia sudah bebas bersyarat" Ucap Dave panjang lebar.
"Jadi...maksud kamu Mantan Bosnya dulu yang nyulik Vina gitu?" Tanya Tante Cinta yang mulai khawatir.
"Iya tante, itu juga baru perkiraan aja" Jawab Dave ragu.
" Memang nya dulu Vina kerja dimana? terus kamu tau nama mantan Bosnya siapa..." Tanya Tante Cinta kembali.
"Emmh...kalau ngga salah namanya Pak Wisnu Adiguna, pemilik Coffee Shop XX" Jawab Dave.
"Apa...Wisnu Ajidiningrat?!" Ucap Tante Cinta dengan mata terbelalak bertatapan dengan Bu Veronika,
"Oke kalau gitu, sekarang kita cari Vina" Ucap Tante Cinta segera berdiri dan bersiap.
"Tunggu saya ambil tas dulu" Ucap Bu Veronika segera ke kamar mengambil tasnya.
" Saya ikut Tante" Ucap Dave memelas.
" Ngga-nggak bisa, kamu harus ikut Kakak untuk membuat kontrak film baru" Ucap Kak Mikha yang datang tiba-tiba dengan posisi kedua tangan dipinggang.
"Apa-apaan sih Kak, Dave muak diatur-atur oleh Kakak. Selama ini Dave selalu menurut perintah dan permintaan Kakak, Tapi Dave ngga suka Kaka mengatur hidup Dave" Jawab Dave emosi.
"Jadi maksud kamu apa hah? Pokoknya Kaka ngga izinin kamu. Kamu bisa merusak karir Kaka, impian Kaka" Jawab Kak Mikha yang mulai Emosi.
" Persetan dengan karir Kakak, Kaka dari dulu selalu terlalu memaksakan kehendak Kakak. Tanpa Kakak memikirkan perasaan orang lain, Pantas saja Kak Heri tidak begitu Respect sama Kakak, mungkin saja Kak' Heri terpaksa bertunangan dengan Kakak karena bosan menghindari Kakak yang terlalu posesif" Ucap Dave dengan tatapan sinis.
"Kamu! Beraninya bilang seperti itu" Ucap Kak Mikha menahan Emosi,
"Mah, tolong Mamah bilang sama Dave. Untuk turutin kemauan Mikha" Ucap Kak Mikha meminta bantuan Bu Veronika.
"Maaf Mikha, kali ini Dave harus ikut Mamah dan Tante Cinta. Untuk Kontrak baru kamu, mama pikir kamu harus cari artis lain. Kasihan Dave sepertinya tak nyaman" Jawab Bu Veronika dan menarik tangan Dave untuk mengikutinya.
Kak Mikha berdiri mematung lalu melempar handbagnya ke lantai dengan kasar.
"Sial" Teriak Kak Mikha segera mengambil kembali tasnya dan masuk kamar.
Dave, bu Veronika pergi menggunakan mobil Tante Cinta dan Tante Cinta yang mengemudikan Mobil sedangkan Dave segera menelepon polisi Erik, yang menangani kasus Pak Wisnu dulu. Serta menerangkan Vina menghilang dari semalam, dan meminta bantuan segera melapor apabila Vina ditemukan oleh tim kepolisian.
Hingga tak terasa Waktu sudah terlalu malam Tante Cinta berkeliling mencari Vina dengan hasil yang nihil, akhirnya mereka memutuskan menginap di rumah Tante Cinta agar besok segera melanjutkan pencarian kembali.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....