STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MENGUNJUNGI AYAH (PAK WISNU)



Kak Fadhlan menghampiri Vina yang sedang sibuk membereskan piring kotor serta membantunya.


"Vin, boleh saya tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Kak Fadhlan dengan tangan yang masih sibuk membantu Vina.


Vina berhenti sejenak menatap Kak Fadhlan, Ya sebenarnya Kak Fadhlan merupakan dokter muda tampan yang saat ini menjadi temannya.


"Memangnya mau tanya apa Kak?" Jawab Vina santai.


"Sebenarnya kamu sama Dave punya hubungan apa? Saya lihat kalian dekat dan akrab sekali" Tanya Kak Fadhlan penasaran.


Lalu belum sempat Vina menjawab, Tiba-tiba Mak masuk kedapur.


"Oya Vin, kamu samperin Bella sana di kamar. Barusan bajunya basah ketumpahan minuman" Ucap Mak memberitahu


"Sekalian kamu pinjemin baju, kasihan dia kedinginan" Pinta Mak pada Vina.


Vina segera meninggalkan Kak Fadhlan dan Menuju kamarnya, sesuai perintah Mak tanpa menjawab pertanyaan Kak Fadhlan.


'Untung Mak datang, kalau ngga aku harus jawab apa? huuft'


Pikir Vina dalam hatinya.


"Dokter, biar Mak yang urus dapur. Karena area Dapur itu wilayah Mak, kamu gabung sama yang lain di ruang tamu sana" Ucap Mak meminta.


"Baik Mak" Jawab Kak Fadhlan segera keluar dari dapur menuju teman-teman Vina yang sedang sibuk memilah-milah belanjaan sesuai jenisnya dan memasukkannya ke storage box.


"Oya Kak Fadhlan, nanti mau ikut berpartisipasi bakti sosial bareng temen-temen kampus ngga" Tanya Riska teringat acara kampus yang akan di gelar khusus teman-teman kelasnya.


"Maksudnya Bakti sosialnya apa saja?" Tanya Kak Fadhlan penasaran.


"Kita mau ngadain pengobatan dan pemeriksaan gratis, sumbangan buku gratis dan lain-lain sih" Jawab Riska antusias.


" Memangnya kapan?" Tanya Kak Fadhlan seperti mulai tertarik.


"Rabu depan Kak, kira-kira Kak Fadhlan ada waktu ngga?" Tanya Vina kembali.


"Saya belum tahu, tapi lihat saja nanti. Kalau tidak ada pasien urgent, saya pasti datang" Jawab Kak Fadhlan memberitahu.


"Ok, ditunggu kabarnya ya Kak" Ucap Riska membentuk huruf O antara jari telunjuk dan Ibu jari kanannya.


"Ga, nanti kamu bantu aku cari-cari buku buat di sumbang ke anak-anak yang kurang mampu di acara BakSos nanti" Pinta Bella pada Rangga.


"Boleh, kapan?" Jawab Rangga balik bertanya.


"Emmm...pulang dari sini juga boleh, soalnya ngga hanya buku yang mau aku beli Ga" Ucap Bella dengan telunjuk di dagu dan tersenyum senang.


Riska dan Doni saling bertatapan, senang melihat Bella bahagia. Riska sudah berteman dengan Bella sedari SMA, menurutnya Bella itu anak manis yang akan membuat siapapun menyukainya.


Vina dan Dave sibuk di storage box yang sama, tiba-tiba ponsel Vina berdering dengan lantunan lagu favorite Vina Republik -Sandiwara Cinta.


Vina melihat nama Ibu, dilayar ponsel.


'Ada apa ya, tumben Ibu nelepon'


Gumam Vina dalam hati.


"Ya Hallo Assalamu'alaikum bu?" Jawab Vina di telepon.


"Wa'alaikum salam Vina, besok kamu sibuk ngga?" Tanya Ibu di telepon.


"Memangnya kenapa bu?" Jawab Vina penasaran.


"Oooh, kalau kamu ada waktu besok apa kamu mau ikut Ibu Menjenguk Ayah kamu Pak Wisnu dipenjara?" Ajak Ibu.


"Emmmh...gimana ya Bu, Vina tanya Mak dulu ngga apa-apa? Nanti Vina telepon balik ya Bu" Ucap Vina yang sebenarnya enggan dan ragu-ragu.


"Siapa yang telepon Vin?" Tanya Dave panasaran.


Tampak Kak Fadhlan dan Rangga melirik ke arah Vina, karena ekspresi muka yang berubah setelah menerima telepon.


"Ibu ngajak saya jenguk Pak Wisnu besok Dave" Jawab Vina mengatupkan bibirnya karena bingung.


"Terus kamu sendiri bagaimana, mau?" Tanya Dave kembali.


Dave tersenyum, atas permintaan Vina.


"Tapi...tapi kalau ngga mau juga ngga apa-apa kok. Aku lupa kan ada Mak" Ucap Vina kikuk atas permintaannya yang spontan.


"Ngga apa-apa Vin, aku bisa kok" Jawab Dave Berbisik pada telinga Vina.


Deegh...'Kenapa aku ini bodoh sekali'


Lirih Vina mengatai dirinya sendiri sambil mengetuk kepalanya.


Kak Fadhlan menghampiri Vina, dan pamit untuk segera pulang. Karena dapat Chat dari Suster Renatha untuk membantunya yang terhenti ditengah jalan, dikarenakan mobilnya mogok.


"Vin, aku cabut duluan ya"Ucap Kak Fadhlan pamit.


"Iya, makasih ya Kak" Jawab Vina tersenyum.


Bella dan Rangga pun ikut pamit, disusul Riska dan Doni.


Esok hari Dave datang menjemput Vina, karena kebetulan Dave dan Vina ada kelas siang. Jadi mereka memutuskan menjenguk sebelum berangkat ke kampus.


Sedangkan Vina segera menghubungi Ibunya bahwa dia mau ikut untuk menjenguk Ayahnya beserta Dave dan Mak. Vina memutuskan membuat janji bertemu di lokasi, karena menaiki akan mobil Dave. Jadi Ibu dan Papah Reino tak usah menjemput.


"Ayo Vin, kita jenguk Ayah kamu?" Ucap Ibu merangkul pundak Vina dan tangan sebelahnya menggenggam tangan Mak.


"Dave, bagaimana kuliah kamu?" Tanya Om Reino.


"Baik Om" Jawab Dave singkat.


"Saya dengar kamu kemarin menjadi aktor dari project film kakak kamu" Tanya Om Reino kembali.


"Iya Om, lumayan Om jadi punya penghasilan sendiri" Jawab Dave tersenyum.


"Saya harap kamu ngga masuk dunia entertaint selamanya, kamu harus berpikir untuk melanjutkan usaha Ayah dan Kakekmu nanti. Soalnya kamu itu Anak dan Cucu laki-laki satu-satunya" Ucap Om Reino menepuk pundak Dave.


"Dave belum tau Om, tapi sepertinya memang ngga akan lama. Setelah lulus kuliah, Dave sudah diberi mandat oleh Ayah untuk urus perusaahan Ayah nanti" Jawab Dave menjelaskan.


"Bagus...bagus, Kamu jangan sia-siakan kerja keras Kakek dan Ayah kamu yang sudah membangun bisnisnya menjadi berkembang seperti sekarang" Ucap Om Reino kembali.


"Iya Om" Jawab Dave mengangguk.


Vina, Ibu, Dave dan Om Reino bertemu dengan dengan Pak Wisnu diruang besuk. Tampak Om Reino menjadi lebih kurus dan menatap Vina dengan tatapan sendu.


"Mas, Saya kesini untuk memberi kabar bahwa saya memutuskan merawat Vina sepenuhnya. Jadi Mas harap maklum" Ucap Ibu membuka suara.


Pak Wisnu tersenyum sinis.


"Kamu pikir saya akan lana disini? Kamu tidak bisa merampas anak aku untuk yang kedua kalinya" Jawab Pak Wisnu ketus,


"Dan saya harap kamu Vina mau tinggal bersama Ayah nanti, kamu anak Ayah satu-satunya. Dan kamu yang akan mewarisi semua usaha dan harta Ayah nanti" Ucap Pak Wisnu menggenggam tangan Vina.


Vina melepas genggaman Ayahnya, dan teringat saat dirinya disekap oleh orang yang ternyata Ayah kandungnya sendiri.


"Vina ngga tau Pak, Vina belum memutuskan untuk tinggal bersama siapa. Yang pasti sampai kapanpun Vina akan selalu bersama Mak" Jawab Vina menggenggam tangan Mak.


Mak tersenyum tanpa berkata apapun.


"Saya ucapkan terimakasih pada Ibu, karena sudah merawat anak saya hingga tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini" Ucap Pak Wisnu dengan wajah tulus,


"Dan saya akui saya banyak salah, saya berjanji akan berubah untuk kamu Vin" Ucap kembali Pak Wisnu.


"Sama-sama Pak, saya sudah menganggap Vina Anak kandung saya sendiri. Jadi saya ikhlas melakukannya" Jawab Mak tersenyum.


Ibu dan Om Reino tampak tak senang dengan permintaan Pak Wisnu, untuk merawat Vina.


"Ok, saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya. Permisi saya pamit" Ucap Pak Wisnu dan berlalu pergi masuk ke dalam.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....