
Dikediaman Rumah Dave.
" Lha Mamah dan Papah dari mana?Tadi pagi pas Mikha bangun kalian semua sudah ngga ada..."
"Kok ngga ngajak-ngajak sih?" Tanya Kak Mikha pada Mamah dan Papahnya.
"Tadi Mamah sama Papah ada perlu, kita ngga tega bangunin kamu. Kamu kelihatannya capek banget" Jawab Ibu Veronika pada anak perempuannya.
"Terus Dave kemana Mah?" Tanya Kak Mikha dengan lirikan mata yang mencari-cari adiknya.
Om Daniel dan Ibu Veronika saling menatap, dan menghampiri Kak Mikha yang sedang duduk di Sofa Ruang keluarga.
"Mikha bagaimana dengan persiapan pernikahan kamu?" Tanya Ibu Veronika mendekap Kak Mikha dari samping kanan.
"Mikha sama Heri masih mencari-cari tempat yang cocok dengan Konsep yang Mikha mau Mah" Jawab Mikha mengatupkan bibirnya.
"Lalu WO dan Catering sudah dapat belum?" Tanya Om Daniel.
" Udah sih Pah, pokoknya tinggal tempat doang sih" Jawab Mikha sambil asyik makan Pop Corn Karamel kesukaannya.
"Mikha sayang, begini tadi Mamah sama Papah datang ke rumah Orang tua Vina untuk membicarakan masalah pertunangan Dave dan Vina" Jelas Ibu Veronika pada Mikha.
"Lalu kapan pertunangan mereka Mah?" Tanya Mikha yang mulai penasaran.
"Hebat ya Dave dan Mikha masih pada kuliah sudah pada mau tunangan aja" Celoteh Mikha kembali.
"Ngga Kak, Dave dan Vina ngga jadi tunangan" Jawab Om Daniel mulai memasang muka murungnya.
"Maksudnya Vina nolak Pah, bukannya Vina dan Dave udah cocok. Iiiih, Vina bisa-bisanya nolak adik gue yang ganteng gitu. Padahal kurang apa coba Dave, **** banget sih" Gerutu Kak Mikha kesal.
"Mikha...maksud Papah bukan seperti itu. Tapi, Maksud Papah Dave dan Vina akan langsung Menikah" Ucap Om Daniel menjelaskan.
Byaaar....Uhuk...Uhuk Mikha menyemburkan minumannya lalu terbatuk.
Ibu Veronika langsung menepuk pundak Mikha, dan memberi kembali minum pada Mikha.
Glek...glek...glek.. Mikha meminum air mineral sampai habis.
"Mikha ngga salah dengar kan Mah~Pah?" Tanya Mikha menatap kedua Orang tuanya.
"Ngga Kak, Dave dan Vina akan menikah di tanggal, Bulan dan Tahun yang sama dengan kamu" Jawab Ibu Veronika tersenyum.
"Apa...? Ngga-ngga, ini ngga bisa masa Kakak nikah bareng sama Dave sih. Ogaaah, Mikha ngga mau." Tolak Kak Mikha semakin kesal.
"Tapi Mikha, Kita semua sudah sepakat untuk menikahkan Dave dan Vina di waktu yang sama dengan kamu sayang" Ucap Ibu Veronika mengusap Rambut Mikha dengan lembut.
"Ya sudah kalau itu kesepakatan semua, tapi Mikha ngga mau menikah di tempat yang sama dengan Dave. Dan Mikha ngga mau juga kalau Papah dan Mamah ngga ada di acara pernikahan Mikha" Seru Mikha Segera berdiri dan hendak pergi ke kamarnya.
"Mikha, tunggu! kita belum selesai bicara." Sergah Om Reino menggenggam Tangan Mikha agar kembali duduk.
"Apalagi sih Paaah" Ucap Mikha cemberut.
"Mikha, kalau kamu mau seperti itu. Bagaimana kalau Acara Resepsi kamu diadakan Siang, sedangkan Dave Malam. Tapi, untuk Akad kita adakan di Masjid yang sama. " Jawab Ibu Veronika memberi ide.
"Ngga! Mikha sudah pesen undangan untuk Acara Resepsi Mikha itu Night Party Mah, teman-teman Mikha juga sudah tau itu." Tolak Mikha dengan alasannya.
" Ya sudah kalau gitu, kita tukar aja. Dave yang siang dan kamu Mikha yang malam, bagaimana?" Ucap Om Daniel.
"Emm...Ya sudahlah, Mamah sama Papah atur-atur saja." Ucap Mikha cemberut, berjalan menghentakkan kakinya kasar menuju kamarnya.
***
Di kediaman Pak Wisnu
Vina dan Dave sedang asyik duduk, di kursi samping kolam renang.
" Ngga tau Vin, gue sih seneng aja kalau kita langsung nikah. Gue jadi bebas ngapa-ngapain kamu, jadi ngga takut dosa dan ngga malu juga kalau ketauan orang lain." Jawab Dave tersenyum ke arah Vina.
" Kamu tuh ya Dave, bisa-bisanya berpikir kaya gitu? Mesum ih..." Celoteh Vina menepuk lengan Dave.
"Ya...gue sih ngga tau gimana reaksi Kak Mikha, tapi gue yakin banget Pasti Mamah dan Papah di rumah langsung diskusi sama Kak Mikha deh" Jawab Dave mulai serius sambil mendekap kedua tangannya dan ditempelkan ke mulutnya sendiri.
"Habis kamu sih, kukuh banget membuat pertemuan sama Orang tua saya. Mendadak pula, jadi kaya gini kan?" Sesal Vina menyalahkan Dave.
" Kamu kok nyalahin gue sih? Jadi maksud kamu ngga mau nikah sama Gue" Seru Dave berdiri menatap Vina sedikit kesal.
"Dave, kamu jangan marah dong?" Ucap Vina ikut berdiri dan menggenggam tangan Dave serta memasang senyum manisnya.
" Sudahlah kamu jangan senyum-senyum gitu, nanti gue bisa kena Diabetes efek lihat Senyum kamu yang manis itu" Jawab Dave yang tak bisa narah ke Vina.
"Masa iya senyum bisa bikin Diabetes, memang gula apa?" Gerutu Vina merasa aneh.
Tiba-tiba Jaka Anak buah Pak Wisnu datang menghampiri Vina bersama Dave.
"Maaf Non Vina dan Dave, anda di panggil Oleh Tuan ke dalam Ruang kerjanya" Ucap Jaka memberi tahu.
"Oh iya, makasih ya Jak." Jawab Vina segera menarik Dave untuk mengikutinya.
Sesampainya Vina dan Dave di depan Pintu Ruang kerja Pak Wisnu, Vina segera mengetuk pintu.
Tok...tok..."Permisi Ayah" Ucap Vina di balik pintu.
"Masuk" Jawab Pak Wisnu dari dalam.
Vina dan Dave segera masuk ke dalam, lalu Vina dan Dave saling melirik karena tak tau maksud Pak Wisnu memanggil mereka ke Ruang kerjanya.
"Duduklah, kenapa kalian berdiri saja" Perintah Pak Wisnu mempersilahkan
Vina dan Dave segera duduk di sofa setelah mendapat Izin untuk duduk.
"Vina, sejujurnya Ayah keberatan atas keputusan Ibu kamu. Tapi...Ayah ngga mau terus berdebat di moment penting bagi kamu. Dan Ayah bisa lihat di mata kamu, sebenarnya kamu menyimpan harapan besar pada Dave" Ucap Pak Wisnu menjelaskan.
" Maaf Ayah, kalau ini menjadi beban pikiran buat Ayah. Tapi, Vina juga ngga tau kalau akhirnya Vina harus menikah cepat." Jawab Vina menunduk.
" Oya, barusan Ibu kamu telepon saya. Bahwa Kakak kamu tidak mau berada dalam satu waktu di acara Resepsi pernikahannya dengan kalian. Jadi, Akad nikah di adakan pagi. Siangnya kalian Resepsi, dan Malamnya Ayah dan Ibu kamu mendampingi Kakak kamu." Ucap Pak Wisnu kepada Dave.
" Tapi, saya tidak mau acara pernikahan anak semata wayang saya diadakan dalam waktu singkat. Tenang, saya akan mengadakan Pesta 7 hari 7 malam untuk pesta pernikahan kalian. Kalian tinggal tau beres" Seru Pak Wisnu memberi tahu.
" Ayah...Vina ngga mau acara yang terlalu meriah dan sampai tujuh hari seperti itu. Dari pada uangnya dipakai untuk berfoya-foya kita sumbangkan saja ke Yayasan Yatim Piatu Ayah" Tolak Vina atas Ide Ayahnya.
"Saya setuju Om, kalau Om mau cukup acara Resepsi dari Siang sampai malam saja Om." Ucap Dave setuju akan perkataan Vina.
"Baiklah kalau itu mau kalian, Ayah ngga bisa memaksa. Dan Kamu Dave, ingat jangan pernah kamu sakitin hati anak saya apalagi sampai menyakiti Fisiknya." Pak Wisnu mengingatkan Dave
'Bukannya justru Om sendiri, yang sudah tega menyakiti Vina. Sekarang pasti Om Wisnu menyesal, sudah menculik dan menyakiti Vina dulu' Gerutu Dave dalam hati.
"Iya Om, saya pastikan itu Om" Jawab Dave mengangkat kedua jempolnya.
" Baguslah kalau begitu" Ucap Pak Wisnu tersenyum.
~■~■~■~■
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Akhir-akhir ini Viewersnya makin merosot ya....Mohon dukungannya ya? Love U All...
Lanjuuut.....