STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
BERTEMU KEVIN KEMBALI



Catherine berhasil meyakinkan Dave, yang sudah terbiasa di panggil David untuk menikah dengan Dave. Dengan beberapa persyaratan Dokumen identitas palsu, mereka melakukan akad nikah di Negeri Malaysia dan melakukan Resepsi di negara Wales kota Cardiff.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan-bulan telah terlewati. Kini usia Kandungan Vina sudah menginjak Usia 9 bulan. Triwulan akhir dalam kandungan dan menunggu HPL (Hari Perkiraan Lahir) tiba.


Vina masih di Meja kerjanya di kantor, matanya tampak serius mengamati layar laptopnya. sekali-kali Vina menghentak-hentakan pulpennya ke meja, hingga menimbulkan suara tok..tok..tok...


Tiba-tiba suara Alarm Ponsel Vina berbunyi, mengingatkannya agar segera menuju Rumah Sakit untuk bertemu dengan Dokter Vincent. Dokter yang selama ini Vina percaya, untuk memeriksakan kandungannya.


Vina melihat jam tangannya, lalu segera menutup Laptopnya. Segera memanggil Jaka yang berada di depan pintu untuk bersiap-siap, karena Vina harus segera pergi ke Dokter.


"Jak, tolong bawa Tas saya." Pinta Vina.


"Baik Non, apa kita pergi sekarang Non?" Tanya Jaka pada Vina.


"Iya Jak, ngomong-ngomong kenapa kamu jarang duduk. Memangnya kamu ngga pegal ya, berdiri terus." Ucap Vina tersenyum heran.


"Maaf Non, itu memang tugas saya" Jawab Jaka singkat.


"Baiklah, jangan lupa pulang dari Dokter kita ke rumah Riska." Vina kembali mengingatkan kembali Jaka akan rencananya ke rumah sahabatnya Riska dan Doni yang akan melangsungkan pernikahan besok pagi.


Jaka mengangguk tanda mengiyakan permintaan Vina.


...****************...


David atau Dave begitu bahagia mendengar Istrinya Catherine yang akhirnya hamil di pernikahan mereka, kini David sudah terbiasa dengan keadaan dirinya dan memutuskan untuk pindah ke London Inggris, karena merasa negara Wales ini memiliki bahasa yang sulit untuk ia mengerti.


"David, saya berangkat kerja dulu ya. Saya harap kamu tidak pergi kemana-mana." Gumam Catherine pada David, karena khawatir akan ditemukan oleh keluarganya jikalau pergi jauh dari rumah.


David menggeluti usaha dagang by On line, karena Catherine melarangnya untuk bekerja di luar. Banyak alasan larangan yang Catherine beri jika Dave ingin pergi ke pusat kota, untuk sekedar melepas rasa jenuh. Dan pada akhirnya David selalu mengalah atas perintah Catherine.


...****************...


Sekembalinya dari Dokter dan Rumah Riska, Vina segera pulang ke rumah Pak Wisnu.


"Euh, badanku rasanya pegal-pegal semua" Keluh Vina sambil memijat leher belakangnya sendiri di Sofa kamarnya.


Vina segera ke Kamar Mandi untuk membersihkan tubuhnya, lalu segera melaksanakan shalat Maghrib. Tak lupa Vina selalu berdoa untuk semua orang tersayang, juga suaminya yang kini menghilang entah di mana.


Vina selalu yakin jikalau Dave sampai saat ini masih hidup, hanya saja mungkin terjadi sesuatu padanya yang tidak memungkinkan bagi Dave untuk kembali.


Tok...tok...tok "Vina sayang, boleh Mak masuk Nak?" Tanya Mak di balik pintu.


"Iya Mak masuk saja" Jawab Vina sambil melepas Mukena yang ia pakai dan merapihkannya kembali.


"Vin, ayo kita makan malam. Makan malam kali ini, kita kedatangan tamu yang merupakan teman Ayah" Ajak Mak memberi tahu Vina.


'Tumben, Ayah bawa teman ke Rumah. Aku pikir Ayah ngga punya teman' Vina betanya-tanya dalam hati nya.


"Baik Mak, tunggu sebentar Vina siap-siap dulu. Emm...perut Vina gendut ya Mak?" Jawab Vina sambil menyisir rambutnya lalu mengusap perutnya, yang sudah tampak besar.


"Orang hamil memang perutnya besar Nak, tapi kamu beruntung karena badan kamu ngga gemuk." Jawab Mak memperhatikan tubuh Vina yang tidak memiliki perubahan fisik yang signifikan.


"Masa sih Mak, perasaan Vina ngerasa berat deh. Oya yuk Mak, kita ke Ruang Makan" Ajak Vina akhirnya.


Vina dan Mak segera menuju Ruang Makan untuk Makan malam bersama dengan Ayah juga temannya.


Saat Vina masuk, Vina melihat seorang laki-laki tua dan 1 lagi sedang berjongkok. 'Sepertinya ada barangnya yang terjatuh' Pikir Vina segera duduk berhadapan dengan pria yang berjongkok itu.


"Ayo silahkan di makan , maaf alakadarnya" Ucap Pak Wisnu pada temannya.


"Iya Wis, terimakasih" Jawab Teman Pak Wisnu.


Pria yang tadi berjongkok, akhirnya duduk tegak. Sontak Vina reflek memanggil namanya "Ke...Vin?" Ucap Vina memastikan.


"Vina?Apa kabar" Tanya Kevin kembali.


"Wah, kalian sudah saling kenal?"Tanya Pak Wisnu.


"Iya Ayah, dia kan teman kampus dulu. Terus Kevin ini sahabat Dave Ayah" Jelas Vina dan suaranya memelan saat mengucap nama Dave.


"Ceritanya panjang Kev" Keluh Vina.


"Sekarang kita makan dulu saja, kamu dan Kevin bisa mengobrol nanti setelah makan." Sergah Pak Wisnu memotong percakapan anaknya.


"Iya Om maaf, kita makan dulu Vin." Ucap Kevin mengangguk.


Vina segera menyendok nasi ke piringnya, dan segera makan sebelum selera makannya hilang. Kevin meminta Vina untuk sekedar mengobrol, dan Vina mengiyakan lalu mengajak Kevin ke Balkon lantai atas.


"Bagaimana kabar kamu Kev?" Tanya Vina membuka percakapan sambil duduk menghirup udara malam dari Balkon.


"Baik Vin, wah kandungan kamu sudah berapa bulan?" Tanya Kevin melihat perut Vina yang membesar.


"Ini bulannya Kev, maksud aku udah 9 bulan tinggal nunggu lahir" Jawab Vina mengusap-ngusap perutnya.


"Emmh...selamat ya, kamu sudah jadi calon Ibu."


"Makasih Kev" Ucap Vina tersenyum.


"Oya, kamu sudah menikah Kev?" Tanya Vina penasaran.


"Belum Vin, ya gini aja masih mencari calon yang pas." Jawab Kevin santai.


"Oya bagaimana kabar Dave" Tanya Kevin karena tidak melihat Dave sama sekali.


"Entahlah Kev, aku ngga tau Dave kemana. Beberapa bulan yang lalu, aku sama Dave kecelakaan. Dan menurut rekaman Cctv Dave di culik, sampai sekarang aku ngga tau Dave kemana." Keluh Vina menjelaskan dan tetap mencoba tegar.


"Maaf aku ngga tau, aku turut prihatin ya?" Kevin merasa tak enak hati.


'Seandainya dulu aku menerima perjodohan Ayah dan Om Wisnu, mungkin aku sama kamu jadi Suami Istri. Bodohnya aku dulu menolak, tanpa tau siapa wanita yang akan dijodohkan denganku'


Lirih Kevin dalam hati mengingat permintaan Papihnya dulu, hanya saja Kevin menolak mentah-mentah. Dan tak mau bertemu dengan Om Wisnu, atau berkenalan dengan putrinya.


"Aduh Kev, kenapa perut aku mulas ya..huh..hah..huh" Lirih Vina meringis kesakitan.


"Jangan-jangan kamu mau melahirkan, kenapa mendadak Vin?" Ucap Kevin mulai panik.


"Euh..Kevin, Sakit banget" Vina mulai menangis menahan sakitnya.


" Aduh gimana nih, aku ngga ngerti" Kevin Panik, " Sebentar saya panggilkan Om Wisnu dulu ya" Ucap Kevin segera ke bawah menghampiri Papih nya.


Akhirnya Vina di bawa ke Rumah sakit oleh Pak Wisnu dan semua.


□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■


Kira-kira Vina mau melahirkan gitu? Jika Iya, Mudah-mudahan Vina melahirkan dengan selamat ya...😆


By the Way, kira-kira anak Vina Cewek atau Cowok? Kita tunggu di Bab Berikutnya ya...


Jangan Lupa untuk selalu memberi


*Rate 5


*Like


* Komentar


* Vote sebanyak-banyaknya.


* Juga jadikan Favorite, agar lebih mudah melihat Update terbaru.


# Mari kita saling mendukung.


Oya, jangan lupa baca karyaku yang lain.


■ I LOVE U, MY ALIEN.


Lanjuut.