STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
PEMAKAMAN ABAH Part 1



Bella segera menelepon sahabat-sahabatnya, untuk segera menyusul ke Rumah Sakit. Menjelaskan kejadian yang menimpa Mak dan Abah, Karena khawatir dengan kondisi Vina dan Mak.


Karena hari sudah tengah malam, Bella sulit menghubungi teman-temannya karena Ponsel mereka dalam keadaan non-aktif. Jadi, Bella memutuskan Chat mereka dan tidur di Rumah Sakit menemani Vina.


" Hai Bell, gimana Vina dan Mak" Tanya Rangga menghampiri Bella yang duduk diluar Ruangan.


"Vina dan Mak dari semalam masih belum sadar Ga" Jawab Bella,


"Sepertinya Vina sangat terpukul atas kepergian Abah yang mendadak" Ucap Bella kembali.


"Memangnya disaat Abah dan Mak pergi, Vina kemana?" Tanya Rangga.


"Aku sama Vina lagi nonton bioskop Ga, entahlah aku berpikir mungkin harus bersyukur Vina bersama gue jadi tidak pergi bersama Mak, atau aku menyesal karena mengajak Vina sehingga ngga bisa bersama Mak dan Abah" Ucap Bella sedih dan bingung.


"Ya sudahlah sekarang kita berdoa aja supaya Mak ngga kenapa-napa, dan kita support Vina biar ngga terus merasa sedih" Jawab Rangga merangkul pundak Bella dan menenangkannya.


Didalam Vina yang tampak masih tak sadarkan diri, bermimpi bertemu Abah. Abah terlihat sangat muda, menghampiri Vina dan memeluknya dengan erat.


"Maafin Abah nak, karena Abah ngga bisa jaga kamu dan Mak terus. Semoga kalian bisa jaga diri kalian baik-baik, Selamat Ulang Tahun sayang. Abah sayang sama kamu, sampaikan salam Abah untuk Mak. Abah pamit" Ucap Abah tersenyum lalu melepas pelukannya dan berjalan menjauhi Vina ke arah sinar yang begitu menyilaukan mata.


Vina terbangun dari mimpinya, lalu berteriak.


"Abaah" Teriak Vina terbangun langsung terduduk dan menangis sesenggukan.


"Eh itu suara Vina, Ayo kita masuk kedalam" Ucap Bella pada Rangga lalu segera masuk menghampiri Vina.


Vina melihat Rangga dan Bella masuk yang menghampiri dirinya, lalu spontan dia memeluk Rangga dengan erat.


"Ga, Abah aku Ga. A...abah udah ngga ada Ga, kasihan Mak.Hiks...hiks...hiks" Ucap Vina terbata-bata lalu menangis.


'Perasaan apa ini? kenapa gue ngerasa ngga suka Vina memeluk Rangga, ngga-ngga gue ngga boleh egois, sekarang Vina lagi berduka. Dia butuh dukungan orang-orang' Pikir Bella melihat Vina dan Rangga sambil tangannya menyentuh dadanya sendiri karena menahan perasaan cemburu yang dirasa.


Vina melepas pelukannya ke Rangga dan merentangkan tangannya meminta pelukan sahabatnya Bella.


"Bell, makasih ya...kamu udah nemenin aku. Aku bingung musti gimana Bell? bahkan aku ngga bisa bayangin bagaimana Mak tanpa Abah Bell." Ucap Vina sedih memeluk Bella.


"Kamu harus kuat Bell, gue yakin banget lo wanita yang kuat dan tegar. Lo harus semangat, kalo lo sedih nanti Mak bakalan ikut sedih. Ingat! Sekarang kamu satu-satunya orang penyemangat hidup Mak. Senyum dan buang muka sedih kamu jauh-jauh. Kembalilah ke Vina yang Semangat dan energik seperti yang gue kenal selama ini" Ucap Bella melepas pelukan Vina dan menatap Vina sembari kedua tangannya memegang pundak Vina memberi semangat lalu memeluk Vina kembali sambil menahan tangis yang dia tahan agar tak terlihat oleh Vina.


"Aku mau ke ruangan Mak, Bell tolong panggil suster untuk buka infusan aku. Aku udah ngga apa-apa" Pinta Vina pada Bella.


"Ok, kalau gitu aku keluar dulu yah" Jawab Bella segera keluar mencari suster.


Disaat Bella keluar, Bella melihat Dokter Fadhlan keluar dari ruangan pasien lain. lalu Bella segera menghampiri Dokter, untuk meminta ke ruangan Vina dan membuka selang Infusan Vina, karena Vina sudah tersadar dari pingsannya. Akhirnya Dokter segera ke ruangan Vina dan Suster pergi mengambil peralatan untuk membuka selang infusan.


"Permisi, saya periksa kondisi kamu dulu ya..."Ucap Dokter memeriksa kondisi Vina.


"Saya sudah ngga apa-apa dok, kemarin saya lemah karena seharian belum makan. Soalnya pas saya makan, saya dapat telepon dari suster Siska." Ucap Vina menjelaskan.


"Baiklah kamu sudah ngga apa-apa,tetapi tolong jaga pola makan kamu. Soalnya sepertinya lambung kamu sering bermasalah ya?" Ucap Dokter menjelaskan.


Susterpun datang lalu mencabut Selang infus Vina, dan segera pamit bersamaan dengan dokter Fadhlan.


"Kita keruangan Mak yuk?" Ajak Vina kembali.


"Tapi, lo udah ngga apa-apa kan? gue takut lo pingsan lagi" Ucap Bella khawatir.


"Aku ngga apa-apa" Jawab Vina


" Oya Ga, aku boleh minta tolong ngga?" Tanya Vina pada Rangga.


"Boleh, minta tolong apa Vin?" Tanya Rangga kembali.


Vina menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perasaan berat.


"Please, bantu aku urus jenazah Abah. Kamu urus surat-suratnya, sama tolong siapain pemakamannya ya?" Pinta Vina menahan tangisnya.


"Oh itu, tanpa kamu minta gue sudah urus pemakaman Abah sebelum ke Rumah Sakit dan menghubungi Rt Rw di daerah rumah kamu Vin" Jawab Rangga menjelaskan.


"Makasih ya Ga"Ucap Vina memeluk Rangga.


"Ok, nanti setelah gue melihat kondisi Mak. Gue cabut urus jenazah Abah ya" Ucap Rangga menepuk pundak Vina.


"Ngga deh Ga, aku ikut aja deh? Aku mau lihat Abah untuk yang terakhir kalinya, dan aku harus mengantar Abah ke peristirahatan yang terakhirnya." Jawab Vina.


"Serius Vin, lo kuat? gue takut lo pingsan lagi. Oya gue, beli makan dulu ya? Kalian semua belum makan kan?" Ucap Bella lalu keluar untuk membeli makan dan kembali untuk sarapan bersama, dan Bella segera pulang untuk mandi serta meminta kunci rumah Vina.


Vina segera ke ruangan Mak dan duduk disamping Mak. Mengusap rambut Mak, dan berharap Mak segera membuka matanya. Tiba-tiba ada seorang pria masuk, menghampiri Vina dan Rangga di ruangan Mak.


"Permisi, saya Erik dari pihak kepolisian yang memegang kasus kecelakaan ibu anda" Ucap Pak Erik memperkenalkan diri.


Vina mengingat-ngingat sepertinya pernah bertemu dengan polisi ini.


" Maaf kalau ngga salah, bapak yang waktu itu menerima dan memegang kasus atas pelaporan saya terhadap Pak Wisnu ya?" Tanya Vina mengingat-ngingat.


"Betul sekali, sepertinya saya juga akan menyampaikan kabar bahwa Pak Wisnu sudah bebas bersyarat. Mungkin kamu harus lebih hati-hati" Ucap Pak Erik menjelaskan.


"Apa! Tapi, ya sudahlah. Maaf tadi anda bilang, anda juga yang pegang kasus kecelakaan orangtua saya?" Tanya Vina kembali.


"Betul, sepertinya kecelakaan yang dialami angkutan yang ditumpangi kedua orangtua anda bukan kecelakaan biasa. Karena saya lihat dari rekaman Cctv di TKP, ada mobil yang sengaja menabrak dari belakang mobil angkutan umum yang mengalami kecelakaan." Jawab Pak Erik menjelaskan.


"Asthagfirullah alladzim, baiklah Pak mungkin nanti setelah pemakaman saya ke kantor anda untuk melihat rekaman Cctv dan membuat laporan" Ucap Vina.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....