STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
BANGUN



Sekembalinya ke dalam kamar, Vina mendapati Ibu mertuanya sudah tertidur di kasur miliknya. Vina segera menghampiri Davin, dilihatnya Davin menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan kiri. Vina segera menggendongnya, lalu memberi ASI pada Davin.


Setelah Davin tertidur dalam dekapannya, pelan-pelan Vina meletakkannya di Box bayi. lalu Vina segera tertidur di samping Ibu Veronika. Vina tertidur dengan hati senang dan bahagia yang di rasanya, atas beberapa kejutan yang di dapat hari ini.


Keesokan harinya, saat Vina bangun pukul 8 pagi. Mendapati semua yang menginap sudah pulang, untuk melanjutkan rutinitas aktifitasnya masing-masing. Vina bangun siang, Karena beberapa kali Vina terbangun tengah malam untuk memenuhi kebutuhan ASI baby Davin.


"Mak, Ibu dan Ibu Veronika tadi pulang jam berapa?" Tanya Vina saat Mak masuk ke kamar untuk melihat cucunya baby Davin.


"Tadi jam 7 Vin, teman-teman kamu juga sama, jam 7 sudah pada sibuk pulang. Katanya sih mau ke kantor." Jawab Mak sambil menggendong Davin.


"Ooh, titip Davin ya Mak? Vina mau mandi dulu." Pinta Vina segera ke kamar mandi.


"Iyaaah, jangan lama-lama kasihan cucu Mak nanti mau ASI." Jawab Mak mengingatkan.


"Siap Mak". Vina segera bergegas mandi, selagi Mak menggendong Davin.


Lalu seorang Suster datang yang sengaja Pak Wisnu panggil untuk memandikan Davin, juga menjemurnya. Mak terus memperhatikan Davin, yang sesekali merengek saat di jemur.


Sedangkan Vina saat keluar dari kamar mandi, tak mendapati Mak dan Davin di kamarnya. Lalu segera berpakaian dan bergegas keluar, lalu melihat Ayahnya yang sedang asyik membaca koran di Sofa.


"Ayah, apa Ayah lihat Mak dan Davin?" Tanya Vina menghampiri Ayahnya.


"Ooh, Davin lagi di jemur sama Suster. Mungkin Mak ikut berjemur." Jawab Ayahnya menunjuk ke Halaman samping rumahnya, yang lebih banyak tersorot sinar matahari.


"Makasih Ayah," Jawab Vina hendak menyusul melihat Davin.


"Tunggu Vin, lebih baik kita cek kondisi Dave. Mungkin sekarang dia sudah sadar." Ajak Ayah Wisnu, yang menghentikan langkah Vina dan kembali berbalik menghampiri Ayahnya.


'Mungkin ada baiknya aku lihat kondisi Dave, Mak pasti akan selalu mengawasi Davin,' Pikir Vina meyakinkan dirinya sendiri.


"Baik Ayah," Vina dan Ayah Wisnu segera bergegas ke lantai atas, untuk mengecek kondisi Dave.


Sesampainya di kamar Dave, Vina melihat seorang Perawat pria yang sedang duduk di tepi ranjang sambil memantau perkembangan kesehatan Dave.


"Siapa dia Ayah? semalam Vina lihat ngga ada siapa-siapa deh," Tanya Vina pada Ayahnya.


"Dia Deni, yang sengaja Ayah datangkan khusus merawat suami kamu. Mungkin semalam dia sedang di kamar mandi," Jawab Ayah Wisnu menjelaskan.


"Oooh," Vina mengangguk tanda mengerti.


"Bagaimana dengan kondisi Dave," Tanya Pak Wisnu kepada perawat yang bernama Deni.


"Kondisinya semakin membaik, detak jantung dan nafasnya sudah bagus. Semalam beliau beberapa kali mengigau menyebut nama Vina Pak," Jelas Deni.


Sontak saja Vina dan Ayahnya saling bertatapan, tampak raut wajah bahagia muncul di sorot mata Vina dengan mata berkaca-kaca.


"Baiklah, terimakasih atas informasinya. Bisa kamu tunggu di sana." Jawab Pak Wisnu dan meminta Deni untuk duduk di Sofa yang berada di kamar.


Deni mengangguk tanda mengerti, untuk memberi kesempatan bagi Pak Wisnu dan Vina agar melihat lebih dekat kondisi Dave.


Dan saat Vina duduk di kursi yang di sediakan, dan berada tepat di samping ranjang Dave Vina menggenggam erat tangan Dave. Ada rasa rindu mendalam, akan sentuhan Dave yang membuat hari-harinya selalu memimpikan Dave.


Tiba-tiba jari jemari Dave, memberikan respon dengan menggerakan jari-jarinya saat masih berada di genggaman Vina.


"Ayah, Dave bergerak Yah," Ucap Vina tersenyum senang.


Sedikit demi sedikit, dan perlahan-lahan Dave membuka matanya. Pandangan Dave sedikit agak kabur, mungkin karena lama terpejam. Dilihatnya seorang wanita, dan seorang pria berada di hadapannya dengan wajah penuh kecemasan dan penuh harap.


Dave menutup matanya kembali, lalu segera membukanya kembali. Berharap agar pandangannya semakin jelas. Kini dengan jelas Dave melihat, sosok istrinya yang terus menggenggam tangannya sambil tersenyum begitu manis. Senyum yang begitu ia rindukan.


"Dave...apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Vina mencoba memulai percakapan, karena melihat Dave sudah mulai bangun dan membuka matanya.


Dave mengambil nafasnya dalam, lalu menghembuskannya. Serta menutup matanya, langsung membukanya kembali dengan senyuman dan anggukan yang menandakan dia baik-baik saja.


"Syukurlah, saya senang akhirnya kamu siuman Dave". Ucap Pak Wisnu sambil mengusap rambut Vina.


"Alhamdulillah sayang, semua baik-baik saja." Jawab Vina terharu.


"Syukurlah kalau begitu," Dave merasa lega.


"Sudah berapa lama saya tertidur?" Tanya Dave, karena kepalanya terasa sangat berat.


"Sudah sangat lama sayang, bahkan aku begitu sangat merindukanmu. Hiks...hiks" Jawab Vina yang mulai terisak karena sedih.


"Hei...kenapa kamu menangis. Saya ngga suka melihat kamu menangis, maaf jika aku sudah membuat semua khawatir." Ucap Dave mengusap air mata Vina yang membasahi pipi Vina.


"Ayah, bolehkah saya meminta tolong?" Pinta Dave pada Pak Wisnu.


"Katakanlah," Jawab Pak Wisnu singkat.


"Saya minta untuk mencabut alat-alat ini dari tubuh saya. Karena, saya merasa sudah sangat baik." Pinta Dave pada Pak Wisnu.


Pak Wisnu menoleh ke arah Deni, dan Deni mengangguk tanda memperbolehkan.


"Baiklah, Deni saya minta tolong lepas semua?" Pinta Pak Wisnu pada Deni.


Deni mengangguk dan mengambil beberapa alat bantu lalu segera menghampiri Dave, dan Vina segera mundur untuk mempersilahkan Deni agar lebih dekat dan mudah melepas selang infus dan alat pasien monitor.


Setelahnya Dave segera memeluk Vina, karena begitu rindu pada Vina.


"Ayah, bolehkah Dave ikut bersama ke bawah?" Tanya Vina berharap.


Pak Wisnu mengangguk, tanda mengiyakan permintaan Vina yang sulit ia tolak.


"Oya Den, kamu segera ikut ke ruang kerja saya," Ajak Pak Wisnu merangkul Pundak Deni.


"Ba...baik Pak," Jawab Deni sedikit gugup.


Pak Wisnu sengaja membawa Deni ke ruang kerjanya, karena ingin memberi hadiah juga bonus atas kerja yang baik merawat menantunya.


Sedangkan Dave, berjalan bersama Vina dengan saling bergenggaman tangan. dan sesekali saling melempar senyum atas kebahagiaan yang mereka rasakan kini.


"Sayang, sebenarnya sudah berapa lama saya ngga sadarkan diri?" Tanya Dave penasaran.


"Sebenarnya sudah sangat lama, bahkan berbulan-bulan. Mungkin pelan-pelan saya akan ceritakan semuanya." Jawab Vina menghentikan langkahnya, dan menatap Dave lalu segera memeluk Dave.


"Betulkah?" Tanya Dave merasa heran, dan membalas pelukan Vina.


"Saya ada kejutan untuk kamu, Ayo kita segera ke kamar, " Ajak Vina segera melangkahkan kakinya dengan cepat, karena berniat memperkenalkan Davin pada Dave Ayahnya.


□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□


Hai...Mudah-mudahan kalian suka ceritanya.


Untuk dukung dan agar aku terus semangat dan termotivasi menulisnya tolong selalu beri


☆☆☆☆☆Rate 5


👍 Like


💬 Komentar


❤ Favorite


💓 Vote


💖Mari kita saling mendukung 💖