STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MENJEMPUT VINA



Vina merasa sudah pasrah dan menyerah atas kondisinya saat ini, setidaknya dirinya sudah berusaha. Meskipun berakhir dengan kegagalan, Vina hanya berdoa agar sahabat-sahabatnya atau siapapun mencarinya sampai bisa menemukannya hidup atau mati.


Pak Wisnu masuk dan berdiri dihadapan Vina dengan melipat kedua tangan diatas dadanya.


"Kamu tau, kesalahan kamu apa?" Tanya pak Wisnu.


"Aku merasa tak memiliki masalah dengan Bapak, saya hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan. Melindungi temanku dari anda, dan anda harus menanggung akibat atas kejahatan anda" Jawab Vina dengan tatapan sinis.


"Dasar bodoh! kau kira saya tidak akan tinggal diam, hah? bahkan saya sudah menyelidiki dirimu, juga kedua orangtua kampungmu itu" Jawab pak Wisnu tersenyum sinis dan menggenggam dagu Vina erat hingga membuat wajah Vina menengadah.


"Justru andalah yang bodoh, di usia seperti anda sekarang masih terus berbuat dosa. Dan anda tak perlu bawa-bawa orang tua saya, jika anda merasa memiliki masalah dengan saya, itu tak ada sangkut pautnya dengan kedua orangtua saya" Jawab Vina panjang lebar,


"Jika sampai terbukti anda yang menyebabkan kedua orang tua saya mengalami kecelakaan, saya bersumpah tidak akan pernah memaafkan anda seumur hidup saya" Ucap Vina kembali dengan tatapan penuh kebencian.


"Dosa? persetan dengan dosa, zaman sekarang yang penting itu harta. Hahaha" Ucap Pak Wisnu dengan suara menggema.


Diluar sana Polisi Erik beserta beberapa anggota polisi lainnya beserta Dave, Tante Cinta, Rangga dan Ibu Veronika sudah menunggu diluar mengepung gudang yang dijadikan tempat untuk menyekap Vina.


Mereka telah melumpuhkan beberapa penjaga diluar, dan mulai membuka pintu ruangan tempat Vina di sekap oleh beberapa anggota polisi yang telah bersiaga dengan pistol ditangan mereka.


"Jangan bergerak" Teriak Erik menyodorkan pistol ke arah pak Wisnu yang dalam posisi membelakangi mereka.


Pak Wisnu mengangkat kedua tangannya ke atas, dengan menyunggingkan senyum ke arah samping dengan tatapan liciknya serta menatap tajam ke arah Vina.


Dave, Rangga, Tante Cinta, dan Ibu Veronika masuk diikuti beberapa anggota polisi lainnya di belakang untuk berjaga memantau keadaan sekeliling, tetapi Pak Wisnu tidak menyadari kedatangan Dave, Tante Cinta, Rangga dan Ibu Veronika.


Tanpa pikir panjang, Pak Wisnu segera berlari mendekati Vina. Dan kini Vina tepat berada di depannya dengan kepala yang sengaja di dekatkan dengan ujung pistol oleh Pak Wisnu, berniat mengancam para polisi dan yang lainnya agar tidak berbuat gegabah.


Vina menutup matanya sembari menarik nafasnya dalam-dalam, menatap Tante Cinta dan Dave beserta yang lainnya serta menyunggingkan senyum tipisnya dengan lemah.


'Cinta? kenapa dia ada disini? seberapa berartinya kah bocah kampung ini buat dia?'


Pikir Pak Wisnu melihat Tante Cinta yang tampak khawatir akan Vina.


"Wisnu saya mohon lepaskan dia, jangan sakiti dia lagi. Saya mohon Wisnu, Hiks...hiks" Ucap Tante Cinta menangis dengan posisi tangan memohon.


"Apa alasan saya untuk melepasnya, dia sudah buat aku merugi. Salah satu usahaku tutup karena dia, dan tunanganku pergi dengan lelaki lain juga karena dia" Jawab Pak Wisnu kesal meninggikan suaranya, serta semakin menekan pistol yang dia pegang ke kepala Vina.


" Wisnu, saya mohon kamu pasti menyesal telah melakukan ini padanya" Ucap Tante Cinta kembali.


"Kenapa saya harus menyesal, kamu sudah gila!" Jawab Pak Wisnu.


"Wisnu jauhkan pistol itu dari Vina, kasihan dia Wisnu" Ucap Ibu Veronika mengingatkan.


Dave dan Rangga tampak bingung, karena ternyata Ibu Veronika dan Tante Cinta sudah Mengenal penculik Vina.


"Hei anak muda, jaga ucapan kamu atau wanita ini mati ditanganku" Jawab Pak Wisnu pada Dave.


"Wisnu hentikan! dia...dia...sebenarnya anak kita, anak yang selama ini kita cari Wisnu. Jadi saya mohon jangan lukai dia, beri saya kesempatan untuk merawat dia" Ucap Tante Cinta kembali yang membuat semua yang mendengar kaget kecuali Ibu Veronika yang sudah mengetahuinya sejak awal.


"Sudahlah kamu jangan berbohong hanya untuk melindungi dia" Ucap Pak Wisnu tak percaya,


"Karena anak kita sudah mati, dan kamu yang telah membunuhnya dari semenjak dia lahir" Teriak Pak Wisnu penuh emosi dan tanpa sadar meneteskan air mata.


"Percayalah Wisnu, Anak kita masih hidup dan dia ada di hadapanmu. Coba kamu perhatikan gelang dan cincin yang dia pakai, itu semua hadiah pemberianmu untuk aku" Ucap Tante Cinta kembali dan perlahan mendekat ke arah Pak Wisnu,


"Lagipula saya membawa bukti Test DNA yang menyatakan dia positif anak kita Wisnu" Ucap kembali Tante Cinta menyerahkan kertas yang dia keluarkan dari tas.


Pak Wisnu membacanya dengan tangan kirinya, dan tangan kanan yang masih tetap menodongkan pistol ke kepala Vina.


"Aaargh, sialan" Teriak pak Wisnu melempar kertas yang dibacanya,


"Ini semua gara-gara kamu Cinta, andai saja dulu kamu tak membuang anakku. Mungkin tidak akan terjadi seperti ini" Ucap Pak Wisnu mengalihkan todongan pistol ke arah Tante Cinta.


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" Tanya Vina heran,


"Dan anda pak Wisnu, saya mohon lepaskan tante Cinta. Bunuh saja saya, biar anda puas" Ucap Vina.


Disaat itu juga Pak Wisnu merasa lemah tak berdaya atas permintaan Vina dan polisi Erik segera membuat tembakan peringatan ke atas. Sedangkan Pak Wisnu menjatuhkan pistolnya, lalu terduduk lesu dan tak berdaya menbiarkan dirinya ditangkap dan tak melawan.


Dave segera menghampiri Vina, lalu membuka ikatan tali Vina serta memeluknya. Dan mengangkat tubuh Vina yang tampak lemah.


"Terimakasih Dave" Ucap Vina, lalu pingsan dipangkuan Dave.


Para anggota polisi telah memborgol dan membawa para penjahat kedalam mobil bak terbuka untuk dibawa ke kantor polisi, untuk segera mempertanggung jawabkan perbuatan mereka atas perbuatannya.


Sedangkan mobil Tante Cinta yang dikemudikan Dave segera pergi ke Rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Vina.


Dave dan yang lainnya senang, akhirnya Vina telah ditemukan, meskipun masih menyisakan teka-teki yang belum dimengerti atas ucapan Tante Cinta.


Vina segera ditangani oleh para suster di IGD dan memberi infusan unthk memberi cairan di tubuh Vina serta mengobati beberapa luka lebam serta luka di muka Vina, hingga akhirnya Vina tersadar melihat sekeliling ruangan serta bernafas lega dirinya sudah terbebas dari sekapan Pak Wisnu.


"Dave, dimana Tante Cinta dan yang lainnya?" Tanya Vina pada Dave.


" Sebentar aku panggil Tante Cinta, maaf disini tidak boleh banyak yang menunggu. Jadi kita bergantian, syukur kamu sudah siuman" Ucap Dave menjelaskan lalu mencium kening Vina dan pergi memanggil Tante Cinta untuk bergantian menunggu Vina.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....