STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
PENGAKUAN



Mereka semua masuk kedalam, tetapi Kevin dan Gilang pamit pulang lebih dulu. Sedangkan Dave menginap di rumah Vina.


Di malam hari Vina dan Dave duduk di kursi teras rumahnya, mereka memandangi langit malam hari dan menikmati dinginnya angin malam.


"Dave, kenapa kamu ngga lanjutin akting kamu di dunia entertaint?" Tanya Vina penasaran.


"Gue ngga tau Vin, gue masuk dunia entertaint juga karena permintaan kakak gue. Gue bingung, mau lanjut atau ngga, yang jelas gue ngga terlalu suka jadi pusat perhatian Vin" Jawab Dave dengan muka bingung.


"Yaaakin kamu ngga suka? disamperin cewek-cewek untuk dimintai foto. Aku liat kamu menikmatinya ko" Ucap Vina tersenyum


"Lagian kalo kamu niat ngebantu kakak kamu, kenapa nanggung? aku dukung kamu Dave" Ucap Vina kembali dan menepuk pundak Dave.


Dave menatap Vina, dan bingung atas ucapan Vina tentang Ngebantu Kok nanggung.


"Maksud kamu nanggung gimana? gue ngga ngerti" Tanya Dave penasaran.


"Iya maksud saya gini, kamu sudah memutuskan untuk dukung Kakak kamu. Kamu lanjutkanlah dukung dia, setidaknya dengan perjanjian yang jelas" Ucap Vina pada Dave menjelaskan,


"Disini yang aku maksud perjanjian, ya karena kalian terhubung karena pekerjaan bukan antara kakak dan adik. Jadi setidaknya buat perjanjian tertulis, yang enak untuk kedua belah pihak. Jangan sampai ada rasa aku kakak atau adik, karena kakak lebih tua berharap dihargai, sedangkan adik lebih muda berharap dimengerti. Tetapi perasaan yang harus ada adalah, antar rekan kerja gitu" Ucap Vina kembali.


"Kira-kira perjanjian apa yang bagus biar enak ke gue sama kakak gue Vin" Tanya Dave makin penasaran.


"Ya dikira-kira aja, aku sih ngga ngerti dunia entertaint juga. Tapi, coba sekiranya kamu atur waktu dimana kamu memiliki waktu untuk privasi kamu. Dan harus ada persetujuan antara kedua belah pihak, untuk setiap acara yang akan dikerjakan" Jawab Vina sambil berpikir dengan mata keatas dan telunjuk di dagunya.


"Boleh juga ide kamu, nanti bantu gue buat ya? Gimana kalo besok gue nginep lg disini, kita buat isi perjanjian yang bagus" Ucap Dave tersenyum senang.


"Ok siip, kita tidur yuk. Aku dah ngantuk nih, lagian udah jam 11 malam juga. Hoooaaaam" Ajak Vina, lalu menguap karena mengantuk.


"Ayo, kita tidur bareng yaaa?Hehe" Ucap Dave terkekeh.


"Iiiich, ogaaah. Dah sana duluan, aku mau kunci-kunci dulu" Tolak Vina dan mendorong Dave agar pergi lebih dulu dan mengunci pintu.


Pagi hari Vina dan Dave sudah bersiap untuk berangkat ke kampus, sesudah sarapan nasi goreng yang sudah dibuat oleh Mak sedari pagi, lalu Vina dan Dave berangkat ke kampus menggunakan mobil Dave.


"Dave, kamu jujur sama aku sebenarnya kamu masuk dunia entertaint hanya karena dorongan kakak kamu? atau memang kamu juga mau?" Tanya Vina penasaran.


"Yaah, awalnya sih karna dorongan kakak gue. Tapi, setelah dipikir-pikir gue seneng karena bisa punya penghasilan sendiri. Meskipun ada konsekuensi yang harus gue terima" Jawab Dave menjelaskan.


"Maksud kamu, konsekuensi gimana?" Tanya Vina penasaran.


"Yaah, gue ngga bebas kaya dulu lagi. Ini liat gue udah siapin topi, kaca mata hitam dan masker untuk nyembunyiin muka ganteng gue" Ucap Dave tersenyum.


"Gila...Pede banget kamu" Ucap Vina meledek


Meskipun dalam hati Vina mengiyakan akan kegantengan Dave.


Sesampainya di kampus Vina segera turun lebih dulu, dan menuju kelasnya.


"Hai Bell, nanti Minggu temenin aku belanja buat mulai jualan lagi ya?" Pinta Vina pada Bella.


"Ok siap" Jawab Bella.


"Oh jadi gitu, kita udah ngga dianggap nih?" Tanya Riska sembari merangkul Doni yang duduk di sebelahnya.


"Ya...Ngga gitu juga, aku takut kalian punya acara sendiri. Jadi, aku ngga mau ganggu kalian" Jawab Vina menjelaskan.


" Ya udah kalau gitu, Kita ikut ya?" Ucap Riska.


"Boleh, kalau gitu nanti aku kabarin lagi untuk waktunya ya?" Ucap Vina mengiyakan.


"Memangnya kapan mulai kembali jualan Vin?" Tanya Doni.


"Antara Senin atau selasa, atau mungkin rabu" Jawab Vina.


Lalu Dosen masuk dan memberikan materi-materi pelajaran, hingga tak terasa jam belajar usai dan waktunya pulang.


Vina pulang diantar Bella, karena Dave harus pulang dulu. Untuk bicara dengan kakaknya.


"assalamu'alaikum Mak" Ucap Vina membuka pintu.


"Wa'Alaikum salam" Jawab Mak dan Tante Cinta berbarengan.


"Eh ada Tante" Ucap Vina dan mencium punggung tangan Tante Cinta dan Pria disampingnya.


"Oya Vina kenalin ini suami Tante, Om Reino" Ucap Tante Cinta memperkenalkan Suaminya.


"Oya Vina kita bisa bicara sebentar 4 mata dikamar kamu?" Tanya Tante Cinta memandang Vina berharap.


"Emmh...boleh Tante" Jawab Vina segera berdiri menuju kamar diikuti Tante Cinta.


Vina dan Tante Cinta duduk ditepi ranjang kasur Vina, dan Tante Cinta memegang tangan Vina erat.


"Memangnya... apa...yang mau Tante bicarakan?" Tanya Vina terbata-bata ragu.


Tante Cinta menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.


" Begini Vina, sebelumnya Tante minta maaf dan Tante harap kamu ngga marah sama Tante?" Ucap Tante Cinta membuka percakapan.


"Sebenarnya ada apa ya Tante, Vina kok jadi deg-degan" Jawab Vina tersenyum penasaran.


"Tante bingung harus mulai dari mana" Ucap Tante tampak gelisah,


"Ok ini Tante mau cerita tentang Tante dulu sebelum Tante menikah dengan Om Reino" Ucap Tante menjelaskan.


"Iya...terus kenapa Tante?" Tanya Vina semakin penasaran.


"Jadi gini...dulu Tante pernah menikah dengan Om Wisnu, Tante nekat menikah dengannya karena Tante hamil diluar nikah dan keluarga Tante menentang pernikahan Tante dan om Wisnu. Karena Om Wisnu memiliki sifat kasar yang suka main tangan, dan memiliki usaha gelap yang keluarga Tante tidak suka" Jawab Tante Cinta menjelaskan.


"Usaha gelap? Maksud Tante gimana ya..." Ucap Vina tak memgerti.


"Ya disamping Usaha yang terlihat diluar, Om Wisnu menjual senjata api ilegal dan obat-obatan terlarang Vin" Jawab Tante Cinta kembali.


"Oooooh begitu, pantas aja Pak Wisnu jahat" Ucap Vina mengangguk-ngangguk.


"Kamu ngga boleh begitu Vin" Ucap Tante Cinta mengingatkan,


"Oya dulu Tante Cinta dan Om Wisnu tinggal di Bandung, begitu pula Tante Veronika. Sampai waktunya tiba Tante melahirkan bayi yang cantik dan lucu" Ucap Tante Cinta mulai dengan mata berkaca-kaca.


"Iya lalu anak Tante kenapa?" Tanya Vina penasaran.


"Tante kalap mata, hati dan mata Tante sudah ditutupi amarah dan kebencian karena perlakuan kasar Om Wisnu dan Om Wisnu yang selingkuh dibelakang Tante. Tante memutuskan bercerai dengannya dan kembali kepada keluarga Tante, Tante ingin membuang semua kenangan Tante bersama Om Wisnu" Ucap Tante Cinta yang mulai emosi.


'Lalu maksud Tante Cinta bicara ini ke aku buat apa, aku kan ngga paham polemik rumah tangga kaya gitu'


Pikir Vina mengerutkan wajahnya dan menutupnya dengan kedua jarinya.


"Dulu Tante nekat membuang anak kandung Tante, karena ditutupi amarah besar pada Om Wisnu" Ucap Tante Cinta mulai terisak.


'Ini maksud Tante Cinta gimana ya...ko aku jadi deg-degan gini?'


Lirih Vina dalam hati.


"Lalu bagimana nasib anak Tante?" Tanya Vina memberanikan diri.


Tante Cinta terdiam sejenak, dan menatap Vina dan melanjutkan ceritanya.


"Setelah Tante membuang anak Tante ditemani Tante Veronika dan Dave yang masih menyusui, Tante pulang ke Jakarta ke rumah orang tua Tante" Ucap Tante Cinta mengingat kembali kisahnya dulu,


"Berapa kali Tante Veronika mengingatkan Tante, untuk tidak melakukannya. Tetapi Tante tetap nekat, dan betul saja disaat Tante pulang tanpa anak Tante. Tante di hakimi dan dimarahi kedua orang tua Tante untuk mencari anak Tante, yang Tante buang. Tapi hasilnya nihil tak pernah Tante temukan" Ucap Tante Cinta yang mulai memelan.


"Jadi anak Tante hilang begitu saja" Tanya Vina penasaran.


"Pemilik Rumah yang kebun belakangnya dijadikan tempat untuk buang anak Tante. Pindah, tanpa pernah Tante temukan" Jawab Tante Cinta kembali.


Degh...Vina tertegun menelan ludahnya sendiri mendengar kebun belakang persis dengan tempatnya ditemukan dulu, dan Mak beserta Abah yang memutuskan pindah dari rumah itu.


'Jadi, apa maksud Tante Cinta aku anaknya yang dibuang dulu?'


Gumam Vina dalam hati.


"Kamu tau Vina, diam-diam Tante mengambil rambut kamu disaat dirawat dulu untuk test DNA. Karena Tante melihat gelang dan Cincin yang kamu pakai" Ucap Tante Cinta kembali


"Dan hasil yang didapat kamu positif anak Tante dan Om Wisnu" Ucap Tante Cinta memberitahu serta menyerahkan kertas ke tangan Vina.


"Lalu apa yang Tante inginkan?" Tanya Vina tertunduk lesu.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....