STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
PERTEMUAN



Sepulang dari Rumah Ayahnya Vina diantar oleh Dave, tepat di depan Rumah Vina.


"Terimakasih ya Dave, kamu sudah mau nemenin aku" Ucap Vina pada Dave tersenyum menatap Dave, yang masih memegang kemudi Stir mobilnya.


"Terimakasih juga untuk hari ini, karena akhirnya kamu mengakui gue sebagai Pacar kamu." Ucap Dave mengusap pipi Vina lembut.


Sontak saja muka Vina memerah, mendengar perkataan Dave. " Memangnya selama ini kamu nganggap aku itu kan, meskipun aku ngga..." Ucap Vina mengelak.


"Jadi, maksud kamu gimana?" Ucap Dave pura-pura ngambek.


"Yaaah...gitu aja ngambek, Ngga seru ah." Ledek Vina cemberut.


"Tapi, Dave sekarang aku serius nih ya...Asal kamu serius dan yakin sama aku, aku juga akan seperti itu ke kamu. Karena, Aku terlanjur sayang sama kamu Dave" Ucap Vina kembali mencubit pipi Dave, dan Dave mengusap pipinya.


"Baiklah, gue pegang kata-kata kamu. Gue cabut dulu ya...soalnya ada relasi bisnis Papah mau datang ke rumah. Love U.."Ucap Dave pamit, lalu mengecup pipi Vina.


"Oke, hati-hati...Daah" Vina segera turun dan melambaikan tangannya.


Dave memutar balikan mobilnya, dan segera melajukan mobilnya berlalu menjauh dari pandangan penglihatan Vina. Vina pun segera masuk ke dalam, dan ternyata sudah ada Ibu dan Mak juga Kenzo di dalam rumah.


"Assalamu'alaikum Mak?" Ucap Vina membuka Pintu.


"Wa'alaikum salam" Jawab Mak dari dalam.


Saat Vina masuk ke dalam, Vina melihat Ibunya dan Adiknya sedang duduk bersama dengan Mak kesayangannya.


"Eh, ternyata lagi pada kumpul nih. Tapi, didepan ngga ada mobil Ibu dan motor Kenzo" Ucap Vina melihat keduanya.


"Iya...tadi Ibu sama Kenzo di antar oleh Supirnya Papah Reino sebelum ke bandara" Jawab Ibu memberi tahu.


"Oooh, maaf Vina baru pulang ya?" Ucap Vina tak enak hati.


"Ngga apa-apa Kak, Tadi Mak lagi cerita keadaan kampung. Kayanya seru kalau kita kesana ya..." Ucap Kenzo semangat.


Vina dan Mak saling menatap, Vina tahu Mak belum siap untuk kembali ke Kampung. Karena, begitu besar kenangan Mak bersama Almarhum Abah disana.


"Ya udah, Kakak ke air dan ganti baju dulu ya...nanti kita ngobrol lagi"Ucap Vina segera beranjak berdiri.


Vina pun kembali berkumpul setelah membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.


"Vin, kamu sudah makan belum? Tanya Ibu pada Vina, saat kembali duduk bersama.


"Udah Bu, tadi Vina sudah Makan di Rumah Ayah" Jawab Vina jujur.


Degh...'Apa Vina sudah mulai dekat dengan Wisnu' Lirih Ibu Cinta tentang Vina.


***


Di lain tempat Pak Wisnu menyuruh anak buahnya segera mengembalikan Marsha ke Rumahnya, dan sengaja mereka bius Marsha agar hilang kesadaran. Agar tidak tau dimana dan oleh siapa dia di sekap.


Anak buah Pak Wisnu, sengaja membayar Taksi untuk mengantar Marsha pulang, dan diikuti oleh mereka menggunakan mobil dari belakang. Agar mereka yakin Marsha benar-benar kembali ke Rumahnya, dan di antar oleh Supir Taksi yang mereka bayar.


Mereka pun segera kembali ke kediaman Pak Wisnu, setelah Marsha benar-benar sampai ke rumahnya.


"Bagaimana, apa kalian yakin wanita itu sudah sampai ke Rumahnya? dan pastikan perintahku agar sebagian kontrak yang dia tanda tangani di batalkan oleh kliennya, biar tau dia telah berurusan dengan siapa" Ucap Pak Wisnu memerintah anak buahnya.


"Baik Pak, kami akan jalankan perintah Anda. Permisi..." Jawab Anak Buah Pak Wisnu dan segera pamit undur diri.


***


Dave tiba di Rumahnya, disana sudah datang Pak Billy bersama Istri dan Anak perempuannya.


"Maaf Om ~ Tante, Dave terlambat. Tadi Dave ada perlu," Ucap Dave bersalaman dengan Om Billy juga istrinya dan anaknya..


Dave mengangguk tanda mengerti dan memahami, yang di bicarakan Papahnya. Tampak Catherine Anak Om Billy terus menatap Dave penuh kekaguman, dan Tante Rebecca menyadari bahwasanya Anaknya menyukai Dave yang sedang mempelajari dokumen Proyek yang akan di jalani.


"Dave, saya dengar kamu masih kuliah ya? Sudah semester berapa?" Tanya Tante Rebecca yang membangunkan Dave dari keseriusannya membaca dokumen.


"Oh iya Tante, Sekarang Dave masih Semester 6 Tante" Jawab Dave tersenyum.


" Berarti 1 tahun lagi kamu Wisuda ya?" Tanya Tante Rebecaa Lagi.


"Insa'allah Tante, minta do'anya aja agar nanti Dave lulus dengan nilai baik" Ucap Dave kembali.


Ibu Veronika yang tau Catherine memperhatikan Dave terus, dan mencari ide agar dia tahu bahwa Dave sudah memiliki Vina. Supaya Catherine tidak berharap terlalu jauh akan Dave.


" Dave, bagaimana keadaan Pacar kamu Vina? Sudah lama anak itu ngga datang ke sini." Tanya Ibu Veronika membuka suara.


Dave bingung dengan Ibunya yang tiba-tiba membicarakan Vina, saat membicarakan Bisnis bersama Papahnya.


"Alhamdulillah, baik Mah. Nanti Dave sampaikan ke Vina ya Mah" Jawab Dave polos.


Tampak wajah Kecewa di Raut muka Catherine yang cemberut dan ibu Rebecca menutup matanya sambil mengambil nafas panjang, karena Dave sudah memiliki tambatan hati.


"Oh Ya Dave, bagaimana menurut kamu tentang isi dokumen itu?" Tanya Papah pada Dave.


"Emmm...menurut Dave ada sedikit yang harus di revisi Pah, mungkin rancangan biaya yang akan di keluarkan bisa sedikit di pangkas, biar tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar dan untuk berita-berita acara dan gambar-gambar legger proyek bisa dibicarakan lagi nanti" Jawab Dave menunjuk beberapa isi dokumen pada Papahnya.


Papah Dave (Daniel) menganggu-anggukan kepalanya tanda mengerti maksud Dave.


"Baiklah kalau begitu, nanti kita bicarakan lagi besok di kantor ya Pak" Ucap Pak Daniel mengakhiri pembicaraan Bisnisnya.


"Sekarang kita mari Makan malam bersama, mari silahkan" Ajak Pak Daniel pada Pak Billy dan keluarganya.


"Baiklah Pak, Terimakasih. Mari..." Jawab Pak Billy tersenyum senang, mengikuti Pak Daniel menuju Ruang Makan.


"Maaf Pah, Dave ngga ikut makan. Soalnya Dave tadi sudah makan bareng Vina dan Ayahnya" Ucap Dave menolak ajakan makan Papahnya.


"Sekali lagi Maaf, Dave pamit ke atas ya Mah-Pah, Om-Tante, Catherine" Ucap kembali Dave dan berlalu menuju kamarnya di atas.


***


Di Rumah Vina


"Vin, kamu ngobrol apa saja sama Ayah kamu?" Tanya Ibu dengan tatapan serius.


"Ngga ngobrol-ngobrol aneh-aneh sih Bu, ngga tau kenapa tadi Vina tiba-tiba ingat Ayah" Jawab Vina pada Ibunya.


"Vin, besok kamu kuliah pagi atau siang?" Tanya Mak menimpali.


"Pagi Mak" Jawab Vina singkat.


"Kalau begitu, lebih baik kita tidur. Vina kamu tidur dengan Ibumu, dan Kenzo di kamar Tamu ya?" Ucap Mak memberitahu.


"Iya Mak, Kebetulan Vina memang sudah capek banget. Ayo Bu, kita tidur" Ucap Vina mengajak Ibunya.


"Dan kamu Kenzo...mati'in tuh Ponsel, cepet tidur jangan main game mulu." Perintah Vina pada adiknya yang sedang asyik main Ponsel.


"Iya....Ka, bawel" Jawab Kenzo segera mematikan Ponselnya dan masuk kamar.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....