
"Maaf, kalau Vina sudah mengganggu waktu Ayah. Tapi Vina ngga tau, tiba-tiba mau ke sini Ayah" Ucap Vina pada Ayahnya.
"Baiklah, karena kamu sudah ke sini sayang. Kamu mau makan apa?" Tanya Pak Wisnu duduk di sebelah Vina.
"Emm...terserah Ayah sih, kebetulan Vina memang lagi lapar. Tadi, di Kedai Vina ngga sempat makan lagi? " Jawab Vina tersenyum pada Ayahnya, meskipun sebenarnya Vina sudah makan Pizza di Mall bersama Kenzo. Tetapi, Vina masih merasa lapar.
Saat Ayahnya masuk ke dalam, untuk memerintah anak buahnya memesan dan menyiapkan beberapa makanan untuk di hidangkan di meja makan. Sekilas Vina melihat Pria yang datang membantunya, berada di dalam bersama Ayahnya.
'Sepertinya itu cowok tadi deh, Kenapa ada disini?' Gumam Vina dalam pikirannya.
"Kamu lihat apa Vin?" Tanya Dave yang melihat Vina menatap serius ke dalam.
"Ngga, aku belum yakin sih" Jawab Vina mencoba mengalihkan pandangannya.
Pak Wisnu kembali duduk bersama Vina, mengobrol menanyakan Perihal kuliah, Usaha dan terakhir menanyakan kejelasan hubungan Vina dan Dave.
"Maaf Dave, boleh saya tanya sesuatu" Ucap Pak Wisnu dengan muka serius.
"Iya Om, boleh" Jawab Dave mengangguk.
'Kira-kira Om Wisnu mau tanya apa ya, tampangnya serius amat' Lirih Dave dalam hatinya.
"Sebenarnya kamu sama anak saya Vina, memiliki hubungan seperti apa?" Tanya Pak Wisnu pada Dave.
"Oh kalau itu sih, yang pasti saya menganggap Vina lebih dari Teman Om." Jawab Dave memberitahu.
Vina menoleh ke arah Dave dan tersenyum.
"Kamu sendiri Vina, bagaimana perasaan kamu?" Tanya Pak Wisnu bertanya pada Vina.
"Emmm..memangnya kenapa Yah, ko tanya itu?" Jawab Vina balik bertanya.
"Kalau kamu belum punya seseorang dihati kamu, Ayah akan cari jodoh buat kamu" Jawab Pak Wisnu dengan niatnya menjodohkan Vina.
Uhuk...uhuk...Vina tiba-tiba terbatuk mendengar jawaban Ayahnya.
"Ngga Yah, Vina ngga mau dijodoh-jodohin. Lagian Vina sama Dave kan Pacaran, masa Iya di jodohin." Jawab Vina asal agar dirinya tidak dijodohkan oleh Ayahnya.
Dave yang mendengar itu, tersenyum senang atas pernyataan Vina yang sudah menganggapnya Pacar.
"Itu benar Dave?" Tanya Pak Wisnu kembali bertanya pada Dave.
" Eh...I..iya Om, maaf." Jawab Dave terbata-bata.
Tampak muka kecewa di mata Ayahnya, tapi karena Vina yang bicara sendiri. Ayahnya tak dapat memaksakan kehendaknya, karena tidak ingin menyakiti hati anaknya.
"Ok, kalau begitu saya harap kamu tidak pernah menyakiti hati Vina" Ucap Pak Wisnu pada Dave.
"Baik Om, terimakasih." Jawab Dave menganggukan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya makanan sudah siap. Mari kita ke Ruang makan." Ajak Pak Wisnu dan merangkul Vina berjalan bersamanya.
Sebenarnya Vina merasa kaku dan canggung atas sikap Ayahnya, tetapi Vina berusaha bersikap normal.
Saat masuk ke Ruang makan , Vina merasa takjub dengan semua hidangan yang tersedia. Sangat komplit, dan mengunggah seleranya.
"Wah, Ayah makanannya banyak banget." Vina segera melepas genggaman Ayah di pundaknya dan segera duduk di Meja makan dengan tatapan senang, melihat banyak makanan yang tersedia.
Dave dan Pak Wisnu segera menyusul duduk dan membuka piring yang terbalik lalu mengelapnya dengan tissue yang tersedia, dan mengambil beberapa menu yang di inginkan. Berbeda dengan Vina yang piringnya penuh dengan aneka ragam makanan, tanpa memakai nasi.
"Pelan-pelan Makannya Vin, nanti kamu tersedak" Ucap Dave khawatir melihat tingkah Vina yang terburu-buru melahap makanan yang ia makan.
Pak Wisnu melihat Dave, dan tersenyum atas ucapan Dave yang mengkhawatirkan Vina.
"Iya Vin, kamu pelan-pelan aja makannya. Kalau kamu mau makan sering seperti ini, kamu sama Mak tinggal sama Ayah saja" Ucap Pak Wisnu Pada Vina.
Vina terhenti mendengar permintaan Ayahnya, dan berpikir bagaimana dengan Kenzo jika ia tinggal bersama Ayahnya.
"Vina belum bisa jawab sekarang ya Ayah, tapi yang pasti sesekali Vina menginap di sini. Boleh kan Ayah?" Jawab Vina memberi ide lain.
"Maaf Ayah, oya Makanannya enak-enak ya Ayah," Ucap Vina sembari menikmati Sambel goreng Kentang dan Ayam serundeng, mengalihkan pembicaraannya.
"Syukurlah kalau kamu suka makanannya, maaf Ayah beli terlalu banyak makanan. Karena Ayah ngga tau selera kamu seperti apa" Ucap Ayah
"Om, kapan-kapan kita bisa bicarakan kerja sama untuk perusaahaan kita" Ucap Dave tiba-tiba pada Pak Wisnu.
Pak Wisnu menghentikan suapannya dan menatap Dave.
"Maaf Dave, Om tak terbiasa membicarakan masalah kerjaan disaat makan" Jawab Pak Wisnu memberitahu.
"Maaf Om, Dave ngga tau. Ya sudah kita lanjut makan" Ucap Dave meminta maaf.
Tiba-tiba terdengar suara Getar Ponsel Pak Wisnu, dan Pak Wisnu pamit untuk mengangkat teleponnya.
Disaat Pak Wisnu sibuk menerima telepon, entah di mana. Vina yang merasa sudah kenyang, berjalan-jalan bersama Dave. Dan tanpa sengaja Vina melihat Ruangan yang ditinggalkan penjaganya dalam kondisi pintu sedikit terbuka. Tampak Marsha duduk dengan posisi terikat dan Mata juga mulut tertutup.
Vina menyenggol siku tangan Dave, "Dave, kayanya barusan aku lihat Marsha deh". Ucap Vina pelan.
"Kamu salah lihat mungkin" Jawab Dave tak percaya.
"Ngga Dave, aku yakin itu Marsha. Tapi, kenapa dia ada disini?" Ucap Vina heran
"Apa jangan-jangan..." Ucap Vina kaget menutup mulutnya.
'Apa Para pria berseragam hitam itu Anak buah Ayah, jadi selama ini Anak buah Ayah ngikutin Vina' Pikir Vina menebak.
Vina baru menyadari bahwa setiap pengawal dan penjaga dirumah Ayahnya berseragam hitam juga, dan semakin yakin kalau yang datang menolongnya adalah anak buah Ayahnya.
Vina dan Dave segera kembali ke Sofa Ruang tamu, untuk duduk menunggu Pak Wisnu.
"Maaf Nak, barusan Ayah lama ya? Tadi ada sedikit masalah di kantor" Ucap Pak Wisnu memberi tahu.
" Ayah, boleh kita bicara sebentar?" Pinta Vina pada Ayahnya
"Oya Dave, kamu ngga apa-apa kan tunggu di sini sebentar" Ucap Vina pada Dave.
Dave mengangguk atas permintaan Vina, sedangkan Vina dan Pak Wisnu menjauh masuk ke Ruang kerja Ayahnya.
"Apa yang mau kamu bicarakan Vin?" Tanya Pak Wisnu penasaran.
"Begini Ayah, apa selama ini Ayah mengutus Anak buah Ayah mengikuti Vina?" Tanya Vina menatap Ayahnya penuh tanda tanya.
"Memangnya kenapa kamu bicara seperti itu" Ucap Pak Wisnu balik bertanya.
"Ayolah Yah, jawab jujur. Vina yakin banget, kalau yang tadi nolongin Vina itu Anak buah Ayah" Ucap Vina Yakin.
"Baiklah, Maaf Ayah lakukan itu karena Ayah tidak mau ada yang berbuat jahat sama kamu. Sekarang lawan bisnis Ayah sudah tau, kalau Ayah memiliki seorang Putri yang selama ini, pikir mereka Ayah sembunyikan" Jawab Ayah menjelaskan.
"Ok, tapi apa Ayah menyembunyikan Marsha?" Tanya Vina menyelidik.
"Ya, Ayah ingin memberi pelajaran pada wanita itu agar tidak macam-macam lagi sama kamu" Ucap Ayah mengiyakan.
Vina mendekati Ayahnya, lalu memeluknya. Yang membuat Ayahnya kaget dengan tindakan Vina, tetapi Pak Wisnu akhirnya membalas pelukan Anaknya yang selama ini dia harapkan dari dulu.
"Ayah, maukah Ayah lepaskan Marsha. Biarkan dia bebas, dan lepaskan Marsha dalam keadaan mata tertutup saja, soalnya Vina ngga mau di tahu Rumah dan Wajah Ayah" Pinta Vina pada Ayahnya.
" Baiklah karena kamu yang meminta, Ayah akan mengikuti permintaan kamu sayang" Jawab Ayahnya tersenyum.
"Terimakasih Ayah, Vina sayaang sama Ayah. Dan terimakasih juga Ayah sudah mengkhawatirkan Vina..." Ucap Vina kembali memeluk Ayahnya.
Akhirnya Vina dan Pak Wisnu kembali menghampiri Dave, dengan raut wajah senang dan tersenyum. Yang membuat Dave penasaran, tentang apa yang di katakan Vina pada Ayahnya.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....