
Esok hari sedari subuh, Mak sudah sibuk di dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk dirinya, Vina dan Dave
Kebetulan Dave dan Vina masuk kelas pagi, sebelum ke kampus, Vina ikut pulang ke rumah Dave untuk berganti pakaian dan membawa tas beserta buku-buku kuliah.
Disaat Vina duduk di mobil sambil menunggu Dave, karena malas keluar mobil. Vina mendapat chat dari Bella.
Bella: Vin, kamu dimana?
Vina: Masih dijalan mau ke kampus bareng Dave
Bella: Gue sudah dapat kabar dari Riska sama Doni Vin.
Vina: Oya?terus mereka kenapa Bell?
Bella: Mereka kemarin nabrak orang Vin
Vina: Innalillahi...trus Riska sama Doni gimana?
Bella: Alhamdulillah, mereka ngga kenapa-napa Vin. Soalnya mereka langsung bawa korban ke Rumah sakit, sama ngurusin dengan keluarga korban biar secara kekeluargaan. Jadi kemarin mereka ngga sempat ke kampus,dan ngga ngabarin kita
Vina: Terus sekarang mereka kuliah ngga?
Bella: Belum tau, tapi kalau nanti ngga ke kampus, pulang kampus kita ke rumah Riska yuk
Vina: Boleh
Bella: Udah dulu ya, gue mau berangkat kampus dulu. Gue kan nyetir sendiri, hehe
Vina: Ok, hati-hati
Dave segera kembali ke mobil setelah berganti pakaian dan membawa beberapa buku materi pelajaran di kampus, dan membawa baju ganti juga untuk persiapan di dalam mobil.
"Sorry, gue lama ya?" Tanya Dave saat duduk di dalam mobil
"Ngga kok" Jawab Vina masih asyik dengan ponselnya
"Vin, kamu baca apa sih? kok serius amat?" Tanya Dave penasaran melihat Vina yang masih melihat ponselna
'Kok Riska sama Doni ngga ngabarin aku ya? mudah-mudahan mereka ngga apa' Lirih Vina dalam hati
"Vin ~ Vina kok kamu kenapa?" Tanya Dave kembali dan menggoyangkan Bahu Vina
"Eh iya...kenapa Dave? Sorry, barusan aku kurang fokus" Jawab Vina masih kepikiran Riska dan Doni
"Kamu mikirin apa sih, ada cowok ganteng di samping kamu, sampai di cuekin gitu" Ucap Dave
Vina tersenyum, mendengar Dave memuji dirinya sendiri "Kamu tuh ya, Percaya Diri banget" Ucap Vina
"Ngga apa-apa Percaya Diri juga, kan sesuai kenyataan" Jawab Dave bangga menarik-narik kerah bajunya ke atas
"Dasaar" Ucap Vina menoleh ke arah Dave
Dave segera mengemudikan mobilnya menuju Kampus.
"Dave, nanti pulang Kampus aku sama Bella mau ke rumah Riska" Ucap Vina memberitahu
"Oh iya, kemarin aku ngga lihat Riska sama Doni. Memangnya mereka kemana?" Ucap Dave dan bertanya
"Barusan aku dapat kabar dari Bella, kalau Mereka dapat musibah Dave." Jawab Vina
"Musibah??? Maksudnya musibah bagaimana Vin?" Tanya Dave penasaran
"Iya, kemarin pas mereka lagi menuju kampus. Ngga sengaja nabrak orang gitu" Jawab Vina menjelaskan
" Terus orang yang ditabrak sama Riska dan Doni ngga kenapa-napa kan?" Tanya Dave kembali
"Aku belum tau Dave, nanti pulang dari Kampus aku sama Bella kan mau ke Rumah Riska. Mau tau jalan ceritanya gimana?" Jawab Vina memberitahu
"Boleh" Jawab Vina
"Oya Vin, emm...ya sudahlah" Ucap Dave tak jadi, yang sebenarnya mau minta maaf atas kejadian semalam di dalam mobil. Tapi, takut Vina marah. Jadi, Dave mengurungkan niatnya
"Kenapa Dave?" Tanya Vina penasaran
"Ngga...aku lupa mau ngomong apa. Ya sudah, kita dah nyampe nih" Dave sudah Memarkirkan mobilnya di area parkir kampus
Vina dan Dave jalan bersama menuju kampus, kini Vina sudah mulai terbiasa jika ada mahasiswi kampus yang sekedar minta tanda tangan atau foto bersama dengan Dave. Dan Dave segera menuju kelasnya stelah mengantar Vina sampai depan pintu kelasnya.
"Hai Bell, Riska masih belum masuk nih?" Tanya Vina
"Belum Vin, gue khawatir sama dia Vin" Jawab Bella dengan muka khawatir
"Ya sudah, kalau gitu pulang kampus kita kesana. Dave juga mau ikut, boleh kan?" Tanya Vina
Bella tampak mengangguk tanda mengiyakan
Beberapa jam kemudian, setelah seluruh materi pelajaran Usai Bella dan Vina diikuti oleh Dave dan Rangga ikut ke Rumah Riska untuk menjenguk keadaan psikologis Riska di rumahnya.
Sesampainya di Rumah Riska, yang cukup besar dan berwarna biru langit. Vina dan Bella beserta Dave juga Rangga, segera menghampiri kamar Riska setelah mendapat izin dari Ibunya Riska.
Tok...tok...tok, Bella mengetuk pintu kamar Riska. Dan Riska segera membuka pintu kamarnya.
"Bell, Vin" Ucap Riska langsung memeluk kedua sahabatnya
"Kamu kenapa Ris, kok kamu jadi gini sih?" Tanya Bella khawatir
"Bell, aku ngga tau Bell aku bersalah Bell" Ucap Riska dengan muka tampak kacau
"Kamu bisa cerita'in ke kita kan kejadiannya seperti apa?" Ucap Vina pelan-pelan
Riska mengangguk tanda setuju, dengan pandangan mengingat kejadiaan kemarin saat akan berangkat ke kampus bersama Doni.
"Kemarin, Doni jemput gue Vin. Dari Rumah seperti biasa Doni yang mengemudikan mobilnya." Ucap Riska menjelaskan kejadian sebelum terjadi kecelakaan.
"Terus kenapa bisa, nabrak Ris. Kalian bertengkar di mobil?" Tanya Bella asal menebak
"Ngga...ngga, gue sama Doni baik-baik saja kok. Cuma....kemarin gue...." Ucap Riska kembali terhenti
"Kamu kenapa Ris?" Tanya Vina makin penasaran
"Hiks...hiks...Gue yang nabrak wanita itu Vin, bukan Doni.Hiks...hiks" Ucap Riska sambil menangis
"Tunggu...tunggu, Sorry jujur gue ngga ngerti nih" Ucap Bella tak paham
"Kemarin, setelah jauh dari Rumah. Gue maksa Doni, supaya gue yang nyetir Mobil. Awalnya sih ngga apa-apa, cuma karena gue kaget ada truk yang klakson dari belakang. Terus ada yang nyeberang Cewek lagi hamil, gue ngga sempat ngeRem. Jadi...gue ngga sengaja nabrak Cewek itu...sampe keguguran, Hiks...hiks" Ucap Riska kembali menangis.
Bella dan Vina menarik nafas panjang, karena bingung Doni dan Riska sama-sama sahabat mereka berdua.
"Terus keadaan korban kamu bagaimana?" Tanya Vina, karena merasa khawatir pada Korban yang Riska tabrak.
" Keadaan Dia sekarang kritis Vin, suaminya menolak secara kekeluargaan sebelum istrinya sadar. Gue bingung Vin, Doni ngga bersalah.Hiks...hiks" Jawab Riska menjelaskan dan terus menangis.
"Sekarang berpikir tenang aja dulu, kalau kamu stres bagaimana kalau sakit?" Ucap Dave tiba-tiba yang sedari tadi mendengar percakapan tiga wanita di depannya.
Riska menatap Dave, dengan tatapan sendu.
"Iya Ris, kamu harus tenang. Biar bisa berpikir jernih, insa'allah pasti ada jalan keluarnya. Toh, kejadian itu kan ngga disengaja" Ucap Vina kembali menasihati
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....