STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
YES, JADI CALON ORANG TUA.



"Emm...Istri anda.." Ucap Dokter terhenti.


"Istri saya kenapa Dok?" Tanya Dave kembali khawatir.


"Selamat Pak, Anda akan menjadi calon Ayah dari anak yang kini sedang di kandung istri anda." Jawab Ibu Dokter menjelaskan tersenyum, dan menjabat tangan Dave sebagai ucapan selamat.


"A...a...apa Dokter serius?" Tanya Dave.


"Tentu saja, kemungkinan usia kandungan istri anda sekarang sudah 8 Minggu. Sebagian wanita akan mengalami Morning Sickness saat hamil muda, nanti saya beri beberapa Resep untuk Ibu Vina." Ucap Ibu Dokter kembali menjelaskan.


"Oya sebaiknya nanti anda bawa Istri anda untuk rutin memeriksakan kandungannya, dengan Dokter Obgyn atau Spesialis Kandungan, maaf saya tinggal dulu. Saya harus periksa pasien lain." Perintah Ibu Dokter dan pamit segera berlalu.


Dave segera masuk ke bilik ranjang Vina, dilihatnya Vina yang sudah mulai tersadar.


"Kenapa aku ada di sini Yang?" Tanya Vina heran.


"Tadi kamu pingsan, dan Jaka yang bawa kamu ke sini." Jawab Dave mengusap kepala Vina.


"Aku mau pulang Yang." Pinta Vina memelas.


"Iya sayang, saya lagi nunggu Resep dari Dokter." Jawab Dave mengecup kening Vina dan mengecup punggung jemari tangan Vina.


"Ich, kamu kenapa sih." Protes Vina merasa heran.


"Kita akan menjadi Orang tua sayang, kamu hamil. Terimakasih ya sayang, I Love U" Jawab Dave memberitahu.


"Kamu serius Yang, Love U too babe." Ucap Vina terharu dan berkaca-kaca, lalu memeluk Dave.


"Permisi, maaf ini Resep yang harus anda tebus." Ucap Perawat Perempuan masuk membuka tirai pembatas.


"Baik Sus, terimakasih. Oya maaf, apoteknya dimana ya?" Jawab Dave lalu bertanya.


Dave dan Suster segera keluar menuju Apotek, dan menelepon Mak. Agar Mak masuk ke dalam menemani Vina.


"Maaf Pak, apa boleh kenalan." Ucap Suster malu-malu.


"Haaah, kenalan?" Ucap Dave mengernyitkan dahinya.


"Ya...ya...Boleh, saya Dave. Maaf saya sudah beristri ya." Jawab Dave memperkenalkan diri, dan memberi tahu Statusnya sambil mengangkat kedua alisnya tersenyum.


"Sa...saya Sandra, eum...saya cuma mau kenalan aja kok soalnya anda terlalu tampan,hehe. Emm...Oya di sini Apoteknya, Saya permisi Pak Dave" Ucap Suster Sandra dalam hatinya senang.


'Yes akhirnya, ngga apa-apa deh punya istri juga. Habisnya ganteng banget sih' Celoteh Suster Sandra dalam hatinya.


Dave segera menebus obat di apotek Rumah sakit, sedangkan Mak segera menghampiri Vina di ruang periksanya.


"Vina sayang, sebenarnya kamu kenapa? Kamu tuh bikin kita semua khawatir, pingsan di tempat umum" Tanya Mak duduk di samping Vina.


"Ngga tau Mak, Kepala Vina tadi pusiiing banget." Jawab Vina segera duduk di kasurnya.


"Ya udah kamu tiduran dulu aja" Titah Mak merasa was-was.


"Ngga apa-apa Mak, nanti juga infusannya di buka kok. Vina mau pulang, ngga mau di Rumah sakit." Jawab Vina pelan-pelan.


"Memangnya kamu boleh pulang, kelihatannya kamu masih lemas gitu" Tanya Mak dengan nada tak setuju.


"Ayolah Mak, ngga usah berlebihan juga. Vina kan cuma pusing, mungkin Vina kurang darah jadi pingsan deh" Jawab Vina membela diri.


"Kamu itu di kasih tau malah ngeyel, Mak sama Abah ngga pernah ngajarin kamu kaya gitu kan" Protes Mak pada Vina.


"Iya maaf Mak, Muach..muach" Lirih Vina segera mencium pipi kanan dan kiri Mak lalu mencium punggung tangan Mak.


"Kamu ini, paling bisa aja. Bikin Mak ngga bisa marah sama kamu sayang" Ucap Mak.


***


"Kalian, sekarang Vina ada di mana?" Tanya Ibu Cinta pada mereka berempat.


"Maaf Bu, Non Vina sedang di dalam bersama Mak. Dan di dalam tidak boleh ada banyak orang yang menunggu.


"Baiklah, Kenzo kamu tunggu di sini Mamah mau lihat kakak kamu dulu" Perintah Ibu Cinta pada Kenzo.


"Iya Mah" Jawab Kenzo, langsung memasang Headphone di kepala, tepatnya menutup kedua telinganya untuk mendengar lagu-lagu favoritnya.


Ibu Cinta segera masuk membuka tirai pembatas ruang periksa IGD.


"Vina...kamu kenapa sayang, mungkin kamu terlalu kecapean sayang. Sampai pingsan di tempat umum seperti ini?" Ucap Ibu Cinta langsung menggenggam tangan Vina.


"Vina ngga apa-apa bu, tadi Vina cuma pusing aja." Jawab Vina agar Ibunya tak terlalu khawatir.


"Permisi, saya mau cabut Selang Infusan Pasien." Ucap Perawat laki-laki membawa nampan stainless khas Rumah sakit dengan beberapa alat untuk melepas infusan.


"Tuh kan, Vina bilang juga apa. Vina ngga apa-apa buktinya Vina pulang" Celoteh Vina tersenyum.


Tanpa sepengetahuan Vina, dan yang lainnya. Setelah Dave menebus Obat, lalu Dave mengurus Administrasi untuk kepulangan pasien. Tetapi karena, belum dapat izin dari dokter yang menanganinya. Dave kembali berdiskusi dengan dokter, karena menurut hasil Laboratorium Vina harus di rawat.


Dave akhirnya membujuk Dokter agar mendatangkan perawat dan akan menyewa perawat untuk merawat ke Rumahnya, agar Vina dapat di rawat di rumah. Dengan bayaran khusus tentunya, akhirnya Dokter menyetujui dan akan datang mengontrol kembali pasien ke rumah. Dengan syarat, apabila kondisi pasien memburuk wajib Rawat Inap di Rumah Sakit.


Bagi mereka para Tenaga Medis adalah kesehatan Pasien, Setidaknya pasien masih terpantau oleh tenaga medis. Meskipun memiliki resiko, karena ketersediaan obat dan Fasilitas di Rumah tak seperti di Rumah sakit.


Dave segera kembali ke Ruangan Vina dan mencium punggung tangan Ibu Cinta, yang sudah bersama Vina.


"Sayang, sekarang kita pulang. Saya sudah bicara dengan Dokter, kamu nanti di rawat di rumah. Nanti ada perawat yang ikut bersama kita, untuk memantau kesehatan kamu. dan memasang infus kembali di rumah" Ucap Dave menjelaskan.


"Tuh kan, apa kata Mak dan Ibu kamu. Kamu itu pucat banget Vin" Celoteh Mak Protes pada Vina.


"Iya Mak, Ibu ikut ke Rumah Ayah kan? Ibu menginap ya" Jawab Vina lalu memelas pada Ibu Cinta.


Ibu Cinta berpikir lama, karena memang Suaminya sedang Dinas ke luar kota.


"Iya sayang, Ibu dan Kenzo akan menginap bersama kamu." Jawab Ibu Cinta tersenyum.


"Gitu dong Bu, Ayah baik kok ngga gigit" Ucap Vina bercanda.


Setelah semua siap, akhirnya Vina dan semuanya segera pulang ke Rumah di ikuti dua perawat yang sengaja di sewa yang akan bergantian merawat Vina. Mereka adalah Suster Sandra dan Suster Renatha.


Dave memberi tahu Ayah Wisnu tentang kondisi Vina, dan meminta Pembantu di rumah mempersiapkan kamar untuk dua Suster dan Ibu Cinta juga Kenzo.


Di dalam mobil, Suster Sandra selalu memperhatikan wajah Dave yang tampan. Sambil tersenyum sendiri, karena akan tahu rumah Dave dan bertemu setiap hari.


■□■□■□■□■□


Hai readers...Jangan lupa


# Rate 5,


# Like,


#Comment,


#Jadikan bacaan Favoritmu dan juga


#Vote ya...


💖Mari kita saling mendukung.💖👍


Lanjuuut.....