
Tak terasa rumah tangga Vina dan Dave sudah berjalan 3 tahun lebih 5 bulan, Dave telah menyelesaikan kuliahnya 2 tahun lalu dengan IPK yang baik, sedangkan Vina baru lulus dan melaksanakan Wisuda 4 bulan yang lalu dengan nilai IPK terbaik di kelasnya.
Kini Vina sedikit-demi sedikit mempelajari Pekerjaan di kantor salah satu perusahaan Ayahnya, sedangkan Dave seperti sebelumnya bekerja di perusahaan peninggalan Kakeknya yang kini telah tiada.
Dave bekerja sebagi CEO di perusahaan keluarganya, sedangkan Vina menjabat sebagai COO yang bertugas lebih ke memimpin Divisi Operasional Perusahaan Ayahnya.
Dua sahabat Dave, Kevin pergi ke Singapura untuk mengurus Cabang perusahaan Ayahnya di sana, sedangkan Gilang pindah Ke Surabaya untuk membantu Bisnis Retail Kakeknya. Rangga terjun ke dunia politik yang ia impikan dari dulu sambil bekerja membantu Bella di kantornya, sedangkan Bella dan Riska bekerja di Kantor keluarganya masing-masing.
~▪~▪~▪~
Pagi ini adalah hari minggu, dimana semua berkumpul di rumah.
Vina beserta keluarga, sedang sarapan bersama, dengan menu Nasi Uduk yang sengaja di masak Mak atas permintaan Vina. Entah kenapa Vina merasa ingin sekali Nasi uduk buatan Mak.
Selesai makan Vina dan Dave berencana untuk belanja bulanan, di salah satu Supermaket langganannya. Sebelum berangkat Vina dan Dave ke kamar untuk mempersiapkan diri.
"Ko aku mual ya Sayang?" Lirih Vina menutup mulutnya.
Weeeek...Uwooooo......Vina mengeluarkan kembali isi perutnya ke Kamar mandi kamarnya.
Kemarin 5 bulan yang lalu, Vina memang melepas KB, tanpa sepengetahuan Dave suaminya.
'Apa jangan-jangan Aku.....hamil' Pikir Vina dalam hati sambil mengusap perutnya yang dirasa tak nyaman.
"Kamu kenapa Sayang, muka kamu pucat banget?" Ucap Dave khawatir.
"Ngga tau Ayang, kenapa tiba-tiba aku mual" Jawab Vina memegang kepalanya, yang kini terasa pusing.
"Ya sudah, kita ngga usah pergi kita suruh pembantu dan anak buah Ayah yang belanja." Pinta Dave memberi ide.
"Ngga usah Yang, aku sudah janji sama Mak untuk pergi dan mau ketemuan sama Ibu juga" Jawab Vina memberi tahu.
"Ya sudah, kalau kamu maunya seperti itu. Tapi, kalau kamu sudah tidak kuat kita pulang." Saran Dave pada Vina.
Vina mengangguk tanda mengiyakan.
Saat Vina dan Dave keluar kamar, Mak sudah bersiap duduk di Sofa bersama Ayah.
"Yuk Mak, kita berangkat. Oya Ayah Vina berangkat dulu ya" Pamit Vina segera mencium punggung tangan Ayahnya.
"Ya sudah, kamu hati-hati seperti biasa Jaka dan Bimo dan 2 pengawal lain mengikuti kalian dari belakang." Titah Ayahnya memberitahu.
"Iya Ayah" Jawab Vina, karena meskipun Vina menolak percuma Ayahnya selalu menang dalam perdebatan dengan Vina.
Mereka semua segera menaiki mobil, di susul oleh beberapa Anak buah Ayahnya dengan mobil berbeda di belakang mereka.
Sesampainya di Supermaket, Vina begitu semangat membawa troli belanjaan. Dan memasukkan beberapa aneka buah,juga kebutuhan di Kamarnya beserta belanjaan pilihan Mak.
"Yang, kamu bawa Troli sendiri ya buat masukin kebutuhan rumah, hehe." Pinta Vina tertawa kecil.
"Iyaa...kamu belanjanya jangan terlalu banyak, nanti kamu dorongnya berat." Perintah Dave menyarankan.
"Ngga apa-apa aku suruh Jaka yang bawa" Jawab Vina memanggil Jaka dengan anggukan tangannya.
"Jak, kamu yang dorong Troli ya." Perintah Vina, saat Jaka datang mendekat.
"Baik Non" Jawab Jaka, segara mengambil alih gagang troli dari Vina.
" Ok siip, terimakasih ya" Ucap Vina tersenyum mengacungkan jempolnya.
Vina kembali memilih, beberapa produk yang ia butuhkan. Dan tentunya beberapa kue dan Snack untuk di kamar dan kantornya.
Tak terasa, Vina terpisah dari Dave dan Mak, tetapi Vina selalu di pantau dan di ikuti oleh rekan-rekan Jaka yang lainnya. Karena asyik memilih dan memasukan pilihannya, Isi Troli kini sudah tampak penuh, yang mayoritas terisi dengan kebutuhan isi perut.
'Kenapa kepala aku pusing banget ya?' Lirih Vina dalam hati memegang kepalanya dengan jari jemari tangan kanannya.
'Apa mungkin karena aku haus' Pikir Vina mencoba menerka, segera meraih dan membuka minuman kemasan botol di pajangan lalu di minumnya dan menyimpannya di Troli agar tidak terlewat saat di bayar.
"Saya mau segera kembali ke mobil." Ucap Vina kembali, sambil tetap menahan rasa pusing di kepalanya.
"Non Vina kenapa, mukanya pucat sekali" Tanya Jaka tampak khawatir, lalu segera memanggil tiga rekan-rekannya yang berada di belakang, samping kanan dan kiri dengan kode tangannya agar segera merapat lebih dekat dengan Vina.
Vina tetap berdiri tegak, di bantu oleh para Anak buah Ayahnya, untuk membayar belanjaan di trolinya. Sedangkan Dave, segera di beritahu oleh Bimo setelah Vina memerintahnya agar Dave menyusulnya ke mobil.
Bruugh...Vina terjatuh Pingsan, yang langsung segera di tangkap oleh Jaka dan dua rekannya.
"Bagaimana ini Pak, Tuan Dave belum datang juga" Ucap salah satu rekannya, yang merupakan bawahan Jaka.
"Lebih baik kita segera bawa Non Vina ke Rumah sakit, kalau ada apa-apa dengannya kita bisa mati oleh Bos kita Pak Wisnu" Jawab Jaka memberi perintah.
Akhirnya mereka membawa Vina menuju IGD rumah sakit terdekat, untuk memeriksakan kondisi Vina. Lalu Jaka memberi tahu Bimo, via telepon bahwa Vina sedang ada di Rumah sakit bersama mereka.
Beberapa saat kemudian Dave dan Mak juga Bimo menyusul ke rumah sakit, dengan muka panik dan khawatir akan kondisi Vina. Yang tak seperti biasanya sampai pingsan, pertama kali Vina pingsan adalah saat Vina di rawat di rumah sakit dulu semasa kuliah.
"Bagaimana dengan kondisi Vina Jak?" Tanya Dave khawatir.
"Maaf, non Vina sedang di periksa oleh Dokter di dalam" Jawab Jaka menunduk.
"Baiklah, terimakasih kamu sudah cekatan membawa Vina ke sini" Seru Dave berterimakasih menepuk Pundak Jaka, Jaka hanya mengangguk atas Ucapan Dave.
Tiba-tiba suara dering telepon Dave berbunyi, yang ternyata Ibu Cinta menelepon.
"Assalamu'alaikum Dave, kamu di mana? Tadi Ibu telepon Vina ngga di angkat-angkat" Ucap Ibu Cinta di telepon bertanya.
"Wa'alaikum salam Bu, Maaf Bu kita sepertinya batal ketemuan di Mall deh. Sekarang Vina di rumah sakit, soalnya... tadi Vina mendadak pingsan saat belanja." Jawab Dave memberi tahu.
"Aduh, sekarang kamu sama Vina ada di Rumah sakit mana?" Tanya Ibu Cinta panik.
"Saya ada di IGD Rumah sakit Kasih XY bu" Jawab Dave.
"Ya sudah Ibu segera ke sana yah" Pinta Ibu Cinta segera menutup teleponnya.
"Keluarga Ibu Vina" Seru salah satu perawat memanggil.
Dave segera menghampiri, lalu berbicara dengan Ibu Dokter yang memeriksa Vina.
"Bagaimana keadaan istri saya Bu, maaf maksud saya Dok" Tanya Dave khawatir.
"Istri anda baik-baik saja, tapi sepertinya istri anda jangan terlalu lelah dan harus lebih menjaga asupan makanan." Jawab Dokter menjelaskan.
"Baik-baik bagaimana Dok, jelas-jelas istri saya tadi pingsan." Sergah Dave tak percaya pada Dokter.
Tanpa Dave tahu, di belakang sana beberapa perawat perempuan kagum akan ketampanan Dave, dan saling berbisik memuji Dave.
"Emm...Istri anda.." Ucap Dokter terhenti.
■□■□■□■□■□
Hai Readers...Jangan lupa
# Rate 5,
# Like,
#Comment,
#Jadikan bacaan Favoritmu dan juga
#Vote ya...
💖Mari kita saling mendukung.💖👍
Lanjuuut.....