
"Maksud kamu apa Wisnu, saya tidak ada maksud mempersulit hubungan mereka. Yang saya lihat Vina itu masih terlalu muda untuk menjalin hubungan yang serius!" Jawab Tante Cinta dengan nada meninggi karena tak suka dengan ucapan Pak Wisnu.
"Sabar Cin, sebelumnya saya pun keberatan akan niat Dave pada Vina. Tapi, karena alasan yang kuat dan saya ngga mau kalau Dave sampai kebablasan dalam hubungan mereka. Jadi, saya pikir ngga ada salahnya juga jika saya menyetujui niat Dave" Ucap Ibu Veronika menjelaskan.
"Kamu sendiri bagaimana Vin, apa kamu mau?" Tanya Tante Cinta pada Vina.
"Iya Bu, seperti yang tadi Ibu Veronika sampaikan. Ngga ada salahnya kalau Vina dan Dave menjalin hubungan yang serius dan jelas" Jawab Vina menatap Ibunya.
"Tapi...Usia kamu masih sangat muda sayang. Bahkan 20 tahun pun belum, Ibu ngga mau sampai kamu kehilangan masa muda kamu?" Ucap Kembali Tante Cinta.
"Huh, kamu terlalu banyak bertele-tele" Ejek Pak Wisnu ketus, mendekap kedua tangannya di dada.
"Wisnu, saya harap kamu hargai istri saya saat bicara. Seharusnya kamu mengerti ini tentang masa depan anak perempuannya" Hardik Om Reino membela istrinya.
"Iya kamu betul, Vina adalah anak perempuan yang sudah tega ia pisahkan dari aku Ayahnya dan sudah Tega dia buang dengan tangannya sendiri. Apa itu yang disebut memikirkan Masa depannya, Hah?" Timpal kembali Pak Wisnu dengan tatapan sinis kepada Tante Cinta.
"Wisnu! kamu benar-benar yah." Sergah Tante Cinta berdiri menunjuk Pak Wisnu.
"Sudahlah Sayang, kamu jangan sampai emosi." Ucap Om Reino ikut berdiri dan menenangkan istrinya.
"Ibu ~ Ayah, Vina ngga mau kalian ribut karena Vina. Jika memang Ibu tidak setuju, Vina ngga akan memaksa Ibu." Ucap Vina tiba-tiba dengan muka tertunduk dan segera memeluk Mak.
"Ngga Vin, maksud Ibu ngga seperti itu. Ibu setuju kamu dengan Dave, tapi Ibu...maksud Ibu kamu terlalu muda Vina sayang." Lirih Tante Cinta merasa Iba.
"Baiklah Ibu setuju atas niat Dave ke kamu, jika itu sudah jadi pilihan kamu. Tapi, jika kamu benar-benar yakin dengan pilihan kamu" Ucap Tante Cinta pada Vina.
"Begitu pula dengan kamu Dave, jika sudah yakin dan kamu berjanji akan setia dan tidak akan menyia-nyiakan Vina. Ibu, mau kamu langsung Menikah dengan Vina" Ucap Tante Cinta pada Dave menjelaskan.
"Apa?????" Ucap Pak Wisnu, Mak, Ibu Veronika, Om Daniel, Om Reino, Dave dan Vina secara bersamaan.
"Gila kamu, beberapa menit yang lalu kamu bilang tidak setuju. Sekarang tiba-tiba kamu meminta mereka menikah, kamu itu aneh" Cetus Pak Wisnu merasa heran.
Tante Cinta hanya diam, tak menjawab ocehan Pak Wisnu. Karena malas berdebat dan tidak mau salah bicara lagi hingga membuat Vina merasa terpukul.
"Tapi Cin, mana mungkin saya menikahkan Dave segera. Sedangkan Mikha saja kakak perempuannya belum menikah" Seru Ibu Veronika tak setuju.
"Kenapa ngga bisa Ver, kamu nikahkan Mikha dan Dave bersamaan. Toh, mereka sudah menemukan jodohnya masing-masing. Saya ngga mau, jika Dave memberi harapan palsu pada Vina. Jadi, saya mau Dave langsung menikahi Vina. Atau tidak sama sekali" Jawab Tante Cinta menjelaskan.
"Aku ngga percaya kamu sampai berpikir buruk pada Dave Cin?" Lirih Ibu Veronika.
"Bukan itu maksud saya Ver, tapi ini masalah anak. Apalagi Vina anak perempuan, dan kamu tau sendiri bagaimana hubungan antar Lelaki dan Perempuan zaman sekarang?" Jelas Tante Cinta,
"Saya ngga mau Vina berhubungan yang lebih jauh, dengan lelaki yang bukan muhrimnya. Bukan begitu Mak?" Ucap Tante Cinta menjelaskan meminta persetujuan Mak.
"Oh iya Bu, sepertinya yang Ibu bicarakan ada benarnya. Jangan sampai Vina berhubungan lebih, dengan Pria yang bukan muhrimnya" Jawab Mak mengiyakan.
"Ok kalau begitu Deal, saya juga setuju kalau itu alasannya" Ucap Pak Wisnu menimpali, Meskipun Pak Wisnu tak paham dengan kata Muhrim yang mereka bicarakan.
"Sudahlah Vin, kamu harus mengerti dan ikuti saja" Ucap Tante Cinta menenangkan.
"Dan bagaimana denganmu Ver, kamu setuju kan?" Tanya Tante Cinta melirik Ibu Veronika.
Ibu Veronika dan Om Daniel, menarik nafas panjang. Tak dapat berkata apa-apa selain setuju, sekarang tinggal mereka bicara dan meyakinkan Mikha agar mau menikah di waktu yang sama dengan Dave. Karena Mikha memang 1 bulan lagi akan melangsungkan pernikahan, dengan Kak Heri tunangannya.
Dave dan Vina saling menatap, dengan tatapan sendu. Entah harus bahagia ataukah sedih, karena tak percaya akan mendapat keputusan seperti ini.
"Tidak apa-apa sayang, kalau kamu memang tidak setuju? kamu bisa sampaikan sekarang, Selagi kita semua masih berkumpul di sini" Ucap Pak Wisnu pada Vina.
"Ngga Ayah, Vina setuju kok. Toh, niat Ibu juga baik kan." Jawab Vina mencoba tersenyum.
"Ok kalau begitu, kita sepakat untuk menikahkan Vina dan Dave berbarengan dengan Kakaknya Dave" Seru Pak Wisnu memutuskan.
"Emm...maaf, tapi kalau boleh tau Kakaknya Dave melangsungkan pernikahan kapan ya?" Tanya Pak Wisnu penasaran.
"Kebetulan kita belum menyebar undangan, tapi kurang lebih satu bulan lagi Wisnu" Jawab Ibu Veronika memberitahu.
"Oalah...Satu bulan lagi? Berarti itu tidak lama lagi...Aduuh" Gumam Pak Wisnu menghimpitkan kedua matanya dan menepok jidatnya yang tampak lucu bagi Vina yang melihatnya, hingga membuat Vina terkekeh.
"Kenapa kamu tertawa Vin?" Tanya Pak Wisnu dengan muka yang memerah.
"Ngga apa-apa Ayah" Jawab Vina menahan senyumnya.
"Ok, Kalau begitu saya Pamit pulang. Karena kesepakatan sudah keluar, Vina...maafin Ibu karena tak bisa berlama-lama. Ibu pulang dulu ya sayang?" Ucap Tante Cinta pamit dan segera berdiri dan Vina segera mendekat ke Ibunya lalu memeluknya.
"Iya Bu, terimakasih ya Bu" Jawab Vina Memeluk Ibunya.
" Kalau begitu saya juga pamit pulang ya Vin ~ Wisnu, Ayo Dave." Ucap Ibu Veronika yang ikut berdiri untuk pamit.
"Emm...kalau boleh, saya menginap di sini ngga apa-apa kan Om Wisnu?" Pinta Dave pada Pak Wisnu.
" Tentu saja boleh, dengan senang hati. Tapi, awas kamu jangan sekamar dengan Vina. Di sini, masih banyak kamar kosong. Kamu tinggal pilih mau yang mana" Celoteh Pak Wisnu menjawab Dave.
"Tapi Mobil Mamah bawa ya Dave, ingat kamu jangan macam-macam" Syarat Ibu Veronika pada Dave mengangkat Jari telunjuknya.
"Kenzo pamit ya Kak" Ucap Kenzo memeluk Vina.
"Awas, nanti gantian Kaka menginap di rumah Mamah ya?" Bisik Kenzo Pada Vina, Vina menepuk pundak Kenzo lalu mengangguk dan tersenyum.
Sampai akhirnya mereka semua pulang, menyisakan Pak Wisnu, Mak, Vina juga Dave di sana.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....