STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
VINA MENGHILANG



Tepat dihari ke delapan kepergian Abah, Mak sadar dan mulai sedikit bisa berkomunikasi. Setiap hari sepulang kampus Vina selalu menyempatkan diri, untuk mengunjungi Mak di Rumah sakit dan berbincang dengan dokter Fadhlan mengenai perkembangan kesehatan Mak.


Dan tak terasa Sudah 10 hari kepergian abah, Vina sudah mulai berjualan dibantu oleh teman-temannya. Vina senang karena bisa berjualan lagi setelah dibantu oleh Tante Cinta, Tante Cinta selalu hadir menggantikan sosok Mak yang dapat menenangkan hati Vina.


"Vin, kayanya seru deh kalo nama usaha kamu diganti dengan nama Cafe Vina terus kita ada'in live musicnya juga" Ucap Bella memberi ide.


Vina yang sedang sibuk menata kue pastri diatas piring, berhenti sejenak lalu melanjutkannya kembali. Dan mengantarkan pesanan konsumen yang sudah memesan, lalu kembali menghampiri Bella dan Riska.


"Aku setuju sama ide kamu Bell, nanti kita susun rancangannya dulu. Kita ngga boleh sembarangan" Ucap Vina setelah kembali dan meracik kembali pesanan pelanggan lain.


" Gue bingung deh Vin, liat deh orang itu kok mencurigakan ya?" Tanya Riska menunjuk seorang laki-laki yang duduk di meja pojok dengan memakai topi, masker dan kaca mata hitam sambil celingak-celinguk melihat kanan dan kiri.


"Mana? maksud kamu yang itu?" Jawab Vina menunjuk kembali pria yang dimaksud Riska


"Coba aku samperin yah" Ucap Vina menghampiri pria itu.


"Maaf permisi, kamu mau pesan apa ya? kamu bisa lihat sendiri daftar menu dimeja dan mencatatnya dikertas yang sudah disediakan lalu mengantarnya ke meja kasir" Ucap Vina menjelaskan.


Pria itu langsung menarik tangan Vina untuk segera duduk, yang sontak saja membuat Vina kaget dengan tindakan spontan itu.


"Maaf, kenapa kamu tarik-tarik tangan saya?" Tanya Vina sambil berpikir


'Kok cara tarikan tangannya mirip banget sama es balok sih?'


"Vin, gue Dave. Sorry gue baru bisa ketemu lo, Eh sorry maksudnya kamu. Gue bingung mesti gimana, gue berasa kaya robot semua diatur sama kakak gue. Bahkan untuk waktupun kakak gue yang megang, ini juga gue sembunyi-sembunyi kesini." Ucap Dave panjang lebar.


"Hah, Dave? ini bener kamu" Tanya Vina penasaran.


Dave hanya mengangguk tanda mengiyakan


" Aduh sekarang sudah jadi selebriti memang beda ya? ngga mau ketemu sama kita-kita" Ucap Vina meledek.


" Please Vin, gue kesini karena gue kangen banget sama kamu. Tolong jangan bilang sama yang lain gue kesini, dan ini nomer ponsel gue yang baru, kamu save ya. Gue pergi dulu" Ucap Dave menyerahkan kertas pada Vina, lalu segera pergi menaiki mobil yang sedari tadi sudah menunggu.


Vina segera kembali menghampiri teman-temannya, lalu membuat beberapa pesanan dan meminta tolong Riska dan Bella untuk mengantarnya.


Akhirnya Vina dan teman-teman segera pulang setelah menutup toko. Bella mengantar Riska ke depan rumahnya, juga mengantar Vina kedepan jalan menuju rumah Vina karena Vina hendak membeli nasi goreng dulu.


Selepas Bella pergi dan Setelah selesai membeli nasi goreng. Tiba-tiba ada dua orang pria yang sudah mengintai Vina lalu membekap Vina dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Sehingga membuat Vina tidak sadarkan diri, setelah berusaha keras meronta dan berontak. Tetapi apa daya Obat bius terlalu kuat hingga merusak sistem kesadaran Vina dan jatuh tak sadarkan diri. Sedangkan 2 bungkus nasi goreng yang sudah dipesan Vina terjatuh begitu saja ke tanah, karena terlepas dari pegangan Vina.


"Hei botak, sayang tuh nasi goreng masih hangat kita bawa aja. Lumayan buat ganjel perut" Ucap salah satu penjahat kepada kawannya.


"Gila lo, tinggalin aja. Kalau kita ketauan gimana? Ayo sekarang kita cabut" Jawab Salah satu penjahatnya lagi.


Akhirnya Vina dibawa oleh mereka ke dalam mobil menuju gudang kosong yang sudah dipersiapkan oleh bos mereka.


***


Dirumah Vina, Tante Cinta khawatir karena Vina belum datang juga ke rumah, padahal sudah lewat tiga jam setelah Vina telepon hendak membeli nasi goreng.


' Aduh kenapa perasaanku ngga enak, ada apa ini?' Pikir Tante Cinta sembari bolak-balik ke teras rumah dan kedalam rumah


"Mending aku samperin aja deh" Gumam Tante Cinta segera mengunci pintu rumah dan segera menuju tukang nasi goreng diujung jalan.


Tante Cinta menginjak sesuatu ditanah, yang ternyata keresek berisi nasi goreng dan kerupuk yang sudah hancur terinjak.


"Siapa sih, yang buang-buang makanan sembarangan? jorok banget" Gumam Tante Cinta kesal melihat sendalnya yang lengket menginjak nasi.


Tante Cinta segera menghampiri Abang nasi goreng dan bertanya, tadi Vina datang beli nasi goreng atau tidak.


" Bang, tadi Vina kesini beli nasi goreng ngga?" Tanya Tante Cinta bertanya pada penjual nasi goreng karena mengenal Vina yang merupakan tetangga di belakang rumah.


"Tadi sih beberapa jam yang lalu beli kesini, beli 2 bungkus malah bu. Memangnya Vina belum sampai rumah bu" Jawab Abang nasi goreng, dan bertanya kembali.


"Iya bang, Vina belum balik. Oya makasih ya bang" Ucap Tante Cinta yang mulai khawatir.


"Coba ibu telepon ke nomer ponselnya bu" Ucap Abang nasi goreng memberi saran.


"Oh iya makasih bang, saya coba telepon dulu" Jawab Tante Cinta segera kembali ke rumah Vina, untuk mengambil ponsel miliknya yang sedang di charger.


Tante Cinta segera menelepon Vina, tetapi sambungan telepon hanya dijawab oleh operator. bahwa telepon yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan.


Tak habis akal Vina, Tante Cinta segera menelepon Riska.


truth...truth...


"Ya hallo Assalamu'alaikum Tante, ada apa ya?" Jawab Riska dibalik telepon.


"Oya Ris, Vina bareng kamu ngga?" Tanya Tante Cinta.


"Ngga tante, tadi terakhir bareng pas Bella antar saya ke rumah. Memangnya kenapa tante?" Jawab Riska penasaran.


"Vina belum sampai rumah Ris, Tante khawatir. Ya udah Tante mau coba telepon Bella dulu ya? Makasih" Ucap Tante Cinta segera menutup telepon dan menelepon Bella.


Truth..truth...


"Ya Tante, ada apa ya?" Jawab Bella penasaran karena Tante Cinta tumben menelepon malam-malam.


"Ngga Bell, Tante cuma mau tanya Vina ada bareng kamu ngga?" Tanya tante Cinta.


"Memangnya kenapa Tan, tadi sih Vina turun di tukang nasi goreng Tan. Ada apa sih Tan?" Jawab Bella, kembali bertanya karena penasaran.


" Kira-kira Vina kemana ya, soalnya belum kembali ke rumah" Jawab Tante Cinta yang khawatir.


"Gimana dong Tante, apa Bella perlu kesana lagi?" Tanya Bella yang mulai panik.


"Ngga-ngga usah Bell, lebih baik sekarang kamu istirahat. Besok kita cari Vina bareng-bareng, udah dulu ya" Jawab Tante Cinta segera menutup telepon.


'Vina...kamu kemana?' Pikir Tante Cinta terduduk lesu di kursi ruang tamu, hingga tanpa terasa tidur dikursi dan terlelap dalam tidur.


Tetapi Tante Cinta, selalu terbangun mencari Vina ke kamar dan kembali lagi ke kursi untuk menunggu Vina. Karena barangkali Vina datang mengetuk pintu, disaat Tante Cinta tertidur.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....