
Tante Cinta datang menghampiri Vina, setelah Dave datang dan memberitahunya. Tante Cinta merasa gugup dan tak tau harus bicara apa pada Vina.
"Tante, Vina boleh tanya sesuatu?" Tanya Vina saat melihat Tante Cinta duduk disampingnya.
Tante Cinta menjawabnya dengan mengangguk dan tersenyum, Vina melihat Tante Cinta bertingkah tak seperti biasa. Karena, sangat terlihat jelas wajah gugup pada Tante Cinta.
"Kamu udah baikan Vin?" Tanya Tante Cinta mengusap rambut Vina.
"Iya tante, Vina ngga apa-apa kok" Jawab Vina tersenyum.
"Oya tante" Vina berbicara sambil berusaha untuk duduk dan Tante Cinta segera membantu Vina untuk duduk,
"Emm...Tante Kemarin Selagi aku ngga ada, apa Mak nanyain aku?" Tanya Vina dengan wajah penasaran.
Tante Cinta bernafas lega, karena Vina hanya menanyakan kondisi Mak bukan menanyakan ucapannya pada Pak Wisnu saat di gudang.
"Iya... Mak kamu sempat tanya ke Tante, karena kamu ngga datang menjenguknya" Jawab Tante Cinta sembari memegang tangan Vina.
"Lalu Tante jawab apa pada Mak?" Tanya Vina kembali.
"Tante jawab kamu sedang sibuk kuliah dan sibuk jualan"
"Oya kamu pasti lapar, ini Tante bawa burger buat kamu. Tadinya Tante mau bawa nasi, tapi pasti ribet makannya" Ucap Tante Cinta sembari memberi Burger yang dibawanya beserta Air mineral botol yang diberi sedotan.
"Makasih Tante, tapi sebenarnya Vina laper banget. Boleh ngga Vina minta pulang sekarang juga, Vina udah ngga apa-apa kok" Ucap Vina memohon.
"Ya udah, Tante coba tanya dan minta ke dokter dulu ya? sekalian ngurus administrasinya juga" Ucap Tante Cinta segera keluar.
Dave segera kembali menghampiri Vina, tampak Vina sangat lahap menikmati burger ditangannya dan Dave sengaja tidak memakan burger yang diberi Tante Cinta, karena bermaksud untuk diberikan kepada Vina.
"Ini, kamu makan juga yang ini" Ucap Dave menyerahkan burger ditangannya.
Vina menoleh ke arah Dave, tanpa ragu segera menyambar burger ditangan Dave dan langsung di makannya tanpa ragu.
"Pelan-pelan, nanti kamu tersedak" Ucap Dave khawatir melihat cara makan Vina.
Uhuk...uhuk, ahhh
Vina tersedak dan terbatuk.
"Apa ku bilang, pelan-pelan. Ya udah kamu minum dulu" Dave segera memberi minum pada Vina yang tampak serat ditenggorokannya.
"Makasih, aku masih lapar" Ucap Vina memegang perutnya.
Dave tersenyum tak percaya melihat tingkah Vina yang konyol, tapi tampak lucu dimatanya. Dan tiba-tiba Dave segera memeluk Vina dengan erat, dan mengusap rambutnya dengan lembut mengisyaratkan bahwa Dave begitu rindu pada Vina.
Vina kaget karena pelukan Dave yang secara tiba-tiba, tak dapat berbuat apa-apa. Karena Vinapun merasakan rindu yang mendalam kepada Dave dengan mata terpejam.
Lalu Rangga tiba-tiba masuk, dan melihat adegan pelukan Vina dan Dave yang tampak mesra membuatnya kembali membalikan badan dan keluar, dengan perasaan luka dihati yang harus dia sembunyikan kepada siapapun.
Seorang perawat pria masuk membuka tirai pembatas kasur pasien IGD, lalu membuka infusan Vina dan mempersilahkan Vina untuk pulang.
Dave dan Vina tersenyum senang, lalu Dave segera menarik tangan Vina untuk ikut bersamanya.
Dave sedera melonggarkan pegangan tangannya dan menghampiri Tante Cinta, Rangga dan Ibu Veronika lalu meminta agar Vina ikut ke rumahnya karena Dave khawatir takut terjadi apa-apa apabila Vina tinggal sendiri dirumahnya.
Tante Cinta menyetir mobilnya, mengantar Rangga pulang lalu mengantar Vina, Dave dan Ibu Veronika pulang, Sedangkan Tante Cinta tak bisa ikut menginap karena malam ini suaminya pulang.
Vina diantar Dave ke kamar tamu, sedangkan Ibu Veronika segera ke kamar untuk istirahat. Karena merasa begitu lelah dan mengantuk.
"Vin, aku minta maaf. Karena selama aku tidak ada, aku tidak bisa menemani hari-hari berat kamu. Maafkan aku" Ucap Dave memegang kedua pergelangan tangan Vina lalu memeluk Vina.
"Udah ah, lepas dari tadi meluk-meluk mulu. Doyan amat sih, lebih baik kamu temenin aku ke dapur. Aku mau mie instant" Ucap Vina melepas Pelukan Dave.
Dave segera melepas pelukannya, dan dipegangnya kedua pipi Vina tersenyum lalu mengecup bibir Vina dengan lembut membuat mata Vina melotot karena kaget dan akhirnya kecupan bibir Dave disambut hangat oleh Vina, tubuhnya berasa disengat listrik yang menyebar ke seluruh tubuh dengan detak jantung yang begitu cepat.
"Ok aku suruh pembantu untuk membuat mie instan untuk kamu ya" Ucap Dave setelah melepas ciumannya.
Vina mengambil nafas dalam sambil memejamkan matanya.
" Ngga! aku mau masak sendiri, sekarang kamu antar aku ke dapur dan tunjukan dimana tempat mie instan dan teman-temannya berada" Jawab Vina menarik tangan Dave untuk mengikutinya ke dapur.
"Apa, teman-teman? maksud kamu teman-teman siapa?" Dave menggaruk rambutnya yang tak gatal karena tak mengerti ucapan Vina.
"Aku mau buat 2 bungkus mie goreng pakai 2 telur dan sayurnya juga, kamu mau aku buatin? Nah, sayur dan telur itu teman-temannya Mie instant" Tanya Vina segera menyalakan kompor dan merebus air untuk masak mie instant.
"Ngga salah kamu masak 2 bungkus hanya untuk kamu sendiri? aku 1 bungkus aja, tapi telurnya 2 ya..." Jawab Dave terkekeh.
Setelah mie instant matang mereka berdua asyik makan berdua ditengah malam, dengan lahap lalu tertidur di meja makan karena kekenyangan dan rasa kantuknya.
Dave terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit di seluruh tubuhnya, sebab tak pernah tidur dalam posisi duduk dalam waktu yang lama. Lalu Dave mengangkat tubuh Vina yang masih terlelap ke dalam kamar tamu, dan Dave malah tertidur disamping Vina karena benar-benar masih mengantuk, mereka berduapun tertidur dalam posisi saling berpelukan.
Dipagi hari Vina terbangun, Vina melotot kaget karena dilihatnya Dave tertidur disampingnya dan segera terperanjat duduk dari tidurnya.
'Gila nih orang, ngambil kesempatan dalam kesempitan'
Pikir Vina kesal langsung memukul Dave yang masih tertidur hingga terbangun.
"Aduuuh, apa-apaan sih kamu? Orang lagi tidur dipukulin" Teriak Dave kesal.
"Kamu tuh yang kenapa? Enak saja tidur disamping saya, hah" Jawab Vina ketus.
"Eh lagian gue cuma tidur doang, ngga ngapa-ngapain juga. Kamu tuh harusnya berterimakasih sama saya karena sudah ngangkat tubuh kamu yang berat ke kamar" Jawab Dave mengusap-ngusap punggungnya yang dipukuli Vina.
"Iya, tapi ngga harus tidur bareng juga. Dasar mesum, huh" Ucap Vina lalu berdiri menimpuk kepala Dave dengan bantal.
"Iya...iya maaf, tapi kamu suka kan" Ucap Dave ikut berdiri dan memeluk Vina dari belakang.
"Arghhh, kamu tuh ya...sana keluar" Vina melepas pelukan Dave dan mendorong Dave keluar kamar dengan muka sedikit memerah.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....