STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
HARUS BILANG APA



Setelah sarapan, Vina minta Dave mengantarnya ke Rumah sakit untuk bertemu Mak. Tetapi disaat Vina akan berangkat, Tante Cinta datang lalu ikut Vina ke Rumah sakit.


Di Rumah sakit Vina melihat Mak yang sudah tampak segar, dan meminta untuk segera pulang kembali ke rumah.


Vina dan Tante Cinta mengurus keperluan Administrasi kepulangan Mak, Vina bingung karena tabungan dari usahanya kurang dari 10juta, sedangkan Tagihan yang Vina lihat mencapai 20juta lebih.


"Kamu kenapa Vin?" Tanya Tante Cinta yang melihat Vina tampak bingung.


"Ough, ini Tante Vina bingung Uang Vina kurang untuk bayar tagihan rumah sakit"Jawab Vina menyerahkan daftar tagihan yang harus dibayar.


Tante Cinta tersenyum, karena sepertinya Vina tak menyadari cap Lunas yang tertera di bawah total tagihan. Karena Tante Cinta sudah menangguhkan uang 25juta untuk biaya Rumah Sakit, yang artinya masih ada sisa yang akan dikembalikan oleh pihak rumah sakit kepada Tante Cinta.


"Ya udah, sekarang kita siap-siap pulang yuk" Ucap Tante Cinta mengajak Vina.


"Tapi Tante, saya mau bicara dulu ke bagian administrasi mungkin aja ini bisa dicicil" Ucap Vina mengejar Tante Cinta yang melangkah pergi.


"Coba kamu lihat kembali invoicenya, disitu tertera Lunas. Jadi, sekarang kita langsung pulang" Ucap Tante Cinta kembali dan merangkul pundak Vina.


Vina bingung, karena merasa tak pernah membayarnya.


"Mak, sekarang kita pulang ya?" Ucap Vina memeluk Maknya.


"Iya sayang, meskipun pasti Mak merasa berat karena sekarang Abah sudah tidak ada" Ucap Mak mengingat terakhir kali pergi bersama Abah,


"Oya Mak baru ingat, waktu itu Mak sama Abah habis mencari kado sebuah cincin buat ulang tahun kamu tapi sepertinya cincinnya menghilang" Ucap Mak lesu.


"Sudahlah Mak, Vina sudah tidak pernah mau mengingat hari Ulang tahun Vina. Karena menurut Vina, Tanggal dan bulan lahir Vina merupakan hari tidak baik bagi Vina" Ucap Vina santai.


"Maksud kamu gimana Vin" Tanya Tante Cinta penasaran.


"Ough ngga apa-apa bu, Vina memang kadang-kadang suka asal bicara" Jawab Mak yang sebenarnya tahu maksud Vina.


"Oya Mak, sekarang aku nginep di rumah Mak boleh ngga?" Tanya Dave pada Mak Ijah.


"Tentu saja boleh, Mak senang kalau rumah ramai" Ucap Mak yang sudah bersiap-siap untuk pulang.


***


Dirumah Vina, teman-teman Vina: Doni, Riska dan Bella sibuk membersihkan rumah dan memasak makanan untuk menyambut kepulangan Vina dan Mak tanpa sepengetahuan Vina tentunya. Karena sebelumnya Tante Cinta sudah menyerahkan kunci duplikat kepada Bella.


"Ris, gue merasa kasihan sama Vina deh" Ucap Bella yang sedang duduk karena lelah bersama sahabat-sahabatnya.


"Kita juga sama Bell, betul ngga Don?" Jawab Riska bertanya pada Doni.


"Yo-i" Jawab Doni singkat.


"Tapi setelah gue pikir-pikir masalah Vina datang setelah keluar dari Coffee Shop tempat kerjanya dulu" Ucap Riska kembali.


"Iya sih Ris, tapi gue harap kedepannya Vina ngga ada masalah lagi" Ucap Bella berharap "Eh, tapi ngomong-ngomong Dave sekarang udah bareng Vina lagi lho, Ich gue senang deh" Ucap Bella senang.


"Nah lo sendiri gimana, pilih Rangga atau Kevin?" Tanya Riska menggoda Bella.


Belum sempat Bella menjawab, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang ternyata Rangga datang membawa beberapa kue dan makanan ringan serta minuman untuk di makan teman-temannya juga untuk Mak dan Vina.


"Wah, panjang umur bro. Kita-kita lagi ngomongin lo, eh lo datang. Sumpeh lo bawa makanan dan minuman segar pula, tau aja yang kita mau" Ucap Doni yang menepuk pundak Rangga disaat Rangga duduk disamping Doni.


""Thanks ya Ga, kebetulan gue haus mau minuman dingin" Ucap Bella langsung membuka minuman botol kemasan rasa buah yang dibawa Rangga.


"Oya kalian rajin banget nih, bela-belain ngerjain ini semua demi Vina" Ucap Rangga pada teman-temannya.


" Kita ini sahabat yang solid, dan Vina orang yang baik yang harus kita jaga juga" Jawab Doni.


***


Dijalan Dave menyetir mobil dan Vina duduk didepan disamping Dave, sedangkan Mak dan Tante Cinta duduk bersamaan.


'Kalo bener Tante Cinta Ibu kandung aku, apa perlu aku tanya alasan membuang aku dulu atau aku harus bersikap santai seolah tak tau apa-apa, lalu aku harus bilang apa pada Tante Cinta? Mamah, Ibu atau apa?'


Pikir Vina yang diam-diam memperhatikan Tante Cinta di kaca spion mobil.


"Vin, kenapa kamu ngelamun?" Tanya Dave penasaran melihat Vina terdiam.


Akhirnya Vina dan yang lainnya sampai ke rumah, Vina kaget ternyata di rumah sudah ada mobil Doni dan motor Rangga yang sudah terparkir di depan rumah.


"Assalamu'alaikum" Ucap Vina dan Mak saat masuk.


" Wa'alaikum salam, Wah Mak udah sehat. Bella seneng deh" Jawab Bella segera berdiri menghampiri Mak dan memeluknya.


"Neng Bella sendiri gimana sehat?" Tanya Mak melepas pelukan Bella.


"Bella sehat Mak, Oya Mak kita-kita udah masak buat Mak sama Vina...yaaa buat kita-kita semua sih. Cuma Bella ngga tau enak atau ngga" Jawab Bella menjelaskan.


Mereka semua asyik makan bersama di atas karpet yang sudah digelar, meskipun masakannya terasa ada yang kurang asin dan terlalu asin. Tetapi karena makan bersama-sama, semua lauk pauk yang dimasak habis tak tersisa.


"Dave, lo bantu Rangga cuci piring ya?" Perintah Doni pada Dave.


"Apa! gue cuci piring? Ngga-ngga gue ngga bisa" Jawab Dave menunjuk mukanya sendiri dan menolak perintah Doni.


"Ya udah, biar aku aja yang nyuci. Kalian ngga usah ribut" Sela Vina sembari mengumpulkan piring kotor.


"Nah kalo sama kamu gue mau bantu. Tapi gue ngga tau gimana cara cuci piring" Ucap Dave bingung.


"Ngga usah, aku bisa sendiri ko. Tapi, kamu bantu aku angkat wadah yang kotor ke westafel ya" Ucap Vina meminta.


"Ok " Jawab Dave singkat.


" Oya Ga, kamu sendiri mo bantu ngga?" Tanya Bella pada Rangga.


Akhirnya semua pekerjaan beres setelah Vina yang menyabuni perabot kotor dan Rangga membasuhnya dengan air sedangkan Dave mengelap wadah basah.


Bella, Riska dan Doni tertidur di Sofa dengan lelap, sedangkan Mak berada di kamar bersama Tante Cinta.


Tante Cinta berbicara jujur pada Mak perihal Vina yang merupakan anak kandungnya yang sempat ia buang dan sempat ia cari tetapi hasilnya nihil , dan sangat berterimakasih kepada Mak karena bersedia merawat dan mendidik Vina dengan baik. Lalu Mak dan Tante Cinta saling berpelukan, meskipun hati Mak was-was takut Tante Cinta merampas Vina dari dekatnya.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....