
Sepulang dari LP Dave mengantar Mak pulang, dan langsung menuju kampus bersama Vina. Di dalam mobil pikiran Vina berkecamuk antara kedua orang tua kandungnya, sesekali mata Dave melirik ke arah Vina yang duduk disampingnya.
"Vin, kamu kenapa?" Tanya Dave membuka suara.
"Aku bingung Dave, mau tinggal sama siapa nanti" Jawab Vina.
"Sekarang kamu ngga usah mikirin itu dulu, kamu fokus aja di belajar dan usaha kamu yang akan dimulai lagi" Ucap Dave menyarankan.
"Iya juga sih, mumet aku mikirin itu. Dulu aku sempat berpikir untuk mengetahui Kedua Orang tua kandung aku, setelah aku tau ternyata itu malah makin membuat rumit" Ucap Vina menoleh ke arah Dave.
Dave tersenyum dan sedikit mengacak rambut Vina.
Sesampainya di Kampus, Vina dan Dave berpisah untuk masuk ke kelasnya masing-masing.
"Vin, tadi gue ke rumah lo. Tapi rumah lo ko sepi banget ya, memangnya lo sama Mak pada kemana?" Ucap Bella bertanya.
Vina tersenyum menatap Bella " Sorry ya... Aku sama Mak tadi ada perlu Bell, biasanya kan kamu ngabarin dulu?" Jawab Vina merasa tak enak.
" Oya, jadinya lo star jualan lagi kapan Vin?" Tanya Bella penasaran.
"Belum tau Bell, by the way Riska sama Doni kemana? Tumben mereka belum datang" Ucap Vina yang baru menyadari dua sahabatnya yang lain belum ada di kelas.
"Ga tau Vin, mereka ngga ngabarin gue juga" Jawab Bella menggelengkan kepalanya dan sedikit mengangkat pundaknya isyarat tak tau,
"Eh dosen dah dateng tuh" Ucap Bella memberitahu.
Semua Mahasiswi dan mahasiswa tampak serius mendengar materi pelajaran yang diberikan untuk materi Bahasa Inggris, diselingi humor yang membuat mereka semua terkadang tertawa karena celotehan lucu Dosen.
Hingga tak terasa Materi Bahasa Inggris usai dilanjut oleh materi lain, sampai waktu istirahat tiba.
"Bell, serius nih Riska sama Doni ngga ada kabar ya...Sebenarnya mereka kemana sih?" Tanya Vina masih penasaran.
Turth..turth...Suara Sambungan telepon ke Riska berbunyi, hingga 3 kali sudah Vina mencoba menelepon. Tetapi tidak diangkat juga.
"Gimana Vin, nyambung ngga?" Tanya Bella penasaran.
"Nyambung sih nyambung Bell, tapi ngga di angkat. Lagi sibuk mungkin, Ya udah kita ke Kantin yuk" Ajak Vina karena perutnya terasa lapar.
Vina dan Bella asyik makan menu yang sudah dipesan, Vina memesan Nasi goreng ayam plus mie goreng ditambah jus Mangga dan air mineral, sedangkan Bella hanya memesan Kwetiau goreng.
" Gue heran sama lo deh Vin, makan porsi jumbo badan tetep aja ga gede-gede. Coba kalau gue yang gitu, sayang badan gue gampang melar" Gumam Bella kesal.
Tiba-tiba Rangga menghampiri Bella dan Vina, dan langsung duduk di kursi kosong.
"Eh ngomong-ngomong, Riska sama Doni kemana? tumben kalian cuma berdua aja" Tanya Rangga heran.
"Ngga tau Ga, tadi Vina udah nelepon berkali-kali tapi tetap ngga di angkat" Jawab Bella cemberut.
"Oooohh...mungkin mereka lagi sibuk ada urusan penting" Ucap Rangga menebak.
"Mungkin" Ucap Vina mengangkat kedua bahunya.
Dave, Gilang dan Kevin baru ke kantin karena Dosennya terlalu asyik menerangkan Materi belajarnya di kelas. Hingga lupa waktu, melewati jam Istirahat tiba.
"Ko kalian telat sih?" Tanya Vina keheranan.
"Ya biasalah Dosennya demen lihat tiga cowok ganteng di kelas kita, hahaha" Ucap Kevin percaya diri.
"Ngakak, percaya diri lo ketinggian tuh. Turunin dikit, kalau udah jatuh sakit tau" Ledek Bella pada Kevin.
Dave hanya tersenyum, tak menjawab apapun dan Tampak jelas wajahnya yang Bete.
"Gue bete Vin, cewe lawan main gue neleponin mulu. Gue udah kasih tau lagi ada kelas, tetep aja nelepon" Ucap Dave menjelaskan.
" Maksud lo Marsha Chalista Dave? Waaah gue ngefans lho sama dia, cantik banget menurut gue" Ucap Bella terkesima.
" Menurut gue sih biasa aja, kamunya aja yang lebay" Ucap Dave sinis.
" Yeay biasa aja kali, hak gue dong kalau gue ngefans" Gumam Bella kesal.
Dave tak menjawab ucapan Bella, karena malas untuk berdebat . Lalu beranjak untuk memesan makanan.
" Gilang, Kevin kalian mau pesan apa? biar sekalian gue yang pesan" Ucap Dave menawarkan diri.
" Gue pesen sphageti sama Kentang goreng plus Jus Jeruk aja Dave" Jawab Kevin.
"Kalo lo apa Lang" Tanya Dave kembali
" Gue sama'in aja, gue lagi malas makan nasi" Jawab Gilang tanpa berpikir panjang.
"Ok" Ucap Dave dan berlalu.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan tiba dan mereka semua asyik makan bersama.
Tiba-tiba ada salah satu mahasiswa datang menghampiri Dave tergesa-gesa.
"Dave, ada yang nyari'in lo tuh. Gila Cantik banget bro" Ucap salah satu mahasiswa tadi lalu segera pergi kembali ke depan.
Dave keheranan, dengan wanita yang dimaksud mahasiswa tadi. Dan menghentikan suapannya, dengan mata berputar sambil menerka-nerka.
'Apa jangan-jangan Marsha nekat datang kesini? Sial nekat bener tuh cewek' Gumam Dave dalam hati.
Dan benar saja tak lama kemudian datang seorang wanita dengan jalan berlenggak-lenggok bak gaya seorang model, didampingi asistennya yang berjalan dibelakangnya.
"Hallo sayang" Ucap Wanita tadi yang merupakan seorang artis terkenal yang bernama Marsha,
"Kamu Pindah" Ucap Marsha ketus pada Vina karena ingin duduk di samping Dave.
"Ngga bisa, kamu duduk di kursi kosong aja sama" Jawab Vina ketus, merasa tak suka karena dia tampak sok mesra pada Dave.
"Kamu berani sama saya? kamu belum tau siapa saya, hah?" Ucap Marsha dengan sombongnya.
"Aku lebih berani dari itu, andaikan kamu mengajak berduel pun aku siap. Hayo..." Jawab Vina mulai emosi.
Dave langsung menggenggam tangan Vina, dan menutupkan matanya sebentar menandakan untuk menahan emosi.
Bella yang awalnya ingin berfoto bersama dan meminta tanda tangan, merasa harus menarik kembali niatnya karena melihat tingkah Marsha yang begitu sombongnya.
'Aduuh, gue salah pilih artis nih. Males gue ngeFans sama dia' Gumam Bella dalam hati kesal.
Akhirnya Asisten Marsha menarik kursi kosong dan mendekatkannya dengan kursi yang Dave duduki tepat di belakang Dave, dan Marsha langsung duduk tanpa ragu lalu langsung merangkulkan tangannya ke leher Dave.
Dave manarik nafas panjang, menahan emosi dan langsung melepas tangan Marsha dari leher dan pundaknya.
"Sayang kamu kok gitu sih, banyak yang bilang kita pasangan serasi loh" Ucap Marsha manja.
Vina merasa muak mendengar ucapan Marsha, entah kenapa hatinya terasa panas dan kesal melihatnya dekat-dekat dengan Dave.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....