
Vina masih terikat dikursi yang dia duduki, perutnya berasa sangat lapar dan haus sekali. Karena memang Vina tidak di beri makan dan minum.
" Ahhh...Ya Allah, sebenarnya siapa yang sudah berani nyulik aku kaya gini" Lirih Vina meratapi dirinya yang dalam posisi terikat
"Hallo...hallo apa ada orang disini?" Teriak Vina berharap ada yang mendengar.
'Sial, sepi banget sih. Keliatannya ini seperti bekas gudang, kayanya ini bangunan tua deh' Pikir Vina dengan mata melihat sekeliling ruangan dengan bola matanya
"Aduuh...bagaimana kalau aku mati disini" lirih Vina.
Dua orang laki-laki bertubuh besar dan berwajah sangar dari kemarin hanya masuk dan melihat Vina sebentar lalu keluar lagi meninggalkan Vina sendiri, tanpa berkata apapun dan tanpa memberi apapun. Dan saat ini saat mereka hendak keluar meninggalkan Vina, Vina berteriak memanggil mereka.
"Hei kalian...jangan pergi dulu, aku mau buang air. Ayolaaah, masa iya aku harus buang air disini?" Ucap Vina yang memang berasa mau buang air, mungkin kalau dihitung dalam sehari Vina hanya buang air kecil dua kali dikarenakan tidak ada asupan air yang masuk ke tubuhnya.
Mereka berdua saling bertatapan lalu keluar memanggil Rekan perempuan mereka yang menunggu di luar. Ya, Vina selalu ditunggu dan ditemani wanita bertubuh gemuk dengan rambut bercat pirang dan muka ditutup masker juga kaca mata hitam, jika Vina berasa hendak ke air untuk buang air.
"Cepat, awas kamu jangan macam-macam" Ucap wanita gemuk tadi dengan suara beratnya yang khas dan galak.
Vina tak menjawab apapun, meskipun dirinya kesal dan bisa saja dia mengeluarkan jurus tae kwon do yang dia yang punya, tapi Vina merasa belum ada waktu yang tepat dan tidak bisa gegabah untuk bertindak. Bisa-bisa Vina mati sia-sia karena dibunuh, andai saja ceroboh dalam bertindak.
Vina berpikir keras bagaimana caranya dia kabur, kemarin disaat Vina buang air. Vina melihat ada jendela kecil tepat diatas bak kamar mandi, dan sepertinya tubuh Vina bisa masuk melewati jendela itu.
'Yaah, mungkin ini waktu yang tepat buat aku kabur dari sini'
Pikir Vina sambil naik ke atas bak mandi dan mengintip di balik jendela.
'Sialan, dibawah jendela kamar mandi aja ada penjaga bagaimana aku bisa kabur?'
Pikir Vina kesal segera turun kembali dan terdengar suara gedoran pintu dengan keras.
"Hei...Cepat keluar atau saya suruh semua penjaga laki-laki masuk mendobrak pintu. Kamu bisa habis dimangsa mereka" Ucap Wanita gemuk tadi diluar dengan nada ancaman.
"Iya tunggu, aku lagi pakai celana" Jawab Vina asal dan segera membuka pintu.
Vina berpikir keras, apa harus berbuat nekat atau hanya pasrah menerima kenyataan ditahan oleh mereka.
Akhirnya Vina mengambil keputusan untuk berbuat nekat, lebih baik mati karena berusaha kabur daripada mati karena duduk pasrah tak berusaha melakukan apapun. Lalu Vina segera meninju leher belakang Wanita gemuk tadi dengan sekuat tenaga menggunakan sikut tangannya, hingga jatuh tersungkur dan pingsan.
Vina segera mengintip dengan sedikit membuka pintu, dan dilihatnya tidak ada penjaga dibalik pintu. Vina tersenyum senang dan segera keluar dan menutup pintu kembali lalu bersembunyi ditiang tembok, tampak seorang penjaga berjalan sendiri Vina berputar arah menghindari pria tadi lalu keluar secara perlahan.
***
Ditempat lain Dave, tante Cinta dan Ibu Veronika masih sibuk mencari Vina dengan mencari jejak Pak Wisnu dari kediaman dan para tetangganya.
Dave yang menyetir mobil dan saat ini masih memantau dari jauh rumah pak Wisnu, tetap tak ada yang keluar dan hanya ada dua mobil masuk tanpa keluar lagi.
***
Vina berhasil keluar dan sembunyi dibalik rerumputan yang tumbuh tinggi tak terawat.
Dugh...Vina kaget dengan mata yang melotot karena tepat dari belakang ada tangan besar yang menyentuh pundaknya dengan kasar. Vina segera berbalik dan sliding kaki pria besar yang menyentuh pundaknya.
brugh...pria tadi terjatuh, lalu berdiri kembali hendak meninju Vina. Tetapi Vina berhasil menangkis kepalan tangannya, dan balik meninju pria besar tadi. Akhirnya Vina berduel dengan pria tadi, tetapi karena kondisi Vina yang lemah Vina jatuh tersungkur dengan beberapa lebam diwajahnya.
Beberapa para penjaga menghampiri Vina dan menarik Vina dan membawa Vina kembali ke dalam dan mengikatnya dikursi kembali lebih kencang dengan mulut ditutup ikatan kain.
"Emmh...emmmh..." Vina tak dapat berbicara karena terhalang kain yang menutupi mulutnya.
'Sialan, lepasin aku' Pikir Vina dalam hati meneteskan air matanya dengan kepala tertunduk.
"Hai cewek sialan beraninya kamu pukul aku dari belakang, kamu mau coba-coba kabur? Hah!" Ucap Wanita gemuk yang tadi pingsan.
"Hai kamu, suruh siapa kamu pukul dia. Saya hanya menugaskan kamu jaga dia kalau ke air" Ucap Pria yang baru datang di pintu masuk ruangan tempat Vina disekap.
Wanita itu membalikkan badannya, dengan gestur tubuh yang gugup dan takut.
"Ma...maaf Bos, Wanita ini tadi mencoba kabur bos" Jawab Wanita gemuk membela diri.
"Ough...jadi kamu mencoba kabur" Pria tadi menghampiri Vina dan mendekati wajah Vina dengan mata melotot.
'Apa...dia kan pak Wisnu, kenapa dia culik aku? apa dia begitu dendam sama saya?'
Pikir Vina dalam hati dengan menatap balik wajah pak Wisnu penuh amarah.
"Kamu! Buka pengikat mulutnya. Aku mau tau dia mau ngomong apa?" Perintah Pak Wisnu pada salah satu penjaga.
"Kamu...bukannya Pak Wisnu? kenapa Bapak culik saya?" Tanya Vina emosi.
"Ternyata kamu masih ingat saya, Wanita kampung ingusan? dan saya harap kamu juga tidak lupa sudah membuat aku dipenjara" Jawab Pak Wisnu menarik rambut Vina ke arah belakang yang membuat wajah Vina mendongkak ke atas menatap wajah pak Wisnu.
"Lepaskan rambut saya" Ucap Vina kasar.
Pak Wisnu tersenyum melihat Vina meringis kesakitan karena dijambak olehnya, lalu segera melepasnya.
"Kamu tau! Sudah berurusan dengan siapa?" Teriak Pak Wisnu kesal lalu hendak menampar Vina, tetapi entah kenapa tangannya terasa berat untuk melakukan itu.
'Kenapa aku seperti berat untuk menamparnya, dan kenapa aku tak tega melihat muka dia babak belur seperti ini?' Pikir Pak Wisnu heran dengan semua perasaannya ini.
Truth...truth..
Tiba-tiba Ponsel Pak Wisnu bergetar di saku celananya.
'Cinta...? Kenapa dia menelepon aku?'
Pikir Pak Wisnu melihat layar telepon dan segera keluar untuk menjawab telepon.
"Ya hallo, ada apa tumben kamu telepon saya?" Tanya Pak Wisnu ditelepon.
"Wisnu, apa kamu sudah menculik seorang Wanita bernama Vina?" Tanya Tante Cinta tanpa basa-basi.
"Kamu bicara apa? maaf aku sedang sibuk" Ucap Pak Wisnu bermaksud mengakhiri telepon.
"Wisnu...wisnu tunggu, kamu jangan tutup teleponnya. Saya mohon jangan sakiti dia, sebelum kamu menyesal" Pinta Cinta pada Pak Wisnu.
"Kenapa aku harus menyesal, toh dia cuma gadis kampung miskin yang harus diberi pelajaran" Jawab Pak Wisnu yang sudah terpancing Tante Cinta, karena tanpa sadar sudah mengakui Vina berada ditangannya.
" Sekarang kamu dimana? aku susul kamu kesana ya" Pinta Tante Cinta pada Pak Wisnu.
"Ahh...sudahlah aku sibuk" Ucap Pak Wisnu segera menutup sambungan telepon.
***
Ditempat lain Tante Cinta dibantu Dave segera mencari tau titik lokasi Pak Wisnu melalui ponselnya.
Setelah berapa lama mengotak ngatik akhirnya Dave berhasil menemukan titik lokasi di ponsel, lalu segera mengemudikan mobil menuju lokasi tujuan diikuti oleh polisi Erik dan beberapa rekan-rekannya.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....