STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
AMNESIA



Vina kembali beraktivitas seperti biasa setelah 2 minggu hanya diam di rumah, lebih sering mengurung diri di kamar menatap foto-foto Dave dan mengenang saat-saat bersama dengannya.


Terkadang Bella dan Riska juga Doni datang menghibur Vina, sehingga Vina sejenak melupakan kesedihannya karena kehilangan Dave.


"Vin, besok setelah aku pulang kantor kita makan di luar yuk." Ajak Bella mencoba membuat Vina agar tak selalu diam di rumah.


"Iya Bell makasih, besok aku telepon ya..." Jawab Vina mencoba tersenyum.


Akhirnya Bella pamit pulang, karena harus balik lagi ke kantor. Vina segera ke kamar Mak untuk mengajak Mak, beberapa hari menginap di rumah Ibu Cinta. Lalu Vina segera menghampiri ruang kerja Ayahnya.


Tok...tok...tok..."Permisi Ayah".


"Masuk sayang" Jawab Ayah dari dalam ruangannya.


"Maaf Vina mengganggu Ayah" Ucap Vina ragu.


Pak Wisnu segera beranjak berdiri dari duduknya, lalu memeluk Vina.


"Ayah, Vina mau minta izin untuk 1 minggu ini akan tinggal bersama Ibu. Apa Ayah tidak keberatan" Tanya Vina dengan tatapan berharap izin dari Ayahnya.


Pak Wisnu menarik nafas penjang, sejenak berpikir 'mungkin Vina butuh tempat untuk melepas sedikit kenangan yang selalu mengingatkannya tentang Dave, kasihan kamu Nak kamu harus sabar. Ayah dan mertua kamu akan selalu berusaha mencari suami kamu' Gumam Pak Wisnu dalam hati.


"Baiklah, jika kamu mau seperti itu. Tapi Ayah harap siapkan kamar juga untuk semua pengawal kamu. Kebetulan Ayah 1 minggu ini ada perjalanan bisnis ke Jepang dan Belanda" Jawab Pak Wisnu pada Vina.


"Terimakasih Ayah" Ucap Vina senang dan segera mencium pipi Ayahnya lalu keluar ruangan dan segera memberi tahu Ibu Cinta.


...****************...


Dave sudah kembali ke Rumah wanita yang membawa Dave pergi.


"Cath, kamu sudah beri makan Dave belum?" Tanya Ibu Rebecca yang merupakan Ibu dari wanita itu sambil berbisik.


"Biarlah suster Sandra yang urus Mom, Catherine sudah bayar mahal dia di sini" Jawab wanita itu yang ternyata bernama Catherine.


Di dalam kamar Dave duduk di sisi ranjang, melamun menatap jendela...Cuaca hari ini sangat cerah. Tetapi pikiran dan hati Dave masih bingung akan jati dirinya.


"Pak, lebih baik anda makan dulu. Karena anda harus segera minum obat." Pinta Suster Sandra pada lelaki yang sedang duduk melamun.


"Apakah kamu tahu siapa aku sebenarnya? saya tidak yakin saya berasal dari sini, karena saya tidak mengerti bahasa yang mereka ucapkan" Tanya Dave menoleh ke arah Suster Sandra berdiri.


"Emmm...Sa...saya hanya bertugas merawat anda tuan" Jawab Suster Sandra terbata-bata.


Ceklekh...Suara pintu terbuka


"Hai Sayang, kenapa kamu belum makan? kamu harus cepat makan David, ngga lama lagi kita kan akan menikah" Ucap Catherine tersenyum lebar.


Dave mengernyitkan dahinya,


"Memangnya saya pernah bilang kita akan menikah?" Tanya Dave segera berdiri dan menghampiri Catherine, yang kini tepat berada di hadapannya.


Catherine memeluk Dave "Sayang, mungkin kamu lupa kita sudah bertunangan dan akan segera menikah. Tapi, aku di sini akan berusaha agar kamu kembali mengingat saya" Ucap Catherine asal bicara, agar Dave yakin.


Dave berusaha mengingat kembali tentangnya, tetapi efek yang di timbulkan adalah membuat kepalanya terasa sakit "Aaargh...sakit" Teriak Dave memegangi kepalanya.


"Ka...kamu kenapa sayang?" Tanya Catherine khawatir segera memapah Dave kembali ke tempat tidurnya.


"Aaargh...sakit...sekali" Ucap Dave dengan nafas terengah-engah menahan rasa sakit.


"Sandra, kenapa kamu diam saja. Segera kamu ambil obat untuk penahan rasa sakitnya!" Seru Catherine memerintah Sandra.


"Ma..maaf, baik saya segera ambil" Jawab Suster Sandra segera mengambil obat di kotak khusus menyimpan obat Dave. Lalu segera menyerahkannya kepada Catherine beserta segelas air minum.


Catherine segera memberi obat ke mulut Dave, lalu memberi minum pada Dave. Sedikit-sedikit rasa sakit di kepala Dave mereda, lalu segera memejamkan matanya karena kantuk yang menderanya.


"Ahhh, Sandra kamu ikut saya keluar kamar" Perintah Catherine pada Suster Sandra.


"Ba...baik bu" Jawab Suster menundukkan kepalanya.


Suster Sandra segera mengikuti Catherine ke kamarnya.


"I..iya Bu" Jawab Suster Sandra gugup.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kamu pantau Dia terus. Saya pergi dulu, karena saya ada urusan" Ucap Catherine segera mengambil tasnya dan keluar kamar. Sedangkan Suster Sandra segera kembali ke kamar Dave.


"Oya mulai saat ini, panggil dia David Ok" Ucap Catherine kembali, dengan jari telunjuk tepat di wajah Suster Sandra.


...****************...


Vina telah tiba di rumah Ibu Cinta, dikawal oleh Bimo di mobil belakang dan mobil Vina yang di setir oleh Jaka.


Setibanya di rumah kediaman Ibu Cinta, Papah Reino dan Ibu sudah menunggu Vina di depan teras Rumah sembari menikmati cemilan yang tersaji di meja.


"Hallo sayang, Ibu senang akhirnya kamu dan Mak mau tinggal di sini. Yaah meskipun hanya sementara, bagaimana dengan kandungan kamu Nak" Tanya Ibu Cinta semangat dan memeluk Vina.


"Alhamdulillah baik Bu, ngga apa-apa kan kalau Jaka dan yang lainnya ikut tinggal di sini?" Jawab Vina bertanya.


"Tentu saja boleh" Ucap Papa Reino pada Vina, lalu Vina segera mencium punggung tangan Papah Reino.


Akhirnya Vina, Mak dan lainnya segera masuk ke dalam rumah.


'Mungkin jika aku di sini, aku bisa melupakan sejenak akan kesedihanku.' Gumam Vina dalam hati.


"Mak, mau kan kalau Mak tidur bareng di kamar Vina" Pinta Vina pada Mak.


"Iya sayang" Jawab Mak singkat.


Vina dan Mak segera masuk kamar, lalu segera bergabung di Ruang keluarga. Di sana ada Kenzo yang sedang asyik menonton Telivisi yang tersambung dengan Wifi dan membuka Aplikasi Video terkenal.


"Lagi nonton apa dek?" Tanya Vina dan duduk di samping Kenzo.


"Ini ka, lagi nyari-nyari film Zombie. Kali aja ada yang terbaru." Jawab Kenzo sambil asyik terus memainkan remotenya.


"Ooough, kenapa ngga nonton film hantu indonesia aja dek?" Tanya Vina kembali.


"Ngga ah Ka, lebih seru Zombie" Jawab Kenzo menolak.


"Bilang aja kamu takut kan dek, hehe" Sindir Vina terkekeh.


"Siapa bilang Ken takut, Kenzo cuma ngga suka aja." Jawab Kenzo cemberut.


"Ya kata Kaka lah, ya sudah cepetan Kaka mau ikut nonton." Perintah Vina pada Kenzo.


■□■□■□■□■□


Hallo semuanya...?


Bagaimana kabar kalian saat ini, semoga kalian suka dengan karyaku ya. Untuk masukkannya di tunggu lho.


Maaf untuk yang komentar, kadang ngga aku balas semuanya. Tapi, saya tetap dukung dan feedback karya kalian kok. Jangan bosan-bosan dukung karyaku ya...


Tanpa kalian para pembaca, apalah aku ini😣😊😉. Please Jangan lupa untuk memberi :


# Rate 5,


# Like,


#Comment,


#Jadikan bacaan Favoritmu dan juga


#Vote ...


💖Mari kita saling mendukung.💖👍


Lanjuuut.....