STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
PERHATIAN TANTE CINTA



Dave senang akhirnya Vina sadar, dan segera memanggil dokter. Dokter dan susterpun segera datang untuk memeriksa kondisi Vina.


Suster segera mengukur suhu tubuh Vina menggunakan thermometer, sedangkan Dokter memeriksa kondisi Vina menggunakan stetoskopnya.


"Gimana keadaannya dok?" Tanya Dave khawatir.


"Demamnya masih tinggi, sampai 40,2°. Banyakin minum ya, untuk sementara makan makanan yang lunak agar mudah di cerna. Ok kalau gitu saya tinggal dulu, jika perlu apa-apa hubungi suster aja. Permisi" Ucap Dokter menjelaskan dan keluar bersama suster.


"Iya dok, terimakasih" Jawab Dave lalu duduk disamping Vina kembali.


"Makasih ya?" Ucap Vina tersenyum pada Dave.


"Makasih untuk apa? Sekarang yang penting kamu cepet sehat. Jangan terlalu banyak pikiran." Jawab Dave mengusap kepala Vina pelan.


Lalu Bu'Veronika dan tante'Cinta datang dengan membawa kantong kecil berisi pakaian Vina. dan beberapa cemilan juga nasi box untuk makan malam bertiga. Sedangkan Vina memakan bubur yang telah disediakan oleh Rumah sakit.


"Maaf tadi saya membuka tas kamu, untuk mencari kunci kos'an kamu. Soalnya saya harus bawa baju ganti buat kamu." Ucap bu'Veronika menghampiri Vina dan mengusap pipi Vina.


"Ngga apa-apa bu, maaf saya sudah merepotkan" Jawab Vina lemas.


"Mah, kita makan dulu. nanti keburu ngga enak" Ucap Dave mengajak.


" Yuk, kita makan" Jawab bu'Veronika segera membuka nasi box bagiannya dan Dave.


"Saya makan nanti saja, saya mau suapin Vina dulu." Jawab Tante Cinta segera menghampiri Vina dan hendak menyuapi Vina.


"Ngga usah tante, saya bisa makan sendiri." Jawab Vina tidak enak hati.


"Ngga apa-apa sayang, tante senang kok bisa nyuapin kamu." Jawab Tante Cinta tersenyum.


'Ko tante Cinta baik banget ya, padahal kita baru kenal. Tapi...ko rasanya aku ngerasa nyaman banget ya' Pikir Vina dalam hati sembari diam-diam memperhatikan wajah tante Cinta.


"Aku dah kenyang, Makasih ya tante." Ucap Vina karena sudah merasa mual.


"Kamu mau muntah nak?" Tanya tante Cinta khawatir.


"Eeeeum" Vina mengangguk mengiyakan sambil menutup mulutnya segera turun dari kasur.


Tante Cinta memegang Labu dan selang infusan, Membantu Cinta ke Toilet dan


Byaaar...tumpahan muntahan Vina keluar tepat saat masuk pintu toilet. Tante Cinta memijit leher belakang Vina dengan lembut.


"Udah tante, makasih" Ucap Vina hendak membersihkan tumpahan muntahnya.


"Biar tante yang banjurin Nak, kamu kembali ke kasur aja. Istirahat" Jawab Tante Cinta memapah Vina kembali ke kasur lalu kembali ke toilet untuk membersihan muntahan Vina.


"Kamu ngga apa-apa Vin?" Tanya Dave menghampiri Vina.


"Ngga apa-apa, aku ngantuk." Jawab Vina.


"Kamu mau makan sama apa, nanti saya beli. Asal kamu masuk makanan, tapi harus makanan yang lembek ya" Ucap Dave menawarkan.


" Makasih Dave, Aku lemes banget." Ucap Vina segera tertidur.


"Dave, Ver kalian pulang aja, biar malam ini saya yang tunggu Vina disini" Ucap Tante Cinta pada Dave dan bu'Veronika.


"Ngga...Dave mau tunggu disini. Biar mamah aja yang pulang, Dave dan tante Cinta yang jaga Vina" Jawab Dave menolak.


"Lebih baik kamu ikut mamah pulang, besok kamu harus ke kampus kan?nanti besok giliran kamu yang tunggu." Ucap bu'Veronika membujuk.


"Baiklah kalo gitu, Dave pamit tante. Tolong jaga Vina, kalau ada apa-apa tolong kontak Dave." Ucap Dave pamit bersama mamahnya.


"Ok, kita ke kampus kamu dulu. Tapi, kamu langsung balik ke rumah. Awas jangan kemana-mana dulu." Jawab bu'Veronika mengiyakan.


"Iyaaaah, Dave juga mau langsung pulang ko" Ucap Dave malas.


Akhirnya setelah sampai dikampus Dave segera turun dan mengemudikan mobilnya sendiri. Sedangkan Bu'Veronika mengemudikan mobil tepat di belakang mobil Dave.


****


Di Rumah sakit Tante Cinta selalu memperhatikan Cinta, hatinya terasa hangat apabila berada dekat Vina.


Disaat Vina terlelap dari tidurnya, diam-diam Tante Cinta melepas Cincin dijari manis tangan kiri Vina. Dilihat bagian dalam Cincin, lalu Tante Cinta segera memakaikan kembali Cincin itu pada jari Vina.


"Cincin yang indah" Ucap Tante Cinta pelan.


Suster selalu memantau Demam Vina setiap 4 jamnya, dan menyuntikan obat penurun panas di infusan Vina. Vina selalu mengigau meracau tak jelas karena demamnya, membuat Tante Cinta khawatir dan setia menemani dan melayani jika Vina hendak ke toilet atau sekedar minum.


"Tante...kenapa tante ngga tidur. Tidurlah tante, nanti kalau Vina butuh bantuan pasti Vina bangunin tante." Pinta Vina disaat terbangun ditengah malam.


"Iya Vin, tante juga sudah ngantuk. Tapi, kamu janji kalau butuh tante bantuin tante ya?" Ucap Tante sambil menguap.


"Iya tante" Jawab Vina.


"Ya udah sekarang kamu tidur lagi atau mau apa? nanti tante bantu atau tante ambilin." Tanya tante sebelum pindah ke sofa untuk beristirahat melepas lelahnya.


"Ngga tante, makasih" Ucap Vina sambil terpejam lalu tertidur.


***


Dirumah Dave, Dave sudah lelap dalam tidurnya. dan memimpikan dirinya sedang menaiki mobil bersama, lalu Vina turun dari mobil untuk membeli sesuatu. Tiba-tiba motor datang menabrak Vina, Hingga membuat Vina terpental karena dorongan motor yang kuat.


"Tidaaaaaak" Dave teriak dalam tidurnya lalu terbangun, dilihatnya sekeliling kamar dan Dave isthigfar karena tadi hanya mimpi.


"Ya Allah lindungilah Vina, berilah Vina selalu dengan kesehatan dan keselamatan karena Ridhomu ya Allah, aamiin." Ucap Dave dalam doa nya.


Dave pun segera berwudhu dan melaksanakan shalat malam, agar dirinya diberi ketenangan. Lalu segera tidur kembali.


****


Dirumah sakit Tante Cinta sudah bangun sedari subuh, untuk melaksanakan shalat subuh.


"Tante, Vina lapar. Kayanya makan bubur ayam panas enak ya tante." Ucap Vina membayangkan Semangkuk bubur ayam.


"Kamu mau bubur ayam sayang, ya udah kalau gitu tante keluar dulu cari bubur ayam ya...?kamu tunggu disini" Ucap tante Cinta segera keluar mencari bubur ayam pesanan Vina.


Akhirnya Vina kembali ke ruangan Vina dengan membawa 2 porsi bubur ayam untuk dirinya juga untuk Vina, dan segera menyuapi Vina perlahan karena takut Vina muntah lagi.


Setelah 5 suapan, Vina merasa kenyang.


"Sudah tante, Vina kenyang. Kalo dipaksain takut muntah lagi, kan sayang" Ucap Vina.


" Iya sayang ngga apa-apa yang penting kamu udah mau masuk makanan." Jawab Tante Cinta tersenyum dan menyimpan bubur Vina ke atas meja.


"Terimakasih tante, Oya kenapa Vina merasa nyaman dengan tante? terus Vina merasa sudah pernah kenal atau dekat dengan tante. Apa pernah kita bertemu sebelumnya tante?" Tanya Vina penasaran.


"Ah masa sih Vin, Tante baru kenal kamu ko. Tapi, tante udah merasa nyaman banget sama kamu nak. Sekarang kamu minum obat dulu ya? " Ucap Tante Cinta segera memberi obat pada Vina.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....