STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
USAHA BARU KELUARGA VINA



"Vin, Mak sama Abah jadi jualan di Toko deket kampus ngga?" Tanya Bella.


"Insa'allah jadi Bell, kita tinggal buka. semua peralatan dan bahan udah siap tinggal jualan aja." Jawab Vina.


"Iya Vin, ngga kerasa ya udah 2 bulan Abah dan Mak tinggal disini. Gue liat muka lo tuh sumringah terus" Ucap Riska.


"Oya? Emang udah dua bulan ya...saking menikmatinya waktu pun ngga kerasa" Jawab Vina tersenyum.


" Kamu juga udah satu bulan ini resign dari butik mama nya Dave, jadi kamu sekarang sudah punya banyak waktu lagi buat kita-kita. Iya ngga genks?" Ucap Bella melirik Riska dan Doni meminta persetujuan.


"Iya sih, tapi aku kadang-kadang kangen juga masa kerja. Kalau aku kangen kapan-kapan kita main ke butik Bu'Vero yuk?" Ajak Vina.


"Eh itu Dave datang bareng temen-temennya. Sekarang udah bukan trio lagi, ada member tambahan Rangga, hihi" Ucap Doni terkekeh.


Dave dan kawan-kawan datang menghampiri meja Vina di kantin dan seperti biasa menggabungkan meja dan kursi lain menjadi satu.


"Vin, Abah sama Mak nanti mau jualan apa? Kita-kita siap promosi'in lho" Tanya Kevin Pada Vina.


"Ada deh, tapi aku keep omongan kamu ya? bantu Promosi Via akun sosmed kalian dan temen-temen kalian pokoknya" Jawab Vina.


"Kok pake rahasia-rahasia'an sih, ngga seru ah. Kalo mau dipromosi'in ngga boleh gitu, mana gratis pula" Ucap Gilang menyahut.


"Ampun deh, sama temen aja itungan" Jawab Vina cemberut.


"Iya dong, business of business. Tapi boong, Becanda Vin. Serius amat, hahaha" Ucap Gilang lalu tertawa.


"Garing bangets sih, by the way ini brosur usaha Mak dan Abah nanti. Kamu baca aja sendiri, kita jualan apa aja." Ucap Vina menyerahkan beberapa selembaran brosur.


Mereka semua lalu membaca brosur yang diberikan oleh Vina.


" Serius nih Vin, hebat kamu ilmu yang kamu dapet waktu jualan di Coffee Shop lo tuang di usaha lo, ya meskipun ngga komplit kaya di coffe shop tapi good" Ucap Kevin memuji.


"Iya dong, kita ngga boleh sia-sia'in ilmu yang kita dapet." Jawab Vina bangga dan meletakkan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya dibawah dagu sambil tersenyum.


"Terus selain modern drink, lo juga nyedia'in traditional drink juga. keren lah, dan yang penting nih harga cocok buat kalangan menengah ke bawah." Ucap Gilang kembali.


" Kapan buka" Tanya Dave tiba-tiba.


"Emmm...kapan ya..? kayanya teman kita yang satu ini ngga bisa baca ya..." Ucap Vina menyindir.


"Nih, disini tertulis tanggal dan bulannya. berarti besok buka" Ucap Rangga menunjuk tanggal buka di brosur.


"Sorry gue ngga baca" Jawab Dave.


"Dave, udah lama aku ngga denger kabar tante Cinta. Memang kemana?" Tanya Vina tiba-tiba mengingat Tante Cinta.


"Gue ngga tau pasti Vin, tapi kalo yang gue denger-denger sih. Tante Cinta lagi ngga ada di Indonesia, Ortunya di Korea lagi sakit gitu" Jawab Dave.


"Ough...pantesan" Ucap Vina.


"Eh, nanti kita ke rumah Vina yuk? sekalian bantu-bantu prepare buat besok opening gitu" Ajak Doni pada semua.


"Emmmmmh, Ok kita beli balon-balon sama hadiah-hadiah kecil untuk doorprize buat para konsumen yang datang, gimana menurut kalian?" Ucap Bella memberi ide.


"Iya betul-betul tuh, kita beli payung, buku catatan, baju, pulpen sama voucher dan hadian utamanya telepon genggam, gimana? nanti diundi setelah 2 atau 3 bulan gitu.." Ucap Riska.


"Ngga-ngga-ngga, aku ngga setuju. Duit dari mana aku beli itu semua, kalian ini yaah. Ngarang aja" Jawab Vina menolak.


" Ide bagus tuh, kali ini gue setuju sama lo" Ucap Kevin pada Rangga.


"Aduuh, kalian ini yah. Dibilangin aku ngga ada duitnya" Ucap Vina kembali mengingatkan.


"Tenang Vin, kita-kita siap jadi sponsornya" Ucap Kevin.


"Tapi...kalian sudah banyak bantu aku. kemarin yang bayar sewa toko kan kalian, masa iya kalian harus beli souvenir juga? ada telepon genggamnya lagi, Nanti utang aku makin banyak sama kalian. Nih kalian liat ponsel aku aja, model lama" Ucap Vina kesal, sembari menunjukan ponselnya.


"Ngga apa-apa kali, nanti juga kalau usaha kamu sukses. Kita juga pasti kecipratan, betul ngga?" Jawab Doni menenangkan Vina.


"Tapi...terserah kalian lah" Ucap Vina kembali.


Setelah jam belajar dikampus usai, Vina dan teman-teman menuju percetakan untuk memesan kupon undian yang harus jadi waktu itu juga, dan memesan stempel yang langsung jadi tanpa menunggu besok. Lalu pergi ke kios Vina yang akan buka besok, Karena Mak dan Abah sudah berada di kios tengah mempersiapkan kebutuhan besok.


"Eh, kalian semua pada datang kesini?" Ucap Abah pada teman-teman Vina.


Meskipun tempat usaha hanya toko kecil, tetapi memiliki halaman parkir yang cukup untuk menampung kendaraan para konsumen.


"Iya Mak, ngga apa-apa kan kita kesini? Paling juga Mak berisik denger suara-suara kita yang suka ngomong, iya ngga?" Ucap Kevin dan mencolek pipi Bella.


"Ich apa'an sih, pegang-pegang segala. Ganjen lo" Jawab Bella ketus.


"Ya udah, aku bantu Mak dan Abah beres-beres ya" Ucap Vina segera membantu mempersiapkan segalanya buat besok.


Teman-teman Vina pun membantu mempersiapkan segalanya, dari meja kasir. Meja dan kursi pelanggan. dan lain-lainnya.


" Siip, sudah beres semua. Berkat kalian kerjaan nya jadi cepat kelar, thanks ya guys" Ucap Vina senang.


"Iya betul, makasih ya. Kalian memang anak-anak yang baik" Ucap Abah memuji.


"Kalau gitu kita ke rumah yuk, Mak masak banyak hari ini. Kita makan-makan di rumah" Jawab Mak mengajak semua.


"Wah, kalau urusan makan sih siap Mak" Ucap Bella semangat.


"Dasar kamu tuh ya, malu-maluin. Maafin pacar saya ya Mak" Ucap Kevin merangkul Bella.


"Iiich, enak aja pacar. Weeek" Jawab Bella melepaskan tangan Kevin dipundaknya dan memeletkan lidahnya.


***


" Gila masakan Mak memang enak, makasih ya Mak" Ucap Doni memuji.


"Sama-sama, kamu itu terlalu memuji. Mungkin karena kamu sudah sangat lapar, jadi masakan Mak terasa enak." Jawab Mak.


" Betul mak, apa yang dikatakan Doni. Masakan Mak is the best..." Ucap Gilang mengangkat kedua jempolnya.


"Terimakasih kalau begitu, kalian boleh kok sering-sering kesini untuk ikut makan. Abah senang, rumah jadi terasa ramai." Ucap Abah.


"Ok siiip" jawab Riska.


Setelah selesai makan, mereka pun pamit untuk segera pulang.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....