
Vinapun bersiap-siap untuk pergi bersama Dave, setelah mendapat izin dari Mak. Vina hanya memakai pakaian casual gaya pakaian yang biasa Vina gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesampainya di rumah Dave, Ibu Veronika langsung memeluk Vina. Karena lama tak bertemu, disana hadir juga Kak Herri dan ada juga Rangga yang datang bersama Kak Herri.
Suasana ceria terasa diacara Makan malam bersama beberapa Rekan dekat, juga para Tim atau Kru dari Kak Mikha.
"Vin, kamu menginap disini ya?" Pinta Ibu Veronika pada Vina yang asyik duduk memperhatikan para pria yang sedang melakukan games adu Panco, dan Vina langsung menoleh ke arah Ibu Veronika.
"Oh Ibu, Maaf Bu Vina ngga bisa. Kasihan Mak di rumah sendiri" Jawab Vina menolak
"Oh iya, maaf Ibu lupa kamu kan disini sudah tinggal bersama Mak kamu" Jawab Ibu Veronika tersenyum.
"Ngga apa-apa Bu" Jawab Vina menggenggam punggung tangan Ibu Veronika
"Vin, bagaimana hubungan kamu dengan Ibu kamu?" Tanya Ibu Veronika tiba-tiba
"Baik Bu" Jawab Vina singkat mencoba tersenyum
"Bagus kalau begitu, saya senang mendengarnya" Ucap Ibu Veronika menepuk pundak Vina
Dave yang melihat Vina berdua dengan Mamanya, dan sudah mengikuti adu Panco. Segera menghampiri Vina dan Mamanya.
"Sorry Vin, barusan gue tinggal" Ucap Dave dengan keringat yang masih mengucur di dahinya.
"Santai aja Dave" Jawab Vina
" Bagaimana kamu menang?" Tanya Vina dan Ibu Veronika berbarengan dan tentu saja membuat Vina dan Ibu Veronika saling menatap dan tersenyum.
"Wah, pertanyaannya kompak banget" Ucap Dave heran
"Tentu saja, maksud Dave Tentu saja Dave kalah. Hahaha" Jawab Dave melucu dan tertawa.
"Dasar garing" Ucap Vina meledek
"Ya udah, Mama tinggal dulu ya? Oya Dave jangan antar Vina terlalu malam, atau kamu menginap saja di rumahnya. Mama takut ada apa-apa kalau kamu pulang sendiri bawa mobil tengah malam" Ucap Mama dan segera pergi menghampiri Papa Dave.
"Vin, minggu depan gue sudah mulai syuting lagi ke luar kota. Dan Mungkin kita ngga akan sering bertemu seperti sekarang, mudah-mudahan kamu percaya sama gue ya?" Ucap Dave tiba-tiba.
Vina menatap Dave yang duduk tepat dihadapannya, Vina mencoba untuk tersenyum. Tapi Vina merasa sulit...
"Vin, kenapa kamu ngga jawab?" Tanya Dave kembali
"Entahlah Dave, itu tergantung kamunya juga" Jawab Vina
" Maksud kamu bagaimana Vin?" Tanya Dave
"Maksud saya tuh Kamu yang menjalani, kamu yang tau apa yang kamu lakukan. Dan aku tau ini awal karir kamu, jadi yang pasti aku dukung kamu" Jawab Vina.
"Terimakasih Vin, oya aku antar kamu pulang" Ucap Dave segera berdiri dan menarik tangan Vina untuk segera ikut berdiri.
"Iiich, kamu ini ya...kebiasaan banget. Narik-narik tangan mulu" Ucap Vina gemas mencubit tangan Dave.
Diam-diam Rangga yang sedang duduk bersama Kak Herri memperhatikan Vina dan Dave yang tampak semakin akrab, membuat hatinya terasa sakit, perih karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Vina dan Dave segera pamit kepada semua, dan Dave memutuskan menginap di rumah Vina.
Didalam mobil Vina berpikir Marsha, dan kejadian tadi di kampus.
"Dave, aku boleh tanya ngga?" Ucap Vina memberanikan diri
"Boleh, kenapa?" Jawab Dave sambil fokus menyetir
"Emmmh...apa nanti lawan main kamu Marsha lagi?" Tanya Vina
Sontak saja Dave Rem mendadak, yang membuat Vina dan Dave terhentak maju kedepan.
"Sorry Vin, kamu ngga apa-apa kan?" Tanya Dave khawatir dan tampak Vina menggelengkan kepalanya
Dave segera menepikan mobilnya, Dibelainya rambut Vina dengan kasih sayang
"Kamu cemburu sama Marsha Vin?" Tanya Dave tersenyum
"Emmm...eng...anu...Siapa juga yang cemburu, aku cuma ngga suka aja kamu sama dia" Jawab Vina mulai kikuk.
"Tapi sayangnya jawabannya..." Ucap Dave menggoda Vina
"Sayangnya apa Dave?" Tanya Vina penasaran
"Sayangnya lawan main gue bukan dia, hehehe" Jawab Dave terkekeh
"Iiih, kebiasaan banget sih" Gumam Vina kesal memukul Lengan Dave
Dave langsung meraih tangan Vina " Vin, aku bener-bener sayang sama kamu" Ucap Dave melepas Seatbeltnya dan memeluk Vina dengan erat.
Vina memejamkan matanya merasakan hangatnya pelukan Dave, dan merasakan lembutnya belaian tangan Dave pada bibirnya membuat darahnya terasa mendidih di iringi dengan detak jantung yang tak karuan, membuatnya tak dapat berkata apa-apa.
Dave mengecup bibir Vina dengan lembut dan memeluk Vina semakin erat sehingga terdengar suara desahan Vina yang membuatnya semakin nafsu lebih dalam mengecup bibir Vina dengan permainan lidah dan bibir yang menyatu, lalu tiba-tiba.
Tok...tok...tok...Suara Ketukan Jendela Mobil terdengar membuyarkan permainan Dave, dan segera melepas pelukannya pada Vina.
'Untung kaca mobil gue gelap, aduuuh apa yang udah gue lakuin' Gerutu Dave dihati pada dirinya sendiri.
"Dave...Dave, kenapa mobil kamu berhenti disini? Apa ada masalah?" Tanya Pria di luar dan seperti suara Kak Herri.
Dave segera duduk ke posisi semula dan membuka kaca mobilnya, dan betul tampak Kak Herri sudah berdiri disamping pintu kemudi mobil Dave.
"Iya Kak, kenapa?" Tanya Dave berusaha santai meskipun merasa malu
"Kenapa kamu berhenti disini? Bukannya kamu mau mengantar Vina pulang...ini sudah jam 11 malam Dave" Tanya Kak Herri heran.
"Ooh iya Kan tadi ponsel Dave terjatuh, jadi Dave berhenti dulu untuk ngambil" Jawab Dave berbohong.
"Ponsel? itu di dashboard ada Ponsel kamu" Ucap Kak Herri menunjuk Ponsel Dave yang tersimpan di atas Dashboard mobil Dave.
"Kan udah ketemu Kak, jadi aku simpen disitu" Jawab Dave asal
"Ya sudah, sekarang kamu lanjut jalan. Tadi Mama kamu pesan, supaya kamu menginap di rumah Vina saja" Ucap Kak Herri memberitahu.
" Oya Saya balik ke mobil ya...hati-hati jangan berhenti disembarang tempat lagi, karena kita ngga tau ada orang jahat atau tidak" Ucap Kak Herri mengingatkan.
"I..iya Kak, makasih" Jawab Dave segera menyalakan mobilnya dan melanjutkan perjalanan.
"Oya sorry Vin, tadi gue..."Ucap Dave meminta maaf
"Ngga usah dibahas, sekarang cepat kita pulang" Jawab Vina yang sebenarnya merasa kesal dan malu pada dirinya sendiri.
Akhirnya mobil Dave tiba didepan rumah Vina, Vina segera turun untuk membuka pagar rumahnya dan Dave segera memarkir mobil di halaman rumah Vina sedangkan Vina segera menutup kembali pagar lalu menggemboknya.
Mak segera membuka pintu, karena mendengar suara mobil dan pagar terbuka.
"Assalamu'alaikum Mak, maaf Vina lama" Ucap Vina pada Mak dan mencium punggung tangan Mak.
"Wa'alaikum salam, ya udah sekarang kamu cuci tangan dan kaki langsung ganti baju dan tidur" Perintah Mak pada Vina dan Vina segera masuk untuk mengikuti perintah Mak.
"Maaf Mak, tadi terlalu asyik ngobrol sama Mama jadi lupa waktu, Saya ikut menginap disini ya Mak?" Ucap Dave setelah mencium punggung tangan Mak.
"Ya sudah sekarang kamu juga ke air dan ganti baju" Ucap Mak dan segera mengunci pintu dan kembali ke kamar.
Vina segera kekamarnya untuk istirahat, karena sudah merasa mengantuk. Dan tak mau memikirkan kejadian tadi di mobil, begitupun dengan Dave yang langsung tertidur lelap dikamarnya setelah menjalankan perintah Mak ke air dan berganti baju yang ia bekal.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....