
"Asthagfirullah alladzim, baiklah Pak mungkin nanti setelah pemakaman saya ke kantor anda untuk melihat rekaman Cctv dan membuat laporan" Ucap Vina.
Vina, Rangga dan Pak Erik segera pergi dari Rumah sakit. Untuk mengikuti acara pemakaman Abah yang sudah dipersiapkan oleh Rt setempat serta para tetangga dan teman-temannya.
Vina, bersama para tamu yang datang. Baik itu tetangganya maupun teman-temannya dikampus, melantunkan Ayat suci Al-qur'an mengelilingi jenazah Abah Vina yang sudah terbujur kaku dibalut kain kafan yang ditidurkan di ruang tamu yang telah dialas beberapa karpet. Selesai mengaji Vina duduk disamping Abah dan terus memeluknya.
'Rasanya ini semua seperti mimpi, mengapa semua ini terjadi?Andai saja Mak dan Abah tidak pindah kesini mungkin ini ngga akan terjadi, Maafin Vina Abah. Vina belum bisa membuat Abah bahagia, Semoga Abah tenang dan bahagia disana. Aamiin' Pikir Vina dalam lamunnya sembari terus memeluk Abah meskipun para tetangga dan teman-teman juga sahabatnya sudah membujuknya, tetapi Vina tetap kukuh memeluk Abah.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Vina, lalu memeluk Vina dengan mata berkaca-kaca serta mencium kening Vina.
"Tante Cinta" Ucap Vina langsung menangis dan memeluk kembali Tante Cinta yang datang bersama Ibu Veronika, lalu Ibu Veronika segera bergantian memeluk Vina dan mengusap-ngusap rambut Vina bermaksud menenangkannya.
"Kamu harus kuat Vin, kalau kamu nangis dan bersedih terus seperti ini. Kasihan Abah kamu Vin" Ucap Tante Cinta memberi semangat.
"Iya tante, terimakasih" Jawab Vina menghapus air matanya yang terus mengalir dipipinya.
"Vin, kalau kamu merasa kesepian. kamu bisa tinggal di rumah tante" Ajak Tante Cinta.
"Ngga tante, sepertinya saya akan tetap tinggal disini. Saya juga harus meneruskan usaha Abah dan Mak" Jawab Vina menolak.
"Baiklah jika itu mau kamu, tapi boleh kan sekali-kali tante main kesini nemenin kamu. Selama Ibu kamu dirawat" Ucap Tante Cinta kembali.
Vina hanya mengangguk, tak berkata apa-pun. Akhirnya acara pemakaman selesai sudah, Vina dan sedari tadi tidak melihat Dave sama sekali.
'Kemana Dave, kenapa disaat saya berduka seperti ini dia tidak muncul sama sekali? Mungkin dia sibuk, karena sudah menjadi seorang artis' Pikir Vina melihat-lihat sekekeling lalu melanjutkan kembali berjalan menuju rumahnya untuk pergi ke kantor polisi bersama pak Erik dan Rangga menumpang mobil polisi yang di bawa karena mengikuti acara pemakaman Abah Vina.
Dikantor polisi Vina melihat rekaman Cctv, disana ada sebuah Angkutan Umum yang diikuti sebuah mobil berwarna hitam lalu menabraknya angkutan itu hingga kehilangan keseimbangan lalu masuk jalur arah berlawanan dan menabrak sebuah truk yang melaju kencang. Sedangkan mobil hitam itu tiba-tiba melaju dengan cepat meninggalkan lokasi kejadian, tak sadar Vina meneteskan air mata melihat kecelakaan yang terjadi, serta merenggut nyawa Abah dan supir angkutan itu. Dan setelah Vina ingat-ingat kembali, mobil hitam itu sepertinya akhir-akhir ini sering dia lihat berhenti depan toko miliknya dan terkadang berhenti didepan rumahnya.
"Maaf pak, kalau boleh saya tau didalam angkutan ini ada berapa penumpang?" Tanya Rangga kepada Pak Erik.
"Disini ada 3 penumpang diantaranya ada 1 supir dan 2 penumpang dibelakang yaitu orangtua dari saudari Vina" Jawab Pak Erik.
"Baiklah Pak, saya mau anda usut kasus ini Pak. Tapi maaf Pak,seperti mobil ini sering saya lihat Pak" Ucap Vina kepada Pak Erik.
Pak Erik langsung menoleh kanan ke arah Vina dengan tatapan penasaran.
"Maksud anda bagaimana? Apa bisa anda jelaskan" Tanya Pak Erik.
"Iya Pak, saya akhir-akhir ini sering lihat mobil ini berhenti didepan toko tempat saya berjualan, dan pernah juga didepan rumah. Tapi, saya ngga tau itu siapa?" Jawab Vina menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, anda harus lebih berhati-hati" Ucap Pak Erik mengingatkan.
"Terimakasih atas peringatannya Pak, saya akan lebih berhati-hati lagi" Jawab Vina pada Pak Erik.
Dirumah Ibu Veronika dan Tante Cinta serta teman-teman Vina ( Riska, Bella, Doni, Kevin dan Gilang) sibuk mempersiapkan untuk acara tahlilan pertama. Dan disaat Vina kembali kerumah, setelah dari kantor polisi dan menengok Mak di Rumah Sakit. Acara tahlilan segera di mulai, dan Vina membuka acara dengan sedikit ucapan terimakasihnya atas semua yang hadir dan membantu acara pemakaman hingga acara tahlilan diselenggarakan.
"Vin, kita temenin lo nginep disini ngga apa-apa ya" Tanya Riska meminta persetujuan.
" Tentu saja boleh, terimakasih ya?" Jawab Vina memeluk Riska.
"Kalo Tante boleh nginep ngga?" Tanya Tante Cinta menyahut.
"Emmmmmh...booooleh sih tante, tapi..mungkin tante tidur dikamar Mak." Jawab Vina ragu.
"Ooough, ngga apa-apa soalnya Tante mau nginep bareng Ibu Veronika, iya kan?" Jawab Tante Cinta menyikut lengan Ibu Veronika.
Ibu Veronika bengong, tak dapat berkata apa-apa. Dan mau tidak mau menyetujui ajakan Tante Cinta.
***
Ditempat lain Dave kelelahan, karena jadwalnya yang sangat padat setelah melakukan promosi film dan jumpa fans serta beberapa acara yang Kak Mikha buat untuk kepentingan Film garapannya.
"Argh...cape banget" lirih Dave setelah masuk ke kamar hotel dan melempar ransel miliknya ke atas kasur lalu merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar
"Vina...bagaimana kabar dia?kenapa perasaanku ngga enak banget" Ucap Dave berbicara sendiri.
Dave segera mengambil ponselnya didalam ransel, lalu menghidupkannya. Setelah susah payah dia mumbujuk kak'Mikha untuk menyerahkan ponselnya yang ia sita, agar Dave lebih fokus bekerja. Tetapi Dave beralasan barangkali ada dosen menghubunginya.
Tampaklah banyak chat dari 3 hari lalu, dari beberapa temannya dan dari mamahnya.
"Gila banyak banget, tapi kenapa Vina ngga pernah chat gue? dasar tuh cewek ngga kangen apa sama gue" Ucap Dave kesal dan membaca pesan satu persatu
"Apa...Mak dan Abah kecelakaan, dan Vina pingsan di Rumah sakit?" Ucap Dave kaget tak percaya lalu melanjutkan membaca chat lain bahwa semua teman-temannya menunggu Dave datang diacara pemakaman Abah, lalu mereka semua memutuskan menginap di rumah Vina termasuk Tante Cinta dan Mamahnya.
"Sial...kenapa aku ngga bisa hadir disaat Vina bersedih seperti ini" Teriak Dave melempar Ponsel ke kasur lalu mengusap-ngusap mukanya serta mengacak-ngacak rambutnya sendiri seakan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa hadir disamping Vina dan menghibur Vina.
'Kenapa hati gue benar-benar sakit? perih rasanya tak bisa dekat dengan Vina, apalagi bayangan wajahnya dan senyumnya selalu hadir dikala Dave merasa kesepian atau melamun' Pikir Dave meremas Dadanya seperti merasakan sakit yang tak dapat disentuh.
Hingga akhirnya Dave tertidur karena lelah dan menahan sakit hatinya serta mencaci dirinya sendiri.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....