STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MALAM PERTAMA Part 1



"Dave, kira-kira gaun ini cocok ngga buat ke Resepsi Kak Mikha sekarang?" Tanya Vina menunjukan Gaun Panjang berwarna Pink.


"Bagus, kok" Jawab Dave sambil asyik memainkan Ponsel duduk di ranjang .


"Kamu ini, di tanya malah asyik terus main Ponsel. Kenapa ngga nikah sama ponsel aja" Oceh Vina menggerutu.


Dave menyimpan Ponselnya di meja samping ranjang, lalu segera berdiri menghampiri Vina yang masih sibuk memilih Gaun, yang sengaja Ayahnya beli dan tersimpan rapih di lemari.


"Ehm...ceritanya kamu cemburu niiih" Ucap Dave merangkul pinggang Vina dari belakang.


Sontak Vina kaget karenanya, dan segera melepaskan tangan Dave di pinggangnya karena merasa canggung dan malu.


"Iih, lepas Dave. Ngga boleh gini dong, malu." Celoteh Vina merasa risih, dan membalikkan badan berhadapan dengan pria yang kini menjadi suaminya.


Dave malah sengaja menarik tubuh Vina hingga terjatuh di kasur berdua, dengan Posisi Vina menindih tubuh Dave yang tampak tersenyum pada Vina.


Wajah Vina tampak merah merona, merasakan desiran hebat tubuhnya. Dengan aliran darah yang semakin terasa hangat, dan entah kenapa Vina merasa tidak dapat menolak perbuatan Dave kini.


"Emm...berat, kamu turun dari tubuh saya ya?" Pinta Dave seketika, hingga membuat Vina menepuk dada Dave dan segera kembali berdiri.


"Gue bercanda sayang, kok cemberut gitu sih? nanti cantiknya hilang lho" Ucap Dave membujuk Vina.


Tiba-tiba nada dering Ponsel Dave berbunyi, Dave segera mengambil ponselnya dan terlihat di layar ponsel, kontak Mamah memanggil.


"Ya hallo Mah, ada apa?" Tanya Dave di telepon.


"Kamu di mana Dave, kenapa belum ke sini? Memangnya kamu ngga akan ke sini Dave?" Tanya Mamahnya gemas.


"Iya Mah, Dave sama Vina mau ke sana kok. sebentar lagi On the Way yaaah" Jawab Dave menenangkan Mamahnya.


"Baiklah, Mamah tunggu ya sayang" Pinta kembali Mamahnya, lalu segera menutup sambungan telepon.


Disaat Dave sedang menerima telepon Mamahnya, Vina segera bergegas ke kamar mandi untuk berganti pakaian yang akan digunakan untuk sekarang berangkat ke Resepsi acara pernikahan Kak Mikha yang di selenggarakan di Hotel Ayah Dave.


Meskipun sebelumnya Kak Mikha sudah berkeliling mencari Gedung untuk acara pernikahannya, karena alasan menghemat Budget. Jadi, tetap di gunakan Hotel Keluarga.


Vina keluar dari Kamar mandi menggunakan Gaun berwarna Biru cerah, dengan belahan hingga paha. Dan lengan sebelah kanan hingga sikut, dan sebelah kiri tanpa lengan.


" Waaaw, So beautiful" Seru Dave memandangi Vina, yang memiliki tubuh proposional.


"Udaah, sekarang kamu ganti baju. Tuh bajunya sudah aku pilihin, tunjuk Vina ke Gagang lemari Pintu yang sudah tergantung Jas warna senada dengan Gaun Vina dan Kemeja berwarna putih, serta celana panjang hitam.


Dave segera melucuti pakaiannya, sengaja di hadapan Vina. Untuk segera berganti Pakaian yang dipilih oleh Vina, hingga membuat Vina menutup kedua matanya menggunakan kedua telapak tangannya.


" Kamu ngga malu apa, buka baju di sini. Dasar!" Gerutu Vina sambil terus menutup matanya.


"Kenapa mesti malu, kamu kan istri gue" Ucap Dave masih asyik mengenakan kemejanya.


Vina segera menuju Meja Rias untuk memoles wajahnya, karena harus bergegas menuju acara Resepsi Pernikahan Kak Mikha. Meskipun dirinya merasa lelah, tetapi setidaknya Vina dan Dave hadir, meskipun hanya sebentar.


Dave dan Vina segera beranjak menuju mobil yang sengaja Dave pinjam ke Pak Wisnu. Dan sudah terparkir manis, di tempat parkir. Lalu melajukan mobilnya segera agar tidak semakin terlambat.


Sesampainya di tempat acara, Vina dan Dave segera menghampiri pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Kak Mikha dan Kak Herry.


"Maaf Bu, aku telat" Ucap Vina menghampiri Ibu Veronika.


"Ngga apa-apa sayang, maaf ya Ibu minta kamu sama Dave datang ke sini. Seharusnya ini kan jadi Malam pertama kalian." Goda Ibu Veronika pada Vina yang kini telah menjadi Menantu perempuannya.


" Selamat ya Kak, semoga menjadi keluarga yang SaMaWa" Ucap Vina bersalaman dengan Kak Mikha dan Kak Herri.


"Dave, aku ke sana dulu ya. Itu ada Ibu, aku mau ngobrol sebentar" Bisik Vina pada Dave yang sedang mengobrol dengan Papahnya.


Vina segera turun dan menghampiri Meja Ibunya bersama Papah Reino juga Kenzo yang tampak tampan.


" Ibu ~ Papah, Vina boleh gabung ngga?" Pinta Vina segera duduk di samping Kenzo.


"Iya bu, ngga enak kan kalau Vina ngga datang" Jawab Vina tersenyum.


"Ibu pangling banget lihat kamu sayang, cantiik banget" Puji Ibunya yang tersenyum memandangi Vina.


" Iya Kak? sepulang dari Resepsi Kakak. Mama muji kakak terus tuh" Protes Kenzo.


"Kak, apakah setelah menikah Kakak ngga akan menginap di Rumah kita?" Ratap Kenzo pada Kakaknya.


"Kenapa kamu ngomongnya kaya gitu sih? Insa'allah Kakak dan Kak Dave sekali-kali pasti menginap di sana" Jawab Vina mengacak rambut adiknya.


" Iich Kakak, rambutnya jangan di berantakin. Ken udah susah-susah bikinnya" Gerutu Kenzo tak suka.


"Iya Maaf, adik Kakak yang ganteng" Jawab Vina tersenyum.


Vina melihat Dave yang sedang asyik mengobrol dengan Kevin dan Gilang, di Meja tamu. Diam-diam Vina memandangi Suaminya yang sedang asyik tertawa lepas bersama kedua sahabatnya.


"Ganteng" Ucap Vina spontan.


"Apa Kak? Kenzo memang ganteng kok, buktinya di sekolah banyak Cewek-cewek yang naksir Ken" Celoteh Kenzo memuji dirinya sendiri.


"Iya-iya, adik Kakak memang ganteng." Jawab Vina, dengan ekor mata kembali melihat Dave.


Disana Vina melihat, Marsha menghampiri Dave dan duduk di samping Dave. Bersikap genit pada Dave, tanpa merasa malu.


***


DiMeja Dave


"Dave sayang, kamu kemana aja sih? gue kan kangen, Malam ini kamu menginap di Apartemen gue ya? Gue pasti puasin kamu sayang" Ucap Marsha Manja mengusap Pipi Dave.


Dave merasa tak nyaman dengan sikap Marsha yang terasa mengganggunya. Dave melihat Vina yang terus memandanginya dengan melotot.


"Sha, please deh kamu jangan gini. Gue udah nikah Sha" Ucap Dave melepas tangan Marsha dari wajahnya.


"Gue, ngga peduli Dave. Mau kamu sudah menikah atau belum, yang pasti gue suka sama kamu" Tolak Marsha tetap mencoba menggoda.


"Sudahlaah, dari pada kamu sama Cowok beristri mendingan sama gue. Memangnya gue, ngga ganteng apa?" Sergah Kevin mencoba melepas tangan Marsha.


Sontak Marsha menatap Kevin dan tersenyum.


"Oooh, kamu juga ganteng. Memangnya kamu mau sama aku, Orang-orang yang ngedekatin aku kebanyakan cuma numpang tenar! Memangnya kamu jamin ngga seperti itu?" Celoteh Marsha yang ternyata dalam keadaan mabuk.


Di Meja Vina, yang tak suka melihat Dave di dekati Cewek lain tanpa sengaja meminum gelas berisi Wine milik Papah Daniel, dan kembali menuangnya setelah habis.


"Vina sayang, kamu kenapa? kok minum itu terus...nanti kamu bisa mabuk sayang" Ucap Tante Cinta Khawatir.


Errghhh...Vina bersendawa.


"Kepala Vina pusing Bu, Vina mau pulang" Lirih Vina memegang kepalanya yang terasa pusing dan berat, lalu langsung tertidur di kursi membenturkan kepalanya di meja.


Kenzo segera memanggil Dave, untuk segera pulang bersama Vina yang dalam keadaan Mabuk.


"Kak, Cepat pulang Kak Vina tertidur karena mabuk" Bisik Kenzo ke telinga Dave.


Dave Mengangguk, lalu pamit kepada kedua Orang tuanya juga Kakaknya. Segera mengangkat Vina, untuk segera ke Mobil dan kembali ke hotel.


Di dalam Kamar Hotel Vina masih terlelap, sambil sesekali menggerakan badannya ke kanan dan ke kiri.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....