STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
RENCANA ABAH DAN MAK



Tak terasa sudah seminggu Vina dan teman-temannya liburan di rumah Vina.


"Mak, Vina dan teman-teman besok kembali ke ibukota ya?" Ucap Vina dikamar mak dan abah sambil menyenderkan kepala di pundak Mak.


"Iya nanti disana hati-hati nak, inget jaga kondisi kamu.Mak boleh minta tolong ngga Vin?" Ucap Mak lalu bertanya.


"Memang Mak, mau minta tolong apa?" Tanya Vina penasaran segera duduk.


"Mak dan Abah punya rencana nyusul kamu ke ibukota, Mak sudah jual kebon Mak disini. Nanti hasilnya mau Mak pakai buat beli rumah disana, sekalian usaha kecil-kecilan. Kalau untuk sawah Mak sudah serahin Mang'Ojo untuk garap, nanti sistem bagi hasil" Jawab Mak menjelaskan.


"Terus rumah ini gimana? Tanya Vina penasaran. Rencananya Abah dan Mak sih mau dikontrakan, tapi nanti nunggu kabar dari kamu dulu biar pindah dari sini Mak dan Abah disana langsung ke rumah sendiri." Jawab Abah ikut bergabung dalam pembicaraan.


"Apa ini semua gara-gara Vina? Mak dan Abah jual kebun?" Tanya Vina dengan mata berkaca-kaca.


"Ngga sayang, Mak dan Abah cuma kepikiran sama kamu terus. Ngga tau kenapa waktu itu entah kapan yang pasti malam hari Mak dan Abah merasa kamu dalam bahaya, terus pas kamu datang kesini Mak tau dari teman kamu. Kalau kamu baru pulang dirawat dari Rumah Sakit" Jawab Mak sedih.


"Mak dan Abah sayang sama kamu, Mak dan Abah sudah berjanji akan selalu merawat dan menjaga kamu sampai maut yang memisahkan" Jawab Mak dan saling berpandangan dengan Abah lalu mereka bertiga saling berpelukan.


"Ya udah kamu sekarang balik kamar gih, kasihan teman-teman kamu" Ucap Mak menepuk bahu Vina.


"Iya Mak, Selamat tidur. Vina sayang Mak dan Abah" Ucap Vina bergegas ke kamarnya.



"Eh Vin, dari mana sih? Ada yang mau kita tanya nih" Ucap Riska disaat Vina masuk kamar.



"Dari kamar Mak. Emang apa yang mau kamu tanya?" Ucap Vina penasaran.



"Gini, Besok kan kita balik ke ibukota. Gue dan semuanya sepakat patungan ngasih uang ke Mak dan Abah kamu, yaaah ngga banyak sih. Anggap aja uang sewa dan biaya makan disini, Sumpah Mak dan Abah kamu baik banget." Jawab Bella menjelaskan.



"Apaan sih, ngga ah ngga. Mak pasti nolak itu, lagian kalian semua udah kaya keluarga aku sendiri yang selalu ada disaat aku sendiri disana" Ucap Vina menolak.



"Please Vina, kamu harus dukung dan bantu kami buat Mak dan Abah nerima pemberian kita. Kamu tau sendiri kan sekarang Abah kamu udah ngga jualan, terus hasil tani juga lagi ngga tentu. Lagian biaya hidup dan makan itu mahal." Ucap Riska memohon.



Vina merenung sejenak berpikir apa yang dikatakan temannya ada benarnya juga, toh abah dan Mak pasti lagi butuh banyak uang untuk nanti pindah.



"Emmmmh, Ok deh." Jawab Vina tersenyum


"Tapi...ada syaratnya. Kalian nanti bantu aku nyari rumah kecil tapi nyaman disana ya, soalnya Mak dan Abah mau nyusul aku untuk pindah ke ibukota." Ucap Vina senang.



"Yaaaah, nanti kita ngga bisa liburan kesini lagi dong. Amsyong deh..." Ucap Bella cemberut.



"Tenang aja, masih bisa kok. Rumah ini ngga dijual, cuma di kontrakin aja. jadi, nanti kalau libur kita masih bisa main kesini." Jawab Vina.



"Waaah bagus deh kalo gitu, gue seneng dengernya. Btw, kita tidur yuk. Ngantuk nih...hoaaam" Ucap Riska lalu menguap karena ngantuk.



Akhirnya mereka semua tertidur karena sudah sangat lelah dan mengantuk.



Esok hari Vina dan teman-temannya sudah sibuk bersiap-siap dan berkemas untuk pulang ke ibukota.



"Mak, kita pamit pulang yah. Makasih sudah sambut dan menampung kita-kita disini, Mak jangan kapok ya?" Ucap Kevin pamit pada Mak dan mencium Punggung tangan Mak diikuti oleh Dave dan Gilang.



"Sama-sama kasep, hati-hati dijalan jangan ngebut kalau ngantuk dan capek istirahat aja dulu di Rest Area" Ucap Abah pada Kevin dan yang lainnya.



"Oya Mak, Rangga juga pamit yah...Sekarang kan Rangga udah jadi orang ibukota. Jadi mau pulang kesana." Ucap Rangga tersenyum dan mencium punggung tangan Mak dan Abah.



"Eh iya ya, kamu sekarang sudah jadi orang sana yah?" Ucap Mak lalu Mak berbisik pada Rangga.


"*Ngke ge Mak rek pindah kaditu, bantuan Vina neangan imah nyak*?" Bisik Mak pada Rangga


(Nanti juga Mak mau pindah kesana, bantu Vina nyari rumah ya?).



"Siip atuh Mak" Jawab Rangga tersenyum dan mengangkat ibu jari serta mengedipkan matanya.



"Mak ini sedikit uang dari kita, maaf ngga banyak sebenarnya kalau di bilang harus nginep di hotel dan biaya makan disini jauh banget dari cukup, tapi lumayanlah. Semoga Mak dan Abah terima dan berkenan." Ucap Riska memberi amplop pada Mak dan Abah.




"Mak, kalau Mak dan Abah nolak kita semua ngga mau main kesini lagi, kapok." Ucap Bella menimpali sambil cemberut.



"Sudahlah Mak & Abah Terima aja. Mereka semua ikhlas kok" Ucap Vina pada Abah dan Mak.



"Iya Mak, terima ya" Ucap Doni mengiyakan.



"Baiklah abah dan Mak terima, Jazakallah katsiron untuk semua nya. Semoga menjadi Rizki yang berkah dan kalian semua diberi sehat dan selamat." Ucap Abah pada semua.



"Baiklah kalau gitu kita pamit ya" Ucap Dave.



Lalu mereka satu persatu mencium punggung tangan Mak dan berpelukan, dan segera masuk ke dalam mobil dengan formasi yang sama saat berangkat. Lalu segera pergi menuju Ibukota.



Mak dan Abah membuka amplop yang diberi teman-teman Vina, dan mereka kaget dengan isinya.



"Ya Allah, Mak ini makh banyak banget" Ucap Abah pada Mak.



"Ada Tiga Belas Juta abah, mereka kayanya anak-anak orang kaya ya bah. Alhamdulillah Vina dikelilingi orang-orang baik dan kaya ternyata" Ucap Mak berkaca-kaca.



"Iya Mak, ngga percuma kita rawat dan didik Vina selama ini. dan setiap malam kita Selalu berdoa semoga Vina dikelilingi orang-orang baik." Jawab Abah.



Diperjalanan Vina asyik membaca novel di layar Ponselnya, sedangkan Dave kadang-kadang melirik ke arah Vina yang sedari tadi asyik membaca tanpa membuka suara.



"Hei ngobrol dong, diam aja. Kalau gue ngantuk gimana? kamu mau ganti'in setir mobil" Ucap Dave ketus.



"Ya-elah gitu amat sih, kamu ngga ikhlas saya nebeng mobil kamu?haah" Jawab Vina kesal.



"Bukan gitu maksud gue, emang enak dikacangin dari tadi ngga ngomong-ngomong" Ucap Dave.



" Eh iya, aku mau tau dong. kalian kasih duit Mak saya berapa? jadi penasaran, hehe." Tanya Vina terkekeh dan mengangkat ngangkat kedua alisnya.



"Matre banget sih lo, gue kira lo bukan cewek matre. Tapi gue udah nanggung naksir lo. Jadi disyukuri aja deh, hahaha" Jawab Dave tertawa.



"Yeay, ditanya apa jawabnya apa. ngga nyambung tau" Ucap Vina kesal dengan muka bersemu merah.



"Ya ada-lah, ngga banyak sih. kalau dikasih banyak takut disangka sombong atau disangka menghina. Setidaknya sedikit tapi lumayan." Jawab Dave mulai serius.



"Ooooh...Nyalain lagu dong, bete nih." Pinta Vina.



Akhirnya Dave menyalakan lagu, dan Vina bersenandung mengikuti lagu meskipun terkadang salah lirik tapi tetap bernyanyi hingga merasa lelah dan tertidur.



"Yaaah, malah tidur lagi. Untung udah deket" Ucap Dave melihat Vina.



Akhirnya Dave sampai ke Rumah Dave tanpa mengantar Vina ke kos'an nya, dan mengangkat lalu menidurkan Vina di kamar tamu. Sedangkan Dave segera ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.



Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.



Lanjuuut.....