
Bella segera menghampiri Rangga dan menyenggolnya lalu tersenyum manis ke arahnya. Rangga tampak kikuk dengan sikap Bella yang seperti itu, membuatnya terlupa dengan perasaan cemburu yang ia rasa saat ini.
Akhirnya mereka segera pulang karena hari sudah semakin gelap.
"Vin, kapan kamu mulai Usaha kamu lagi" Tanya Bella mengingat perkataan Vina yang akan memulai Usaha lagi di kala mobil melintasi tempat Vina membuka Usaha.
"Sepertinya nanti Lusa aku mulai lagi Bell" Jawab Vina pada Bella
"Tapi, aku sama Mak lagi bingung nyari orang buat bantu aku sama Mak nanti" Ucap Vina kembali.
"Emmm...kenapa kamu ngga ajak Arief saja untuk bantu-bantu kamu sama Mak?" Tanya Rangga pada Vina
"Soalnya tadi gue sempat ngobrol, kalau Arief lagi nyari kerjaan. Karena Arief dan Susi harus tinggal di rumah Bibinya yang kosong tidak ditinggali sepeninggal Bibinya karena sakit" Ucap Rangga menjelaskan.
"Lho, memangnya Bibinya ngga punya anak. Sampe rumahnya kosong" Tanya Vina penasaran.
"Setau gue sih, Suaminya meninggal setahun sebelum Bibinya meninggal, dan Bibinya tidak mempunyai anak juga" Jawab Rangga mengingat-ngingat.
"Ough...ya udah kalau gitu, aku minta nomer Arief ya?nanti aku sama Mak hubungi Arief" Ucap Vina pada Rangga meminta Nomer Ponsel Arief.
Dan akhirnya Vina pun mendapatkan Nomer Ponsel Arief dari Rangga, dan menyimpannya di kontak ponselnya.
"Thanks to infonya ya Ga" Ucap Vina tersenyum.
"Ok" Jawab Rangga singkat.
Setelah Dave mengantar Riska, Bella dan Rangga di depan Rumah Riska. Dave segera kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Vina pulang, karena khawatir akan terlalu malam jika mampir kembali di Rumah Riska.
"Vin, Apa Rangga suka sama kamu?" Tanya Dave tiba-tiba.
Sontak Vina kaget dan heran, menoleh ke samping ke arah Dave karena pertanyaan yang tiba-tiba tentang Rangga.
"Kenapa kamu tiba-tiba tanya itu Dave" Tanya Vina penasaran.
"Gue juga laki-laki Vin, gue bisa lihat dari sorot mata dan gerak-gerik Rangga yang terlihat perhatian karena suka sama kamu Vin" Ucap Dave menjelaskan.
"Oooh, aku sih ngga tau pasti perasaan Rangga ke aku sekarang kaya gimana Dave, tapi dulu semasa SMA memang Rangga pernah menyatakan Cinta ke aku" Jawab Vina menjelaskan mengingat saat Rangga bilang suka padanya.
"Tapi...dulu aku tolak dia, karena bukan Rangga yang aku suka. Jadi, aku minta dia tetap jadi teman dan sahabat aku" Ucap Vina kembali.
"Memangnya siapa laki-laki yang dulu kamu suka Vin?" Tanya Dave makin penasaran.
Degh...'Aduuuh, kenapa sih aku kalau ngomong ngga dipikir dulu. Masa iya aku harus jawab dulu aku suka Kak Herri yang merupakan tunangan Kak Mikha, bisa kacau deh. Hadeuuuh' Guman Vina dalam pikirannya sendiri.
"Vin...ditanya kok malah diam sih?" Tanya Dave kembali.
"Ough ngga kok, maksud aku kenapa kamu tiba-tiba nanyain tentang Rangga? memang masalah buat kamu?" Ucap Vina mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Jelas itu masalah, karena gue ngga suka kamu dekat dengan Rangga karena perasaan suka, gue cemburu" Dengus Dave kesal.
"Apa yang gue bilang tadi di Rumah sakit, bahwa kamu pacar gue itu gue serius Vin" Ucap Dave kembali.
"Memang kita pernah jadian, perasaan belum deh" Tanya Vina kembali.
"Kamu ingat? waktu dulu gue bantu kamu dari kejaran dua laki-laki botak yang nusuk teman kamu?" Tanya Dave mencoba mengingatkan Vina.
"Iya aku ingat, memangnya kenapa?" Tanya Vina penasaran.
"Waktu itu, gue tarik kamu ke lorong demi menyelamatkan kamu. Di situ juga, gue Cium kamu" Ucap Dave kembali mengingatkan Vina.
"Disitulah daya tariknya Vin, momen yang ngga akan di lupa" Jawab Dave menimpali
"Dan kamu tau itu juga merupakan first kisses gue, dan itu sama kamu" Ucap Dave memberi tahu.
Vina merasa tak percaya dengan ucapan Dave, karena merasa sosok Dave yang tampan, kaya, terkenal di kampusnya, dan tinggal di kota pula. Baru merasakan Ciuman pertama.
"Memangnya kenapa dengan hari itu?" Tanya Vina kembali, karena semakin penasaran.
"Dari situ, gue sudah anggap kamu jadi pacar gue" Ucap Dave yang menghentikan laju mobilnya karena lampu merah.
"Dan aku ngga suka kalau kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain, meskipun sebenarnya gue sudah suka kamu dari pertama kita ketemu di kantin kampus" Ucap Dave kembali.
Vina tersenyum dengan pengakuan Dave.
"Sebenarnya aku juga sudah mulai menyukai kamu sebagai lawan jenis, tapi aku belum yakin dan takut sama yang namanya cinta Dave" Ucap Vina memberitahu.
"Kenapa kamu harus takut?" Tanya Dave penasaran.
"Sebenarnya aku takut, dengan perasaan Cinta yang menurut aku rumit dan pelik, karena aku lahir dari Cinta yang sulit dan Perih" Ucap Vina kembali dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak semua Cinta itu perih dan sakit Vin, itu hanya bumbu sebuah kisah Cinta" Ucap Dave meyakinkan.
"Aku bingung Dave, beri aku waktu. Terimakasih, kamu sudah jujur sama aku. Jangan pernah bosan untuk terus meyakinkan aku..." Ucap Vina pada Dave.
Dave menggengam tangan Vina, sembari terus melajukan mobilnya menuju rumah Vina.
"Baiklah gue ngga maksa kamu, tapi gue lega gue sudah jujur sama kamu." Ucap Dave tersenyum.
Akhirnya mobil Dave tiba tepat di Rumah Vina.
"Kamu mau turun dulu Dave?" Ajak Vina
"Ngga Vin, gue langsung cabut balik ya" Ucap Dave, meskipun sebenarnya Dave ada janji bertemu di rumah Kevin bersama Gilang untuk sekedar minum-minum dan menginap di rumah Kevin.
"Ok, terimakasih ya" Ucap Vina tersenyum manis.
Dan tiba-tiba Cuuup, Vina mengecup bibir Dave. Yang membuat Dave kaget, dan membelalakan matanya. Vina melepas kecupannya, dan tersenyum pada Dave dengan muka memerah karena malu. Vina pun segera membuka pintu mobil...
"Tunggu Vin" Ucap Dave tiba-tiba
"Iya...kenapa Dave?" Tanya Vina penasaran.
"Terimakasih untuk hari ini, Selamat malam, semoga mimpiin gue ya..." Ucap Dave mengedipkan satu matanya.
"Iya, hati-hati di jalan. Aku masuk dulu...Daaah" Ucap Vina segera turun dan segera membuka pagar rumah lalu menggemboknya dan segera masuk ke dalam Rumah.
Dave pun segera melajukan kembali mobilnya, untuk pergi ke rumah sahabatnya Kevin.
"Vin, kenapa kamu pulang Malam" Tanya Mak
Vinapun menjelaskan tentang pertemuannya dengan Susi dan Arief karena kecelakaan yang terjadi antara Riska dan Doni terhadap Susi dan Arief. Serta menjelaskan niat Vina, yang akan merekrut Arief untuk membantunya di tempat Usaha nanti. Dan Mak setuju atas ide Vina, merekrut Arief yang sudah dikenalnya sewaktu di kampung.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....