STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MAKAN MALAM BERDUA



Sesampainya di rumah Vina segera membersihkan diri, lalu berganti pakaian karena pukul 8 malam, Dave segera menjemput untuk makan malam bersama seperti yang sudah di janjikan tadi pagi.


Entah mengapa Vina merasa sedikit gugup untuk Pertemuan dengan Dave kali ini, Karena tak seperti biasanya Dave sudah memberikan Dress putih selutut yang harus dikenakan Vina, Flat shoes, dan hand bag cantik berwarna senada dengan Dress yang Vina pakai.


Tiba-tiba suara mobil berhenti. Vina mengintip dari tirai jendela, dan benar saja Mobil Dave yang datang. Dan Vina bergegas keluar menghampiri Dave, setelah sebelumnya pamit dan izin ke Mak.


"Hai...gimana kita jadi makan malam di luar?" Tanya Vina mengangkat kedua alisnya, bicara di pintu mobil.


"Tentu saja, kamu sudah cantik gitu masa ngga jadi?" Ucap Dave memandangi Vina yang mengenakan Dress Selutut dan Rambut yang diurai, tampak sangat cantik dan elegan.


Akhirnya Vina masuk ke Mobil, dan Dave segera melajukan mobilnya menuju Resto yang telah dia pesan.


Di perjalanan, Dave melihat kaca Spion seperti ada mobil yang mengikutinya. Bahkan tampak dua mobil yang saling mengikuti, ke mana arah mobil Dave melaju.


"Vin, sepertinya kita ada yang ngikutin deh." Ucap Dave memberitahu.


Vina segera melihat kaca Spion dan tetap santai dengan mobil yang mengikutinya. Karena merasa hapal dengan mobil yang mengikutinya.


"Ngga apa-apa Dave, kita lanjut aja. Anggap aja mereka ngga ada." Jawab Vina dengan raut muka santai dan tenang.


Dave merasa heran dengan sikap Vina, dan merasa ada yang disembunyikan oleh Vina. Tetapi, Dave percaya pada Vina dan tetap memutuskan melajukan Mobilnya ke Restoran yang di tuju.


Vina segera turun dari Mobil, dituntun oleh Dave yang memegangi tangannya. Tentu saja Vina merasa canggung, sedangkan Dave menyerahkan kunci mobilnya kepada pelayan Restoran di pintu masuk. Untuk segera memarkirkan mobilnya.


"Ngga usah dipegangin deh, kaya anak kecil aja." Celetuk Vina menolak,


"Lagian kan aku pakai Flat Shoes, kecuali kalau pakai High heels. Kamu wajib gendong aku, hehe" Ucap Vina terkekeh.


"Ngga apa-apa dong, sekali-kali romantis kaya di film-film gitu." Jawab Dave tersenyum.


"Kamu ini bikin malu aja" Ucap Vina tersipu malu, sambil terus berjalan bergandengan tangan dengan Dave.


Saat Vina menoleh ke belakang, tak sengaja Vina melihat beberapa Anak buah Ayahnya yang tiba-tiba sudah berada di dalam mengikuti arah Vina dan Dave melangkah.


Dave sengaja menyewa ruang privat yang menghadap langsung ke Pantai, yang sudah dihiasi beberapa tulisan I Love U dan beberapa taburan bunga. Dan hidangan pembuka yang tersaji di meja makan, dengan suasana lampu yang tidak terlalu gelap maupun terang.


Saat Vina masuk, Vina merasa takjub dan Senang atas Kejutan yang Dave beri padanya.


"Oh Dave, Very cute. I Love U babe..." Ucap Vina terharu.


"Love U too" Jawab Dave tersenyum, karena melihat Vina senang.


"Pemandangannya bagus banget Dave, tetapi kenapa ruangannya sampai dihias-hias kaya gini? pasti mahal ya?" Ucap Vina senang melihat sekeliling ruangan dan bertanya pada Dave.


"Itu ngga penting, yang penting sekarang kita duduk dulu. Pasti kamu sudah lapar kan?" Ucap Dave mengajak Vina duduk.


"Kamu tau aja, Hihi" Jawab Vina tertawa kecil.


Tanpa Dave dan Vina tau ada dua orang pengawal yang berjaga di pintu masuk ruangan mereka, yang berjaga karena ditugaskan oleh Pak Wisnu.


Vina menikmati hidangan pembuka yang tersaji, tak berapa lama beberapa makanan tersaji kembali, setelah mengangkat semua piring yang sebelumnya tertata rapi.


"Oya Dave, View nya bagus banget ya? Kalo siang-siang kesini pasti seru, kita bisa foto-foto. Instagramable banget deh..." Seloroh Vina sambil melihat dinding kaca yang menampakan desiran Ombak di malam hari dari tempat duduknya.


"Tapi...ada ngerinya juga" Ucap Vina kembali, sembari bergidik.


"Maksud kamu ngeri gimana?" Tanya Dave penasaran.


"Kamu ini kalau bicara ngawur, positif thinking aja deh. Jangan rusak suasana yang ada, ok!" Ucap Dave mengatupkan bibirnya hingga memperlihatkan satu lesung pipinya, dengan jari telunjuk memperingatkan Vina.


"Iiih, gitu aja sewot. Sorry deh..." Jawab Vina memanyunkan bibirnya.


"Itu bibir kondisikan, jangan mancing-mancing untuk gue cium napa. hehe" Ucap Dave tersenyum.


"Dasar mesum" Jawab Vina semakin memanyunkan bibirnya.


"Ok kita makan dulu, sama ada sesuatu yang mau gue bicara'in sama kamu" Ucap Dave kembali memotong steak yang berada di piringnya.


"Memangnya apa yang mau kamu bicara'in Dave" Tanya Vina penasaran mulai serius.


"Jujur...gue kepikiran sama omongan Pak Wisnu, maksud gue Ayah kamu." Ucap Dave pada Vina.


"Memangnya omongan yang mana Dave?" Tanya Vina makin penasaran, sambil menyuap French Fries oleh garpu di tangan kanannya.


"Semalem gue susah tidur karena kata-kata itu, jadi akhirnya gue ajak kamu kesini" Jawab Dave memberitahu.


'Memangnya Apa yang Ayah omongin ke Dave, sampe dipikirin kaya gitu ya?' Tanya Vina dalam hati pada dirinya sendiri.


"Ya udah kamu cerita aja, jangan bikin aku penasaran gini" Ucap Vina sedikit memaksa.


"Emmm...Gue takut, kalau kamu sampai benar-benar di jodohin sama Ayah kamu Vin" Jawab Dave mengingatkan kembali perkataan Ayahnya.


"Mungkin Ayah cuma menggertak aja Dave, itu kan yang biasa orang tua lakuin sama Cowok yang dekat sama Anak perempuannya" Ucap Vina menjelaskan dari segi pandangnya.


"Tapi Vin, gue udah nanya sama Mamah. Kalau Ayah kamu itu, tipe orang yang keras dan teguh dengan perkataannya" Ucap Dave kembali.


"Maksud kamu gimana?" Tanya Vina menghentikan makannya dan menatap serius pada Dave.


" Dari cerita yang gue dapat dari Nyokap, Ayah kamu itu Cinta mati sama Ibu Kamu. Tetapi, karena satu kesalahan Fatal Tante Cinta dulu. Memergoki Ibumu, yang jalan berdua bersama Om Reino, orang pilihan kedua orang tuanya. Pak Wisnu berkata akan menyakiti Fisik dan batin Tante Cinta tanpa berpikir Tante Cinta dalam kondisi hamil. Tetap marah, karena mengkhianatinya dan berubah menjadi pria pemabuk, kasar dan Tak terkendali" Ucap Dave menjelaskan.


"Gue takut kalau Pak Wisnu juga benar-benar akan menjodohkan kamu Vin?" Ucap Dave menggenggam tangan Vina.


Vina tertegun dengan penjelasan Dave akan kedua Orang tua kandungnya, yang ia tidak tahu. Dan terharu karena Dave benar-benar tidak mau kehilangan dirinya, merasa bersyukur dekat dengan Pria yang kini tepat berada di hadapannya.


"Terus mau kamu gimana Dave?" Tanya Vina menatap Dave lekat.


"Gue mau kita tunangan Vin, gue mau ikat kamu. Dan Gue bukti'in kalau gue serius sama kamu?" Ucap Dave semakin erat menggenggam tangan Vina.


"Gila kamu, kita kan masih kuliah. Kamu yakin sama kata-kata kamu Dave?" Ucap Vina melepas genggaman tangan Dave dan beranjak berdiri menghadap jendela mendekap kedua tangannya.


Hening.....


Dave menyusul Vina berdiri di belakang Vina, Lalu membalikkan badan Vina agar menghadapnya.


"Apa kamu tidak Cinta, atau tidak yakin sama gue Vin?" Tanya Dave memegang kedua pundak Vina dengan kedua tangannya.


Vina yang menunduk, segera menatap Dave. Berpikir Ini merupakan keputusan yang bukan main-main karena menyangkut masa depannya. Lalu mengusap rambutnya ke belakang, memejamkan matanya dan memeluk Dave erat.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....