STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MIKHA DAN HERI



Vina kembali bersama Dave, dan tampaknya Tante Cinta juga Om Reino sudah tidak ada. Terlihat dari mobil Tante Cinta yang sudah tak terparkir di depan rumah Vina.


"Sepertinya mereka sudah pulang Vin?" Ucap Dave saat menghentikan mobilnya dirumah Vina.


"Iya, ayo kita masuk" Ajak Vina pada Dave.


Lalu mereka berdua turun dari mobil, dan masuk ke rumah, Vina membuka pintu. Tetapi, Rumah tampak sepi.


'Dimana Mak ya'


Pikir Vina dengan mata melihat sekeliling ruangan.


Dave duduk di sofa, sedangkan Vina berjalan masuk menuju kamar Mak. Tetapi, Mak tidak ada di kamarnya. Lalu Vina kembali berjalan menuju dapur yang berbarengan dengan ruang makan dan kamar mandi, terlihat Mak sedang sibuk menggosok beberapa piring dan gelas menggunakan spons di westafel. Mak menoleh ke belakang melihat Vina.


"Eh kamu sudah datang?" Tanya Mak tersenyum.


"Iya Mak, maafin Vina ya Mak. Tadi Vina main pergi begitu saja, mudah-mudahan Mak mengerti perasaan Vina" Ucap Vina dan menghampiri Mak lalu memeluknya dari belakang.


"Kamu kesini sama siapa?" Tanya Mak.


"Sama saya Mak, Dave juga minta maaf tadi pergi bersama Vina tanpa izin. Soalnya Vina maksa saya untuk pergi, padahal saya baru datang. Anak Mak ini tuh, Aneh" Ucap Dave dengan mimik wajah meledek Vina.


"Hah, apa tadi kamu bilang? Aneh? Apa aku Ngga salah dengar, ich kamu tuh yang cowok aneh" Vina melepas pelukannya pada Mak dan berbalik menghampiri Dave lalu duduk di Sofa ruang tamu.


"Muka kamu tuh, kalau marah lucu deh" Ucap Dave duduk disamping Vina.


Vina menoleh kearah Dave, dan menatapnya erat.


"Kenapa kamu menatap gue kaya gitu? kamu seriusan marah sama gue Vin?" Tanya Dave balik menatap Vina,


"Oooohh iya, jangan-jangan kamu lagi PMS ya? Pantesan aja sensitif banget" Ucap Dave menerka.


"Iiich, kamu tuh ya. Kadang nyebelin, kadang nyenengin" Ucap Vina menepuk pundak Dave beberapa kali.


Dave mengusap pundaknya, karena Vina menepuknya terlalu kencang. Lalu memeluk Vina dari samping, lalu Vina segera melepasnya.


"Aduh, kamu apa-apa'an sih. Kalau dilihat Mak gimana?"Ucap Vina melotot.


"Habisnya gue gemas banget" Jawab Dave tersenyum tipis.


Suara dering lagu Republik - sandiwara cinta terdengar di ponsel Vina.


Vina melihat layar ponselnya, terlihat nama Kak Fadhlan. Vina menatap Dave, lalu segera berdiri untuk mengangkat telepon.


"Ya hallo Kak, tumben Kakak nelepon?" Tanya Vina di telepon.


"Vin, nanti minggu kamu ada acara ngga?Kita nonton yuk" Ajak Kak Fadhlan di telepon.


Vina melirik Dave, dan bingung harus jawab apa.


"Emmmh...maaf kak, minggu ini aku ada urusan bersama teman-teman untuk belanja keperluan jualan" Jawab Vina mengingat janjinya pada Bella.


***


Diujung sana Kak Fadhlan yang sedang duduk diruangannya, menampakkan muka kecewa. Dan terlihat oleh Suster Renatha yang sedang membereskan berkasnya, tampak penasaran dengan lawan bicara Dokter Fadhlan.


'Dokter Fadhlan kira-kira nelepon siapa ya, ko sampe ngajak nonton segala' Lirih Suster Renatha karena merasa cemburu.


***


Dave memperhatikan pembicaraan Vina dengan Dokter Fadhlan di telepon, dan pura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Ok, kalau begitu lain waktu kita jalan bareng yach? Oya, kalau saya ikut nemenin belanja boleh kan? Please jangan nolak" Ucap kembali Kak Fadhlan berharap.


"Boleh, nanti saya kabarin waktunya ya Kak" Jawab Vina,


" Sudah dulu ya Kak, ini lagi ada tamu saya ngga enak" Ucap Vina.


"Maaf kalau saya mengganggu. Ok saya tunggu kabar kamu ya? bye" Ucap Kak Fadhlan mengakhiri telepon.


"Apa minggu ini kamu ada acara?" Tanya Dave dengan tatapan tajam.


"I..iya, memangnya kenapa?" Jawab Vina membuang muka.


Dave membalikan tubuh Vina kembali agar menghadap padanya.


"Kenapa kamu ngga kasih tau gue? Memangnya acara apa?" Tanya Dave kembali.


"Aku sih punya rencana belanja kebutuhan jualan nanti minggu, bareng Riska, Bella dan Doni" Jawab Vina apa adanya.


"Lalu kamu mau ajak Dokter ganjen itu, hah?" Tanya Dave yang mulai cemburu.


Vina tersenyum melihat tingkah Dave yang cemburu, dan berusaha untuk menahan tawanya.


"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Dave panasaran.


"Soalnya kamu lucu" Jawab Vina dan mencubit kedua pipi Dave.


"Aduuh...aduuh, apa'an kamu malah nyubit pipi saya" Ucap Dave mengusap kedua pipinya.


"Udahlah ngga usah dipermasalahin, kalau kamu mau ikut juga boleh kok. Sini duduk" Ucap Vina segera duduk, dan mengajak Dave duduk disampingnya.


"Vin, kamu sudah makan belum?" Tanya Mak yang datang dari dapur membawa 2 gelas es teh manis untuk Vina dan Dave.


"Belum sih Mak, memang Mak masak apa?" Jawab Vina dan balik bertanya.


"Mak ngga masak sih, nanti Mak buat mie instant atau telur saja ya?" Ucap Mak.


"Ngga usah Mak, saya pesan makanan online saja Mak" Ucap Dave menyarankan.


"Waaah, ide bagus tuh. Gimana kalau beli nasi padang aja ya? aku mau pesen pake rendang, ayam balado, perkedel sama telur dadar, hehe" Jawab Vina senang.


Dave yang mendengar banyaknya pesanan Vina, hanya bengong melongo tak percaya dengan porsi makan Vina. Lalu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, yang mengagetkan semua.


Tok...tok...tok...Permisi


Suara seorang perempuan dibalik pintu, dan Mak segera membuka pintu. Mak melihat wanita itu dari atas sampai ke bawah, karena merasa tak kenal dengan seorang gadis yang berada dihadapannya.


"Maaf mau ketemu siapa ya?" Tanya Mak penasaran.


Lalu Kak'Heri datang menghampiri wanita yang ditanya Mak, dan tentu saja Mak mengenali Herri yang merupakan kakak dari Rangga.


"Eh kamu Herri, Mak kira siapa" Ucap Mak tersenyum


"Oya bu, kenalkan saya Mikha Kakak Dave dan juga tunangan Herri" Ucap Kak Mikha tersenyum dan berjabat tangan dengan Mak.


Sedangkan Kak Herri menghampiri Mak lalu mencium punggung tangan Mak, Kak Mikha yang melihat sikap Kak Herri mengikuti mencium punggung tangan Mak.


Vina melihat Kak Mikha masuk dan tiba-tiba Kak Mikha memeluk Vina dan cipika cipiki pipi kanan dan kiri, yang membuat Vina kaget dan heran.


"Ya sudah kalau gitu Mak masuk kamar dulu, nanti kalau pesanan sudah datang beritahu Mak ya" Ucap Mak dan segera masuk kamar.


"Vin, terimakasih ya berkat kamu Dave mau berbaikan dengan Kakak" Ucap Kak Mikha menggenggam tangan Vina.


Vina hanya tersenyum tak berkata apa-apa, lalu menatap Dave dengan mengangkat kedua alisnya.


"Oya, kalau gitu sekarang kita mulai meetingnya" Ucap Kak'Mikha semangat.


"Hah, meeting?" Ucap Vina heran tak mengerti ucapan Kak Mikha.


"Sorry Vin, gue yang ngajak Kakak kesini. Kita bakalan ngebahas ide kamu kemarin, masalah Perjanjian kerja gue sama Kakak gue" Ucap Dave menjelaskan.


Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.


Lanjuuut.....