STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
MELAHIRKAN



Vina di baringkan di brankar ranjang Rumah Sakit dan di dorong oleh Suster, Pak Wisnu juga Kevin, sedangkan Mak dan Papihnya Kevin berjalan mengikuti karena Mak sudah tidak kuat berjalan cepat mengikuti berputarnya roda brankar yang melaju cepat. Air Ketuban Vina sudah pecah, mengalir deras membasahi sprey kasur brankar.


"Huhu...Sakit, euuh..." Vina melenguh kesakitan dan meneteskan air mata.


Tanpa sengaja tangan Vina menggenggam erat tangan Kevin, dan meremasnya kencang karena menahan sakit. Sehingga Dokter dan Suster mengira jika Kevin adalah suaminya.


"Apa anda suaminya? Kamu boleh menemani istri anda di dalam" Tanya Dokter dan mempersilahkan Kevin masuk ke Ruang persalinan.


"Ngga Dok, sa...saya bu..bukan" Jawab Kevin terhenti karena terpotong.


"Kevin, masuklah temani Vina?" Perintah Pak Wisnu, memotong jawaban Kevin.


"Haaaah" Kevin memelototkan matanya, lalu di dorong masuk oleh Pak Wisnu.


Di Ruang persalinan, Kevin terus menerus di jambak dan di tarik oleh Vina saat Vina merasakan sakit. Dan Kevin hanya bisa meringis menahan nyeri karena tarikan rambut oleh Vina.


Akhirnya seorang anak laki-laki Vina lahir dengan selamat, Vina tersenyum senang saat bayinya di baringkan di dekapannya.


Kevin pun segera mengadzani bayi kecil Vina, 'Seharus kamu Dave yang mengadzani anakmu, sebenarnya kamu di mana?' Bathin Kevin merasa iba.


Kevin segera keluar ruangan selesai mengadzani anak Vina, karena merasa sudah cukup menemani Vina.


Pak Wisnu segera melihat ke Ruang bayi untuk melihat Cucunya, tak terasa air mata menetes di pipi. Karena senang, sebab dulu dia tak pernah melihat dan merawat Vina sedari Bayi.


Lalu Pak Wisnu segera ke Ruang perawatan Vina.


"Selamat sayang, anak kamu tampan sekali" Ucap Pak Wisnu memeluk Vina dan mencium keningnya.


"Terimakasih Ayah" Jawab Vina tersenyum.


Mak masih sibuk, mengeluarkan pakaian untuk ganti Vina juga bayinya. Juga menyiapkan makanan, untuk menyuapi Vina.


Sedangkan Kevin dan Papihnya tak jadi menginap, dan memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 2 malam.


Vina memutuskan untuk memberi nama anaknya Davin Raendra Wijaya Ajidiningrat.


Davin adalah perpaduan nama Dave dan Vina, nama yang sengaja Vina pilih agar terdapat namanya dan Dave di nama anaknya.


Ibu Cinta dan Papa Reino juga Kenzo pagi sekali sudah datang berkunjung ke Rumah sakit, begitu pula Ibu Veronika dan Pak Daniel. Mereka semua senang akhirnya mendapatkan cucu dari Vina.


...****************...


Kemarin pagi Catherine pulang cepat, karena mendapat kabar dari Ayahnya, bahwa neneknya meninggal dunia. Dan akan di kebumikan setelah semua keluarga hadir.


David dan Catherine pulang ke Indonesia tepatnya di Padang, karena Nenek Catherine yang merupakan Ibu dari Ayah Catherine meninggal dunia.


Dave dan Catherine segera beristirahat setelah menempuh perjalanan seharian lebih.


Catherine sengaja tak membawa Dave ke acara pemakaman karena khawatir akan ada yang mengenali Dave, untuk melepas rasa bosan Dave membuka Laptop dan membaca beberapa Kisah tentang Indonesia. Saat Dave melihat beberapa daerah di ibukota Indonesia, Dave merasa pernah melihat dan akrab dengan sekelilingnya. Dave mencoba mengingatnya, tetapi yang di rasa adalah hanya sakit kepala yang tak tertahankan.


"Erghhh..." Lirih Dave "kenapa setiap kali saya mencoba mengingat sesuatu kepalaku terasa sakit sekali" Gerutu Dave "Arggh, sakiit" Teriak Dave sambil meremas kepalanya.


Dave segera meraih obat di dalam tasnya dan segera meminumnya, keringat dingin mengalir deras di dahi di iringi nafas dan detak jantung yang berjalan cepat.


Karena efek obat yang di minumnya Dave tertidur pulas, sampai tak terasa Catherine beserta keluarga datang usai acara pemakaman.


Hingga sore tiba Dave dan Catherine, memutuskan untuk sekedar jalan-jalan berdua. Tanpa mereka sadari Bondan dan anak buah Pak Wisnu sudah memantau mereka dari semenjak di London, karena berhasil melacak keberadaan Suster Sandra dan mengorek informasi dari Suster Sandra di Negara Wales.


Catherine mengemudikan mobil dengan santai, hatinya senang karena berhasil menjadikan Dave suaminya yang kini duduk di sampingnya. Meskipun kondisi Dave yang lupa ingatan, tak masalah baginya yang penting apa yang ia inginkan berhasil dia dapat.


"Kita jalan-jalan saja sayang, aku bosan di rumah," Jawab Catherine melirik ke arah Dave.


Dave kembali terdiam, hatinya sering bertanya meskipun kini Catherine telah menjadi istrinya. Entah mengapa sampai detik ini, perasaannya tak pernah merasa cinta pada Catherine. Adapun hubungan suami istri yang kadang di lakukan bersama Catherine, di lakukan bukan karena cinta. Melainkan semata-mata karena melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.


"Kamu kenapa David, kok melamun?Apa kamu sakit..." Tanya Catherine heran.


"No Cath, I'm Fine. I'm just think about with your pregnant." Jawab Dave asal.


"Oooh, So sweet. Your my a favorite husband." Catherine senang akan jawaban Dave.


Tiba-tiba ada sebuah mobil hitam, dari arah belakang yang menabrak mobil yang Catherine dan Dave tumpangi. Mobil itu segera mendahului mobil Cathrine, dan ternyata kini di depan dan belakang mobil Dave terdapat mobil hitam yang telah mengapit mereka.


"Shit, what happened." Dengus Catherine kesal, lalu menancap gas lebih cepat, tak peduli dengan mobil yang berada di depannya.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi, sehingga membuat Dave panik. Dirinya merasa pernah merasakan ini sebelumnya, bayang-bayang saat Dave mengemudi hadir di ingatannya. Hanya saja Dave tak dapat melihat dengan jelas, wanita yang berada di sampingnya.


"Please stop it now, cath." Perintah Dave karena takut terjadi sesuatu pada mereka berdua, terutama pada kandungan Catherine.


Catherine tak memperdulikan perkataan Dave, dirinya semakin melajukan mobil dengan cepat. Dan Ciiiit Suara decitan mobil, Bruuugh Mobil Catherine terjun ke sebuah tepian Sawah kering.


Kini Dave tak sadarkan diri, sedangkan Catherine masih sadar dan merasakan aliran darah mengalir ke pahanya.


"Oh, Please David Wake up. Perut saya sakiiit, euh" Ucap Catherine mengerang lalu pingsan.


Bondan beserta anak buahnya segera menarik Dave dari mobil, lalu membawanya. Sedangkan mobil yang satu lagi membawa Catherine untuk segera di bawa ke klinik terdekat. Lalu segera pergi menyusul mobil Bondan.


...****************...


Vina masih di Rumah sakit, tiba-tiba pikirannya memikirkan Dave. Merasa telah terjadi sesuatu pada Dave.


'Ada apa ini, tiba-tiba aku merasa terjadi sesuatu dengan Dave.' Lirih Vina dalam hati.


Pak Wisnu menerima telepon, dan pamit kepada Vina untuk menjawab telepon.


"Sore Pak, saya sudah dapatkan Tuan Dave. Sekarang sedang menuju markas untuk membawa Tuan Dave ke pesawat anda." Ucap Bondan di balik telepon.


"Kerja bagus, jika telah tiba segera bawa ke rumah saya." Perintah Pak Wisnu tersenyum senang.


'Saya akan beri kejutan pada Vina.' Gumam Pak Wisnu sembari menggenggam Ponselnya dengan senyum mengembang.


□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■□■


Untuk dukung dan agar aku terus semangat dan termotivasi menulisnya tolong selalu beri


☆☆☆☆☆Rate 5


👍 Like


💬 Komentar


❤ Favorite


💓 Vote


💖Mari kita saling mendukung 💖