
Sore hari Vina dan teman-teman bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat ashar berjama'ah di tengah rumah.
Vina mengenakan Jaket tebal dan mengajak kawan-kawannya untuk keliling kampung juga ke sawah.
"Vin,dingin banget ya?" Ucap Riska mendekap tubuhnya sendiri.
"Ya beginilah Ris, makanya aku cerewet banget ngasih tau jgn lupa bawa jaket dan selimut tebal." Jawab Vina tersenyum.
Dave berjalan dan merangkul pundak Vina, tetapi Vina melepas tangan Dave.
"Ini kampung Dave, Bukan kota main rangkul aja. kalau jadi cerita yang ngga-ngga gimana" Gerutu Vina kesal.
"Sorry..." Jawab Dave tersenyum.
"Rangga, kamu tau ngga gimana keadaan susi dan Meta? nomer kontak mereka hilang." Tanya Vina menghampiri Rangga yang sedari tadi mendekati Bella.
"Iya mereka ganti nomer handphone Vin, tapi kalo ngga salah sih Susi jadinya nikah sama Arief, kalau Metta kuliah udah putus sama Bambang" Jawab Rangga menjelaskan.
"Sini kamu, kita mundur ke belakang" Ucap Vina menarik tangan Rangga ke barisan belakang meskipun Vina tau pasti Dave diam-diam memperhatikannya.
"Ada apa sih Vin?" Tanya Rangga heran.
"Rangga aku mau tanya kamu serius suka sama Bella atau cuma mempermainkannya? Aku ini sahabat kamu Ga, dan sahabat Bella juga. Aku ngga mau persahabatan kita rusak hanya karena Cinta." Tanya Vina khawatir.
"Aku ngga tau Vin,soalnya aku sendiri belum yakin. Aku seneng aja menggoda Bella dan Kevin. Tapi yang jelas aku masih setia Cinta sama kamu, cuma Kamu sudah bersama Dave. Yang aku tau dulu kakak Dave ka'Mikha begitu posesif sama ka'Heri, hingga akhirnya Ka'Heri lelah dan menyerah menjauhi Ka'Mikha. Ditambah lagi ayahnya ka'Mikha lah yang membantu biaya kuliah ka'Heri. Tapi...tenang aku ngga akan ganggu hubungan kamu sama Dave. Aku doakan kamu mendapatkan yang terbaik." Jawab Rangga sambil memegang tangan Vina dengan kedua tangannya dan mengusap Pipi Vina juga tersenyum.
"Makasih atas kesetiaan kamu, Maaf ya Ga aku ngga bisa balas cinta kamu. Oya...tapi aku ngga ada hubungan apa-apa sama Dave, dia dan keluarganya udah baik juga banyak bantu aku. Jadi, aku ngga enak sama keluarganya." Jawab Vina.
"Ngga apa-apa aku ngerti kok, kalau gitu aku balik ke Kevin dan Bella ya...?" Ucap Rangga mengacak rambut Vina dan berlari menghampiri Bella kembali.
"Main ninggalin aja nih kalian" Teriak Rangga menghampiri Bella, Kevin dan Gilang lalu sengaja menggenggam tangan Bella.
Degh Bella terkejut karena genggaman Rangga dan melirik Rangga ragu.
'Kenapa jantung gue deg-deg'an ya? Apa gue suka sama Rangga' Pikir Bella melamun.
"Eh, apa-apa'an sih pake pegang-pegang tangan segala. lepasin...enak aja. Bella milik gue, lo anak baru ngga usah ngarep" Ucap Kevin kesal melepas genggaman tangan Rangga dan Bella.
"Sirik kan lo, kalah mah kalah aja. Buktinya Bella ngga nolak, hahaha" Ucap Rangga tertawa.
"Vin, udahlah jangan ribut mulu malu tau ini kan kampung orang. Lagian kamu tuh ganteng banyak cewek yang mau sama kamu, tuh buktinya sepanjang jalan banyak yang merhati'in kamu" Bisik Gilang pada Kevin.
Kevin merasa risih karena ternyata benar banyak yang melihat dia.
Kevin memang cukup tampan dengan mata agak sipit, kulit putih badan tinggi tegap sama dengan Gilang juga Dave. tetapi Kevin memiliki campuran darah Jepang dari ayahnya dan darah Palembang dari Ibu nya. Sedangkan Gilang asli indonesia, kalau Dave memiliki campuran Jerman dari Kakeknya.
Dilain pihak Vina melihat Rangga membatin dan merasa bersalah karena sudah berpikir yang ngga-ngga ke dia. Ternyata Rangga dari dulu pandai menyembunyikan perasaannya.
"Kamu ngobrol apa'an tadi sama Rangga?" Tanya Dave menghampiri Vina yang berjalan sambil melamun.
"Kepo bingits sih" Jawab Vina ketus.
"Kita ke saung Ditengah sawah, view disana bagus instagramable banget deh. Dengan angin sepoi-sepoi, adem pokoknya. Dulu aku kalau lagi galau atau pengen sendiri pasti sering kesana" Jawab Vina semangat.
"Oooh, kamu tuh aneh ya semenit yang lalu judes dan ketus banget, semenit kemudian biasa aja. Tapi gue suka kok" Ucap Dave merangkul Vina.
"Ich apa'an sih tuh tangan dijaga, ini dikampung tau. kaya gituan aja nanti bisa jadi cerita dan gosip" Ucap Vina cemberut.
"Ok...ok sorry" Ucap Dave melepas gandengannya.
"Eh itu udah deket, kita kesana ya?" Ucap Vina pada teman-teman.
Akhirnya mereka semua duduk istirahat di Saung kecil di tengah sawah, dan menggelar tikar kecil yang Vina bawa untuk istirahat dan menyimpan makanan yang dibawa.
"Gila...keren bangets Viewnya. Foto'in ya..." Ucap Riska senang.
Akhirnya mereka semua bergantian di foto di View yang diinginkan masing-masing dengan suasana ceria dan riang.
"Vin, ngga apa-apa nih kita foto-foto disini? nanti yang punya sawahnya sewot gimana" Tanya Bella.
"Ya ngga lah ini kan sawahnya Mak sama Abah, Ya...meskipun sawahnya kecil tapi lumayanlah. Jadi, santai aja kali" Jawab Vina menjelaskan.
"Ooogh...ini baru panen ya. Soalnya tanahnya kering. sampe bisi ngampar tikar gini?" Tanya Doni penasaran.
"Yaps 100% kalau ada padinya pasti ngga bisa ngampa tikar dong." Jawab Vina
"Ya udah kita balik yuk...takut keburu malam, lagian udah dingin banget."Ajak Vina yang mulai merasa kedinginan.
Akhirnya mereka semua pulang kerumah, sesampainya dirumah mereka melihat-lihat foto-foto tadi dan sangat senang karena hasilnya bagus-bagus.
"Eh ini siapa ya? perasaan tadi kita difoto bertiga. Gue, Riska sama Vina." Ucap Bella menunjuk sosok perempuan berdaster putih berambut panjang.
"Idiiiih, ini makh penampakan atuh. Mak abah sini deh, liat foto Vina." Ucap Vina memanggil Mak dan abahnya.
"Aya naon kitu, meuni rame" Ucap Mak menghampiri ( Ada apa gitu, Ramai sekali ).
"Ieu mak, aya penampakan. tuuh" Jawab Vina menunjuk Foto dikamera.
"Ah ieu makh atuh da salah, naha beut difoto tiluan. apan pamali, sok aya anu ngilu." Ucap Mak menjelaskan (Ah ini sih memang salah, kenapa difoto bertiga. itu kan pemali, suka ada yang ikut difoto).
"Terus gimana dong Mak, tapi ngga apa-apa kan?"Tanya Riska khawatir.
"Ngga apa-apa neng, banyak isthigfar aja. Sekarang kalian ambil wudhu kita shalat maghrib berjama'ah ditengah rumah yuk"Ajak Mak ke semuanya.
Akhirnya Vina dan teman-teman segera bergegas berwudhu dan melaksanakan shalat di imami oleh abah'Toro. Dan dilanjutkan dengan sedikit tausiah tentang agama.
Selesai shalat Vina, Mak, Abah dan teman- teman melanjutkan makan malam bersama. Vina sangat menikmati masakan mak yang sudah lama tidak pernah dinikmati lagi semenjak tinggal di ibukota. tapi Vina menghindari makanan pedas, karena sadar dirinya baru sembuh dari sakit typus.
Hai readers...Jangan lupa Rate 5, Like, Comment, Jadikan bacaan Favoritmu dan juga Votenya ya...Mari kita saling mendukung para Author.
Lanjuuut.....