STORIES OF LIFE VINA

STORIES OF LIFE VINA
ADA YANG SUKA DAVE, NIH.



Akhirnya mereka semua tiba di rumah kediaman Pak Wisnu, Sandra dan Renatha takjub akan kemegahan rumah Pak Wisnu yang sudah terlihat dari luar. Dengan pagar tinggi dan saat Pagar terbuka Otomatis, tampak di jaga oleh dua penjaga berbadan tinggi besar , yang duduk di Pos samping kanan dan kiri dengan mata yang selalu jeli mengawasi CCTV.


Vina segera kembali di Kamar, di papah oleh Ayahnya yang khawatir. Karena kasihan melihat Vina berjalan lemas, Lalu di angkatnya tubuh Vina oleh Ayahnya, untuk segera di bawa ke Kamarnya.


"Sayang, kenapa kamu jadi begini. Tadi pagi aja kamu ngga apa-apa." Tanya Ayah Wisnu setelah membaringkan Vina di kasurnya.


"Vina ngga apa-apa Ayah, buktinya Vina masih bisa senyum. Hehe" Jawab Vina terkekeh.


"Kalian dua Perawat! segera lakukan tugas kalian. Jangan sampai anak saya kenapa-napa, atau kalian akan tau akibatnya!" Perintah Ayah Wisnu pada Suster Sandra dan Suster Renatha sembari mengancam, dengan telunjuknya.


"Ba...baik tuan, Sandra segera mengeluarkan beberapa alat medis untuk memasang Selang Infus pada Vina. Lalu Renatha menyiapkan obat cair untuk segera di suntikan, pada selang infusan Vina.


"Dave, jelas kan pada saya kenapa Anak saya seperti ini?" Tanya Ayah Wisnu, mengangkat kerah baju Dave.


Suster Sandra yang melihat perlakuan Ayah Vina pada Dave, membuatnya semakin takut pada sosok pria tersebut.


"Sa...sabar Ayah, ngga usah emosi dulu" Jawab Dave santai, menurunkan tangan Ayah Wisnu dari kerah bajunya.


"Ini wajar Ayah, jadi ngga usah terlalu khawatir." Ucap Dave kembali.


"Sabar! Dan apa maksud kamu dengan Wajar?" Seru Pak Wisnu dengan nada sedikit meninggi.


"Begini Ayah" Jawab Dave segera mendekatkan mulutnya untuk berbisik pada Ayah Wisnu.


Ayah Wisnu berusaha menahan geli, karena sebenarnya dia tak tahan geli jikalau ada yang berbisik ke telinganya "Sebentar lagi Ayah akan menjadi seorang kakek, karena Vina saat ini sedang mengandung Cucu Ayah. Baru kita bertiga lho yang tau ya Ayah." Bisik Dave memberitahu.


"Ehm...ehm..., maaf tadi saya sedikit kasar sama kamu. Terimakasih atas informasinya" Ucap Ayah Vina tersenyum, lalu menepuk pundak Dave. Dave mengangguk karenanya, sedangkan Vina penasaran atas apa yang sudah Dave bisikan pada Ayahnya, hingga langsung luluh dan tersenyum senang.


Mak masih di kamarnya untuk menyimpan tas miliknya lalu segera masuk ke kamar Vina, sedangkan Ibu Cinta dan Kenzo pulang ke rumah terlebih dahulu untuk membawa beberapa pakaian. Sehingga mereka tak sempat melihat pemandangan Ayah Wisnu pada Dave.


"Terimakasih sayang, kamu harus lebih menjaga kondisi badan kamu ya. Karena kabar ini yang Ayah tunggu-tunggu." Ucap Ayah Wisnu menghampiri Vina, dan duduk di samping Vina mengusap rambut Anaknya penuh kasih sayang.


"Iya Ayah, Vina bisa jaga diri kok. Lagian Jaka dan Bimo selalu berada menjaga Vina, jadi Ayah ngga usah khawatir." Celoteh Vina menjawab Ayahnya.


"Oya Suster, pasti kan anak saya di beri obat terbaik dan perawatan terbaik. Saya akan memberi bayaran besar untuk kalian." Perintah Pak Wisnu menjelaskan.


"Baik Pak, kami akan memberikan perawatan yang terbaik." Jawab Renatha menunduk dan mengangguk.


"Baguslah kalau begitu, saya tinggal dulu." Ucap Ayah Wisnu segera berlalu, setelah mendengar dering Ponsel di saku celananya.


Vina segera tertidur, karena mengantuk mungkin karena efek Obat yang di beri kan. Dave segera keluar kamar, untuk memerintahkan pelayan di dapur menyiapkan makanan dan aneka buah-buahan untuk Vina.


Saat Dave keluar kamar, Ibu Cinta datang dan segera masuk kamar melihat Vina yang tertidur sedang di tunggu oleh Mak di samping ranjang. Lalu segera menghampirinya.


"Bagaimana dengan Vina Mak?" Tanya Ibu Cinta pada Mak.


"Tadi sudah di beri Obat, sekarang tertidur. Mungkin karena reaksi obatnya Bu." Jawab Mak masih terus menggenggam tangan Vina.


"Terimakasih Mak selalu ada buat Vina, saya seperti Ibu yang tak berguna." Lirih Ibu Cinta pada Mak.


"Ibu, tidak usah berterimakasih. Saya yang merawat Vina dari bayi, saya sudah menganggap dia seperti anak kandung saya sendiri. Bagi Mak...Vina adalah semangat hidup Mak." Ucap Mak menjelaskan, dan memeluk Ibu Cinta penuh haru.


Sandra dan Renatha yang sedang berada di kamar mereka. kagum akan kamar mereka yang besar dan megah, memang tak seperti kamar Vina dan Dave. Tapi, kamar yang mereka tempati pun membuat mereka nyaman.


"San, aku lihat-lihat kamu sering memperhatikan Pak Dave deh. Apa kamu suka sama Pak Dave?" Tanya Renatha sambil berbaring di tempat tidur.


"Kamu harus hati-hati San, saya lihat Ayah pasien maksud saya Ibu Vina. Bukan orang sembarangan, buktinya banyak pengawal dan bodyguard yang selalu ada di sekeliling rumah dan pemilik rumah ini" Ucap Renatha memperingatkan.


" Kenapa harus hati-hati, aku kan ngga ngapa-ngapain?" Jawab Sandra membela diri.


"Kamu jangan macam-macam apalagi berniat menggodanya, ingat istri Pak Dave adalah anak dari pemilik rumah ini." Renatha memperingatkan kembali, dan bangkit dari tidurnya menghampiri Sandra dengan berbicara pelan.


"Ya...elah, kamu Lebay banget sih. Hak setiap orang dong, suka sama siapa saja. Aneh!" Ketus Sandra tak suka diperingatkan.


"Hemmm...terserah kamu deh, aku balik ke kamar Ibu Vina dulu yah. Kamu gantian siaga malam" Ucap Sandra segera keluar kamar.


"Kamu tekan terus dia, untuk segera membayar hutang-hutangnya. Kamu telusuri seluruh Aset dia, dan jika masih tidak mau membayar habisi dia tanpa jejak. Buat seolah-olah dia bunuh diri" Ucap Pak Wisnu di telepon, yang tak sengaja Suster Renatha dengar, hingga membuat bulu kuduknya berdiri meremang.


'Benar dugaanku, dia bukan orang sembarangan.' Lirih Suster Renatha mempercepat jalannya segera ke kamar Vina.


"Permisi" Ucap Suster Renatha masuk ke Kamar Vina, karena melihat Dua orang wanita di kamar Vina.


Suster Renatha menebak Mak adalah nenek Vina, Ibu Cinta adalah Ibu dari Vina yang kini menjadi pasiennya.


"Masuklah Sus" Jawab Ibu Cinta mempersilahkan.


Suster Renatha segera memeriksa kondisi Vina dari denyut nadi, juga menggunakan Stetoskop pada Dada Vina.


"Bagaimana dengan anak kami Sus." Tanya Mak khawatir.


"Anak kami....? Emm...maaf Ibu Vina baik-baik saja." Jawab Suster Renatha heran, dan terbata-bata.


"Kamu pasti heran, Vina memang anak kami berdua. Kami punya peran masing-masing di dalam hidup Vina." Jawab Ibu Cinta menjelaskan.


"Ooh, Maaf Bu barusan saya lancang." Ucap kembali Suster Renatha cemas.


"Ngga apa-apa Sus, apa Suster tahu Vina sakit apa?" Tanya Mak Penasaran.


"Memangnya Ibu belum tahu, kalau Pasien atas nama Ibu Vina sedang mengandung. Jadi, mungkin ini wajar. Hanya saja hasil darah dan kondisi pasien yang kecapean, membuat Ibu Vina perlu perawatan khusus." Jawab Suster Renatha menjelaskan.


"Maksud Suster, anak saya hamil Sus?" Tanya kembali Ibu Cinta meyakinkan. Dan Ibu Cinta dan Mak saling berpegangan tangan lalu berpelukan tanda bahagia.


■□■□■□■□■□


Hai readers...Jangan lupa


# Rate 5,


# Like,


#Comment,


#Jadikan bacaan Favoritmu dan juga


#Vote ya...


💖Mari kita saling mendukung.💖👍


Lanjuuut.....